Sunday, 15 February 2009 (16:22) | Opini | 248 views | 3 komentar
SEKILAS TENTANG AGUPENA
Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (AGUPENA) dididirikan oleh para pemenang sayembara bahan bacaan yang diselenggarakan oleh Pusat Perbukuan-Depdiknas pada tahun 2006. Ide pembentukannya berasal dari Dirjen PMPTK, Dr Fasli Jalal dengan harapan AGUPENA membangun kinerja yang positip, bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas, sehingga mampu berperan memfasilitasi guru agar lebih efektif menulis yang berimbas pada peningkatan minat baca murid, merangsang keingintahuan dan kemampuan murid yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan yang lebih baik. Dalam perkembangannya AGUPENA menghimpun para guru, dosen dn tenaga kependidikan yang memiliki minat di dunia kepenulisan. Organisasi profesi ini bersifat terbuka dan mandiri.
AGUPENA Jawa Tengah dibentuk pada hari Rabu, 4 Februari 2009 oleh 29 guru penulis se-Jawa Tengah, di LPMP Jawa Tengah. Kelahirannya didorong oleh sebuah harapan untuk membangun kerjasama yang sinergis, kolegial, dan kolektif antarguru penulis agar mampu mewujudkan budaya menulis di kalangan guru Jawa Tengah. AGUPENA diharapkan terbentuk sampai di tingkat kabupaten/kota sehingga menjadi sebuah organisasi profesi yang solid, bermakna, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rekan-rekan sejawat.
Selain mengemban amanat untuk membentuk kepengurusan AGUPENA di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, AGUPENA Jateng juga diharapkan mampu menciptakan atmosfer yang sehat di kalangan rekan sejawat dalam dunia kepenulisan. Tentu saja, ini bukan tugas yang ringan. Dibutuhkan kerja serius berdasarkan prinsip kolegalitas dan kolektivitas, sehingga wadah yang sudah terbentuk tak terjebak sebatas formalitas-seremonial belaka.
Di tengah peradaban global yang makin rumit dan kompetitif, tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan kita juga kian rumit dan kompleks. Guru yang berada di garda depan dalam dunia pendidikan diharapkan tak sebatas menjadi “guru kurikulum” yang wilayah kerjanya hanya dibatasi oleh empat dinding ruang kelas, tetapi diharapkan juga mampu menjadi “guru inspiratif” yang sanggup merambah sudut-sudut peradaban dunia melalui pemikiran-pemikiran kreatif yang terekspresikan dalam bentuk tulisan. Melalui tulisan, ranah pemikiran kreatif guru akan terabadikan oleh sejarah sehingga akan terus memberikan inspirasi-inspirasi baru yang kreatif dan mencerahkan kepada generasi masa depan. Dalam konteks demikian, AGUPENA Jawa Tengah diharapkan bisa memberikan kontribusi nyata dalam merangsang “adrenalin” dan kreativitas guru dalam membangun budaya menulis.
Keanggotaan AGUPENA Jawa Tengah terbuka untuk seluruh guru di berbagai tingkatan yang memiliki keinginan untuk belajar bersama di bidang kepenulisan dengan motto: “Membangun Semangat Berbagi”.
3 komentar terhadap “Sejarah”
Komentar Anda?




Guru Terpencil | Wednesday, 4 March 2009 @ 5:03 am
Duh, ingin gabung dengan Agupena.
Namun, saya mengajar di daerah terpencil yang belum ada internet.
Apakah Agupena ini organisasi terbuka untuk kami.
Seperti apa bentuk bimbingannya?
Makasih.
muid | Monday, 27 April 2009 @ 6:21 pm
Selamat kepada AGUPENA. Di Kendal, siapa yang bisa dihubungi dan dimana? Terima kasih.
Deni Reply:
April 27th, 2009 at 11:33 pm
Oalah…untuk Kendal kan justru tokoh utamanya ada di sana…
Hubungi aja, Yth. Ketua II Agupena Jateng (Drs. Sawali, M.Pd) dengan alamat SMPN 2 Pegandon Kendal atau lebih mudah di http://sawali.info dengan alamat email sawali64gmail.com
Selamat bergabung Pak Muid, Kami tunggu kiprah dan kebersamaan kita.
Jangan lupa ikut Seminar Nasional Penulisan Buku dan Karya Ilmiah serta lombanya sekalian.
Makasih