Saturday, 12 November 2011 (23:05) | Fiksi | 49 views | 0 komentar

Ir. Bambang Sukmadji Guru MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak Semenjak beberapa bulan silam Sasmito ditinggal istrinya menghadap Illahi, lelaki muda itu terus saja mengunci mulutnya. Tiap hari, pagi pagi benar dia sudah menyapu halaman rumahnya yang cukup luas dari sampah plastik, daun mangga kering dan bungkus makanan anak anak yang dibuang begitu saja oleh anak anak tetangganya. Dia tetap mengunci mulut, sorot mata dan senyumnya. Namun belakangan ini, dia berubah sikapnya lantaran dia melihat semakin... (more...)
SURAT TERAKHIR UNTUK BU GURU DARSIH
Saturday, 19 March 2011 (03:53) | Fiksi | 308 views | 1 komentar
Oleh : Bambang Sukmadji —Guru MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak JATENG— KADARWASIH berkali kali mengusap tas hitamnya yang ditebari debu-debu yang hinggap di kulit hitam tasnya, hingga kelihatan kumal. Lantaran debu debu itu masih saja terus beterbangan terbawa angin kemarau yang ditiupkan dari Gunung Slamet, setelah debu debu nakal itu menjelajahi hutan hutan pinus yang mulai tandus. Apalagi di tengah hari, saat matahari benar benar lurus di atas kepala, debu itu semakin liar menempel... (more...)
ARCHIPELAGO Di KERETA BIRU SENJA
Friday, 10 December 2010 (04:56) | Cerpen | 79 views | 0 komentar

Penulis : Ir. Bambang Sukmadji Guru MA Futuhiyyah 1, Mranggen Demak JATENG Roda roda baja terus saja menggilas batang batang baja, yang terbujur dingin di keremangan senja, hijau tanaman padi yang dari sore terus saja berkejaran sepanjang jendela kereta yang berdebu, kini lelah dan terbungkam sepi. Hanya gertakan roda dan batang baja yang menyeruak ke telinga setiap penumpang yang tertunduk lesu. Angin sore pantai utara dengan usilnya menerobos kaca jendela kereta, dan membelai hitam rambut berderai... (more...)
Wednesday, 24 November 2010 (06:52) | Cerpen | 41 views | 1 komentar

Oleh : Ir. Bambang Sukmadji Guru MA Futuhiyyah 1, Mranggen, Demak, JATENG Bau asap belerang yang menusuk hidung menyebar tiap penjuru desa dan setiap jengkal ladang sayur di Desa Gedangan, Cepogo Kabupaten Boyolali Jawa Tengah dan menyisakan kepiluan yang mendalam diantara semua yang berwajah tertunduk lesu. Namun langit biru masih patuh dan lembut menaungi kehidupan mereka yang kali ini harus berpisah dengan kampung halamanya. Mereka yang meninggalkan rumah, ternak dan sawah ladang, harus memburu... (more...)

