Diskusi dan Pelantikan Pengurus Cabang
Oleh Sawali
Pada hari Minggu, 14 Februari 2010, Agupena Jawa Tengah menggelar agenda Pelatikan Pengurus Agupena Cabang Kab. Cilacap, Kab. Semarang, dan Kota Semarang, serta Diskusi Kepenulisan di LPMP Semarang. Acara yang diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri dari unsur calon pengurus Agupena Kota Semarang, calon pengurus Agupena Kabupaten Semarang, calon pengurus Agupena Kabupaten Cilacap, Pengurus Agupena Jawa Tengah, dua perwakilan pengurus/anggota Agupena tingkat kabupaten/kota se-Jawa tengah, dan beberapa tamu undangan lainnya itu juga dihadiri oleh Sekretaris Umum Agupena Pusat, Bapak Naijan. Pada kesempatan tersebut, selain memberikan motivasi kepada segenap pengurus Agupena agar organisasi menjadi lebih eksis dalam membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru, secara khusus Bapak Naijan juga mohon kepada para pengurus untuk mendoakan Pak Achjar Chalil, Ketua Umum Agupena Pusat, agar segera sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Menjelang Pelantikan
Pengurus yang terlantik.
Johan W, Wardjito S, dan Zulkarnaen SL.
Pemberian penghargaan.Pelantikan pengurus cabang tersebut melengkapi 12 kepengurusan Agupena cabang yang telah terbentuk sebelumnya, yakni Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Pekalongan, Kab dan Kota Magelang, Kabupaten Blora, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Pemalang. Semoga kelahiran Agupena cabang makin membuat Agupena jadi lebih berdaya dan mampu mendimaiskan aktivitas guru dalam ranah kepenulisan, sehingga kegelisahan guru dalam melakukan aktivitas menulis yang selama ini terhambat oleh berbagai alasan bisa terjembatani.
Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan diskusi kepenulisan dengan menampilkan Bapak Drs. Wardjito Soeharso, M.Sc (Pembina Agupena Jateng, Widyaiswara Badiklat Prop. Jateng, Penulis Buku) dan Bapak Johan Wahyudi, S.Pd., M.Pd (Juara 1 Lomba Penulisan Buku Pusbuk Depdiknas RI 2009) sebagai narasumber dengan moderator Bapak Drs. Zulkarnaen Syiri Lokesyawara, M.Eng. (Ketua Divisi Kerjasama Agupena Jateng). Diskusi berlangsung cukup hangat dan menarik. Terbukti dengan banyaknya respon dari para peserta, sehingga acara yang sedianya hanya berlangsung hingga pukul 13.00 WIB pun molor jadi pukul 13.30 WIB. Pada akhir acara, Agupena Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada para penulis blog Agupena Jawa Tengah yang tulisannya mendapatkan kunjungan terbanyak dari para pembaca. Salah satu penulis yang mendapatkan penghargaan adalah Bapak Riyadi, salah satu pengurus Agupena Cabang Kab. Purworejo, setelah tulisannya yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)” terbaca sekitar 2.543 pembaca. Selamat atas penghargaan yang telah dicapai, semoga Pak Riyadi makin bersemangat dalam melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif melalui tulisan.
Saya ucapkan selamat kepada para pengurus Cabang Agupena yang telah terlantik, semoga makin solid dan tak pernah berhenti untuk terus membangun semangat berbagi kepada rekan-rekan sejawat agar dunia pendidikan kita makin berkembang secara dinamis. ***
Agupena Jawa Tengah Menjelang Tahun Kedua: Sebuah Refleksi
Oleh Sawali Tuhusetya
4Februari 2010, Agupena Jawa Tengah yang dibentuk oleh 29 (dua puluh sembilan) guru penulis dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, genap berusia setahun. Kehadirannya jelas makin meramaikan lahirnya berbagai organisasi guru pasca-reformasi yang terus bermunculan. Setidaknya, ada dua tantangan mendasar yang mesti dihadapi Agupena Jateng dalam upaya menancapkan gerak dan dinamikanya di tengah kerumitan dan kompleksitas persoalan yang dihadapi dunia pendidikan kita, yakni tantangan internal dan eksternal.

Semnas, 25 Juni 2009.
Audiensi pengurus Agupena, 9 Juli 2009.
Rencana Rakernas, 9 Juli 2009.
Audiensi dengan SEAMOLEC.
Pada ranah internal, Agupena Jateng masih terus berpacu untuk melakukan konsolidasi organisasi, khususnya berkaitan dengan kesamaan persepsi antarpengurus dalam menjalankan roda organisasi berbasiskan prinsip kolegial dan kolektivitas. Kesamaan persepsi tidak identik dengan penyeragaman. Agupena Jateng justru sangat menghargai perbedaan. Yang perlu dipikirkan dan diimplementasikan adalah bagaimana mengelola perbedaan itu agar menjadi sebuah kekuatan sekaligus nilai tambah organisasi agar tidak sampai terjebak ke dalam stagnasi dan kemandegan.
Prinsip kolegial dan kolektivitas menjadi penting dipersoalkan sebab keberhasilan sebuah organisasi dalam menjalankan program dan aktivitasnya bukan ditentukan oleh satu atau dua orang, melainkan amat ditentukan oleh komitmen dan kesadaran kolektif segenap pengurus dalam mengintensifkan kinerja organisasi agar benar-benar bermakna dan bermanfaat di kalangan rekan-rekan sejawat. Agupena Jateng tidak ingin terjebak ke dalam proses pemburuan popularitas melalui sebuah pencitraan belaka, tetapi ingin beraksi secara nyata; memasuki belantara dunia pendidikan yang selama ini masih digelisahkan oleh kemampuan menulis di kalangan guru yang dinilai masih “jalan di tempat”. Para pengurus yang memiliki kemampuan beragam dalam ranah kepenulisan diharapkan tidak berdiri di puncak menara gading popularitas yang terus “asyik dengan dunianya sendiri”, tetapi justru terus diharapkan siap untuk “membangun semangat berbagi” sehingga kegelisahan guru yang aktivitas menulisnya dianggap “masih jalan di tempat” bisa terjembatani.

Koordinasi informal, 25 November 2009.
Rakor dan silaturahmi, 11 Oktober 2009.Disadari atau tidak, banyak rekan sejawat yang demikian intens menekuni dunia kepenulisan dan menunjukkan prestasi menulis yang luar biasa, tetapi tak memiliki kesempatan untuk “sharing” dan menularkan kemampuannya kepada rekan-rekan sejawat yang lain. Persoalannya bukan semata-mata lantaran tidak mau dan tidak berminat untuk membangun semangat berbagi, melainkan juga lantaran tak memiliki akses dan kesempatan untuk “sharing” dan berdiskusi. Dalam konteks demikian, Agupena menjadi penting dan strategis untuk menjembatani kepentingan itu. Sejak awal, Agupena memang didesain untuk mewadahi teman-teman yang memiliki kemampuan menulis dan memiliki komitmen untuk membangun semangat berbagi sehingga tidak lagi berada di puncak menara gading popularitas dan asyik dengan dunianya sendiri. Melalui Agupena, teman-teman bisa intens berdiskusi dengan membangun wacana dunia kepenulisan melalui program-program yang teragendakan, baik secara rutin maupun insidental.
Dalam setahun ini, atmosfer wacana kepenulisan semacam itu memang belum bisa terwujud secara optimal. Masih banyak kendala internal yang belum sepenuhnya bisa teratasi. Oleh karena itu, Agupena Jateng masih terus berusaha untuk melakukan konsolidasi organisasi, termasuk menjadi mediator dan fasilitator pembentukan pengurus Agupena di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Jika Agupena di setiap kabupaten/kota telah terbentuk, insyaallah konsolidasi organisasi menjadi lebih solid, sehingga siap menggulirkan program-program kepenulisan yang telah teragendakan bisa berjalan seperti yang diharapkan.
Kalau muncul kesan bahwa Agupena Jawa Tengah selama ini mandul, bahkan terkesan seperti “macan opong”, kami pikir hal itu sebagai kritik positif dan masukan berharga sehingga bisa memacu semangat kami untuk mengagendakan program-program yang lebih riil dan mencerahkan dalam upaya memberdayakan dan membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru. Agupena Jawa Tengah memang sangat membutuhkan masukan dan kritik agar tidak terjebak sebagai organisasi “papan nama”. Kami sangat menghargai masukan dan kritik itu kalau memang didasari oleh motif dan semangat untuk menjadikan Agupena Jateng lebih punya greget dan “magnet” untuk membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Pada ranah eksternal, Agupena Jateng menghadapi persoalan kinerja dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang belum optimal. Banyak program yang sudah teragendakan, tetapi belum mendapatkan respon positif dari pihak-pihak tertentu yang seharusnya bisa digandeng untuk bersimbiosis. Suasana kompetitif pasca-reformasi yang ditandai dengan munculnya banyak organisasi guru, pada satu sisi menumbuhkan semangat untuk bisa mengoptimalkan kinerja organisasi dengan melahirkan agenda-agenda pilihan yang bisa digarap secara bersama-sama. Namun, pada sisi yang lain, tak jarang menumbuhkan “sentimen” organisasi yang bisa melunturkan semangat berkiprah di kalangan rekan sejawat. Oleh karena itu, sudah saatnya kita tanggalkan “sentimen” keorganisasian dan terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sehingga bisa mewujudkan agenda dan program-program kolaboratif yang mencerahkan dan mencerdaskan.
Yang tidak kalah penting, jelas persoalan anggaran yang selama ini masih tertatih-tatih. Pengurus juga telah berupaya secara optimal untuk bisa menggali dana, baik melalui donator perseorangan maupun institusi, agar bisa mendukung program-program yang teragendakan. Namun, agaknya kita belum memiliki banyak referensi kegiatan yang bisa meyakinkan calon donatur untuk mengucurkan dananya ke dalam “pundi-pundi” Agupena Jawa Tengah. Oleh karena itu, agaknya kita perlu terus melakukan aksi-aksi konkret sehingga kita memiliki banyak rujukan kegiatan dan kiprah nyata yang bisa meyakinkan banyak kalangan.
Setahun memang bisa dibilang waktu yang amat pendek untuk bisa melakukan aktivitas dan mengimplementasikan berbagai program secara optimal. Meskipun demikian, waktu setahun juga lebih dari cukup untuk memotret dan mengevaluasi eksistensi Agupena Jawa Tengah dalam menjalankan visi dan misi organisasi. Tagline “Membangun Semangat Berbagi” sebagai “branding” organisasi bisa dijadikan sebagai indikator keberhasilan Agupena Jateng dalam berkiprah di tengah-tengah “kegelisahan” para guru dalam membudayakan aktivitas menulisnya.
Semoga mulai tahun kedua, Agupena Jateng, dengan dukungan berbagai pihak, bisa lebih berkiprah secara nyata di tengah-tengah dinamika dunia pendidikan yang makin kompleks, sehingga bisa ikut menjembatani kepentingan rekan-rekan sejawat yang selama ini masih dihinggapi sikap “inferior” dalam ranah kepenulisan. ***
Catatan Pasca-Seminar Nasional dan Lomba Penulisan Artikel







Sebuah perhelatan bertajuk Seminar Nasional Penulisan Buku dan Karya Ilmiah dan Lomba Penulisan Artikel bagi Guru se-Jawa Tengah dengan tema “Membudayakan Menulis di Kalangan Guru” telah digelar di LPMP Jawa Tengah pada hari Kamis, 25 Juni 2009. Sebagai agenda Agupena Jawa Tengah yang baru pertama kali digelar di tingkat provinsi, acara tersebut bisa dibilang berhasil, baik dari sisi penyelenggaraan maupun hasilnya.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia telah berkerja optimal, bahkan harus bekerja maraton sejak H-5. Yang menggembirakan, rekan-rekan sejawat yang ketiban sampur menjadi panitia telah membuktikan motto “Membangun Semangat Berbagi” berbasiskan etos kerja kolegial dan kolektivitas. Segenap keluarga Agupena Jawa Tengah telah menunjukkan kiprahnya dalam upaya mewujudkan kinerja Agupena Jawa Tengah sebagai sebuah asosiasi guru penulis yang non-partisan, independen, dan nirlaba. Rekan-rekan sejawat yang menjadi peserta, baik seminar maupun lomba, juga menunjukkan semangat yang sama. Ada sekitar 500-an rekan sejawat yang berkenan menghadiri acara seminar nasional yang menampilkan Ahmad Tohari dan Dr. Mulyadi, M.Pd. sebagai narasumber itu dan ada sekitar 107 naskah lomba yang dikompetisikan. Sungguh, tak ada ungkapan lain yang tepat, kecuali ucapan terima kasih tak terhingga atas kerja sama rekan-rekan sejawat. Semoga kerja sama semacam ini bisa terus berlanjut hingga masa-masa mendatang.
Meski demikian, kami juga memiliki beberapa catatan yang perlu kami jadikan sebagai bahan refleksi dan evaluasi agar kekurangan-kekurangan yang ada bisa diperbaiki untuk agenda yang sama pada masa-masa mendatang.
Pertama, tentang seminar. Sebagaimana telah kami kemukakan di sini bahwa seminar nasional ini kami gelar sebagai upaya mencari solusi sekaligus menjadi kontributor untuk meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya budaya menulis dengan tujuan untuk menambah informasi dan wawasan dalam hal penulisan buku dan karya ilmiah serta memberikan semangat dan motivasi baru bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang tulis-menulis. Dari sisi ini, seminar bisa dibilang sukses. Hal itu terbukti dengan greget rekan-rekan sejawat yang sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, sampai-sampai banyak rekan sejawat yang terpaksa harus menulis beberapa pertanyaan kepada narasumber akibat terbatasnya waktu. Meski belum tampak benar produk yang dihasilkan lewat seminar itu, setidaknya telah mampu menciptakan ruang kesadaran baru tentang pentingnya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Kedua, tentang lomba penulisan artikel. Ada banyak hal yang perlu kami sampaikan, sejak pendistribusian brosur hingga penjurian. Kami sadar bahwa agenda yang melibatkan banyak pihak dalam lingkup wilayah selevel provinsi bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu, kami mohon maaf apabila dalam proses pendataan peserta masih terdapat banyak kekurangan.

Khusus tentang lomba penulisan artikel, kami ingin memberikan beberapa catatan sebagai berikut. Pertama, pengiriman naskah dalam bentuk soft-copy lewat email. Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi, kami bermaksud untuk memberikan kemudahan peserta dalam pengiriman naskah. Lewat email, kami berharap semua naskah bisa kami terima secara cepat dan praktis. Ternyata, di luar perkiraan. Banyak naskah yang justru mengalami kerusakan, sehingga tak dapat kami baca dan kami print-out. Panitia juga harus kerja lembur untuk melakukan print-out sekitar 100 lebih naskah yang masuk. Yang lebih repot, format tulisan dan ukuran font jadi tidak memenuhi syarat teknis lomba yang minimal terdiri atas 5 halaman kertas ukuran A4 dengan font Times New Roman 10 pt berjarak 1,5 spasi. Meski demikian, persyaratan teknis ini sudah bisa kami kompromikan dengan dewan juri. Untuk masa yang akan datang, mungkin akan lebih bagus jika naskah peserta dikirimkan dalam bentuk hard-copy (naskah print-out) beserta file soft-copy-nya dalam CD.
Kedua, banyak naskah yang bagus, tetapi tidak memenuhi syarat lomba. Dari sekian naskah yang masuk, banyak naskah yang dilombakan bukan dalam bentuk artikel, melainkan makalah. Selain itu, juga ada beberapa naskah yang menyimpang dari tema “Membudayakan Menulis di Kalangan Guru”. Atas kesepakatan dewan juri, naskah seperti ini tidak bisa dinilai, meskipun dari sisi substansi isi, bahasa, dan kreativitas tergolong lumayan bagus. Dalam menilai sebuah naskah, dewan juri menggunakan tiga kriteria penilaian, yakni substansi isi, bahasa, dan kreativitas. Unsur-unsur naskah yang termasuk ke dalam substansi isi, di antaranya kesesuaian antara isi dan tema lomba, orisinalitas karya, atau penggunaan rujukan. Yang termasuk dalam kriteria bahasa, di antaranya ejaan dan tanda baca, diksi (pilihan kata), koherensi antarparagraf dan antarkalimat, dan kaidah-kaidah penulisan yang lain (termasuk penulisan daftar pustaka). Sedangkan, yang termasuk dalam kriteria kreativitas, di antaranya pemikiran-pemikiran inovatif dan kreatif yang bisa memberikan solusi, argumentasi, dan persuasi menarik berkaitan dengan upaya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Dalam soal kreativitas, banyak peserta lomba yang terjebak pada mind-set sertifikasi, angka kredit pengembangan profesi, penelitian tindakan kelas, atau karya tulis ilmiah. Padahal, sesuai dengan tema lomba, naskah lomba diharapkan mampu memberikan terobosan inovatif dan kreatif yang tak hanya mengakrabkan guru pada tulisan untuk mengejar angka kredit pengembangan profesi guru guna memuluskan jenjang karier, melainkan juga menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah “kebutuhan”; sebagai media untuk melakukan “katharsis” dan mendedahkan pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif yang berkaitan dengan dunia kepenulisan. Itulah sebabnya, dewan juri –yang terdiri atas tiga orang: satu orang dari Suara Merdeka dan dua juri dari Agupena– terlibat perdebatan sengit hingga larut malam untuk menentukan naskah terbaik. Dewan juri telah berusaha untuk bersikap fair, adil, dan se-objektif mungkin, sehingga naskah lomba yang terpilih benar-benar memenuhi kriteria penilaian, baik dari sisi substansi isi, bahasa, maupun kreativitas.
Meskipun demikian, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan sejawat yang telah berkenan untuk ikut-serta memeriahkan lomba ini sehingga rekan-rekan sejawat, paling tidak, mulai tergugah untuk mengakrabi dunia kepenulisan yang selama ini dinilai belum berlangsung optimal. Berkaitan dengan hal tersebut, Agupena Jawa Tengah secara berkala akan memublikasikan 45 naskah lomba di web agupenajateng.net yang berdasarkan kesepakatan dewan yuri dinilai telah memberikan sumbangsih pemikiran yang cukup berarti dalam upaya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Daftar selengkapnya tentang 45 naskah lomba yang akan dipublikasikan akan kami informasikan pada postingan berikutnya.
Terima kasih dan salam Agupena,
Admin
Pelantikan Pengurus AGUPENA Banyumas dan Purbalingga
Kamis, 26 Maret 2009, Pengurus Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (AGUPENA) Cabang Banyumas secara resmi dilantik oleh Ketua Umum AGUPENA Jawa Tengah. Pelantikan dilakukan setelah acara pembukaan Bedah Buku dan Workshop Penulisan Artikel yang diselenggarakan oleh AGUPENA Jawa Tengah bekerja sama dengan ISPI Cabang Banyumas.
Turut menyaksikan acara pelantikan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas yang sekaligus Pembina AGUPENA Jawa Tengah, Bapak Drs Purwadi Santso, M.Hum, Bapak Achjar Chalil, S.Pd (Ketua Umum AGUPENA Pusat), Bapak Drs Siswandi (Pembina AGUPENA Jateng), dan 270 peserta Bedah Buku dan Workshop Penulisan Artikel.
Pengurus yang dilantik secara lengkap sebagai berikut:
Pengurus AGUPENA Cabang Banyumas:
PEMBINA
Muhammad Husain, S.Pd., M.Si (SMA N Rawalo)
Drs. Dayono, MM (SMA N 2 Purwokerto)
Drs. Subur, M.Ag (STAIN Purwokerto)
Drs. Takdir Widagdo, SH (UPK Wangon)
Ir. H. Sartono, M.Pd (SMK N 1 Purwokerto)
Drs. Abdul Wahid BS, M.Hum (STAIN Purwokerto)
Drs. Sony Iryanto, M.Pd (UMP)
I Swasta Eka, M.Si (UMP)
Kumaidi, S.Pd (SMA N 2 Purwokerto)
KETUA : Teguh Zaenudin, S.Pd (SD N Kecil Kalipagu Baturaden)
WAKIL KETUA : Hertik Tandiyono S., S.Pd (SDN Petarangan Kemranjen)
SEKRETARIS : Sutrisno, S.Pd.I (SMK Diponegoro 3 Kedungbanteng)
WAKIL SEKRETARIS : Erlin Montu, S.Pd (SMA N 2 Purwokerto)
BENDAHARA : Hj. Endang Purwanti, S.Pd., M.Pd (TK UMP)
WAKIL BENDAHARA : Drs. Sugiyanto, M.Pd (SMK N 1 Purwokerto)
DIVISI PENULISAN BUKU
Koordinator : Eko Purnomo, S.Pd (SD N Kedungwringin Jatilawang)
Anggota : Sutarno, S.Pd., M.Pd (SMP N 1 Tambak)
: Dra. Arsiti, M.Pd (SMP N 2 Karanglewas)
DIVISI KARYA TULIS ILMIAH (KTI) PENELITIAN
Koordinator : Sad Diana PH, S.Pd (SMP N 2 Rawalo)
Anggota : Irma Pujiati, S.Pd., M.Pd (SMP N 4 Puwokerto)
Wuryaningsih, S.Pd (TK Pertiwi Ketenger)
DIVISI KARYA TULIS ILMIAH (KTI) POPULER
Koordinator : M. Durori, S.Pd (SD N Kecila Kemranjen)
Anggota : Sairan, S.Pd (SMPN 2 Gumelar)
Tugiyono, S.Pd (SD N Karangkemojing Gumelar)
DIVISI KARYA TULIS FIKSI
Koordinator : Trisnatun, S.Pd (SMPN 2 Gumelar)
Anggota : Hadisuroso (SMPN 1 Sumpiuh)
DIVISI PENERBITAN
Koordinator : Drs. Suratno (MAN 1 Purwokerto)
Anggota : Budi Martono, S.Pd (SDN Pageralang Kemranjen)
Dra Wiwi Parluki (SMP N 9 Purwokerto)
DIVISI KERJASAMA/HUMAS
Koordinator : Bambang Rudianto, S.Pd (SMPN 2 Pekuncen)
Anggota : Hj. Sri Mulyani, S.Pd (SMK Ma’arif Ajibarang)
Tri Agus Hariyatno, S.Pd (SMP N 1 Baturaden)
DIVISI ADVOKASI
Koordinator : Hapiningsih Asriah, S.Pd., M.Pd
Anggota : Sismanan, S.Pd (MTS Muhammadiyah Patikraja)
ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)
Sunarto (Dinas Pendidikan Banyumas)
Pengurus AGUPENA Cabang Purbalingga:
PENASEHAT
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga
PEMBINA
Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan Kabupaten Purbalingga
Drs. Suranto (SMA N Kutasari)
Arif Nugroho, SE (Pembina Teknis / Suara Merdeka)
AD.Windiyayanti, S.Pd. (SMP N 2 Purbalingga)
KETUA : Rudiyanto, S.Pd. , M.Si. (SD Purbalingga Kulon 1)
WAKIL KETUA : Rudi Mulanyatiningsih, S.Pd. (SMP N 2 Purbalingga)
SEKRETARIS : Sri Sutati, S.Pd (SMP N 2 Purbalingga)
WAKIL SEKRETARIS : Toto Endargo (Guru SMP N 2 Purbalingga)
BENDAHARA : Septiningsih, M.Pd (SMP N 2 Kemangkon)
WAKIL BENDAHARA : Ari Rumbini (TK Pembina)
DIVISI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
Joko Sumarno, S.Pd (SMP N 1 Kaligondang)
DIVISI PENULISAN BUKU
Hj.Hernani, S.Pd. (SMA N Bobotsari)
DIVISI KARYA TULIS ILMIAH (KTI) PENELITIAN
Aman Mustofa, S.Pd. (SMP N 2 Padamara)
DIVISI KARYA TULIS ILMIAH (KTI) POPULER
Nurul Dini Hardiani, S.Pd. (SMP N 1 Padamara)
DIVISI KARYA TULIS FIKSI
Teguh Basuki, S.Pd (SMP N 1 Purbalingga)
DIVISI KERJASAMA/HUMAS
Drs. Prasetyo (SMP N 1 Bukateja)
DIVISI ADVOKASI
Drs.H. Kamson, SH. MM (SMK N 2 Mrebet)
ELECTRONIC DATA PROCESSING (EDP)
Harmanto, S.Pd. (SMP N 2 Purbalingga)



