Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian I)

Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian I)

Setiawati Intan Savitri/Izzatul Jannah adalah GM Penerbitan PT Balai Pustaka (Persero).

Mbak I-Je, sebenarnya apa sih bedanya fiksi dan nonfiksi? Apakah sebuah tulisan yang 95% merupakan kisah nyata dan 5%-nya imajinasi sudah bisa disebut fiksi? (Arifin-Semarang)

Arifin yang baik,
Okey, akan mbak jelaskan apa sih definisi fiksi sebenarnya, dalam Webster’s New Collegiste Dictionary (1959:308), fiksi atau fiction diturunkan dari bahasa latin fictio atau fictum yang berarti: Membentuk, membuat, mengadakan , menciptakan. Sehingga dalam bahasa Indonesia bisa di analogikan sebagai : sesuatu yang dibentuk, dibuat, diciptakan dan diimajinasikan. Demikian arti fiksi secara etimologis. Sedangkan sumber-sumber lain yang menjelaskan arti fiksi adalah “The American College Dictionary” yang menyebutkan bahwa fiksi adalah :
1. Cabang dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk prosa.
2. Karya-karya jenis isi adalah: novel atau dongeng-dongeng
3. Sesuatu yang diada-adakan atau dibuat-buat, atau diimajinasikan, suatu cerita yang disusun (1960:448)
Lalu “Cleanth Brook (et.al) menyatakan bahwa : sebuah penyajian cara seorang pengarang memandang hidup ini. Pengarang memiliki ide-ide tertentu mengenai kehidupan. Mirip seperti yang disampaikan Virginia Wolf tentang Novel atau Roman yakni : Eksplorasi satu kronik penghidupan, merenungkan, melukiskan dalam bentuk yang tertentu, pengaruh, ikatan, kehancuran dan tercapainya gerak-gerik hasrat manusia.

Nah, dari definisi ilmiahnya itu, kita bisa mengetahui bahwa fiksi diangkat dari sesuatu yang diimajinasikan, atau sesungguhnya tidak nyata, namun inspirasinya bisa saja berasal dari kehidupan manusia yang sebenarnya.



Nah Apa Beda Fiksi dan Non Fiksi?

Arifin, fiksi sesungguhnya terinspirasi dari realitas, ia akan berkata seandainya semua ini fakta maka beginilah yang akan terjadi ( segala sesuatu mungkin saja terjadi, meski mungkin saat ini belum). Sehingga tugas penulis fiksilah untuk membuat seolah-olah para tokoh imajinatif dalam karyanya itu hidup. Misalnya, Siti Nurbaya dan Samsul Bahri dalam roman Siti Nurbaya (terbitan Balai Pustaka), tokoh Siti Nurbaya boleh jadi terinspirasi kondisi para wanita pada zaman itu terkukung oleh realitas patriarkhi (realitas sosial yang tidak berpihak pada kaum perempuan) bahkan ia tidak memiliki hak untuk memilih sendiri suami bagi dirinya, sehingga ketika ditulis oleh pengarangnya, maka jadilah roman itu mencerminkan realitas pada zamannya.

Atau, buat kamu yang suka Harry Potter, Superman, Flash Gordon dan tokoh-tokoh fiktif lainnya, mencerminkan bahwa manusia memang cenderung menyukai sesuatu yang dapat menutupi kelemahannya, sesuatu yang bisa diidolakan, jauh lebih sempurna dari dirinya sehingga mengidentifikasi dirinya dengan tokoh-tokoh superhero yang cenderung digambarkan tanpa kelemahan. Hmm, hebat ya si Fiksi ini, bahkan bisa melayani kebutuhan manusia untuk menjadi lebih hebat dan lebih gagah setelah menikmati karya fiksi. He he.

Lalu, apakah itu Non Fiksi?

Karya Non Fiksi adalah aktualitas (benar-benar terjadi, atau sedang terjadi). Ia akan berkata karena semua ini fakta, maka beginilah yang harus terjadi. Apa saja contoh karya non fiksi? Artikel, Opini, Berita, Features, Artikel ilmiah, hasil penelitian semuanya adalah karya non fiksi. Tidak ada unsur imajinasi atau mengada-adakan dalam tulisan tersebut. Misalnya berita, umumnya wartawan menggunakan teknik 5 W 1 H untuk menulis berita. What, adalah ‘apa’ dari berita tersebut, misalnya apa adalah kasus suap, who adalah siapa, siapa yang menyuap dan siapa yang disuap, lalu where dimana terjadi kasus suap tersebut, when kapan kasus suap itu terjadi, why, mengapa kasus suap itu bisa terjadi, How, bagaimana kasus suap itu terjadi. Nah, jika jawaban-jawaban terhadap pertanyaan itu kemudian ditulis menjadi suatu berita, tidak satupun informasi yang boleh diada-adakan, semuanya harus benar-benar tepat, akurat dan aktual, artinya biasanya berita itu retrospektif, alias sudah terjadi, sehingga semua yang ditulis di dalam berita harus benar-benar pernah terjadi.

Nah, rumus aktual, benar-benar terjadi,tidak ada unsur imajinasi serta diceritakan seakurat mungkin ini adalah ciri khas tulisan non fiksi. Pada saat menulis hasil penelitian misalnya, tidak ada satu pun data yang boleh dipalsukan, karena itu akan mengurangi validitas dari karya penelitian tersebut. Hmm, yang ini harusnya diceritakan pada episode lain ya…

O, ya, tentang pertanyaanmu yang prosentase itu, seperti yang mbak ungkapkan, bahwa syarat-syarat tulisan non fiksi adalah sama sekali tidak boleh ada unsur imajinasi, dan sesuatu yang dibuat-buat dan diada-adakan, maka seberapa prosen pun unsur imajinasi masuk dalam sebuah tulisan, maka ia tidak lagi memenuhi syarat menjadi tulisan non fiksi, artinya ia akan secara otomatis masuk ke dalam klasifikasi tulisan fiksi, begitu.

Oke, begitulah Arifin, selamat menulis fiksi atau non fiksi ya! Mbak tunggu karya-karyamu!

Bio Facebook anak sekolah

Kreatifnya Anak Sekolah Dalam Membuat Bio Facebook

tanya jawab seputar menulis

Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian II)

You will also like

// Social icons // Facebook // VKontakte // Odnoklassniki // Twitter // Instagram // YouTube // Telegram // Search form icon (zoom icon) // Footer WordPress icon // Arrow icon // Edit icon // Rate icon