Thursday, 17 December 2009 (05:19) | Opini | 24 views | 0 komentar
“Agupena adalah sajadah panjang bagi insan yang mau berbagi dan membiarkan jiwa dan raganya dikuasai oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa ” (Achjar Chalil)
“Semoga kelahiran Agupena Jateng dapat turut serta bersama organisasi lain dalam upaya peningkatan budaya menulis di kalangan guru dan memajukan dunia pendidikan ” (Deni Kurniawan As’ari)
” Agupena Jateng diharapkan mampu menciptakan atmosfer yang sehat di kalangan rekan sejawat dalam dunia kepenulisan. Tentu saja, ini bukan tugas yang ringan. Dibutuhkan kerja serius berdasarkan prinsip kolegalitas dan kolektivitas, sehingga wadah yang sudah terbentuk tak terjebak sebatas formalitas-seremonial belaka ” (Sawali)
” Selamat, Pak Sawali. Mari kita majukan “kendaraan” baru ini (baca: Agupena Jateng) agar membantu penumpang menuju tujuan. Jikalau rusak, segeralah diperbaiki. Jikalau beruntung, silakan dinikmati namun jangan lupa berbagi. Begitukah, Pak Dhe? ” (Johan Wahyudi)
” Agupena Jawa Tengah yang belum lama dibentuk dalam waktu singkat mampu melebarkan sayapnya. Sejak dideklerasikan 4 Februari 2009 lalu, Agupena provinsi secara perlahan mulai melebarkan sayapnya ke daerah-daerah dengan membentuk Agupena tingkat kota/kabupaten Jawa Tengah. (Zulmasri)
” Saya sampaikan apresiasi yang positif buat Agupena Jawa Tengah. Berangkat dari “ketidakpercayaan” saya dengan minimnya guru SMA yang ber-golongan IV/b (tercatat hanya 1,6% dari jumlah total guru SMA se-Jateng), maka saya sangat berharap kiprah dari Agupena untuk minimal 1 tahun ke depan bisa menjembatani kemampuan guru dalam melakukan pengembangan profesi dalam menulis KTI, shg guru SMA yang bergolongan IV/b semakin bertambah banyak. Usul, kalo bisa guru-guru di Jateng yang sudah ber-golongan IV/b bisa di up load di web-nya Agupena Jateng ” (Bambang T.P)
0 komentar terhadap “Ungkapan”
Komentar Anda?



