<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agupena Jawa Tengah &#187; Sosok</title>
	<atom:link href="http://agupenajateng.net/category/sosok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agupenajateng.net</link>
	<description>Membangun Semangat Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Apr 2012 08:14:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Naijan, Sang Nakhoda Agupena yang Berjiwa Sosial Tinggi</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2011/04/22/naijan-sang-nakhoda-agupena-yang-berjiwa-sosial-tinggi/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2011/04/22/naijan-sang-nakhoda-agupena-yang-berjiwa-sosial-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Apr 2011 16:35:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[naijan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=2802</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Deni Kurniawan As&#8217;ari &#8212;Guru dan Pegiat Agupena Jateng&#8212; Lahir di Tangerang 28 Agustus 1969. Lulus IKIP Jakarta tahun 1990. Lalu melanjutkan ke International Islamic University (IIU) Malaysia (1991-1993). Menulis cerpen untuk surat kabar nasional sejak kelas 1 SMA. Pernah menjadi jurnalis freelance untuk beberapa surat kabar. Sejak 1998 hingga hari ini menulis skenario sinetron [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Deni Kurniawan As&#8217;ari &#8212;Guru dan Pegiat Agupena Jateng&#8212;</p>
<blockquote><p><strong>Lahir di Tangerang 28 Agustus 1969. Lulus IKIP Jakarta tahun 1990. Lalu  melanjutkan ke <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.iium.edu.my/">International Islamic University</a> (IIU) Malaysia  (1991-1993). Menulis cerpen untuk surat kabar nasional sejak kelas 1  SMA. Pernah menjadi jurnalis <em>freelance </em>untuk beberapa surat kabar.  Sejak 1998 hingga hari ini menulis skenario sinetron dan film. Aktif di  organisasi penulisan <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://forumlingkarpena.net/">FLP</a>. Kini diamanahkan menjadi Ketua Umum Pengurus  Pusat AGUPENA (Asosiasi Guru Penulis Indonesia) masa bhakti 2010-2015.</strong></p></blockquote>
<p><img class="alignleft" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1977/249/8/784788022/n784788022_1984018_4961.jpg" alt="" width="300" height="300" /><img class="alignleft" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/62556_437061341218_544986218_5215737_5067953_n.jpg" alt="" width="300" height="190" /><img class="alignleft" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/20657_314988971218_544986218_3548311_5550768_n.jpg" alt="" width="300" height="220" /><img class="alignleft" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v1977/249/8/784788022/n784788022_1984017_4666.jpg" alt="" width="300" height="190" /><img class="alignleft" src="http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/206553_1672429337285_1433954563_31427412_7641915_n.jpg" alt="" width="300" height="190" />Itulah biodata singkat sosok Naijan yang dapat dilihat di blog pribadinya : <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://naijanlkg.blogspot.com/">Naijan Lengkong</a>. Pria yang telah menginjak usia 42 (empat puluh dua) tahun itu termasuk tokoh Agupena yang dekat dengan saya &#8212;atau saya yang <em>geer </em>kali merasa dekat&#8212;Beberapa &#8216;rahasia&#8217; pribadi saya ada di tangan beliau, hehe. Saya bersyukur bisa  mengenal secara dekat sang nakhoda Agupena 2010-2015 ini,  yang lebih terkenal dengan sebutan <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.peopleperhour.com/freelancers/naijan_lengkong/writer/121288">Naijan Lengkong</a>. Ya, Naijan Lengkong bukan nama asing dalam blantika kepenulisan Indonesia terutama terkait dengan karya kreatif untuk tayangan televisi &#8212;skenario sinetron &amp; film&#8212; Tangan dingginnya telah melahirkan pelbagai karya kreatif yang akhirnya berwujud sinetron dan film yang spektakuler itu. Sebagian diantaranya Si Entong (TPI/MNCTV), Keluarga Senyum (MQTV/TransTV), Matahariku (Indika/SCTV), Siti Cinderella (TPI/MNCTV), Subhanallah (Indika/TPI), Azab Illahi (Lativi/TVONE) dan lain-lain.</p>
<p>Saya melihat secara langsung,  ketika dalam suatu kesempatan berkunjung ke rumahnya yang luas, bagaimana dampak kemampuan menulis beliau terhadap kesejahteraan hidup keluarganya. <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://agupena.org/wp/2010/12/30/mau-kaya-jadi-penulis/">MAU KAYA JADI PENULIS</a> itulah salah satu tulisan beliau di blog <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://agupena.org">agupena pusat </a>dan saya tidak bisa membantahnya. Betul apa yang beliau kemukakan, bahwa kalau kepengin kaya maka jadilah penulis. Dan ia telah membuktikannya.</p>
<p>Yang lebih menarik lagi, bahwa sosok ini termasuk yang berjiwa sosial tinggi. Banyak amal sosialnya yang dilakukan secara ikhlas dan tulus baik dalam kapasitas pribadi maupun sebagai Ketua Umum Agupena. Bayangkan, demi mengemban amanah organisasi, beberapa bulan lalu beliau keliling Sumatera untuk pengembangan wilayah Agupena dengan menggunakan dana pribadi. Luar biasa bagi saya, karena bolak-balik menggunakan pesawat.</p>
<p>Kedermawanan Pak Naijan pun dirasakan oleh orang-orang di sekitar beliau. salah satunya seperti dikemukakan oleh Asep, seorang staf pribadi di kantornya. &#8221; Bapak itu orangnya baik, menjadi figur ayah yang bijaksana dan berjiwa sosial tinggi. Selama saya bekerja dengan beliau, saya sering dibantu bapak, &#8221; papar Asep.</p>
<p>Posisi Naijan di Agupena semakin mengukuhkan dirinya sebagai orang yang memiliki sikap hidup yang ingin berbagi dengan sesama terutama guru penulis. tidak salah, ketika Agupena semakin berkibar dan mengepakkan sayapnya secara pelan namun pasti. Tiga agenda besar dalam mengembangkan organisasi Agupena telah beliau lakukan dengan sukses. Pertama, melaksanaka <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://agupenajateng.net/2010/07/03/munaslub-agupena/">musyawarah luar biasa</a> (muswilub) Agupena untuk penyelamatan organisasi ketika ketua umum pertama &#8212;Bapak (Alm) Achjar chalil&#8212; pergi untuk selamanya. Kedua, mengadakan <a href="http://agupena.org/wp/2010/11/19/agenda-perubahan-pasca-rakernas-agupena/">rapat kerja nasional </a>(rakernas) Agupena dengan mengundang para pimpinan wilayah Agupena dan ketiga, <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://agupena.org/wp/2011/04/18/agupena-harus-jadi-organisasi-profesional/">silaturahmi dan audiensi</a> dengan wakil mendiknas RI yang sekaligus Ketua Dewan Penasehat Agupena.</p>
<p>Saya berkeyakinan, di bawah kepemimpinan beliau Agupena akan semakin eksis, berkembang dan menjadi organisasi profesioanal. Salah satu PR Pak Naijan adalah mengingat betul apa yang dikemukakan Pak Wamendiknas saat audiensi : <strong>Agupena harus mampu tumbuh dan berkembang menjadi organisasi guru penulis yang benar-benar profesional. Maksud profesional, kata beliau, Agupena harus mampu hidup mandiri, tidak bergantung pada institusi mana pun (termasuk Kemendiknas). Untuk itu, semua anggota perlu mambangun komitmen yang kuat, menjaga konsistensi, agar Agupena tetap menjadi organisasi yang solid.</strong> (Warjito Soeharso : http://agupena.org).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2011/04/22/naijan-sang-nakhoda-agupena-yang-berjiwa-sosial-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sosok Fasli Jalal</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2010/10/11/sosok-fasli-jalal/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2010/10/11/sosok-fasli-jalal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 12:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[fasli jalal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=2390</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Deni Kurniawan As&#8217;ari (Pegiat Agupena) Agupena, sebagai sebuah organisasi profesi tidak bisa lepas dari peran seorang Fasli Jalal. Beliau merupakan inisiator terbentuknya Agupena empat tahun silam. Menurut Alm. Bapak Achjar Chalil (Ketua Umum Pertama), sosok ini sangat besar sekali kontribusinya dalam membesarkan wadah Agupena. Kini, ketika Agupena mulai menapaki perjalanannya di usia balita itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Deni Kurniawan As&#8217;ari (Pegiat Agupena)<br />
<img alt="" src="http://i.okezone.com/content/2010/07/16/373/353779/Io5JqfFb0R.jpg" class="alignnone" width="250" height="250" />Agupena, sebagai sebuah organisasi profesi tidak bisa lepas dari peran seorang Fasli Jalal. Beliau merupakan inisiator terbentuknya Agupena empat tahun silam. Menurut Alm. Bapak Achjar Chalil (Ketua Umum Pertama), sosok ini sangat besar sekali kontribusinya dalam membesarkan wadah Agupena. </p>
<p>Kini, ketika Agupena mulai menapaki perjalanannya di usia balita itu, Pak Prof. Fasli tetap memiliki concern dan perhatian yang tinggi kepada Agupena. Maka sebagai keluarga besar Agupena, perlu kiranya mengenal lebih dekat dengan sosok yang satu ini. </p>
<p>Pak Fasli saat ini menjadi salah satu pembina Agupena Pusat di tengah kesibukannya sebagai Wakil Mendiknas RI. Satu hal yang bagi saya menarik bahwa walaupun dia seorang pejabat, masih berkenan mengirim sms selamat hari raya idul fitri kepada pengurus Agupena Jateng. Sungguh, hubungan yang patut dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan ke depannya. </p>
<p>Saya do&#8217;akan semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk mengemban amanah berat di dunia  pendidikan Indonesia saat ini. </p>
<p>Inilah biografi beliau secara lengkap.</p>
<p>FASLI JALAL<br />
Tempat dan tanggal lahir : Padang Panjang, 1 September 1953<br />
Isteri : Dr. Gusnawirta Taib, S.Pd., M.Pd.<br />
DOKTOR (Ph.D) :<br />
Universitas Cornell, Ithaca, 1991 New York, Amerika Dalam Bidang Ilmu Gizi Masyarakat dengan Minor di bidang Epidemiologi dan Program Studi Asia Tenggara</p>
<p>Pendidikan: DOKTER (dr) : Universitas Andalas, Padang, 1982 Sumatera Barat Fakultas Kedokteran.</p>
<p>PELATIHAN<br />
1. Kursus Singkat Angkatan ke X / KSA-X Lemhannas (4 ½ bulan) Februari-Juli 2002<br />
2. Kursus &#8221; Experience with Structural Adjustment Policies&#8221; Kerjasama IMF dan Bank Dunia di IMF-Singapore Regional Training Institute, 29 November s/d 4 Desember, 1999.<br />
3. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Eksekutif (Executive Development Program), kerjasama Universitas Harvard dan Universitas Stanford dengan Bank Dunia, di Landsdowne Conference Center,VA, Washington, Amerika Serikat, 1 &#8211; 13 Januari, 1998.<br />
4. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Eksekutif (Executive Development Program), kerjasama Universitas Harvard dan Universitas Stanford dengan Bank Dunia, di Landsdowne Conference Center,VA, Washington, Amerika Serikat, 5 &#8211; 17 Oktober 1997.<br />
5. Pelatihan Peningkatan Kemampuan Eksekutif (Executive Development Program), kerjasama Universitas Harvard dan Universitas Stanford dengan Bank Dunia, di Boston, Amerika Serikat, 17-29 Agustus, 1997<br />
6. Pelatihan Perencanaan Proyek-proyek Pembangunan, Kerjasama Pemerintah Jepang dengan Pemerintah Indonesia di Tokyo, Jepang, 4 &#8211; 19 Nopember 1995.<br />
7. Pelatihan Regional &#8220;Implikasi Ekonomi Dari HIV/AIDS&#8221; diselenggarakan oleh Bank Pembangunan Asia di Bangalore, India, 25 &#8211; 28 Mei, 1992.<br />
8. Pelatihan Regional &#8220;Strategi Pengentasan Kemiskinan&#8221;, diselenggarakan oleh Bank Dunia di Kuala Lumpur, Malaysia, 1992. </p>
<p>Pengalaman dan Penghargaan :<br />
Bekerja di Birokrasi<br />
Wakil Menteri Pendidikan, Kementerian Pendidikan Nasional RI<br />
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional RI</p>
<p>Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Departemen Pendidikan Nasional RI</p>
<p>Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Departemen Pendidikan Nasional RI</p>
<p>Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional Bidang Sumberdaya Pendidikan</p>
<p>Kepala Biro Kesehatan dan Gizi Masyarakat, Bappenas, R.I.</p>
<p>Kepala Biro Agama, Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga, Bappenas, Republik Indonesia.</p>
<p>Kepala Biro Kesejahteraan Sosial, Kesehatan dan Gizi, Bappenas, Republik Indonesia</p>
<p>Kepala Biro Kesehatan dan Gizi, Bappenas, Republik Indonesia.</p>
<p>Kepala Bagian Gizi pada Biro Kesehatan dan Gizi, Bappenas, Republik Indonesia</p>
<p>Dokter PT Semen Indarung, Padang, Sumatera Barat.</p>
<p>Dokter di Klinik Perguruan Diniyyah Putri, Padang Panjang</p>
<p>Dokter PLTA-Maninjau, Sumatera Barat.</p>
<p>Bekerja di Pendidikan<br />
Pembimbing dan Penguji Mahasiswa pada Program Pasca Sarjana IPB</p>
<p>Staf Pengajar Tamu Program Pasca Sarjana, Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada, Jogjakarta.</p>
<p>Penguji Mahasiswa pada Program Pasca Sarjana UI</p>
<p>Staf Pengajar Tamu pada Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia, Jakarta.</p>
<p>Staf Pengajar pada program Diploma IV Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.</p>
<p>Staf Pengajar pada Pendidikan dan Pelatihan Gizi Regional (SEAMEO-TROPMED), Jakarta.</p>
<p>Staf Pengajar pada Akademi Gizi, Jakarta</p>
<p>Asisten Staf Dosen dalam bidang Gizi , Universitas Cornell, Ithaca, NewYork,Amerika Serikat.</p>
<p>Asisten Peneliti Prof.Malden C.Nesheim, bidang Gizi, Universitas Cornell, Ithaca, New York, Amerika Serikat.</p>
<p>Staf Pengajar di Perguruan Diniyyah Puteri, Padang Panjang.</p>
<p>Staf Pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat.</p>
<p>Penghargaan<br />
   1. Mahasiswa Teladan Universitas Andalas, 1977<br />
   2. Lulusan terbaik Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas, 1981<br />
   3. Penerima penghargaan Asisten Dosen Terbaik (Teaching Assistant Recoqnition Award) Universitas Cornell, 1987<br />
   4. Penerima penghargaan Pemerintah Indonesia &#8220;Satyalancana Wira Karya&#8221;, 1996<br />
   5. Penerima penghargaan Pemerintah Indonesia &#8220;Satyalancana Wirasetia&#8221;, 1997<br />
   6. Penghargaan &#8220;The Most Outstanding Alumni Of The Past 30 Years&#8221; dari Canada World Youth, Montreal, Canada, April 16, 2001.<br />
   7. Penghargaan &#8220;Work of Excellence Award&#8221; dari Bank Dunia Tahun 2001. </p>
<p>KEGIATAN INTERNASIONAL<br />
Menjadi anggota dan Pimpinan Delegasi Indonesia ke berbagai Forum Internasional antara lain ke Amerika Serikat, Kanada, Itali, Norwegia, Mexico, Chille, Mesir, Brunei Darussalam, Singapura, Korea Selatan, Jerman, Belanda, Inggeris, Australia, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Philippina, Sri Lanka, India, Jordania, China dan lain-lain. Rincinya sebagai berikut;</p>
<p>   1. Keynote Speaker Pada E-9 Senior Officers Meeting “ Programs Offered for Collaboration” Jakarta 24 Oktober 2008.<br />
   2. Keynote Speaker Pada International Conference on Higher Education “ The Role of Higher Education Institution in Empowering Community in Indonesia” Malaysia 24 August 2008.<br />
   3. Keynote Speaker pada The International Education Workshop &#8220;Quality Teacher Education&#8221; Jakarta 20 &#8211; 22 Agustus 2008.<br />
   4. Delegasi Indonesia Pada Regional Preparatory Conference for the 48th Session of the International Conference on Education (ICE) di Denpadar, Bali 29 &#8211; 31 May 2008.<br />
   5. Keynote Speaker pada Seventh E-9 Ministerial Review Meeting di Denpasar, Bali 10 &#8211; 12 March 2008.<br />
   6. Keynote Speaker pada Asian Forum on Business Education (AFBE) 2007 Conference, Jakarta 3 &#8211; 5 December 2007<br />
   7. Keynote Speaker pada The 2nd National Education Leaders Forum di Bangkok, Thailand 29 November 2007<br />
   8. Keynote Speaker pada Roundtable Meeting II of ASEAN Education Leaders di Denpasar Bali, 27 November 2007<br />
   9. Delegasi Indonesia pada the 34rd General Conference of the UNESCO di Paris, 16 Oktober 2007<br />
  10. Keynote Speaker pada Improving Quality of Basic Education &#8211; Policies and Practices Study Visit, Washington DC, 20 &#8211; 22 Agustus 2007<br />
  11. Keynote Speaker pada The Development of Transnational Standards for Teacher Training and Vocational Education and Training (TT-TVET) with a Multidisciplinary and Industrial Orientation, Barcelona, 11 &#8211; 13 April 2007.<br />
  12. Delegasi Indonesia pada Sixth Meeting of the High-Level Group on Education for All, Cairo (Egypt), 14 &#8211; 16 Nopember 2006.<br />
  13. Delegasi Indonesia pada The 6th E-9 Ministrial Review of Education for All, Monterrey &#8211; Mexico, 13-15 February 2006.<br />
  14. Keynote Speaker pada The Japan Education Forum III, &#8220;Improving the Quality of Education: Enhancing Teachers Quality&#8221;, Tokyo &#8211; Japan, 8-9 Februari 2006.<br />
  15. Delegasi Indonesia pada &#8220;the 5th High Level Group Meeting on Education for All&#8221;, Beijing &#8211; China, 28 &#8211; 30 November 2005<br />
  16. Pimpinan Delegasi Indonesia pada &#8220;the 2nd Annual Conference of Education Forum for Asia&#8221;, Beijing, 13-16 Oktober 2005<br />
  17. Pimpinan Delegasi Indonesia pada the 33rd General Conference of the UNESCO di Paris, 4 Oktober 2005<br />
  18. Pimpinan Delegasi Indonesia pada Seminar &#8220;EFA Deployment and Resource Management&#8221; di Hyderabad &#8211; India, 5-9 Januari 2005.<br />
  19. Pimpinan Sidang pada Conference in Scaling Up Poverty Reduction di Shanghai &#8211; China, 25 &#8211; 27 Mei 2004.<br />
  20. Pimpinan Delegasi Indonesia pada &#8220;China &#8211; ASEAN Senior Official Meeting on Youth&#8221;, di Beijing &#8211; China, 24-28 Mei 2004.<br />
  21. Delegasi Indonesia pada Pertemuan APEC di Chile, April 2004<br />
  22. Delegasi Indonesia pada SEAMEO Council Conference di Brunei Darussalam, 1 &#8211; 3 Maret 2004.<br />
  23. Pembicara pada Forum E-9 Pendidikan Anak Dini Usia (PADU) Dunia di Cairo &#8211; Mesir, 17 &#8211; 22 Desember 2003.<br />
  24. Pimpinan Delegasi Indonesia pada Internasional Workshop on Life Skills di Denpasar, 16 Desember 2003<br />
  25. Pembicara pada &#8220;Human Development Forum&#8221; (Worldbank) di Washington &#8211; USA, 16 &#8211; 18 Nopember 2003.<br />
  26. Pembicara pada &#8220;High Level Policy Meeting on EFA&#8221; di Pyongyang &#8211; Korea Utara 22-25 Oktober 2003.<br />
  27. Pimpinan Delegasi Indonesia pada Pertemuan dengan JIC Singapura di Singapura, 19-20 Oktober 2003<br />
  28. Pimpinan Delegasi Indonesia pada The 30th Anniversary SSEAYP di Tokyo Jepang, 15-18 Oktober 2003.<br />
  29. Delegasi Indonesia pada Pertemuan EFA di UNESCO Paris, 30 September &#8211; 7 Oktober 2003.<br />
  30. Pimpinan Delegasi Indonesia pada Pertemuan EFA di Bangkok &#8211; Thailand, 11-12 September 2003<br />
  31. Delegasi Indonesia pada ASEAN Ministrial Meeting on Youth di Manila &#8211; Phillipina 1 &#8211; 7 September 2003<br />
  32. Delegasi Indonesia pada Pertemuan Group of Eminent Intelectuals of ASEAN+3 di Bangkok &#8211; Thailand, 20-22 Agustus 2003<br />
  33. Pimpinan delegasi RI pada Studi Banding Pendidkan Luar Sekolah di Jerman, 22-25 Juni 2003.<br />
  34. Pimpinan Delegasi Indonesia pada The World Forum on Early Care and Educatin, Acapulco, Mexico, 12-16 Mei 2003.<br />
  35. Delegasi Indonesia dalam Group of Eminent Intelectuals of ASEAN+3, di Tokyo &#8211; Jepang 5 &#8211; 7 Mei 2003<br />
  36. Pimpinan Delegasi RI pada Video Conference on Youth Development (ASEAN Secretariat), 13 Maret 2003.<br />
  37. Pimpinan Delegasi Indonesia pada The Review Meeting on APPEAL Resource and Training Consortium di Beijing, China, 17-18 Januari 2003.<br />
  38. Pimpinan Delegasi Indonesia pada The International Symposium on Rural Education di Baoding, China 20-23 Januari 2003.<br />
  39. Pimpinan Delegasi Indonesia pada Review Visit Program Pertukaran Pemuda Indonesia &#8211; Kanada ke British Columbia &#8211; Canada, 24-30 November 2002<br />
  40. Pimpinan Delegasi Indonesia pada 4th National EFA Coordinator&#8217;s Meeting di Bangkok, 7-10 Oktober 2002.<br />
  41. Pembicara pada Japan &#8211; Indonesia Forum, &#8220;Education and Human Development in Indonesia&#8221;, Jakarta, 12 Agustus 2002.<br />
  42. Pimpinan Delegasi Indonesia pada kegiatan KOICA di Korea Selatan, 14-21 Juli 2002.<br />
  43. Delegasi Indonesia pada &#8220;2002 ACCU-APPEAL Joint Planning Meeting&#8221; di Tokyo, Jepang, 8-13 Juli 2002.<br />
  44. Pimpinan Delegasi Indonesia pada &#8220;The 1st SOMY&#8221; di Hotel Borobudur &#8211; Jakarta, 17-19 Juni 2002.<br />
  45. Pimpinan Delegasi Indonesia pada &#8220;EFA Meeting&#8221; di Bangkok, 30 Mei &#8211; 1 Juni 2002.<br />
  46. Pembicara Pada &#8220;Seminar Guru Bahasa Indonesia di Australia&#8221;, Canberra, Australia, Agustus, 2001<br />
  47. Pimpinan delegasi Indonesia pada &#8220;2001 ACCU-APPEAL Joint Planning Meeting on Regional Non-Formal Education Program&#8221; di Tokyo, Jepang, 24-30 Juni 2001<br />
  48. Delegasi Indonesia ke China pada 5th Ministerial Consultation for East Asia &#038; Pacific di Beijing, China, Mei 2001<br />
  49. Menghadiri Royal Dutch Historical Society Meeting di Den Haag, Belanda, November 2000<br />
  50. Delegasi Indonesia pada Comparative Study for Decentralization di Canada, September 2000.<br />
  51. Pembicara pada &#8220;Workshop: Private Partnership in Education di ADB Institute, Tokyo, Jepang &#8211; 29 Mei &#8211; 7 Juni 2000. Topik: The Role of Madrasah in Basic Education in Indonesia: A successful Response of Religious Groups to Educate Children of Their Community.<br />
  52. Pembicara pada &#8220;The World Bank Human Development Week&#8221;. Topic: Two Years of East Asia Crisis: Where are we ?. What has been the impact on the poor ?. Are the multilaterlal development banks equipped to handle respond to crisis situation ?. Di Washington DC, Amerika Serikat, tanggal 28 Pebruari-1 Maret 2000.<br />
  53. Mewakili Pemerintah Indonesia dalam &#8220;G-15 Symposium on Globalization and Its Economic and Social Impacts, A South Perspective&#8221;, di Kairo 21-24 Nopember 1999.<br />
  54. Pembicara pada Konferensi &#8220;Penilaian Dampak Sosial Krisis Moneter di Asia&#8221;, Manila, Philippina, 9 Juni,1999.<br />
  55. Pimpinan Delegasi Pemerintah Indonesia dalam Rapat Pembahasan Program, bantuan Bank Pembangunan Asia (ADB) di Manila, Philippina, Juni 15-17, 1999.<br />
  56. Pimpinan Delegasi Pemerintah Indonesia ke Amerika Serikat negosiasi dengan Bank Dunia mengenai Proyek Peningkatan Kualitas Pendidikan Sarjana, 29 April-7 Mei, 1999.<br />
  57. Pembicara pada Konferensi yang dilaksanakan oleh Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat tentang Peningkatan Kualitas Pelaksanaan Proyek-proyek Pendidikan di Dunia: Contoh dari Indonesia, 3-5 Maret, 1999.<br />
  58. Mewakili Pemerintah Indonesia dalam Pembahasan Program kerjasama Indonesia- Kanada dalam Proyek Mc.Gill-IAIN di kantor pusat CIDA, Ottawa, Kanada, tanggal 25 Mei, 1999<br />
  59. Anggota Delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat tentang Proyek Peningkatan Kualitas Pendidikan Sarjana, 1998.<br />
  60. Anggota Delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat tentang Proyek Pendidikan Dasar Jawa Barat,1998<br />
  61. Anggota Delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Bank Pembangunan Asia (ADB) tentang proyek Pembangunan Jaring Pengaman Sosial.<br />
  62. Anggota Delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Bank Dunia tentang Proyek Pendidikan Dasar Sumatera, Sulawesi dan Daerah Kepulauan Indonesia Bagian Timur, di Jakarta 1998.<br />
  63. Peserta Seminar &#8220;Permasalahan Gizi Negara Berkembang&#8221;, di Washington, Amerika Serikat, 6-7 Juli 1998.<br />
  64. Peserta Konferensi Internasional Pendidikan Jarak Jauh (Distance Learning), di Pennsylvania State, Amerika Serikat, Juni 1997.<br />
  65. Peserta Studi Pendidikan Sarjana di negara-negara maju, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, 1997.<br />
  66. Anggota Delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Bank Pembangunan Asia(ADB) tentang Proyek Pembangunan Madrasah Aliyah , di Manila, Philippina, 1997<br />
  67. Anggota Delegasi Indonesia dalam negosiasi dengan Bank Pembangunan Asia (ADB), tentang Proyek Pendidikan Dasar dan Menengah, di Manila, Phililippina 1997.<br />
  68. Anggota Delegasi Indonesia dalam perundingan dengan Bank Dunia untuk &#8220;Proyek Quality of Undergraduate Education&#8221; di Washington, Amerika Serikat tanggal 29 April &#8211; 7 Mei 1997.<br />
  69. Anggota Delegasi Indonesia ke Forum Internasional Pendidikan untuk Semua (Education for All), di Amman, Jordania, April 1996<br />
  70. Anggota Delegasi RI ke Perundingan dengan Bank Dunia, untuk &#8221; HIV/AIDS and STD Prevention and Management Project&#8221; di Washington, Amerika Serikat, 5 &#8211; 15 Januari 1996.<br />
  71. Peserta Konferensi Internasional tentang &#8220;Penanggulangan Masalah Kekurangan Gizi mikro berdasarkan pendekatan pertanian&#8221; di Salt Lake City, Amerika Serikat, Nopember 1995<br />
  72. Pembicara pada &#8220;Third Meeting of The Technical and Research Advisory Sub-Committee (TRAC) of the Global Tuberculosis Program WHO&#8221; di New York, Amerika Serikat, tanggal 21-23 Maret 1995.<br />
  73. Pembicara pada Seminar tentang &#8220;Iron Intervention for Pre-School Children&#8221; di London, Inggeris , tanggal 17 &#8211; 18 Mei 1995<br />
  74. Pembicara pada &#8220;The First Regional Conference on Health Sector Reform in Asia&#8221;, di Manila-Philippina, tanggal 22 &#8211; 25 Mei 1995.<br />
  75. Pembicara pada &#8220;Fifth Meeting of the Coordination, Advisory and Review Group (CARG) of the Global Tuberculosis Programme&#8221; di Oslo, Norwegia, tanggal 20-21 September 1995.<br />
  76. Anggota Delegasi R.I. ke perundingan dengan Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat, untuk &#8221; Fourth Health Project&#8221; , 8 &#8211; 18 April 1995.<br />
  77. Konsultan pada Bank Dunia untuk Reformasi Kesehatan di Negara Vietnam, Oktober 1994<br />
  78. Pembicara pada pertemuan &#8220;WHO Tuberculosis Program Coordination Advisory and Review Group (CARG)&#8221; , di Hague, Belanda tanggal 28 s/d 29 Maret 1994 .<br />
  79. Peserta Konferensi Internasional Kesepuluh tentang AIDS di Yokohama, Jepang tanggal 7 &#8211; 12 Agustus 1994<br />
  80. Pembicara Seminar Nasional tentang &#8220;Health Sector Development&#8221; di Vietnam tanggal 4 &#8211; 7 Oktober 1994.<br />
  81. Studi Perbandingan ke Proyek &#8220;Tuberculosis &#8220;, kerjasama Bank Dunia dan Pemerintah China di beberapa propinsi China (Guangzow, Beijing, Sechuan) tanggal 3-11 Desember 1994<br />
  82. Anggota Delegasi Indonesia ke Perundingan dengan ADB di Manila untuk &#8220;Rural Health and Population Project&#8221; tanggal 10-20 Januari 1994<br />
  83. Anggota Delegasi RI ke Perundingan dengan IBRD di Washington DC,Amerika Serikat untuk &#8221; Water Supply and Sanitation for Low Income Communities&#8221;, tanggal 7 &#8211; 17 Mei 1993.<br />
  84. Anggota Delegasi Indonesia ke Konferensi Internasional tentang Gizi, di Roma, Italia.tanggal 4-9 Desember 1992.<br />
  85. Anggota Delegasi RI ke Perundingan dengan IBRD untuk &#8221; Third Community Health and Nutrition Project&#8221; di Washington DC Amerika Serikat tanggal 2-16 Nopember 1992.<br />
  86. Peserta Seminar &#8220;Poverty Alleviation in Asia&#8221; di Kuala Lumpur, Malaysia tanggal 10 Juli 1991.<br />
  87. Konsultan Kesehatan Masyarakat untuk Lahmeyer Internasional, GMBH, Jerman Barat, di Sumatera Barat, Juni &#8211; Agustus 1983.<br />
  88. Anggota Delegasi Indonesia ke &#8220;Konferensi Asia-Pacifik Program Pertukaran Pemuda&#8221;, di Colombo, tanggal 12-20 Pebruari, 1982.<br />
  89. Peserta, Pemimpin Kelompok, dan kemudian sebagai Koordinator Nasional Program Pertukaran Pemuda antara Indonesia dengan Kanada. Program ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mengalami secara langsung berbagai hal yang berhubungan dengan pertukaran budaya, pembelajaran bahasa, pendidikan non-formal dan pembangunan pedesaan;<br />
         1. Agustus &#8211; Desember 1979 di Revelstoke, British Columbia, Canada. Januari &#8211; April 1980 di sebuah desa terpencil suku dayak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonedsia.<br />
         2. Agustus 1981 di Newfoundland, Canada Januari &#8211; April 1982 di desa terpencil di Kabupaten Aceh Tengah, Indonesia<br />
         3. Agustus &#8211; Desember 1983 di empat kota di British Columbia, Canada. Januari &#8211; April 1984 di empat desa di Propinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. </p>
<p>PENUGASAN</p>
<p>    * Ketua Kelompok Kerja Penyusunan Undang-Undang Guru dan Dosen, SK Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2005.<br />
    * Ketua Kelompok Kerja Penyusunan Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2005-2009, SK Menteri Pendidikan Nasional Tahun 2005.<br />
    * Ketua Umum Peringatan Hari Anak Nasional 2004, SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 052/P/2004 tanggal 28 Mei 2004.<br />
    * Anggota Tim Pengarah (Steering Committee) untuk Implementasi Program Evaluasi Riset Sains Teknologi untuk Pembangunan, SK Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Nomor: 31e/M/Kp/IV/2002, 30 April 2002.<br />
    * Wakil Ketua Komisi Nasional Pendidikan, SK Menteri Pendidikan Nasional No. 057/P/2001, tanggal 19 April 2001<br />
    * Ketua Forum Nasional Pendidikan Untuk Semua, SK Menteri Pendidikan Nasional No. 001/P/2001 tanggal 25 Januari 2001 dan SK Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor: 15/MENKO/KESRA/VI/2002 tanggal 19 Juni 2002.<br />
    * Anggota Komisi Pengentasan Kemiskinan, SK Menko Kesra, Desember 2000.<br />
    * Dewan Pakar Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (MP3A), Departemen Agama RI, SK Menteri Agama RI Nomor: 397 tahun 2000, tanggal 20 September 2000.<br />
    * Ketua Panitia &#8220;The First International Conference of Youth Exchange Program Alumni&#8217;99&#8243;.<br />
    * Anggota Sekretariat Bidang Otonomi Daerah, Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri. SK Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 118.05-336 tanggal 24 Juli 2000. Anggota Tim Teknis Koordinasi Pelaksanaan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar. SK Asisten I Menko Kesra dan Taskin No: 01/KEP/K/MKT/AS.1/VIII/1999.<br />
    * Tim Pengarah dan Tim Teknis Pendidikan Reproduksi Remaja; Surat Keputusan Mendikbud No.156 / P/ 1999.<br />
    * Tim Penyusunan Konsep Naskah Laporan dan Pertanggungjawaban Kabinet Reformasi Pembangunan. Surat Keputusan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional No: Kep.232/K/07/1999<br />
    * Tim Koordinasi Pengelolaan Program-program JPS.(TKP-JPS), SK Menteri PPN/Kepala Bappenas No.262/K/09/1999<br />
    * Tim Pengarah Proyek Peningkatan Pendidikan Dasar Tingkat Pusat Tahun 1999/2000. SK Mendikbud No.213/P/1999.<br />
    * Tim Penyelenggara Pengembangan Koperasi dan Agribisnis Di Pondok Pesantren. SK Menteri Agama No. E/268/99<br />
    * Kelompok Kerja Koordinasi Dan Monitoring Perhitungan Program Jaring Pengaman Sosial (Social Safety Net). SK. Kepala Badan Analisa Keungan dan Moneter No: Kep-442/BA/1998<br />
    * Tim Koordinasi Pengelolaan Program Perluasan Jaring Pengaman Sosial. SK Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas No: Kep.260/K/08/1988.<br />
    * Tim Teknis dan Sekretariat Program Pengembangan Jaring Perlindungan Sosial ( Social Protection Sector Development Program). SK Deputi Bidang Sumber Daya Manusia, Bappenas No: 105/DIV/7/1998<br />
    * Kelompok Kerja Koordinasi Pelaksanaan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. SK Menko Kesra-Taskin No: 11/KEP/MENKO/KESRA/VI/1998<br />
    * Pengurus Korpri Unit Bappenas. SK Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas No. Kep.238/KEP/7/1998.<br />
    * Komite Pengarah Proyek Pengembangan Anak Dini Usia (PADU) Tingkat Pusat. SK Mendikbud No: 163/P/1998<br />
    * Tim Internet Kantor Menteri Negara PPN/Bappenas. SK Meneg PPN/Bappenas No: Kep.214/Ket/6/1998<br />
    * Tim Teknis Pemantauan Terpadu Pembangunan Gedung SLTP dan SMU TA 1998/1999. SK Inspektur Jenderal Depdikbud No: Kep.114/B/Kp.98<br />
    * Tim Perumus dan Tim Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WKNPG) VI. SK Ketua LIPI No: 807/A/1998<br />
    * Tim Pengarah dan Tim Teknis Program Pengembangan Anak Usia Dini. SK Dirjen Diklusepora, Depdikbud No: Kep-50/E/MS/1997<br />
    * Komisi Penasehat Program Pendidikan Dasar dan Menengah. SK Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah No: 105/C/Kep/Kp/1997<br />
    * Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana Penyelenggaran Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI. SK Ketua LIPI No: 1272/A/1997<br />
    * Tim Pengarah Pelaksanaan Bantuan Teknis Bank Pembangunan Asia ADB Nomor 2667-INO Untuk Pendidikan Guru. SK Mendikbud No: 032/P/1997.<br />
    * Tim Pengarah Proyek Pinjaman Asian Development Bank (ADB). Proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar (BEP) Loan Nomor 1442-INO. SK Menteri Agama No: 506 Tahun 1999.<br />
    * Tim Pelaksana Pengkajian Kebijaksanaan Keagamaan Repelita VII. SK Menteri Agama No: P/51/1996<br />
    * Kelompok Kerja Koordinasi Penuntasan Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. SK Menko Kesra No: 17/Kep/Menko/Kesra/VII/1996.<br />
    * Tim Koordinasi Pemantauan Terpadu Pembangunan Gedung SLTP dan SMU TA 1996/1997. SK Mendikbud No: Kep.067/B/C.96<br />
    * Tim Penyusun Master Program Pengembangan Museum Nasional. SK Mendikbud No: 0006/FI.IV/J.96 </p>
<p>KEGIATAN PROFESI</p>
<p>    * Ketua Bidang Pendidikan Dewan Pakar ICMI (2006)<br />
    * Ketua Departemen Pendidikan Akbar Tanjung Institute (2006)<br />
    * Dewan Pakar Majelis Pertimbangan Pendidikan dan Pengajaran Agama (MP3A), Departemen Agama Republik Indonesia<br />
    * Direktur Perencanaan Badan Pengembangan Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa Inggris (MAFIKIB) ICMI Pusat<br />
    * Anggota Kelompok Kerja Reformasi Menuju Masyarakat Madani Bidang Pendidikan<br />
    * Anggota Majelis Pendidikan Tinggi Nasional<br />
    * Anggota Dewan Riset Nasional<br />
    * Anggota Tim Pemantau Nasional Peningkatan Program JPS<br />
    * Pengurus Yayasan Universitas Bung Hatta, Padang &#8211; Sumatera Barat<br />
    * Ketua Tim Teknis Koordinasi Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS)<br />
    * Anggota Tim Pakar IPTEK Olahraga<br />
    * Penasehat &#8220;RAND Corporation&#8221;, Amerika Serikat, untuk &#8220;Indonesian Family Life Survey&#8221;.<br />
    * Anggota Sekretariat Bidang Otonomi Daerah, Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah, Departemen Dalam Negeri.<br />
    * Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI)<br />
    * Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan (PERGIZI-PANGAN)<br />
    * Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)<br />
    * Penasehat Ahli Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI)<br />
    * Penasehat Pengurus Pusat Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI)<br />
    * Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat BK-PPASI<br />
    * Dewan Penasehat Program Tuberkulosa Paru WHO Pusat<br />
    * Anggota Gugus Tugas Persatuan Ahli Gizi Internasional (IUNS)<br />
    * Anggota Dewan Kurator Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat<br />
    * Anggota Dewan Kurator Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Padang Panjang periode 2000-2004<br />
    * Anggota Tim Pakar Program Masyarakat Adat Terpencil<br />
    * Anggota Tim Persiapan Pembentukan Pusat Pengkajian dan Pengembangan IPTEK Olahraga.<br />
    * Anggota Tim Pengarah dalam Penyusunan Strategi Nasional Pengontrolan AIDS.<br />
    * Dokter PT.Semen Indarung, Padang, Sumatera Barat (1983 &#8211; 1985)<br />
    * Dokter di Klinik Perguruan Diniyyah Putri, Padang Panjang (1982 &#8211; 1985)<br />
    * Dokter PLTA-Maninjau, Sumatera Barat (Januari &#8211; April 1981) </p>
<p>KETERLIBATAN DALAM KEGIATAN SOSIAL</p>
<p>    * Wakil Ketua Kwartir Nasional Pramuka Bidang Hubungan Luar Negeri, 2004 &#8211; 2009<br />
    * Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas di Jakarta dan sekitarnya<br />
    * Ketua Himpunan Alumni SLTA se-Sumatera Barat (HASS)<br />
    * Pengurus Yayasan Pendidikan Islam SMU Dwiwarna, Parung, Bogor<br />
    * Penasehat Nasional Assosiasi Pertukaran Pemuda Indonesia-Internasional<br />
    * Ketua Umum Yayasan Pendidikan Qolbun Salim.<br />
    * Penasehat Ahli Pondok Pesantren Diniyyah Puteri, Muaro Bungo, Jambi<br />
    * Ketua Umum Gebu Minang periode 2001-2005<br />
    * Ketua Kerukunan Keluarga Kabupaten Tanah Datar DKI Jakarta<br />
    * Ketua Yayasan Pembangunan Lintau Buo<br />
    * Pembina Perguruan Mu&#8217;allimin Muhammadiyah Tanjung Bonai, Lintau, Kabupaten Tanah Datar.<br />
    * Pembina Panti Asuhan Aisyiah, Tanjung Bonai, Lintau, Kabupaten Tanah Datar<br />
    * Anggota Pembina Yayasan Rumah Sakit Jakarta, Keputusan Dewan Pengurus Yayasan Rumah Sakit Jakarta Nomor: 90/KEP/DP/V/2002, tanggal 13 Mei 2002.<br />
    * Ketua Umum Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Internsional (PCMI Sumatera Barat), 1981-1984<br />
    * Pengurus Badan Perwakilan Mahasiswa Kedokteran Universitas Andalas, 1973 &#8211; 1974<br />
    * Pengurus HMI Komisariat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1973-1975<br />
    * Ketua Senat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 1977-1979<br />
    * Pengurus Komda PSSI Sumatera Barat bidang Psikologi.<br />
    * Pengurus Persatuan Sepak Bola Galatama PT.Semen Padang<br />
    * Sekretaris Pramuka, Kabupaten Solok, 1969 &#8211; 1970 </p>
<p>KEGIATAN SEBAGAI NARA SUMBER NASIONAL (Sebagian)</p>
<p>    * Pembicara Pada Seminar Nasional ” Peran Pendidikan Tinggi dalam Pengembangan SDM Agar Menjadi Motivator Produksi Dalam Negeri ” Jakarta, 12 Januari 2008.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional PAUD ” Kebijakan Pemerintah Indonesia Dalam Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD ” Yogyakarta, 24 September 2007.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional ” Menjadi Guru Dalam Keluarga Pembelajar ” Jakarta, 30 Juni 2007.<br />
    * Pembicara Pada Temu Nasional Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal ” Mencari Model Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal yang Tepat dan Efektif Untuk diterapkan di Indonesia ” Bandung, 21 Mei 2007.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional ” Upaya Peningkatan Daya Saing Global Sumber Daya Manusia Indonesia ” Jakarta, 7 Maret 2007.<br />
    * Pembicara Pada Konferensi Nasional ” Kajian Pengeluaran Publik Indonesia Sesi : Investasi Untuk Pendidikan di Indonesia : Tantangan dan Kesempatan ” Jakarta, 12 Pebruari 2007.<br />
    * Pembahas Pada Seminar Nasional ” Kajian Pengembangan Anak Dini Usia Holistik Terintegrasi Sebagai Investasi SDM” Jakarta, 12 Januari 2007.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional Wawasan Kebangsaan ” Peningkatan Kwalitas Guru-guru TK dan SD yang Berbasis Wawasan Kebangsaan ” Jakarta, 20 Desember 2006.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional Pendidikan ” Menyiapkan Profesi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menuju Sekolah Bertaraf Internasional ” Malang, 18 November 2006.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional Kebangsaan “ Peran Negara Civil Society dan Pasar Bebas Dalam Membudayakan Kehidupan Kebangsaan, Nilai-nilai Luhur Manusia Bangsa Indonesia Sebagai Dimaksud Dalam Pembukaan UUD 1945 ” Jakarta, 17 Juni 2006.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional Pendidikan “ Korelasi Antara Tuntutan Mutu dan Kesejahteraan Guru : Tantangan dan Penyelesaiannya “ Surabaya, 29 April 2006.<br />
    * Pembicara Pada Kongres II Asosiasi Dosen Indonesia ” UU Guru dan Dosen : Relevansinya Dengan Kompetensi Dosen dan Output Perguruan Tinggi ” Jakarta, 19 April 2006.<br />
    * Pembicara Pada Seminar Nasional ” Membangun Pendidikan Dalam Kebijakan Sertifikasi Pendidik Untuk Guru ” Semarang, 10 April 2006.<br />
    * Pembicara pada Seminar E-Net for Justice &#8220;EDUCATION QUALITY IMPROVEMENT IN INDONESIA:NEW PARADIGM AND MILESTONES &#8221; Jakarta, 28 Maret 2006.<br />
    * Pembicara pada Forum Diskusi Panel KOMPAS &#8221; Strategi Peningkatan Profesionalisme Guru Pasca Disahkannya UU Guru dan Dosen&#8221;, Harian Kompas &#8211; Jakarta, 24 Januari 2006.<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Teknis Forum PADU Tingkat Pusat &#8221; Peran Forum PADU dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Memperluas Akses Layanan PAUD yang Holistik&#8221;, Bogor 29 Desember 2005<br />
    * Pembicara pada Forum Diskusi Kebudayaan Tahun 2004, &#8220;Strategi Pengembangan Pendidikan Luar Sekolah dalam Mendukung Gerakan Membaca Nasional&#8221;, Bappenas &#8211; Jakarta, 26 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Depok, 25 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Seminar ASEAN ECCD, &#8220;ADVOCACY AND SOCIAL MOBILIZATION FOR EARLY CHILDHOOD CARE AND DEVELOPMENT IN INDONESIA&#8221;, Jakarta, 23 August 2004<br />
    * Pembicara pada Sosialisasi PADU/PAUD bagi Ketua Tim Penggerak PKK Propinsi dan Kabupaten/Kota serta Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Forum PADU Se-Indonesia, &#8220;Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia&#8221;, Hotel Borobudur &#8211; Jakarta, 22 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Peringatan Hari Remaja Internasional, &#8220;FAKTA REMAJA DAN HIV/AIDS&#8221;, Kantor Menko Kesra, 20 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Workshop Evaluasi Penyelenggara Backstopping PKBM dan KF Tahun 2004 Proyek Pengembangan PLS Pusat, Dikmas, Ditjen PLSP, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Yogyakarta, 18 &#8211; 21 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Seminar/Sosialisasi Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, &#8220;Membangun Pendidikan Non-Formal dalam rangka Mewujudkan Pendidikan yang Bermutu, Merata dan Berkeadilan Bagi Semua (Education for All)&#8221;, Universitas Negeri Yogyakarta, 11 &#8211; 12 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dan Koordinasi Kepala BP-PLSP, BPKB/UPT Propinsi, dan SKB/UPT Kab/Kota Seluruh Indonesia, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Yogyakarta 10 &#8211; 12 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Capacity Building bagi calon Anggota DPR-RI dan DPD Perempuan Periode 2004-2009 &#8220;Isu Strategis Pendidikan: Pendidikan Untuk Semua dan Kesepakatan Dakar&#8221; Jakarta, 4 Agustus 2004<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Evaluasi Komitmen Sentani Komisi Penanggulangan AIDS Nasional Dengan 9 Provinsi Prioritas Di Denpasar, Bali, &#8220;KOMITMEN DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DALAM MEMERANGI HIV/AIDS DI INDONESIA&#8221;, Sabtu, 31 Juli 2004<br />
    * Pembicara pada Pertemuan Tukar Pengalaman Pelaksanaan PUG Indonesia-Malayasia, &#8220;PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER BIDANG PENDIDIKAN DI INDONESIA&#8221;, Kamis, 29 Juli 2004<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi Nasional Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia, &#8220;Peran Pendidikan Non Formal dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat yang Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Jakarta 24-25 Juni 2004<br />
    * Pembicara pada Sosialisasi Program PLSP Bagi Pengelola Program PLSP Seluruh Indonesia Tahun 2004, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Hotel Indo Alam &#8211; Bogor, 20-23 Juni 2004<br />
    * Pembicara pada Capacity Building Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan Propinsi Sumatera Barat, &#8220;KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN BERWAWASAN GENDER&#8221;, Bukittinggi, 16-19 Juni 2004<br />
    * Keynote Speaker pada Sosialisasi Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan, &#8220;KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENDIDIKAN BERWAWASAN GENDER&#8221;, Semarang, 16 Juni 2004.<br />
    * Pembicara pada Rakor Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pemberdayaan Perempuan di Kawasan Timur Indonesia, &#8220;PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KAWASAN TIMUR INDONESIA&#8221;, Jakarta, 15 Juni 2004<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional dan Pertemuan Mahasiswa Pendidikan Kualitas Pendidikan dalam Membangun Kualitas Bangsa, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat yang Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, UPI &#8211; Bandung, 17 Mei 2004<br />
    * Pembicara Rapat Kerja Nasional Departemen Pendidikan Nasional, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda Dalam Mencapai Masyarakat Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Sawangan, 21-23 April 2004<br />
    * Pembicara pada Inception Workshp Sustainable Social Protection, &#8220;Perlindungan Sosial bidang Pendidikan&#8221;, 25 Februari 2004.<br />
    * Pembicara pada Dialog Komunitas Pendidikan CBE, &#8220;Sharing Isue Pembiayaan Pendidikan dikaitkan dengan Pendidikan Untuk Semua&#8221;, Ragunan, 16 Februari 2004<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional Menggagas Masa Depan Perguruan Islam, &#8220;Perguruan Islam Alternatif Peluang dan Tantangan&#8221;, Dinniyah Putri Padang Panjang, 10 Februari 2004<br />
    * Pembicara pada Tekon dan Sinkronisasi Program PLSP di Nusa Tenggara Timur, &#8220;Peran Pendidikan Non Formal Dalam Mencapai Masyarakat NTT yang Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Kupang-NTT, 29 Januari 2004<br />
    * Pembicara pada Seminar Peran Otonomi Daerah dalam Memberdayakan Pendidikan Masyarakat Menuju Kemandirian di Propinsi Jawa Tengah, &#8220;Memberdayakan Pendidikan Non Formal Menuju Masyarakat Jawa Tengah yang Mandiri&#8221;, Universitas Sebelas Maret, 15 Januari 2004<br />
    * Keynote Speaker pada Seminar Nasional Peran Pondok Pesantren dalam Meningkatkan Kesejahteraan Umat, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Pembinaan dan Peningkatan Kesejahteraan Umat&#8221;, Pondok Pesantren Al-Aziziyah, Jombang &#8211; Jawa Timur, 10 Januari 2004<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, &#8220;KEBIJAKAN DAN PRIORITAS PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA&#8221;, Banda Aceh, 28-30 Desember 2003<br />
    * Pembicara pada Taklimat/Sosialisasi Program PLSP di Propinsi Gorontalo, &#8220;UPAYA PLSP DALAM MENINGKATKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERAKHLAK MULIA, CERDAS, TERAMPIL, DAN MANDIRI&#8221;, 11 Desember 2003<br />
    * Pembicara pada Seminar dan Konsolidasi Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Islam Se-Indonesia, &#8220;Kebijakan Pembangunan Pendidikan dan Penyelenggaraan Pendidikan Murah di Indonesia&#8221;, Jakarta, 13 Agustus 2003<br />
    * Pembicara pada Munas Ke-V HISPPI, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Mempersiapkan SDM yang Berakhlak Mulia, Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Jakarta, 24-25 Juli 2003.<br />
    * Pembicara pada Dialog Ilmiah Dalam Rangka Porseni Pemuda KNPI Millenium II, &#8220;Peningkatan Kualitas SDM Indonesia dan Papua Secara Khusus&#8221;, Jayapura, 8 Juli 2003<br />
    * Pembicara pada Sosialisasi Pendidikan Luar Sekolah dan Pemberantasan Buta Huruf Se-Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Mempersiapkan SDM yang Berakhlak Mulia, Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Enrekang &#8211; Sulawesi Selatan, 7 Juli 2003.<br />
    * Pembicara pada Sosialisasi dan Pemantapan Pelaksanaan Program Pendidikan Luar Sekolah se-Jawa Timur, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Mempersiapkan SDM yang Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Surabaya &#8211; Jawa Timur, 19 Juni 2003<br />
    * Pembicara pada Lokakarya Forum Indonesia Muda, &#8220;Peran Pemuda dalam Mempersiapkan SDM yang Berakhlak Mulia, Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Cibodas, 13 Juni 2003<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas II) Perpustakaan, &#8220;TAMAN BACAAN MASYARAKAT SEBAGAI SALAH SATU SARANA PEMBINAAN MINAT BACA MASYARAKAT&#8221;, Hotel Patra Jasa, Anyer, Banten, 3 Juni 2003<br />
    * Pembicara pada Pertemuan dengan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah, &#8220;Eksistensi Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah dalam Mendukung Pembangunan Bidang Pendidikan&#8221;, Bukittinggi, 31 Mei 2003<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi Pengurus Forum Komunikasi PKBM Se-Indonesia dan Lembaga Penyelenggara PLS, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda dalam Mempersiapkan SDM yang Cerdas, Terampil, dan Mandiri&#8221;, Yogyakarta, 28 Mei 2003<br />
    * Pembicara pada Seminar Interaktif Pasar Regional Menghadapi Era Global, &#8220;PERAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA DALAM MEMPERSIAPKAN SDM DAERAH MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL&#8221;, Hotel Ambara, Jakarta 28 Mei 2003<br />
    * Pembicara pada Seminar Pendidikan Prospek dan Tantangan Sistem Pendidikan di Era Otonomi dan Pasca RUU Sisdiknas, &#8220;PERAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA DALAM MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MANDIRI&#8221;, Karawang, 27 Mei 2003<br />
    * Pembicara pada Pra Kongres Kebudayaan V Tahun 2003, &#8220;Membangun Budaya Nasional melalui Pembentukan Lembaga Interaksi Budaya Lokal&#8221;, Bali, 28-30 April 2003<br />
    * Pembicara pada Lokakarya Membangun Bangsa Indonesia 100 tahun melalui Budaya Baca dan Belajar, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah dalam Pembangunan SDM, Pendidikan, Budaya Baca dan Belajar&#8221;, Jakarta , 21 April 2003<br />
    * Keynote Speaker pada Temu Konsultasi Penjabaran Kebijakan Dirjen Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda, &#8220;KEBIJAKAN DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PLSP TAHUN 2003&#8243; Bukittinggi, 21 April 2003<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Se-Riau, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah Dan Pemuda Dalam Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang Mandiri dan Ikut Serta Mewujudkan Visi Riau 2020&#8243;, Pekanbaru-Riau, 13 Maret 2003<br />
    * Pembicara pada Dialog Interaktif dan Pelantikan Pengurus Ikatan Alumni Unand Komisariat Propinsi Riau 2002-2005, &#8220;Peranan Alumni Unand dalam Mewujudkan Visi Riau 2020&#8243; Pekanbaru-Riau, 9 Maret 2003<br />
    * Keynote Speaker pada Pertemuan V Sentra Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat &#8220;PROBLEMATIK PROGRAM PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH/ DIKMAS DI INDONESIA&#8221; Di Lembang-Jawa Barat, 28 Januari 2003<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Bidang Pendidikan Se-Propinsi Banten, &#8220;PERAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA DALAM MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG MANDIRI&#8221;, Banten, 27 Januari 2003.<br />
    * Pembicara pada Lokakarya Kebijakan Pembangunan Bidang Pendidikan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, &#8220;PERAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN&#8221;, Banda Aceh, 11-12 Januari 2003<br />
    * Pembicara pada Pelatihan Kehumasan dan Forum Wartawan, &#8220;Peran Pendidikan Luar Sekolah Dalam Mencerdaskan Bangsa&#8221; Jakarta, 18 Desember 2002<br />
    * Pembicara pada Diskusi Centre for the Betterment of Education, &#8220;PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN&#8221; Gedung 28 &#8211; Jakarta, 21 Nopember 2002.<br />
    * Pembicara pada Simposium Pendidikan Islam, &#8220;Refleksi dan Reaktualisasi Pendidikan Islam&#8221;, Jakarta 31 Oktober 2002<br />
    * Keynote Speaker pada Rakernas Depag, &#8220;Posisi Pendidikan Agama dan Keagamaan dalam era Otonomi Pendidikan&#8221; Jakarta 31 Oktober 2002<br />
    * Pembicara pada Rapat Kerja Nasional UKS, &#8220;Kebijakan Ditjen PLSP dalam Pengembangan Pendidikan Kesehatan dan Usaha Kesehatan Warga Belajar melalui Jalur Pendidikan Luar Sekolah&#8221;, Mojokerto, 30 Oktober 2002<br />
    * Pembicara pada Pen house kelompok bermain Masjid Istiqlal Jakarta, &#8220;Strategi Efektif mengenalkan Masjid dan Pendidikan Sejak Dini&#8221; Jakarta, 29 Oktober 2002<br />
    * Keynote Speaker pada Mukernas Dewan Masjid Indonesia, &#8220;PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH MELALUI MASJID&#8221; Masjid Istiqlal Jakarta, 26 Oktober 2002<br />
    * Pembicara pada Lokakarya Action Plan Untuk Kawasan Timur Indonesia, &#8220;RENCANA TINDAK PEMBANGUNAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH DAN PEMUDA TAHUN 2002 &#8211; 2003 DI KAWASAN TIMUR INDONESIA (KTI)&#8221;, Jakarta &#8211; 17 Oktober 2002.<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi Regional Bidang Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tahun 2002, &#8220;Kebijakan dan Isu Strategis Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda (Evaluasi tahun 2002 dan rencana tahun 2003)&#8221;, Padang &#8211; 14 Oktober 2002.<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional dalam rangka Dies Natalis Universitas Negeri Padang, &#8220;Reformasi Pendidikan dan Realitas Ketenagakerjaan&#8221;, UNP &#8211; 25 September 2002.<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional Dalam rangka Hut ke-36 KAHMI, &#8220;Win-Win Solution antara Filosofi Pendidikan dan Realitas Ketenagakerjaan&#8221;, Surabaya, 22 September 2002.<br />
    * Pembicara pada Konferensi Nasional Manajemen Pendidikan, &#8220;Kebijakan Pemerintah Tentang Partisipasi Masyarakat dalam Manajemen Pendidikan di Era Otonomi Daerah&#8221; Hotel Indonesia &#8211; Jakarta, 9 Agustus 2002<br />
    * Keynote Speaker pada Seminar Nasional tentang Pendidikan tentang Rekonstruksi Paradigma Pendidikan dalam Kerangka Desentralisasi Pendidikan dan Otonomi Daerah, di Universitas Juanda, Bogor, 3 Mei 2001<br />
    * Keynote Speaker pada Seminar Terbatas tentang Satuan Biaya Pendidikan: SD, SLTP, SMU, dan SMK di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, 23 April 2001<br />
    * Keynote Speaker pada Seminar Nasional tentang Otonomi Daerah dan tantangan Globalisasi, di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, 21 April 2001<br />
    * Pembicara pada Workshop Penyempurnaan Sistem Pendidikan bagi Difabel di Yogyakarta, 17 Maret 2001<br />
    * Pembicara pada Kursus Singkat Khusus Angkatan I Lemhanas, Jakarta, 12 Maret 2001<br />
    * Pembicara pada Seminar &#038; Simulasi mengenalkan makanan halal dan bergizi sejak dini di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta, 3 Maret 2001<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional Keteknikan di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 21 Februari 2001<br />
    * Pembicara pada acara Silaturrahmi Nasional dan Bincang-Bincang PCMI di Hotel Indonesia, Jakarta, 18 Februari 2001<br />
    * Moderator pada Seminar Nasional Pendidikan Budi Pekerti dan Pendidikan Kewarganegaraan di Plaza Depdiknas Gedung A, Senayan, Jakarta, 12-13 Desember 2000<br />
    * Pembicara pada lokakarya sosialisasi SPM Dikdasmen di Wisma Handayani, Cipete, Jakarta, 7 Desember 2000<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dengan Pengelola Pendidikan di Daerah, tentang Pendayagunaan Sumber Daya Pendidikan dalam era Otonomi Daerah, di Pangeran Beach Hotel, Padang, 25 November 2000<br />
    * Pembicara pada Semiloka Otonomi Pengembangan Pendidikan di Sumatera Utara, 15 November 2000<br />
    * Penceramah tentang Pendanaan Pendidikan dalam rangka Desentralisasi pada pembekalan kepada para Kepala Bidang Dikdas/Dikdasgu dan Pimpro PSD mengenai Otonomi Daerah di Wisma Handayani, Jakarta, 14 Nopember 2000<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dengan Pengelola Pendidikan di Daerah, tentang Pendayagunaan Sumber Daya Pendidikan dalam era Otonomi Daerah, di Manado Beach Hotel, Manado, 13 November 2000<br />
    * Penceramah pada Diklat SPAMEN LAN Angkatan VI tentang Kebijaksanaan Pemerintah di Bidang Pendidikan Nasional dan Masalahnya dalam Otonomi Daerah, di Kantor Perwakilan LAN Sulawesi Selatan, 8 November 2000<br />
    * Pembicara pada seminar Pemberdayaan SDM Kejuruan untuk Peningkatan Otonomi dan Ekonomi Kalimantan Timur, tentang Perencanaan Pengembangan pendidikan SDM yang berkualitas untuk menyongsong AFTA tahun 2003 bagi ekonomi dan otonomi Kalimantan Timur, di Hotel Benakutai, Kalimantan Timur, 7 November 2000.<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dengan Pengelola Pendidikan di Daerah, tentang Pendayagunaan Sumber Daya Pendidikan dalam era Otonomi Daerah, di Hotel Garuda, Yogyakarta, 6 November 2000<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dengan Pengelola Pendidikan di Daerah, tentang Pendayagunaan Sumber Daya Pendidikan dalam era Otonomi Daerah, di Hotel Wisata, Jakarta, 2 November 2000<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dengan Pengelola Pendidikan di Daerah, tentang Pendayagunaan Sumber Daya Pendidikan dalam era Otonomi Daerah, di Hotel Purnama, Batu, Malang, Jawa Timur, 19 Oktober 2000<br />
    * Pembicara pada seminar The Habibie Center tentang Pendidikan Dasar dalam Hubungan dengan Pelaksanaan Otoda di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, 12 Oktober 2000<br />
    * Pembicara pada seminar The Habibie Center tentang Pendidikan Dasar dalam Hubungan dengan Pelaksanaan Otoda dengan topik Strategi dan Langkah-Langkah Kongkrit dalam Menyongsong Pelaksanaan Otonomi Daerah di Bidang Pendidikan Dasar, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, 11 Oktober 2000<br />
    * Pembicara tentang &#8220;Desentralisasi Pendidikan dalam Pelaksanaan Otoda&#8221; pada Rakor Pejabat Pusat dan Daerah tahun 2000 Departemen Agama, di Gedung Sasana Amal Bakti, Departemen Agama, Jakarta, 10 Oktober 2000<br />
    * Pembicara pada Temu Konsultasi dengan Pengelola Pendidikan di Daerah, tentang Pendayagunaan Sumber Daya Pendidikan dalam era Otonomi Daerah, di Hotel Sahid Kusuma, Solo, 5 Oktober 2000<br />
    * Pembicara pada Peringatan Hari Pendidikan Daerah di Banda Aceh, 31 Agustus 2000<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Nasional Program Kerjasama RI-UNICEF periode tahun 2001-2005 pada tanggal 18 Juli 2000 di Hotel Papandayan, Bandung.<br />
    * Keynote Speaker pada Dialog Indonesia (Membangun Rekonsiliasi, Mempertegas Visi Reformasi dan Transformasi Indonesia Baru) pada tanggal 13 Juli 2000 di Universitas Airlangga, Surabaya.<br />
    * Pengajar pada kursus reguler angkatan XXVII Sesko TNI pada hari Senin 17 Juli 2000 di Sesko TNI Bandung.<br />
    * Pembicara dalam acara seminar di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Muhammadiyah-Tangerang, Juni 2000.<br />
    * Pembicara pada acara Milad ke 29 Pesantren Al_quran Al-Falah di Cicalengka, Bandung , 3 Juli 2000.<br />
    * Pembicara pada Muktamar ke 37 Al-Irsyad, bulan Juli 2000 di Bandung.<br />
    * Penyaji pada Round Table Meeting &#8220;Investing of Human Capital for a better society&#8221; di Auditoriun Graha Kencana BKKBN-Halim, Jakarta 10 Juli 2000.<br />
    * Pembicara pada Dialog Nasional para Cendekiawan, di Hotel Accacia, Jakarta, 19 Juli 2000.<br />
    * Pembicara pada Lokakarya Tentang Keberlanjutan Finansial Organisasi LSM. Topik: Peran LSM dalam Sektor Kesehatan dan Kebijaksanaan Pemerintah untuk Keberlanjutan LSM, pada hari Senin 27 Maret 2000, di Hotel Ibis Rajawali, Surabaya.<br />
    * Pembicara pada Diskusi Terbatas dan Seminar Membangun SDM Indonesia Berkualitas Menuju Millenium III Secara Profesional dan Bermanfaat. Topik: PMT-AS: Konsep, Harapan dan Dampak Rambatannya, pada hari Rabu 16 Pebruari, di Flamboyan Room, Jakarta Design Center.<br />
    * Pembicara pada Seminar Pesantren dan Pemberdayaan Masyarakat Memasuki Millenium III, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, tanggal 8 Nopember 1999.<br />
    * Pembicara pada &#8221; Dialog Nasional Reformasi Pendidikan&#8221; dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama Ma&#8217;arif&#8221;, di Hotel Graha Wisata, Taman Mini, Jakarta Mei 1999<br />
    * Pembicara pada Pertemuan Konsultasi &#8221; Pemberdayaan Masyarakat dan Jaring Pengaman Sosial, di Hotel Kemang, Jakarta yang diselenggarakan oleh LIPI , 17 Mei 1999.<br />
    * Pembicara pada Pertemuan Konsultasi Pendidikan Indonesia Dalam Menghadapi Tantangan Abad ke 21&#8243; di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta, 6 Mei 1999.<br />
    * Pembicara pada &#8221; Pelatihan Dasar Dalam Perencanaan Sektor Sosial&#8221; di Hotel Bumi Karsa, Pancoran, Jakarta. Judul makalah &#8221; Kebijakan Pembangunan Pendidikan di Indonesia&#8221;, 26 April 1999.<br />
    * Pembicara pada Pelatihan Pengembangan Teknologi dan Keamanan Makanan Kudapan, di Fakultas Pertanian IPB-Bogor, tanggal 4 &#8211; 10 April 1999.<br />
    * Pembicara pada Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS), Komplek Puspitek Serpong, Tangerang, 9-10 September 1999. Topik: Diskusi Paralel Pendidikan Nasional dan Otonomi Daerah<br />
    * Pembicara pada Workshop tentang Metodologi dan Model Pelatihan Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Umum dan Perguruan Agama Islam. Topik; Pemberdayaan Kualiatas Tenaga Kependidikan, di Ditjen Binbaga Islam, Departemen Agama, Jakarta, 14 September 1999.<br />
    * Pembicara pada Pertemuan Koordinasi Nasional Peningkatan Pendidikan Dasar bidang Kelembagaan, di Bali Room, Hotel Indonesia, Jakarta, 12-14 September 1999.<br />
    * Pembicara pada Seminar dan Widiakarya Nasional Olahraga dan Kesegaran Jasmani, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, 6 September 1999. Topik; Keterkaitan Status Gizi, Status Kesehatan dan Status Kesegaran Jasmani.<br />
    * Pembicara pada Ceramah Pengembangan IAIN Walisongo di Ruang Sidang IAIN Walisongo, Semarang , 4 September 1999.<br />
    * Pembicara pada Lokakarya Pemantapan Surveilans Gizi di Propinsi Sumatera Barat, di Padang, 24 Agustus, 1999. Topik; Upaya Penanggulangan Gizi.<br />
    * Pembicara pada Komite Nasional Penanggulangan Merokok, di Wisma PKBI, Jakarta, 19 Agustus 1999. Topik; Pembahasan RPP dalam suatu Debat Publik.<br />
    * Pembicara pada Temu Dialog Kajian Permasalahan Pendidikan untuk Anak-anak Berkelainan (Handicapped Children), di kantor BPPN Jakarta, 11 Agustus 1999. Sebagai panelis.<br />
    * Pembicara pada Rapat Koordinasi Pengendalian Buku Bacaan, Hotel Indo Alam, Cipanas, 23-26 Agustus 1999.<br />
    * Pembicara pada Pembibitan Calon Da&#8217;i Muda Tingkat Nasional , di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 5 Agustus &#8211; 30 September 1999. Topik; Peningkatan Kualitas Manusia Melalui Dakwah.<br />
    * Lembaga Administrasi Negara; Pembicara pada Diklat Teknik dan Manajemen Kebijakan Publik, di Jakarta, 12 Agustus 1999. Topik; Studi Kasus Kebijakan Pengembangan SDM/Sosial.<br />
    * Pembicara pada Pekan Orientasi dan Persiapan Pelatihan Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada, di Graha Wisata Pramuka, Cibubur, 13 Agustus 1999. Topik; Kebijakan Pembangunan Nasional.<br />
    * Pembicara pada Pelatihan Dasar Perencanaan Sektor Sosial di Hotel Wisata Jakarta, 26 Juli 1999. Topik; Kebijakan Pembangunan Pendidikan di Indonesia.<br />
    * Pembicara pada Seminar dan Widiakarya Nasional Olahraga dan Kesegaran Jasmani, di Hotel Sahid Jaya, 6 September 1999. Topik; Keterkaitan status Gizi, Status Kesehatan dan Status Kesegaran Jasmani.<br />
    * Pembicara pada Seminar Hari Anak Nasional 1999 dengan tema &#8220;Anak Indonesia Memasuki Millenium III, di LIPI Jakarta, 21 Juli 1999. Topik; Isu Anak dalam Agenda Nasional.<br />
    * Pembicara pada Rakernas Perpustakaan Nasional RI. Tema: Dengan Semangat Reformasi, Perpustakaan Nasional Menyonsong Millenium III melalui layanan prima&#8221; di Hotel Bukit Indah, Cipanas, 26-29 Juli 1999.<br />
    * Pembicara pada &#8220;International Seminar Agricultural Sector During the Turbulence of Economic Crisis: Lessons and Future Directions&#8221; di Pusat Riset Agro-Sosioekonomi, Bogor, tanggal 17 &#8211; 18 Pebruari 1999.<br />
    * Pembicara pada Seminar &#8221; Aktivitas Bulanan Nasional, Kualitas dan Produktivitas&#8217;99.&#8221; Judul makalah &#8221; Potensi Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia- Pandangan Bappenas, di Manggala Wanabakti, Jakarta, Desember, 1998<br />
    * Pembicara pada Dialog Perduli Anak&#8217;98, di Wisma Karsa Pemuda, Jakarta., Juli 1998.<br />
    * Pembicara pada Diskusi Nasional ke VI Himpunan Mahasiswa Islam di Semarang. Judul makalah &#8220;Reformasi Sistim Pelayanan Kesehatan&#8221;, Juli 1998.<br />
    * Pembicara pada Seminar &#8220;Pemberdayaan Guru Olahraga, Jakarta, 17 Juni 1998<br />
    * Pembicara pada Seminar Dampak Ekonomi bagi Perokok, Jakarta, Juli 1997<br />
    * Pembicara pada Seminar Kebijakan dalam Anemia kekurangan zat besi, Jakarta, April 1997<br />
    * Pembicara pada Muktamar IDI di Padang 9-13 Desember 1997. Topik; Peranan Gizi Klinik pada pasien rawat inap.<br />
    * Peserta Konferensi Internasional Tingkat Menteri Tentang Pembangunan Infrastruktur di Asia Timur, di Balai Sidang, Jakarta, tanggal 2 &#8211; 4 September 1996.<br />
    * Pembicara pada Seminar Persoalan Gizi di Indonesia dan Negara-negara Maju Berkembang, khususnya di Norwegia dan Kebijakan-kebijakan Norwegia dalam bidang Gizi. Departemen Kesehatan, Jakarta, 1996<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional tentang Makanan dan Gizi, Surabaya, Desember 1996<br />
    * Pembicara pada Seminar Nasional para ahli Demografi, di Bandar Lampung, Oktober 1996.<br />
    * Pembicara dalam Training Peningkatan Kemampuan Penelitian Bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat, di Wisma YPI Ciawi-Bogor, tanggal 23 Juli &#8211; 5 Agustus 1995.<br />
    * Pembicara pada Kongres Nasional Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di Jogjakarta, Juni 1995<br />
    * Pembicara pada Seminar Peran Gizi Dalam Pembangunan Nasional, di IPB Bogor, Pebruari 1994<br />
    * Pembicara pada Seminar Klinik Gizi &#8221; Peran Klinik Gizi dalam Pembangunan Kesehatan&#8221;, di Surabaya., Nopember 1993.<br />
    * Pembicara pada Seminar Sehari Sosial Ekonomi Farmasi-ISTN, tanggal 21 September 1993. Topik; Pembangunan Kesehatan Dalam Kaitannya dengan Dinamika Kependudukan dan Kemiskinan.<br />
    * Pembicara pada Seminar Strategi Pembangunan Nasional dalam kampanye penggunaan susu Ibu di Indonesia, Jakarta, Agustus 1993<br />
    * Anggota Tim Pengarah dan Moderator pada Teleseminar Nasional tentang Dampak Sosial-Ekonomi dari AIDS, Jakarta, 1993.<br />
    * Pembawa Makalah dalam Seminar AIDS dan Dampaknya pada Pembangunan, di MABES ABRI, Jakarta, 1993.<br />
    * Pembicara pada Lokakarya &#8220;Studi Gizi dan AIDS,&#8221;. Jaringan KerjaEpidemology Indonesia, Jakarta, 1993.<br />
    * Pembicara pada Seminar Gizi di Widya Karya, Jakarta 1993. Topik; Beberapa Catatan Untuk Penyusunan Pedoman Gizi (Diatary Guidelines di Indonesia). </p>
<p>Menjadi Penulis dan Editor dari beberapa buku dan puluhan makalah ilmiah yang disajikan di forum nasional dan internasional. Menjadi Editor dari beberapa buku, majalah ilmiah dan majalah ilmiah populer.</p>
<p>Publikasi<br />
   1. &#8220;Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Keluarga Miskin&#8221;, Ketua Gugus Tugas III TKP3 KPK, Kementrian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Mei 2004.<br />
   2. &#8220;Indonesia Human Development Report 2004&#8243;, Chairperson Group III, BPS, Bappenas, dan UNDP, April 2004.<br />
   3. Social Safety Net: Protecting the Poor From Economic Crisis Lessons Learned from Indonesia 1998 &#8211; 2003, Editor, April 2004.<br />
   4. &#8220;National Plan of Action: Indonesia&#8217;s Education for All&#8221;, National Coordination Forum Education for All, 2003.<br />
   5. &#8220;Buletin PADU&#8221;, Nara Sumber Pakar pada Buletin PADU Direktorat PADU edisi 3 bulanan, sejak 2001,<br />
   6. Fasli Jalal dan Bachrudin Musthafa; Education Reform; In the Context of Regional Autonomy: The Case of Indonesia, Ministry of National Education, National Development Planning Agency the Republic of Indonesia, Supported by The World Bank, Jakarta, 2001, hal. 288.<br />
   7. Fasli Jalal dan Dedi Supriadi; Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Adicita Karya Nusa, Yogyakarta, Mei 2001, hal. 445.<br />
   8. &#8220;Indonesia End Decade Goal&#8221;, UNICEF &#8211; Desember 2000.<br />
   9. Fasli Jalal dan Sumali M.Atmojo; Gizi dan Kualitas Hidup, Agenda Perumusan Program Gizi Repelita VII untuk Mendukung Pengembangan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta -Pebruari 1998.hal.221.<br />
  10. Fasli Jalal, Konsep dan Implementasi Jaring Pengaman Sosial dalam Melindungi Sumber Daya Manusia Indonesia di Masa Depan. Disampaikan pada Pentaloka Sosialisasi dan Mekanisme Pemantauan Jaring Pengaman Sosial (JPS) 24-25 Maret 1999.<br />
  11. Muhilal, Fasli Jalal, dan Hardinsyah; Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan. Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta &#8211; Pebruari 1998.hal.843.<br />
  12. Editor Buku Prosiding Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, LIPI,1998<br />
  13. Editor Tabloid GENERASI ( Tabloid Pendidikan diterbitkan di Jakarta), 1999<br />
  14. Abas B.Jahari, Sandjaja, Herman S., Idrus Jus&#8217;at and Fasli Jalal; Nutritional Status of Underfives in Indonesia during the period of 1989 to 1998. (An Analysis on Anthropometric Indicators of Protein Energy Malnutrition Based on Susenas Data), disampaikan pada Workshop on Food and Nutrition&#8221;, April, 1999-LIPI, Jakarta.<br />
  15. Fasli Jalal, MC Nesheim, Zulkarnain Agus, Diva Sanjur, and JP Habicht; &#8220;Serum retinol concentration in children are affected by food sources beta-carotene, fat intake, and anthelmintic drug treatment. The American Journal of Clinical Nutrition 1998;68:623-9. Printed in USA&#8221;<br />
  16. Fasli Jalal, &#8220;Pembangunan Sumber Daya Manusia Dalam Masa Krisis&#8221;, Disampikan pada Pekan Orientasi Wartawan Kelompok Kerja Bappenas dan Menko Ekuin; 20-22 Nopember 1998.<br />
  17. Fasli Jalal &#8220;Gizi, Perkembangan Intelektual dan Produktivitas&#8221; ditulis dalam &#8220;Prosiding Seminar Nasional tentang peran guru dalam Gizi dan Pendidikan Kesehatan, Jakarta, 1997.<br />
  18. Panduan Pelaksanaan Training Peningkatan Kemampuan Penelitian Bidang Kesehatan dan Gizi Masyrakat. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1995.<br />
  19. Fasli Jalal, Inpres Desa Tertinggal (IDT) Kesehatan dan Kemiskinan. Berita Buana, 7 Pebruari 1995.<br />
  20. Fasli Jalal, : Prosiding Seminar Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi LIPI 1993.<br />
  21. Fasli Jalal, Pembangunan Kesehatan Dalam Kaitannya dengan Dinamika Kependudukan dan Kemiskinan&#8221;.Makalah disampaikan pada Seminar Sehari Sosial Ekonomi Farmasi, Jurusan Farmasi FMIPA-ISTN, tgl 21 September 1993.<br />
  22. Fasli Jalal, Penyakit AIDS dan Kaitannya dengan Pembangunan Nasional. Makalah disampaikan pada &#8220;Orientasi Penanggulangan AIDS Melalui Jalur Agama, tgl 12 Agustus 1993, Departemen Agama RI, Jakarta<br />
  23. Soekirman, Fasli Jalal, Persoalan-persoalan gizi, Kebijakan, dan program-program di Indonesia. Makalah Kenegaraan pada Konferensi Internasional Gizi, 1992.<br />
  24. Soekirman, Ignatius Tarwotjo, Idrus Jus&#8217;at, Gunawan Sumodiningrat dan Fasli Jalal:&#8221; Perkembangan Ekonomi, Pemerataan dan Peningkatan Gizi di Indonesia,&#8221;. PBB ACC/SCN, 1992.<br />
  25. Fasli Jalal. &#8221; Kesehatan Penduduk Miskin.&#8221; Ditulis dalam Prosiding Seminar Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Kesehatan, Departemen Kesehatan, 1992.<br />
  26. Fasli Jalal, : Prosiding Konferensi Gizi Nasional. Komite Nasional FAO, Departemen Pertanian, 1992.<br />
  27. Soekirman dan Fasli Jalal. &#8220;Prioritas Dalam Menangani Persoalan Gizi-micro di Indonesia. makalah yang disampaikan pada &#8220;Konferensi Kebijakan dalam Mengakiri Kelaparan Terselubung: Micronutrient Manultrition, Montreal, Canada, Oktober 10-12, 1991.<br />
  28. Fasli Jalal dan Soekirman. Penggunaan Anthropometric Indikator untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Jurnal PERSAGI Indonesia, Volume XV, No.2, 1990, Pp.26-36.<br />
  29. &#8220;Effects Deworming, Dietary fat and Cartenoid Rich Diets on Vitamin A Status of Pre-School Children Infected with Ascaris Lumricodes in West Sumatra Province, Indonesia&#8221;. Proceeding of Faseb Meeting 1989.<br />
  30. Fasli Jalal, : Gizi, Transisi Demografi dan Produktivitas. Dalam &#8220;Distribusi Penduduk, Pendapatan dan Pembangunan Nasional&#8221;. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, 1993 </p>
<p>Dengan melihat pengalaman beliau, maka dapat dipahami mengapa Pak Fasli memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia. Boleh jadi salah satu upaya untuk mewujudkannya  beliau harapkan dilakukan oleh kawan-kawan Agupena.</p>
<p>Salam Agupena untuk Prof. Fasli! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2010/10/11/sosok-fasli-jalal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pak Achjar Chalil: Tangerang, INS Kayutanam, dan Pendidikan Berbasis Fitrah</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2010/05/02/pak-achjar-chalil-tangerang-ins-kayutanam-dan-pendidikan-berbasis-fitrah/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2010/05/02/pak-achjar-chalil-tangerang-ins-kayutanam-dan-pendidikan-berbasis-fitrah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 May 2010 03:31:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh Agupena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=1985</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sawali Tuhusetya “Innalillahi wainnaillaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Achjar Chalil, Ketua Umum Agupena Pusat, pada hari Senin, 3 Mei 2010, pada pukul 02.00 WIB”. Demikian inti pesan singkat yang saya terima dari Pak Deni Kurniawan As’ari. Kabar itu sungguh mengejutkan. Pasalnya, kurang lebih sepekan yang lalu, Pak Achjar sempat mengabarkan kondisi kesehatannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Sawali Tuhusetya</strong></p>
<p><strong>“Innalillahi wainnaillaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Achjar Chalil, Ketua Umum Agupena Pusat, pada hari Senin, 3 Mei 2010, pada pukul 02.00 WIB”.</strong> Demikian inti pesan singkat yang saya terima dari Pak Deni Kurniawan As’ari. Kabar itu sungguh mengejutkan. Pasalnya, kurang lebih sepekan yang lalu, Pak Achjar sempat mengabarkan kondisi kesehatannya yang makin membaik melalui telepon. Kanker kelenjar tiroid yang dideritanya sejak beberapa bulan yang lalu berangsur-angsur hilang, bahkan nafsu makannya juga sudah normal. Nada suaranya pun benar-benar meyakinkan saya bahwa Pak Achjar sudah tidak dalam keadaan sakit yang mengkhawatirkan. Saya benar-benar lega. Meski masih harus melakukan therapi secara rutin, Pak Achjar sudah berada dalam tahap pemulihan kesehatan yang tak lama lagi akan segera sehat dan segar bugar. Namun, agaknya Tuhan berkehendak lain. Setelah menerima telepon berdurasi sekitar 30 menit itu, saya hanya sempat menerima satu kali pesan singkat dari Pak Achjar tentang therapi rutin yang dilakukannya, sebelum akhirnya saya mendengar kabar duka itu. </p>
<p><span style="float:left;width:350;margin:0px 5px 5px 0px;text-align:center;font:normal 11px trebuchet MS;"><img src="http://bangyar.files.wordpress.com/2009/01/di-pintu-gerbang-ins3.jpg?w=450&#038;h=337" width="350" alt="Pak Achjar Chalil" /><br /><a rel="nofollow" target="_blank" href="http://bangyar.wordpress.com/">Sesaat sebelum kembali ke Kota Tangerang (27 Desember 2008)</a></span>Almarhum dikenal sebagai sosok yang sederhana, jujur, dan rendah hati. Kecintaannya pada konsep pendidikan EMS (Engku M. Syafe’i) yang diterapkan di Perguruan Indonesische Nationale School (INS) yang kemudian berubah menjadi Institut Nasional Syafe’i di desa Palabihan, Kayutanam, Sumatera Barat, pada 31 Oktober 1926, agaknya membuat almarhum tak pernah berambisi menjadi seorang pejabat, meski kesempatan untuk itu sangat terbuka luas. Hingga meninggal, Pak Achjar masih tercatat sebagai guru di SMK 56 Jakarta. Pak Achjar pula yang membidani lahirnya Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) yang sekaligus menjadi Ketua Umum periode 2006-2011.</p>
<p>Pak Achjar juga dikenal sebagai sosok yang gigih dan pantang menyerah. Untuk membuktikan kecintaannya pada INS Kayutanam, lelaki kelahiran Aceh Timur, 16 April 1954 itu pernah menyusuri jalan darat dari Tangerang (tempat tinggalnya) ke Kayutanam dengan bersepeda motor. “Ustadz, antum sudah tua, ingat-ingatlah umur,” demikian saran Pak Rafi Arta koleganya yang sesama guru di SMK 56 Jakarta. Namun, agaknya saran itu hanya direspon dengan senyum khasnya. Bahkan, Pak Ahjar yang menguasai bahasa Jawa, Sunda, dan Betawi dan punya hobi naik motor gede itu juga pernah singgah di berbagai kota besar di Indonesia dengan bersepeda motor. </p>
<p>Selain dikenal sebagai sosok yang gigih dan pantang menyerah, Pak Achjar juga memiliki ide-ide cemerlang dan kritis tentang ranah dunia pendidikan. Konsep-konsep pendidikannya yang sangat kuat kesan religiusnya terungkap dalam buku “Pembelajaran Berbasis Fitrah” (Balai Pustaka, 2008). Menurutnya, pembelajaran berbasis fitrah merupakan pembelajaran yang mengupas masalah fitrah dalam makna suci yang mengingatkan bahwa “Kesucian Jiwa” memegang peranan penting dalam perilaku dan keberhasilan manusia dalam menjalani hidupnya. Jiwa yang kering dan jauh dari nilai-nilai agama, tegasnya, adalah jiwa yang cenderung membuat seseorang atau sekelompok orang berbuat tanpa kearifan dan cenderung mengabaikan etika, estetika, dan ‘Kemanusiaan yang adil dan beradab’. Jiwa adalah bagian dari Fitrah dalam makna; penciptaan yang dilakukan oleh Allah sebagai Sang Pencipta (al Khalik). </p>
<blockquote><p>Kini, Pak Achjar telah tiada. Keluarga besar Agupena benar-benar merasa kehilangan atas kepergian sosok bersahaja yang selalu memancarkan sikap optimis dalam menghadapi tantangan hidup itu. Almarhum adalah sosok “mahaguru” sejati sekaligus juga sahabat dalam keseharian, yang tak pernah lelah “membangun semangat berbagi”, bersilaturahmi, dan membangkitkan kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter berbasis religi di tengah dinamika peradaban global yang makin rumit dan kompleks.</p></blockquote>
<p>Selamat jalan, Pak Achjar. Semoga dilapangkan jalanmu menuju ke haribaan-Nya, diampuni segala dosa-dosamu, dan diberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Meski jasatmu telah tiada, nilai-nilai keteladanan, pemikiran, dan kebersahajaanmu merupakan warisan tak ternilai bagi Agupena. Keluarga besar Agupena Jawa Tengah turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan, amiin. ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2010/05/02/pak-achjar-chalil-tangerang-ins-kayutanam-dan-pendidikan-berbasis-fitrah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soedijarto, Sosok Seorang Pendidik</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2010/02/01/soedijarto-sosok-seorang-pendidik/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2010/02/01/soedijarto-sosok-seorang-pendidik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 12:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=1517</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok pemuda pada 30 Desember 1962 menghadap Presiden Soekarno. Juru bicara kelompok pemuda ini, dengan sangat jernih, runut, dan penuh semangat, mencoba meyakinkan Presiden Soekarno tentang perlunya pendidikan guru setara universitas. Alasan-alasan logis, termasuk visi pendidikan Indonesia ke depan, diuraikannya secara meyakinkan. Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan saat itu, Prof Toyib Hadiwijaya, yang duduk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2010/02/soedijarto.jpg"><img src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2010/02/soedijarto.jpg" alt="" title="soedijarto" width="200" height="149" class="alignleft size-full wp-image-1518" /></a>Sekelompok pemuda pada 30 Desember 1962 menghadap Presiden Soekarno. Juru bicara kelompok pemuda ini, dengan sangat jernih, runut, dan penuh semangat, mencoba meyakinkan Presiden Soekarno tentang perlunya pendidikan guru setara universitas. Alasan-alasan logis, termasuk visi pendidikan Indonesia ke depan, diuraikannya secara meyakinkan.<br />
Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan saat itu, Prof Toyib Hadiwijaya, yang duduk di samping Presiden Soekarno, membenarkan argumen yang disampaikan pemuda itu. Presiden Soekarno pun mengangguk-anggukkan kepala.</p>
<p>Hanya beberapa bulan kemudian, Presiden Soekarno mengeluarkan surat keputusan mengenai berdirinya Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Setahun kemudian, pemuda pengusul itu diangkat menjadi Kepala Biro Urusan IKIP Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan.</p>
<p>Pemuda itu adalah Soedijarto, yang ketika itu masih berusia 26 tahun.<br />
Beberapa puluh tahun kemudian, Soedijarto yang duduk sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 1999-2004 kembali secara gigih memperjuangkan perlunya anggaran yang memadai untuk memajukan pendidikan bangsa. Ia mengusulkan minimal 4 persen dari produk domestik bruto (PDB) untuk pendidikan.<br />
”Karena menurut teman-teman ahli keuangan susah menghitungnya, akhirnya teman-teman mengusulkan menjadi 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” kata Soedijarto.</p>
<p>Setelah melalui perjuangan panjang bersama anggota MPR yang sepaham, gagasan itu akhirnya disetujui dan menjadi komitmen bangsa. Suatu komitmen yang unik karena satu-satunya alokasi anggaran yang ”dikunci” dalam konstitusi negara.<br />
Akan tetapi, komitmen bangsa yang sudah empat tahun ditorehkan dalam konstitusi itu tak kunjung terwujud. Soedijarto bersama rekan-rekannya dalam Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membawa persoalan ini ke Mahkamah Konstitusi. Tahun lalu, MK menyatakan pemerintah melanggar Pasal 31 Ayat 4 UUD 1945, yang secara tegas mengamanatkan minimal 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan.</p>
<p>Menurut Soedijarto, kesepakatan pemerintah dan DPR yang tak ada niat dan usaha keras untuk memenuhi anggaran pendidikan minimal 20 persen itu menunjukkan betapa penyelenggara negara tidak memahami makna pendidikan sebagai modal utama pembangunan bangsa.</p>
<p>Dalih anggaran 20 persen sudah terpenuhi, hanya akal-akalan pejabat karena gaji guru serta anggaran pendidikan dan pelatihan (diklat) pegawai masuk di dalamnya.<br />
”Di negara mana pun tidak ada perhitungan seperti itu. Harus murni untuk pendidikan, bukan pengembangan birokrasi,” ujarnya tegas.<br />
Kemunduran pendidikan</p>
<p>Pertemuan dengan Presiden Soekarno sudah 46 tahun berlalu. Namun, pikiran-pikiran kritis masih sering dilontarkan Soedijarto dengan beragam argumen yang meyakinkan.<br />
Pada usianya yang 70 tahun, dia masih tetap jernih, runut, dan penuh semangat menyampaikan berbagai persoalan tentang pendidikan. ”Kondisi pendidikan kita semakin menyedihkan,” kata Guru Besar Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) ini.</p>
<p>Lalu diceritakanlah bagaimana upaya Presiden Soekarno, dulu, di tengah kesulitan ekonomi, setiap provinsi bisa memiliki perguruan tinggi negeri. Bukan cuma bangunan fisik, tetapi juga menyediakan dosen-dosen bermutu. Agar dosen bisa berkonsentrasi mengajar, kesejahteraannya pun diperhatikan, termasuk menyediakan perumahan dosen dengan luas minimal 250 meter persegi.</p>
<p>Perpustakaan dibangun, sedangkan untuk mahasiswa disediakan asrama di setiap perguruan tinggi. Bagi mahasiswa juga disediakan program ikatan dinas.<br />
”Para pendiri negara menyadari betul arti penting pendidikan untuk kemajuan bangsa,” kata Soedijarto.</p>
<p>Belakangan, berbagai sarana pendidikan itu terasa diabaikan. Perguruan tinggi, misalnya, diharuskan mencari dana sendiri untuk penyelenggaraan pendidikan. Akibatnya, biaya pendidikan menjadi sangat mahal dan sulit terjangkau masyarakat miskin. Perumahan dosen tak lagi disediakan. Dosen harus mencari dan membangun sendiri rumahnya. Asrama mahasiswa pun tak lagi dibangun. ”Bahkan, banyak asrama mahasiswa yang diubah menjadi pusat kegiatan komersial untuk menambah pendapatan perguruan tinggi,” kata Soedijarto yang juga menjabat Ketua Umum ISPI.</p>
<p>Lontaran keprihatinan juga disampaikan Soedijarto yang menilai perguruan tinggi terjebak menghasilkan sebanyak-banyaknya lulusan, bukan pengetahuan yang dibutuhkan bangsa untuk memecahkan beragam persoalan. Profesor tak disediakan fasilitas dan insentif yang mampu mendorong mereka untuk berkonsentrasi menemukan sesuatu.<br />
”Dalih anggaran yang terbatas, seperti sering dilontarkan pemerintah, sungguh tidak masuk akal. Zaman Soekarno, anggaran negara justru lebih kecil, tetapi bisa membangun universitas, menyejahterakan dosen, serta membangun asrama mahasiswa. Kuncinya, tidak ada niat dan kesungguhan pemerintah,” tegasnya.<br />
Guru profesional</p>
<p>Pendidikan yang terjadi sekarang ini barulah proses pemberian pelajaran untuk dihafal, dengan fasilitas dan prasarana pendidikan yang tak memadai.<br />
Soal guru, Soedijarto mendukung terciptanya guru profesional dengan minimal pendidikan S-1 plus pendidikan khusus. Itu didorong dari kesadaran atas kekeliruannya semasa menjabat Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum pada tahun 1975-1981.<br />
”Saat itu kepada guru diperkenalkan instructional system atau sekarang hampir sama dengan kurikulum berbasis kompetensi. Ternyata para guru belum siap. Saya baru sadar guru saat itu, kan, kebanyakan lulusan SPG atau setara perawat. Tetapi, saya mengharapkan mereka sudah seperti dokter. Karena itu, peningkatan pendidikan guru harus terus dilakukan,” katanya.</p>
<p>Kondisi pendidikan nasional yang tidak berhasil terwujud, seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa, membuat Soedijarto bertanya apa gerangan yang salah dengan penyelenggaraan sistem pendidikan kita?<br />
Kegelisahan dia melihat perkembangan pendidikan nasional ini membuat Soedijarto berkontemplasi tentang kondisi pendidikan nasional baik dari segi landasan filosofis, pelaksanaan dan infrastruktur, maupun pembiayaannya. Perenungannya itu dituangkan dalam serangkaian artikel yang didiskusikan pada banyak kesempatan.<br />
Sumbangan pemikiran kritis Soedijarto itu dituangkan dalam buku bertajuk Landasan dan Arah Pendidikan Nasional Kita yang diluncurkan pada Kamis (24/7) ini. Buku ini sekaligus mensyukuri ulang tahunnya yang ke-70. Pada usia pensiun sebagai guru besar dan pegawai negeri, Soedijarto mengenang betapa banyak tantangan dan tugas yang dilaluinya selama ini.</p>
<p>Sumber: Kompas</p>
<p>Biodata:<br />
Riwayat Pendidikan<br />
S1 Psikologi Pendidikan FKIP Univ. Padjajaran Bandung 1962<br />
S2 Pendidikan Politik University of California, Santa Barbara 1971<br />
S3 Pengembangan Kurikulum IKIP Bandung 1981</p>
<p>Riwayat Pekerjaan<br />
1. Kedinasan<br />
1. Ketua Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS) Depdiknas, 2003 – 2006<br />
2. Anggota MPR-RI dengan tugas sebagai anggota PAH-I Badan Pekerja MPR RI, 1999 – 2004<br />
3. Direktur Jenderal Pendidikan Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1991 – 1999<br />
4. Anggota Tim Ahli Pengembangan Pendidikan Guru Ditjen DIKTI, 1990<br />
5. Sekretaris Konsorsium Ilmu Pendidikan, 1989 – 1993<br />
6. Guru Besar Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta, 1989<br />
7. Pembantu Rektor I IKIP Jakarta, 1989<br />
8. Atase Pendidikan dan Kebudayaan pada KBRI Bonn, 1983 – 1987<br />
9. Konsultan Evaluasi Diklat pada BKKBN, 1982 – 1983<br />
10. Dosen Luar Biasa pada Fakultas Pasca Sarjana IKIP Jakarta, 1982 – 1983<br />
11. Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, 1981 – 1983<br />
12. Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Sarana Pendidikan BP3K Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1975 – 1981<br />
13. Kepala Satuan Tugas Pengembangan Pendidikan BPP Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1973 – 1974<br />
14. Sekretaris Satuan Tugas Pengembangan Pendidikan BPP Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1972 – 1973<br />
15. Peneliti dalam Bidang Kurikulum pada BPP Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan tugas memimpin Tim Sistem Analisis untuk mengidentifikasi tujuan-tujuan Pendidikan, 1971 – 1972<br />
16. Dosen Luar Biasa dalam Pengantar Sosiologi pada Fakultas Ekonomi, dan Filsafat Pancasila pada Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, 1967 – 1969. (Catatan : dari 1969 – 1971 mendapat tugas belajar dengan beasiswa the Ford Foundation, University of California, Santa Barbara, USA)<br />
17. Sekretaris Badan Koordinasi Lembaga-Lembaga Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, 1967 – 1969<br />
18. Kepala Biro Urusan IKIP Departemen Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, 1964 – 1967<br />
19. Dosen Psikologi Anak dan Psikologi Perkembangan FKIP Universitas Pajajaran, Bandung, 1962 – 1964</p>
<p>2. Pengalaman Kerja Luar Kedinasan<br />
1. Penasehat PGRI, 2003 sampai sekarang<br />
2. Ketua Pelaksana Panitia Peringatan 100 Tahun Bung Karno, 2001<br />
3. Ketua “Center for Information and National Policy Studies (CINAPS)”, 1999<br />
4. Wakil Ketua Yayasan Indonesia-Jerman, 1999<br />
5. Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI), 1998 – 2003, 2003 – 2008<br />
6. Anggota “Education Commision for Asia-Pacific and Oceania”, mewakili Indonesia, 1996<br />
7. Ketua Palang Merah Indonesia, 1994 – 1999, 1999 – 2004<br />
8. Anggota Dewan Riset Nasional (DRN), Wakil Ketua I Sub Kelompok Pendidikan, 1993 – 1998, 1998 – 2003<br />
9. Ketua Harian Dewan Pembina ISPI, 1993 – 1998<br />
10. Ketua GUPPI, 1993 – 1998<br />
11. Wakil Ketua Kawrnas Gerakan PRAMUKA, 1993 – 1998<br />
12. Ketua I Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia, 1989 – 1994<br />
13. Anggota dan Ketua “Advisory Committee on Regional Cooperation in Education in Asia and Oceania” sebagai Ketua, 1989 – 1991<br />
14. Wakil Pemimpin Umum Media Komunikasi Pendidikan Menengah Umum, 1978 – 1981<br />
15. Anggota Panitia Pengarah Pembinaan Kurikulum SLU, 1977 – 1981<br />
16. Wakil Ketua Komisi Kurikulum Pendidikan Guru Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1977 – 1980<br />
17. Membantu Lemdikskogab dalam menyusun kerangka Kurikulum SESKOABRI, 1972 – 1973<br />
18. Sekretaris Panitia Ahli Pendirian IKIP Departemen PTIP, 1963 – 1964<br />
19. Anggota Majelis Pendidikan Nasional, 1965<br />
20. Anggota Pengurus Besar PGRI Pimpinan Subyadinata, 1964 – 1967<br />
21. Ketua Pendidik Marhaenis, 1964 – 1967<br />
22. Wakil Sekjen DPP ISRI, 1967 – 1969<br />
23. Pengurus Cabang GMNI Bandung, 1960 – 1962</p>
<p>3. Pengalaman Kerja Internasional<br />
1. Mengadakan kunjungan kerja ke Kamboja bersama anggota Badan Pekerja MPR – RI, 2004<br />
2. Memimpin Delegasi BP MPR RI dalam kunjungan Studi Banding ke Korea Selatan dan Cina, 2001<br />
3. Mengadakan kunjungan Studi Banding bersama anggota BP MPR RI ke Vietnam dan Kamboja, 2002<br />
4. Memimpin Delegasi Badan Pekerja MPR RI dalam kunjungan Studi Banding ke Yunani dan Jerman, Juni 2000<br />
5. Memimpin Delegasi Badan Pekerja MPR RI dalam kunjungan Studi Banding ke Mesir, Yordania, dan Arab Saudi, Desember 2001<br />
6. Menjadi Pembicara Kunci (Keynote Speaker) pada “The 23th ASAHIL General Conference and Seminar on Role of Universities and Community Development”, University Brunei Darussalam, 12 November 1998<br />
7. Menjadi Pembicara/Penyaji Makalah “Community Participation and Empowerment : A Key to Achieving Education for All in the Perspective of Sustainable Development” dalam International Conference on Education Innovation for Sustainable Development, Bangkok, Desember 1997<br />
8. Menjadi anggota Delegasi RI dalam UNESCO General Conference, Paris, Oktober 1997<br />
9. Menjadi Wakil Ketua Delegasi RI dalam pertemuan Menteri Pendidikan E-9 dan penyaji makalah dalam Expert Meeting E-9, di Islamabad, Juli 1997<br />
10. Ketua Delegasi RI dalam Konferensi “International Conference on Adult Education V”, di Hamburg, Republik Federal Jerman, 1997<br />
11. Wakil Ketua Delegasi RI dalam konferensi “International Conference on Education”, di Jenewa, 1996<br />
12. Ketua Delegasi RI dalam “Mid-Decade Meeting of the International Consultative Forum on Education For All”, di Amman Yordania, 1996<br />
13. Mewakili Indonesia dalam “Educational Commision on Asia-Pacific Oceania”, Bangkok, 1996<br />
14. Anggota Delegasi RI dalam KTT on Social Development, Copenhagen, 1995<br />
15. Memimpin Sidang Expert dan “Senior Official Meeting” dalam E-9 Ministerial Meeting, Bali, 1995<br />
16. Anggota Delegasi RI dalam “UNESCO General Conference”, Paris, 1995<br />
17. Wakil Ketua Delegasi RI dalam “International Conference on Education”, Jenewa, 1994<br />
18. Anggota Delegasi RI dalam E-9 Ministerial Meeting dan KTT E-9, New Delhi, 1993<br />
19. Mewakili RI dalam Pertemuan Menteri E-9, Paris, 1993<br />
20. Mengadakan Kunjungan Studi Perbandingan Sistem Pendidikan di Iran (1971), Jepang (1974), India dan Sri Langka (1975), Australia (1979), Inggris (1980), Thailand, Singapore (1993), China (1994) disamping Amerika Serikat dan Republik Federal Jerman yang dilakukan selama tinggal di kedua negara tersebut, Amerika Serikat (1969 – 1971), Republik Federal Jerman (1983 – 1987)<br />
21. Mengikuti berbagai Seminar dan Lokakarya di Indonesia dalam kedudukannya sebagai peserta dan pembawa makalah dan berbagai seminar yang berlangsung di Republik Federal Jerman, baik yang dilaksanakan oleh PPI maupun oleh Lembaga-lembaga Ilmiah dan Yayasan di Jerman<br />
22. Memimpin Studi Perbandingan Manajemen Pendidikan Pejabat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ke Thailand dan Singapura, Februari – Maret 1992<br />
23. Memimpin Delegasi Indonesia dalam “World Assembly of International Council on Education for Teaching”, UNESCO, Paris, Juli 1992<br />
24. Mengikuti dan menyajikan makalah dalam Seminar “Policies and Approaches in Achieving Education for All Objectives”, Manila, INNOTECH Center, Philipines, Juli 1992<br />
25. Mengikuti Seminar on “Effective Educational Approaches to Urban Development”, INNOTECH Center, Manila, September 1988<br />
26. Mewakili KBRI Bonn dalam “International Energy Forum, Hamburg, Jerman Barat, 1987<br />
27. The Sixth Europian Collegium on Indonesia and Malay Studies, diselenggarakan oleh Department of South East Asian Studies Passau University, Passau, Jerman Barat, 1987<br />
28. Mengikuti Seminar on “Colonialsm and Neo-Colonialism”, diselenggarakan oleh The Institute for International Scientific Cooperation, Tubingan, Jerman Barat, 1985<br />
29. Mengikuti Seminar on “Formal and Non-Formal education”, diselenggarakan oleh UNESCO, Pyongyang, 1980<br />
30. Mengikuti Seminar on “Curriculum Design and Curriculum Development”, diselenggarakan oleh ACEID dan Pacific Circles di Canberra, Australia 1979<br />
31. Mengikuti Seminar on “Education Research and Educational Reform”, diselenggarakan bersama oleh UNESCO dan National Institute of Educational Research, Japan di Tokyo 1979<br />
32. Mengikuti Seminar on “Developing Instructional Materials for Primary and secondary Schools”, diselenggarakan oleh APEID di Udorn Thani, Thailand 1978<br />
33. Mengikuti “Technical Working Group Meeting on Implementation of Educational Innovation”, diselenggarakan oleh APEID, Bangkok 1976<br />
34. Mengikuti “Workshop on The Evaluation of SESAME Project”, diselenggarakan oleh RECSAM, Penang, 1977<br />
35. Mengikuti dan mengajukan makalah dalam “Seminar on Teaching-Learning Strategies and Educational Planning”, diselenggarakan oleh IIEP, Paris, 1975<br />
36. Mengikuti Seminar on “Relevant Education for Post-War Development”, diselenggarakan oleh INNOTECH Center, di Saigon, 1974<br />
37. Research Workshop on Education di Tokyo, 1974 (selama tiga bulan)<br />
38. Guest Researcher pada INNOTECH Center di Singapore, 1973 (selama tiga bulan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2010/02/01/soedijarto-sosok-seorang-pendidik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/10/14/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/10/14/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 17:26:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[Agupena Kab/Kota]]></category>
		<category><![CDATA[dunia kepenulisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=1019</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sawali Tuhusetya Minggu, 11 Oktober 2009, pengurus Agupena Jawa Tengah berkesempatan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dan silaturahmi di LPMP Semarang, Jawa Tengah. Meski tak semua pengurus bisa hadir, tetapi pertemuan itu setidaknya bisa makin mengakrabkan tali silaturahmi antarpengurus. Yang tak kalah penting, tentu saja keputusan Rakor berkaitan dengan agenda Agupena Jawa Tengah menjelang akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Oleh: <a rel="nofollow" target="_blank" title="Sawali Tuhusetya" href="http://sawali.info/">Sawali Tuhusetya</a></p>
<p><span style="float: left; font-size: 100px; line-height: 70px; padding-top: 2px; font-family: Times,serif,Georgia; color: #cc0000;">M</span>inggu, 11 Oktober 2009, pengurus Agupena Jawa Tengah berkesempatan mengadakan rapat koordinasi (Rakor) dan silaturahmi di LPMP Semarang, Jawa Tengah. Meski tak semua pengurus bisa hadir, tetapi pertemuan itu setidaknya bisa makin mengakrabkan tali silaturahmi antarpengurus. Yang tak kalah penting, tentu saja keputusan Rakor berkaitan dengan agenda Agupena Jawa Tengah menjelang akhir tahun 2009.</p>
<p><img src="http://sawali64.googlepages.com/rakor.jpg" alt="rakor" width="300" />Ada tiga agenda  yang dibahas, yakni lomba blog guru, temu bloger guru, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas). Namun, lantaran pendeknya persiapan, untuk lomba blog guru baru bisa akan digelar tahun depan. Sementara, temu bloger guru &#8211;diubah menjadi Temu Guru Jawa Tengah dengan mengusung Tema: “Membudayakan Aktivitas Menulis di Kalangan Guru melalui Blog”&#8211; dan Rakernas I Agupena akan dijadikan sebagai agenda Agupena Jawa Tengah akhir tahun 2009.</p>
<p>Berbicara tentang rencana Rakernas, tiba-tiba saja saya teringat sosok Achjar Chalil. Lelaki  berperawakan kekar yang kini bermukim di Jalan Omega I/230 Tangerang itu dikenal sebagai sosok yang gigih berjuang dalam membesarkan nama Agupena. Dengan vokalnya yang khas, berat dan wibawa, Pak Achjar –demikian saya dan teman-teman Agupena Jawa Tengah biasa menyapanya&#8211;  tak pernah kehabisan wacana dan bahan diskusi menarik tentang dunia kepenulisan. Sesekali, Pak Achjar menyelipkan kata-kata humor untuk mencairkan suasana.</p>
<p><img src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs181.snc1/6020_100162551218_544986218_2150785_1002947_n.jpg" alt="rakor" width="300" />“Bolehkah Ketua Umum Agupena Pusat memberikan instruksi kepada Agupena Provinsi?” tanya Pak Achjar  tiba-tiba dalam sebuah pertemuan menjelang <a rel="nofollow" target="_blank" title="audiensi" href="http://sawali.info/2009/07/10/hasil-audiensi-agupena-sekretaris-ditjen-pmptk-dan-seamolec/">audiensi dengan Sekjen PMPTK</a> pada bulan Juli 2009 yang lalu. Karena belum tahu instruksi apa yang hendak disampaikan, kami –wakil Agupena Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat&#8211; menjawab serempak, “boleh!”</p>
<p>“Baik! Kami menginstruksikan, untuk pelaksanaan Rakernas 2009, Agupena Jawa Tengah yang menjadi Tuan Rumah!” lanjut lelaki kelahiran Aceh ini sambil tertawa. Tentu saja, saya dan Pak <a rel="nofollow" target="_blank" title="pak deni" href="http://penadenikurniawan.co.cc/">Deni Kurniawan As&#8217;ari</a> terkejut –wakil Agupena Jawa Tengah&#8211;, tak menduga kalau Pak Achjar akan memberikan instruksi semacam itu. Kalau berbicara tegas, apa adanya, memiliki elan semangat yang begitu besar, dan pemberani. Gambaran sosoknya makin tegas sebagai sosok bernyali besar ketika saya membaca tagline pribadinya di <a rel="nofollow" target="_blank" title="profil pak achjar" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1548589096#/profile.php?id=1548589096&amp;v=info">Facebook</a>.</p>
<blockquote><p>Saya, Achjar Chalil. saya seorang petarung. Saya bertarung melawan kemiskinan, kebodohan yang melilit diri saya dan lingkungan saya. Saya bertarung melawan rasa sakit, bertarung melawan rasa takut, dan bertarung melawan Iblis, musuh saya yang nyata.</p></blockquote>
<p>Begitulah gambaran sekilas sosok kelahiran Aceh yang tak pernah surut dalam mengembangkan idealisme dalam dunia pendidikan dan kepenulisan yang juga Ketua Umum Agupena Pusat itu. Buku terakhirnya <em><a title="buku pak achjar" href="http://agupenajateng.net/2009/02/13/pembentukan-karakter-peserta-didik-melalui-pendekatan-pembelajaran-berbasis-fitrah/">Pembelajaran Berbasis Fitrah</a></em> yang diterbitkan Balai Pustaka (2008) menjadi salah satu buku rujukan yang laris dibedah di berbagai tempat. Namun, saya tak sanggup membendung arus kesedihan ketika menerima kabar lewat SMS kalau Pak Achjar belakangan ini tengah berjuang melawan penyakit yang tengah dideritanya.</p>
<p>Ketika bertemu di Jakarta bulan Juli 2009 yang silam, Pak Ahjar memang sempat menyampaikan kondisi fisiknya yang mulai menurun. Setelah itu, beberapa kali beliau mengabarkan diagnosis dokter tentang indikasi adanya tumor yang bersarang di lehernya, sebelum akhirnya mengirimkan SMS seperti berikut ini.</p>
<blockquote><p>Assww. Yth. Peng. Agupena Jtng. Ats perintah pak FA Moeloek (mantan Menkes) sy hrs berobat ke RS Dharmais (indikasi tumor ganas). Tks. Slm. Achjar. Ps. Hri ini sy ke Dharmais, mhn bntu doa (Yth dr. Satoto/Direktur RS Dharmais/: &#8230;.</p></blockquote>
<p>Saya tak sanggup berbuat apa-apa ketika menerima kabar semacam itu. Hanya bisa berdoa semoga Pak Achjar diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian yang tengah dihadapinya. Dengan kesabaran dan ketabahan, semoga Allah memberikan sentuhan tangan gaib-Nya hingga akhirnya Pak Achjar diberikan kesembuhan dan kesehatan seperti sedia kala dan bisa terus bereksistensi diri dalam membesarkan Agupena dan menggairahkan dunia kepenulisan di kalangan guru. Demikian juga, segenap pengurus Agupena Jawa Tengah dengan ketulusan hati terus berdoa semoga Allah SWT memberikan jalan kesembuhan buat Pak Achjar.</p>
<p>Saya juga mohon dengan kerendahan hati kepada semua sahabat bloger dan pembaca untuk berkenan mendoakan Pak Achjar agar bisa mengatasi semua cobaan yang tengah dihadapi hingga bisa sembuh dan sehat kembali. Terima kasih!</p>
<p>Selamat berjuang, Pak Achjar, Insyaallah semua cobaan bisa teratasi dengan baik! ***</p>
<p>Sumber: <a rel="nofollow" target="_blank" title="sawali.info" href="http://sawali.info/2009/10/15/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/">www.sawali.info</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/10/14/achjar-chalil-agupena-dan-rakernas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sisi Lain Sosok Ahmad Tohari</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/26/sisi-lain-sosok-ahmad-tohari/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/06/26/sisi-lain-sosok-ahmad-tohari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Jun 2009 04:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=544</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sawali Tuhusetya Nama Ahmad Tohari sebagai seorang sastrawan sudah lama dikenal. Kreativitas dan produktivitasnya dalam berkarya sungguh layak dikagumi. Puluhan novel, ratusan cerpen, dan berbagai tulisan genre nonfiksi sudah lahir dari tangannya. Sosok Ahmad Tohari sesungguhnya tak hanya menarik dibicarakan berdasarkan karya-karyanya, tetapi juga kesantunan dan kesederhanaan gaya hidupnya. Ia dikenal sangat alergi terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Sawali Tuhusetya</p>
<p><img src="http://www.suaramerdeka.com/harian/0404/29/sm16achmadthohari29.jpg" alt="Ahmad Tohari" />Nama Ahmad Tohari sebagai seorang sastrawan sudah lama dikenal. Kreativitas dan produktivitasnya dalam berkarya sungguh layak dikagumi. Puluhan novel, ratusan cerpen, dan berbagai tulisan genre nonfiksi sudah lahir dari tangannya. Sosok Ahmad Tohari sesungguhnya tak hanya menarik dibicarakan berdasarkan karya-karyanya, tetapi juga kesantunan dan kesederhanaan gaya hidupnya. Ia dikenal sangat alergi terhadap simbol-simbol feodalisme dan kapitalisme yang konon sudah demikian kuat membelit sendi-sendi kehidupan bangsa. Sungguh beruntung saya bersama beberapa pengurus Agupena Jawa Tengah yang lain bisa sedikit ngobrol dengan novelis trilogi <em>Ronggeng Dukuh Paruk, Jentera Bianglala, dan Lintang Kemukus Dini Hari</em> di sela-sela acara menjelang seminar nasional yang digelar di LPMP Semarang pada hari Kamis, 25 Juni 2009, itu. </p>
<p>“Saya sangat marah ketika pembangunan hanya menguntungkan segelintir orang saja. Sebagian kemarahan saya tercermin dalam novel Blantik itu,” katanya. Lebih lanjut, sastrawan yang sering disapa dengan “Ramane Srintil” itu mempertanyakan tentang keadiluhungan budaya Jawa yang gencar digembar-gemborkan itu.</p>
<p>“Adiluhung yang mana? Bisakah itu disebut adilihung kalau dibangun berdasarkan nilai-nilai feodalisme yang justru mematikan hak rakyat kecil dalam memperjuangkan eksistensi hidupnya!” ungkapnya dengan nada getir. Dalam masyarakat Jawa, katanya, dikenal strata berlapis tujuh yang menunjukkan status sosial seseorang. Hal itu terlihat dari <em>undha-usuking </em>bahasa, mulai dari sapaan “Sampeyan Dalem” sampai “Kowe”. </p>
<p>“Sekadar untuk menyampaikan pendapat saja kepada “Sampeyan Dalem”, orang Jawa yang menduduki strata “kowe” harus melewati tujuh lapis. Kapan rakyat kecil bisa memiliki kedudukan yang egaliter?” tanyanya sambil mengernyitkan dahi.</p>
<p>Ya, ya, ya, begitulah sisi lain yang tampak jelas tercermin di balik sosoknya yang bersahaja. Kang Tohari bisa demikian marah dan geram ketika menyaksikan wong cilik diperlakukan secara tidak adil. Dia tak hanya sekadar beretorika, tetapi benar-benar menyatu dan meleburkan hidupnya di tengah-tengah kehidupan wong cilik. Tak heran kalau dia tetap merasa betah dan nyaman hidup di desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, yang jauh dari ingar-bingar dan dinamika masyarakat urban. </p>
<p>Dalam menggelar perhelatan pernikahan putri bungsunya, dokter Din Alfina binti Ahmad Tohari dan Wiwid Ardhianto SE pun, sejak Jumat hingga Minggu (21/6), Kang Tohari sengaja mengambil tema “Kembali ke Kampung” yang menggambarkan “pemberontakan kultural” terhadap menguatnya akar feodalisme dan kapitalisme itu. </p>
<p>Sebagaimana dilaporkan <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/06/21/68897/Happy.Salma....Nggemblung..." title="Suara Merdeka">Suara Merdeka</a>, Kang Tohari sengaja membuat setting perhelatan pernikahan dalam nuansa kampung orang gaplek. Tamu yang hadir silih berganti mengaku gumun memasuki halaman belakang rumah yang menjadi panggung utama dalam pagelaran mantenan itu.  Pelataran belakang rumah yang sekaligus menjadi halaman musala Al Hidayah itu disulap menjadi suatu perkampungan, seperti tergambar dalam novel masterpiece Tohari itu. ”Kiye tah mantene wong gaplek (Ini dia perkawinan orang gaplek),” seru Edhi Romadhon, penggerak Komunitas Gethek.</p>
<p>Tohari lantas menunjukkan sekumpulan ketela pohon yang sudah dikupas dan disebar di atap rumah welit (atap ilalang) yang menjadi tempat pengantin jejer. Singkong yang dibiarkan terkena hujan dan panas selama berbulan-bulan itulah yang disebut gaplek. Di masa paceklik, singkong yang sudah ditumbuhi jamur itu jadi makanan pokok warga. Cermin kemiskinan itu selaras dengan gubuk bambu yang dinaunginya.</p>
<p>Seperti seniman lain saat punya gawe, suami Samsiah yang kerap disapa kiai ini rupanya juga sedang bermain simbol. Selain gaplek, tamu-tamu juga tercengang ketika mantenan ini menampilkan apa-apa yang serba ndesa.</p>
<p>”Suasana ini menjadi akar budaya saya, termasuk orang-orang yang kini sudah keluar dari kemiskinan. Sambil mantenan, sah-sah saja dong saya mengajak mereka untuk mengingat orang yang masih kelaparan, di tengah kebahagiaan kita,” kata Tohari.</p>
<p>Hmmm … Begitulah sisi lain sosok Ahmad Tohari yang tidak hanya gencar menyuarakan nasib wong cilik yang terpinggir dan dipinggirkan ke dalam teks sastra, tetapi juga menyelaraskan dan menyatukan “darah kehidupan”-nya di tengah-tengah kehidupan wong cilik yang kesrakat dan bersahaja. Meminjam istilah Bakdi Sumanto, Ahmad Tohari bisa dibilang sebagai seorang resi yang “tapa ngrame”, bertapa di tengah keramaian kehidupan rakyat kecil yang sederhana, jauh dari hiruk-pikuk kehidupan modern dan kosmopolit yang sejatinya dengan mudah bisa dia nikmati dalam kemegahan yang sarat dengan sentuhan gebyar duniawi dan godaan nilai-nilai hedonisme. ***</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
Sumber: http://sawali.info/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/06/26/sisi-lain-sosok-ahmad-tohari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswandi, Bukan Guru Biasa</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/05/21/siswandi-bukan-guru-biasa/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/05/21/siswandi-bukan-guru-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 16:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Deni Kurniawan As’ari Siswandi, seorang guru sekaligus kepala sekolah ini, merupakan salah satu Pembina Agupena Jawa Tengah. Beliau lahir di sebuah desa yang sepi, pada tanggal 4 Juni 1959, tepatnya di desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Ayahnya bernama Hadi Aswan (Mantan Guru) dan ibunya Suprihatin. Menurut ibunya, Siswandi saat lahir memiliki tubuh yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Deni Kurniawan As’ari</strong></p>
<p>Siswandi, seorang guru sekaligus kepala sekolah ini,  merupakan salah satu Pembina Agupena Jawa Tengah. Beliau lahir di sebuah desa yang sepi,  pada tanggal 4 Juni 1959, tepatnya di desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Ayahnya bernama Hadi Aswan (Mantan Guru) dan ibunya Suprihatin. Menurut ibunya, Siswandi saat lahir memiliki tubuh yang amat kecil dan kurus sehingga sering dijuluki seekor kucing kecil. Anak kedua dari delapan bersaudara (empat orang meninggal dunia) ini memiliki semangat kepenulisan yang luar biasa dan perlu ditiru oleh segenap keluarga besar Agupena.</p>
<p><strong>Berlatih Menulis</strong><br />
<img src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/05/photo_5-240x300.jpg" alt="photo_5" width="350" /><img src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/05/photo_4-223x300.jpg" alt="photo_4" width="350" /><img src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/05/photo_3-300x208.jpg" alt="photo_3" width="350" /><img src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/05/photo_2-300x252.jpg" alt="photo_2" width="350" /><img src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/05/photo_1-300x208.jpg" alt="photo_1" width="350" />Siswandi mulai belajar menulis artikel saat beliau sudah masuk semester dua di SPG (Sekolah Pendidikan Guru)  Muhammadiyah Purwokerto. Awal konsep ditulis tangan, setelah itu diketik di balai desa Kaliori atau meminjam mesin ketik milik SD Kaliori 1. Biasanya beliau mengetik pada hari Sabtu sore sampai Minggu siang. Konon, mengetik naskah selembar saja harus menghabiskan waktu hampir dua jam. Setelah naskahnya selesai,   kemudian beliau kirimkan ke Redaksi SKM  Jakarta dengan perangko biasa sebesar Rp 50,00 kala itu.</p>
<p>Menurut penuturannya, “ Entah berapa puluh naskah yang  dikirimkan ke Redaksi Suara Karya Minggu (SKM), namun tak pernah terpampang tulisannya , di setiap edisi terbaru.”   Beliau juga rajin menulis puisi, artikel remaja dan gambar vignette, tetapi berbulan-bulan tetap tak ada satu pun tulisannya  yang dimuat.</p>
<p>Dengan kenyataan tersebut, teman dekat sekolahnya, Bambang sempat berujar” Buat apa kirim tulisan terus kalau tidak dimuat. Sudah payah, pusing, uang untuk beli perangko melayang sia-sia. Untuk beli bakso jelas ada gunanya.”  Mendengar kata-kata temannya itu, Siswandi sungguh merasa sedih dan sakit. Beliau katakan, “ Seperti ditusuk ribuan jarum.”</p>
<p>Namun, bukan Siswandi namanya kalau harus patah semangat. Dia terus menulis dan menulis sampai akhir kelas 3 SPG. Namun rupanya dewi portuna masih belum mau menghampirinya, sehingga sampai kelas 3 SPG  itu tidak ada satu  pun naskah yang dimuat. Sekali lagi beliau tidak putus asa dan sempat terhibur ketika mendapat informasi melalui kontak pembaca SKM bahwa setiap minggunya ada sebelas ribu naskah yang masuk ke redaksi SKM dan berarti  banyak teman lainnya yang ditolak dan  memiliki nasib yang sama.</p>
<p>Akhirnya Siswandi banting setir, karena gagal terus di SKM, memilih untuk berlatih mengarang menggunakan bahasa Jawa. Beliau menulis dongeng untuk koran berbahasa Jawa, namanya Parikesit yang diterbitkan di Solo. Rupanya dari sini debut kepenulisan Siswandi dimulai,  ketika naskah dongengnya dimuat dalam satu halaman penuh. Betapa bahagianya Siswandi kala itu dan mendapat honor sebesar Rp 500,00 (lima ratus rupiah) yang setara dengan harga bakso lima mangkuk. Dia pun mendapat uacapan selamat dari keluarga dan teman-temannya.</p>
<p>Kesuksesan pertama ternyata menjadi pendorong Siswandi untuk terus menulis. Selanjutnya beliau menulis lagi beberapa dongeng yang dikirim ke Majalah Jawa Penyebar, hasilnya naskahnya kembali dimuat dan selanjutnya setiap naskah yang dikirim ke Parikesit pun hampir setiap minggu dimuat.</p>
<p><strong>Debut Kepenulisan</strong><br />
Bakat dan kemampuan kepenulisan Siswandi terus diasah, termasuk ketika pertama kali mendapat tugas sebagai guru SD di tempat terpencil, tepatnya SD Negeri Cikakak 4 (6 KM jalan kaki dari ibukota kecamatan). Di rumah dinas guru, Siswandi menghabiskan masa mudanya untuk mengajar siswa sekaligus mengembangkan kepenulisanya di tempat yang sepi dan sunyi.  Mengingat di sekolahnya belum ada mesin ketik, maka Siswandi membuat konsep tulisan tangan untuk kemudian diketik di rumah. Beliau merencanakan kalau sudah mendapat gaji pertama  akan membeli mesin ketik.</p>
<p>Bulan pertama, Siswandi berhasil menyelesaikan cerita bersambung bahasa Jawa dengan judul Ati Kang Keri (Hati yang Tertinggal). Cerita itu dimuat secara bersambung di koran Mingguan Jawa Parikesit. Koran itu oplahnya besar karena hampir semua SD di Jawa Tengah dijatah untuk berlangganan.</p>
<p>Naskah Siswandi akhirnya sering muncul dan membuat honornya semakin banyak. Sebelum rapel gaji beliau terima, sudah berhasil membeli mesin ketik merk fish yang harganya Rp 27.000,00 pada awal tahun 1980. Honor penulisannya datang silih berganti dari berbagai penerbitan. Konon beliau tidak pusing lagi masalah keuangan karena belum gajian pun duitnya masih banyak.</p>
<p>Tempat mengajarnya yang sunyi dan terpencil itu seolah membawa hoki tersendiri, karena dari  sana lahir berbagai karya Siswandi. Inspirasinya terus mengalir dan mengalir bagaikan air sungai. Aktifitasya mengajar dan mengetik naskah. Sampai tiba saatnya, SKM yang dulu selalu menolak tulisan beliau, akhirnya luluh tak berdaya dan mau menerbitkan karyanya.</p>
<p>Sejak itulah Siswandi mulai dikenal dan menjadi pembicaraan orang banyak terutama di wilayah Wangon. Hampir setiap minggu rekan sejawatnya membaca tulisan beliau. Sebagian honor tulisannya digunakan untuk mentraktir makan bakso teman-temannya  dan jalan-jalan ke Purwokerto.</p>
<p><strong>Siswandi, dari Lomba ke Lomba</strong><br />
Setelah sukses menulis di media, Siswandi yang telah lama menjadi guru mencoba peruntungannya untuk   mengikuti lomba. Beliau mulai mengikuti lomba atas desakan  Kepala Dinas Pendidikan Wangon saat itu tahun 1992. Waktu itu ada pengumuman lomba mengarang cerita anak berbahasa Jawa yang diadakan oleh Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Akhirnya dewi fortuna itu mau mendekatinya, dengan judul naskah Langite Hiru Resik (Langit Biru Bersih) berhasil menjadi pemenang pertama setelah menunggu pengumuman selama 3 bulan. Hadiahnya berupa Tabanas sebesar  gaji selama satu bulan ditambah trophy.</p>
<p>Tahun berikutnya, Siswandi megikuti lomba yang sama dan berhasil menjadi juara dua. Menurut  beliau, “ Saya senang membaca majalah Jawa sejak SMP”.  Sehingga menjadi modal tersendiri dalam memenangkan perlombaan.</p>
<p>Tahun 1993 Siswandi kembali mengikuti lomba dan kali ini lomba mengarang guru tingkat nasional. Awalnya dia tidak mau iku karena merasa kurang percaya diri ketika dari Bayumas belum ada satu pun guru yang berhasil menjadi pemenang.</p>
<p>Bukan Siswandi namanya kalau tidak mencoba, Akhirnya, Siswandi menulis karangan yang berjudul Pelangi di Atas Taman Hati. Dan sungguh menggembirakan, karyanya masuk final 6 besar dan harus ikut bertanding di final yang diadakan di Jakarta dan akan dibuka langsung oleh Mendikbud kala itu, Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro.</p>
<p>Rupanya Siswandi memang bukan guru biasa, dia kembali menunjukkan kemampuannya dengan menggondol juara ketiga Lomba Mengarang Guru Tingkat Nasional dengan membawa pulang throphy dan Tabanas senilai Rp 600,000 padahal gajinya waktu itu hanya Rp 275.000 ditambah uang transport dan jalan-jalan  ke tempat rekreasi secara gratis.</p>
<p>Kerinduan untuk meraih juara selalu membuat Siswandi makin bersemangat mengikuti lomba mengarang. Pada bulan Maret  1994, beliau mendapat brosur tentang Sayembara Penulian Naskah Buku bacaan dari kantor Depdikbud Kecamatan Wangon. Semangat menulis Siswandi memang tiada duanya, saat itu beliau langsung menulis naskah buku dan membutuhkan waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Naskah kali ini diberi judul Lambaian Seribu Bunga dan lagi-lagi Siswandi beruntung karena berhasil menjadi juara ketiga dengan hadiah  sebesar Rp 750.000.</p>
<p><strong>Setahun meraih Tiga Gelar Juara</strong><br />
Tak puas dengan prestasi yang telah dicapai, Siswandi terus mengikuti lomba. Tahun 1995 beliau mengikuti lagi sayembara penulisan naskah buku bacaan dengan pilihan buku bacaan fiksi SD. Dengan menulis cerita mengambil setting perkampungan nelayan dengan tokoh utamanya Gunawan dan diberi kudul Senandung Ombak. Untuk karya kali ini berhasil mendapat juara harapan kedua dengan hadiah Rp 1.000.000,00</p>
<p>Boleh jadi, tahun 1995 itu menjadi tahun keberuntungan bagi Siswandi karena berhasil menggaet juara sampai tiga kali berturut-turut. Selain juara harapan nasional, juga masuk nominasi Provinsi Jawa Tengah dan mendapat hadiah Rp 1.250.000.00 ditambah juara kedua mengarang cerita anak berbahasa jawa tingkat provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Keberuntungan Siswandi berikutnya, buku Seandung ombak tak lama kemudian terbit dan Siswandi mendapat royalty Rp 5.400.000,00  Menurut penuturannya, “ Dengan satu buku itu saya bisa membangun dapur keramik, kamar mandi dan ruangan tingkat 2 ukuran 3 X 6 meter”.</p>
<p>Masih banyak prestasi kepenulisan beliau yang lain yang berhasil diraih.  Saking banyaknya, maka penulis akhiri sampai di sini.</p>
<p>Ibroh yang dapat dipetik adalah menulis merupakan keterampilan yang perlu diasah dan dikembangkan terus menerus. Sosok Siswandi ini barangkali bisa menjadi spirit bagi kita untuk terus belajar menulis.</p>
<p>Selamat untuk Pak Siswandi atas capaian prestasinya. Dan terima kasih atas kesediaanya untuk berbagi dan menjadi pembina Agupena Jawa Tengah.  ***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/05/21/siswandi-bukan-guru-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian III)</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-iii/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 14:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Mbak I-Je yang cantik, katanya kan nyari ide buat ditulis tuh susah, tapi aku tuh sebenarnya gampang dapat ide. Masalahnya, aku susah banget ngembangin ide tersebut menjadi tulisan yang menarik. Gimana ya? Minta saran Mbak dong! (Sri Astuti, Bogor) Astuti yang banyak ide. Wah, luar biasa jika kamu adalah seorang yang banyak ide, karena itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mbak I-Je yang cantik, katanya kan nyari ide buat ditulis tuh susah, tapi aku tuh sebenarnya gampang dapat ide. Masalahnya, aku susah banget ngembangin ide tersebut menjadi tulisan yang menarik. Gimana ya? Minta saran Mbak dong! (Sri Astuti, Bogor)</strong> </p>
<p><img src="http://sawal64.googlepages.com/savitri.png" alt="savitri" />Astuti yang banyak ide.<br />
Wah, luar biasa jika kamu adalah seorang yang banyak ide, karena itu menandakan kamu seorang yang kreatif. Tetapi, berhenti pada ide saja tanpa berusaha mengembangkannya menjadi ide yang menarik, akan mubazir jadinya..<br />
Nah, jika permasalahannya adalah bagaimana mengembangkannya, mari kita bahas bersama-sama ya.<br />
Astuti, sesungguhnya modal awal dari seorang penulis adalah menuliskan apa yang Ia ketahui. Dengan MENGETAHUI apa yang akan ia tulis, tentu ia tidak akan kesulitan untuk mengembangkan ide. Sehingga sebelum kita membahas bagaimana cara mengatasi kemacetan dalam mengembangkan ide, pastikan dulu bahwa kamu telah MEMILIKI PENGETAHUAN yang cukup terhadap apa yang akan kamu tulis. Bagaimana caranya? Membaca, wawancara, riset untuk MENGETAHUI segala sesuatu yang akan kamu tulis.</p>
<p>Baiklah, mari kita bahas bagaimana mengatasi ide yang macet atau mengembangkan ide. Secara teori ketika menulis kita bisa dibantu mengembangkan cerita dengan cara menulis kerangkanya terlebih dahulu. Kerangka cerita ini secara normatif terdiri dari pembuka, konflik, puncak ketegangan, penyelesaian dan penutup. Meskipun alurnya bisa saja alur maju atau alur kilas balik, tetapi secara normatif demikianlah kerangka cerita. Kerangka cerita menjelaskan seperti apa cerita itu akan kamu tuliskan. Ada juga penulis yang tanpa menuliskan kerangkanya terlebih dahulu, ia telah mengetahui seperti apa cerita yang akan ia tuliskan, sehingga ia memulai tulisannya dengan MENULIS, MENULIS, MENULIS. Seperti dalam film Finding Forrester, sang tokoh yang novelis tidak pernah menulis kerangka cerita, melainkan langsung menuliskannya begitu saja. William Forester sang tokoh dalam Finding Forester memberi tips yang hebat dalam masalah ini ”Menulislah –pada saat awal- dengan hati. Setelah itu perbaiki tulisan dengan pikiran. Kunci pertama menulisi bukan berpikir melainkan mengungkapkan apa saja yang dirasakan”<br />
Tetapi bagi penulis pemula menulis kerangka cerita akan memudahkan kita untuk mengembangkan cerita, meskipun, kita tidak boleh terlalu kaku dalam mentaati kerangka tersebut. Bisa saja, ketika kamu sudah mulai menuliskan ceritanya, kamu sekaligus mengubah atau mengembangkan kerangkanya.</p>
<p>Nah, setelah kerangka cerita kamu tulis. Kamu bisa mulai mengisinya dengan memulainya satu persatu, misalnya pikirkan tokoh-tokohnya terlebih dahulu, karakter tokoh-tokohnya seperti apa, manakah tokoh yang akan kamu tempatkan sebagai tokoh protagonis, dan mana yang akan menjadi tokoh antagonis. Tuliskan nama tokoh-tokoh tersebut berikut karakternya dan peran yang akan diperankannya dalam cerita, tempelkan di sekitar tempatmu menulis.<br />
Misalnya tokoh utama: Rosana, seorang wanita setengah baya yang menduduki posisi puncak di sebuah perusahaan, ia berambut ikal, wajahnya tirus, matanya lebar, setiap kali berpikir keras ia selalu menggerakkan bola matanya kearah sudut kanan kelopak matanya<br />
Lalu setelah itu, kamu pikirkan latar dari cerita, jika kamu belum menguasai latar ceritanya, misalnya kamu memilih latar cerita di luar negeri yang kamu belum pernah tinggal di sana, kamu bisa mengumpulkan referensi dan mulai membacanya dengan detil.  </p>
<p>Nah, setelah kamu mengimajinasikan tokoh-tokohnya dan juga mengumpulkan bahan tentang setting atau latar dari ceritamu, kamu bisa memulai untuk menuliskannya. Gunakan imajinasimu sebaik-baiknya, gunakan diksi atau pilihan kata yang tepat agar tulisanmu mampu menyebabkan pembaca benar-benar melihat merahnya darah yang tertumpah, mencium masin air laut, dan merasakan kerasnya guncangan kendaraan yang dikendarai sang tokoh!</p>
<p>Demikian Astuti,<br />
Hal yang sebenarnya paling mudah untuk mencegah macetnya ide adalah segala sesuatu yang kamu tulis adalah berasal dari dirimu sendiri. Menulis yang paling mudah adalah, menulis pengalamanmu sendiri, kenanganmu sendiri, mimpimu sendiri, dan imajinasi-imajinasimu sendiri. Tokoh-tokoh yang kamu tulis bisa jadi kamu pinjam dari tokoh-tokoh nyata yang dekat dengan dirimu sendiri. Boleh jadi, mengapa Laskar Pelangi begitu indah dituliskan oleh Andrea, disebabkan Ikal adalah Andrea, dan segala sesuatu yang dituliskannya adalah pengalaman hidupnya. Seperti kata Marcel Proust ”Semua bahan untuk karya sastra tidak lain adalah kehidupan masa lalu saya”<br />
Jadi seperti itu ya.. semoga tips sederhana ini bisa membantumu mengembangkan ide.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian II)</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-ii/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 14:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Jawaban BM Oktober 08 Mbak I-Je, mana yang lebih dibutuhkan penulis untuk membuat cerita yang menarik: tema yang kuat atau gaya bahasa yang khas? Mengapa? (Sari-Jakarta) Sari yang baik, Tentang tema yang kuat dan bahasa yang khas, kedua-duanya adalah hal yang penting bagi sebuah tulisan. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita lihat dulu apa itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jawaban BM Oktober 08</strong></p>
<p><strong>Mbak I-Je, mana yang lebih dibutuhkan penulis untuk membuat cerita yang menarik: tema yang kuat atau gaya bahasa yang khas? Mengapa? (Sari-Jakarta)</strong></p>
<p><img src="http://sawal64.googlepages.com/savitri.png" alt="savitri" />Sari yang baik,<br />
Tentang tema yang kuat dan bahasa yang khas, kedua-duanya adalah hal yang penting bagi sebuah tulisan. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita lihat dulu apa itu tema ya, tema menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pokok pikiran; dasar cerita (yang dipercakapkan dipakai sebagai dasar mengarang dan menggubah sajak), sedangkan gaya bahasa mengandung arti  1) pemanfaatan atas kekayaah bahasa oleh seseorang dalam bertutur dan menulis, 2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, 3)keseluruhan cirri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra, 4)cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulis atau lisan.<br />
Nah, jika merujuk pada definisi itu, maka tema dan gaya bahasa sangat diperlukan dalam sebuah tulisan. Tentu jika ditanyakan mana yang lebih dibutuhkan, kedua-duanya dibutuhkan. Tetapi, jika pertanyaannya bisakah seorang penulis memilih mana yang akan ditonjolkan dan menjadi kekuatan sebuah tulisan, maka tentunya, bisa dipilih satu diantara keduanya. Begitu, ya.</p>
<p>Agar lebih mudah, saya akan mengulas sebuah contoh cerita ya. Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, ada dua pengarang yang bisa dibandingkan dalam masalah penonjolan tema atau gaya bahasa, diantaranya adalah Idrus dan Nur Sutan Iskandar. Jika Idrus menekankan pada tema yang kuat, sedangkan Nur Sutan Iskandar, lebih terkenal karena penonjolan lokalitas budaya dan gaya bahasanya yang indah.<br />
Yuk, kita bahas satu persatu ya. </p>
<p>Menurut H.B.Jassin gaya penulisan Idrus disebutnya sebagai kesederhanaan baru (nieuw zakelijheid)- Ajip Rosidi menyebut gaya penulisan Idrus sebagai gaya-menyoal-baru (nieuw zakelijheid stijl) yang serba-sederhana. Nah, salah satu cerpen Idrus yang paling baik adalah roman pendeknya yang berjudul Aki (Balai Pustaka,1949), itu kata Teeuw (1980: 221). T,ema yang diambil Idrus pada roman pendeknya yang berjudul Aki itu adalah tentang kematian, tetapi Idrus mengemasnya dalam gaya  satire atau lelucon, ia seperti menertawakan kematian. Ceritanya, sang tokoh yang bernama Aki mengidap penyakit TBC yang akut, sehingga menampakkan ia menjadi seorang laki-laki yang jauh lebih tua dari usianya. Usia Aki yang baru 29 tahun nampak seperti 42 tahun. Bentuk tubuh Aki yang bongkok bisa menjadi bahan tertawaan yang mengasyikkan, tetapi hal itu tidak dilakukan teman-teman kantornya, mereka bahkan sangat menghormati Aki. Pada suatu masa, penyakit TBC Aki mencapai titik kritis, puncaknya adalah ketidakbernapasan Aki untuk beberapa saat, Sulasmi istrinya terkejut, ia panik. Dan, ketika suaminya siuman, dengan tersenyum Aki mengatakan pada istrinya bahwa ia akan mati pada tanggal 16 Agustus tahun depan. Dengan sungguh-sungguh ia mengatakan pada Sulasmi, agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi hari kematiannya itu. </p>
<p>Rekan-rekan Aki di kantor menganggapnya sudah gila, demikian pula kepala kantornya. Sang kepala kantor, sedianya telah menyiapkan kenaikan pangkat dan gaji bagi Aki, pegawai kesayangannya itu. Ia kemudian menyelidiki tingkah-laku Aki, ternyata tak satupun menunjukkan tanda-tanda bahwa ia gila.<br />
Ketika hari kematian Aki tiba, Semua orang bersiap-siap. Anak-anak Aki meminta izin untuk tidak masuk sekolah, Pegawai kantor menghiasi mobil kantor dengan bunga-bungaan. Kepala Kantor berlatih melafadzkan pidato yang kelak akan dibacakan di kubur Aki. Sedangkan Aki sendiri telah mengenakan pakaian terbaiknya untuk menyambut malakul maut, pukul tiga sore nanti.</p>
<p>Pukul tiga lewat, Sulasmi memberanikan diri menengok kamar suaminya, nah, apa yang terjadi? Dilihatnya mata suaminya tertutup rapat. Ia kemudian memanggil-manggil nama suaminya dengan menangis, dan tidak mendapatkan jawaban lalu ia pun lari keluar kamar. Tahulah semua orang bahwa Aki telah meninggal. Saling berebut orang-orang masuk ke kamar Aki, apa yang mereka lihat? Mereka melihat Aki sedang merokok, dengan tenang.<br />
Sejak saat itu, Aki terlihat semakin sehat dan tampak lebih muda. Justru, kepala kantornyalah yang meninggal pada saat itu, dan kemudian Aki menggantikan kepala kantornya itu.<br />
Cerita dengan tema yang sangat menarik bukan? Nah, tentang gaya bahasa yang bagus, kita akan membicarakannya bulan depan, ya. Saran mbak I-je untuk Sari, banyak-banyaklah membaca karya sastra, sehingga jika Sari akan menulis kelak, Sari akan mudah menemukan tema yang unik dan menyusun gaya bahasa khas-mu sendiri.<br />
<strong>Salam</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian I)</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-i/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 14:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Setiawati Intan Savitri/Izzatul Jannah adalah GM Penerbitan PT Balai Pustaka (Persero). Mbak I-Je, sebenarnya apa sih bedanya fiksi dan nonfiksi? Apakah sebuah tulisan yang 95% merupakan kisah nyata dan 5%-nya imajinasi sudah bisa disebut fiksi? (Arifin-Semarang) Arifin yang baik, Okey, akan mbak jelaskan apa sih definisi fiksi sebenarnya, dalam Webster’s New Collegiste Dictionary (1959:308), fiksi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Setiawati Intan Savitri/Izzatul Jannah adalah GM Penerbitan PT Balai Pustaka (Persero). </strong> </p>
<p><img src="http://sawal64.googlepages.com/savitri.png" alt="savitri" /><strong>Mbak I-Je, sebenarnya apa sih bedanya fiksi dan nonfiksi? Apakah sebuah tulisan yang 95% merupakan kisah nyata dan 5%-nya imajinasi sudah bisa disebut fiksi? (Arifin-Semarang)<br />
</strong><br />
Arifin yang baik,<br />
Okey, akan mbak jelaskan apa sih definisi fiksi sebenarnya, dalam Webster’s New Collegiste Dictionary (1959:308), fiksi atau fiction diturunkan dari bahasa latin fictio atau fictum yang berarti: Membentuk, membuat, mengadakan , menciptakan. Sehingga dalam bahasa Indonesia bisa di analogikan sebagai : sesuatu yang dibentuk, dibuat, diciptakan dan diimajinasikan. Demikian arti fiksi secara etimologis. Sedangkan sumber-sumber lain yang menjelaskan arti fiksi adalah “The American College Dictionary” yang menyebutkan bahwa fiksi adalah :<br />
1.	Cabang dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk prosa.<br />
2.	Karya-karya jenis isi adalah: novel atau dongeng-dongeng<br />
3.	Sesuatu yang diada-adakan atau dibuat-buat, atau diimajinasikan, suatu cerita yang disusun (1960:448)<br />
Lalu “Cleanth Brook (et.al) menyatakan bahwa : sebuah penyajian cara seorang pengarang memandang hidup ini. Pengarang memiliki ide-ide tertentu  mengenai kehidupan. Mirip seperti yang disampaikan Virginia Wolf tentang Novel atau Roman yakni : Eksplorasi satu kronik penghidupan, merenungkan, melukiskan dalam bentuk yang tertentu, pengaruh, ikatan, kehancuran dan  tercapainya gerak-gerik hasrat manusia.</p>
<p>Nah, dari definisi ilmiahnya itu, kita bisa mengetahui bahwa fiksi diangkat dari sesuatu yang diimajinasikan, atau sesungguhnya tidak nyata, namun inspirasinya bisa saja berasal dari kehidupan manusia yang sebenarnya.<br />
<strong><br />
Nah Apa Beda Fiksi dan Non Fiksi?</strong></p>
<p>Arifin, fiksi sesungguhnya terinspirasi dari realitas, ia akan berkata seandainya semua ini fakta maka beginilah yang akan terjadi ( segala sesuatu mungkin saja terjadi, meski mungkin saat ini belum). Sehingga tugas penulis fiksilah untuk membuat seolah-olah para tokoh imajinatif dalam karyanya itu hidup. Misalnya, Siti Nurbaya dan Samsul Bahri dalam roman Siti Nurbaya (terbitan Balai Pustaka), tokoh Siti Nurbaya boleh jadi terinspirasi kondisi para wanita pada zaman itu terkukung oleh realitas patriarkhi (realitas sosial yang tidak berpihak pada kaum perempuan) bahkan ia tidak memiliki hak untuk memilih sendiri suami bagi dirinya, sehingga ketika ditulis oleh pengarangnya, maka jadilah roman itu  mencerminkan realitas pada zamannya. </p>
<p>Atau, buat kamu yang suka Harry Potter, Superman, Flash Gordon dan tokoh-tokoh fiktif lainnya, mencerminkan bahwa manusia memang cenderung menyukai sesuatu yang dapat menutupi kelemahannya, sesuatu yang bisa diidolakan, jauh lebih sempurna dari dirinya sehingga mengidentifikasi dirinya dengan tokoh-tokoh superhero yang cenderung digambarkan tanpa kelemahan. Hmm, hebat ya si Fiksi ini, bahkan bisa melayani kebutuhan manusia untuk menjadi lebih hebat dan lebih gagah setelah menikmati karya fiksi. He he.</p>
<p><strong>Lalu, apakah itu Non Fiksi? </strong></p>
<p>Karya Non Fiksi adalah aktualitas (benar-benar terjadi, atau sedang terjadi). Ia akan berkata karena semua ini fakta, maka beginilah yang harus terjadi. Apa saja contoh karya non fiksi? Artikel, Opini, Berita, Features, Artikel ilmiah, hasil penelitian semuanya adalah karya non fiksi. Tidak ada unsur imajinasi atau mengada-adakan dalam tulisan tersebut. Misalnya berita, umumnya wartawan menggunakan teknik 5 W 1 H untuk menulis berita. What, adalah ‘apa’ dari berita tersebut, misalnya apa adalah kasus suap, who adalah siapa, siapa yang menyuap dan siapa yang disuap, lalu where  dimana terjadi kasus suap tersebut, when kapan kasus suap itu terjadi, why, mengapa kasus suap itu bisa terjadi, How, bagaimana kasus suap itu terjadi. Nah, jika jawaban-jawaban terhadap pertanyaan itu kemudian ditulis menjadi suatu berita, tidak satupun informasi yang boleh diada-adakan, semuanya harus benar-benar tepat, akurat dan aktual, artinya biasanya berita itu retrospektif, alias sudah terjadi, sehingga semua yang ditulis di dalam berita harus benar-benar pernah terjadi.</p>
<p>Nah, rumus aktual, benar-benar terjadi,tidak ada unsur imajinasi serta diceritakan seakurat mungkin ini adalah ciri khas tulisan non fiksi. Pada saat menulis hasil penelitian misalnya, tidak ada satu pun data yang boleh dipalsukan, karena itu akan mengurangi validitas dari karya penelitian tersebut. Hmm, yang ini harusnya diceritakan pada episode lain ya…</p>
<p>O, ya, tentang pertanyaanmu yang prosentase itu, seperti yang mbak ungkapkan, bahwa syarat-syarat tulisan non fiksi adalah sama sekali tidak boleh ada unsur imajinasi, dan sesuatu yang dibuat-buat dan diada-adakan,  maka seberapa prosen pun unsur imajinasi masuk dalam sebuah tulisan, maka ia tidak lagi memenuhi syarat menjadi tulisan non fiksi, artinya ia akan secara otomatis masuk ke dalam klasifikasi tulisan fiksi, begitu.</p>
<p>Oke, begitulah Arifin, selamat menulis fiksi atau non fiksi ya! Mbak tunggu karya-karyamu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmah Nurbaity S.Pd: Dapat Hadiah Dua Minggu ke Jepang</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/22/nikmah-nurbaity-spd-dapat-hadiah-dua-minggu-ke-jepang/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/22/nikmah-nurbaity-spd-dapat-hadiah-dua-minggu-ke-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 15:47:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[NAMA Nikmah Nurbaity SPd (40) sudah tidak asing bagi kalangan pendidik di wilayah Purworejo karena segudang prestasinya. Belakangan ini dia mendapat hadiah dari Departemen Pendidikan Nasional berupa kunjungan studi pendidikan dan budaya selama dua minggu di Jepang. ’’Kesempatan tersebut merupakan hadiah bagi saya sebagai guru berprestasi tingkat nasional tahun 2005 yang lalu,’’ kata Nikmah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://lh6.ggpht.com/_epolj7U39RY/Se87Vc_NygI/AAAAAAAAALU/mo9kP3-UnRE/Nikmah%203.jpg" alt="nikmah1" width="350" /><img class="alignleft" src="http://lh6.ggpht.com/_epolj7U39RY/Se87Vn78F3I/AAAAAAAAALc/xJhXuKRZY8k/Nikmah%204.jpg" alt="nikmah1" width="350" />NAMA Nikmah Nurbaity SPd (40) sudah tidak asing bagi kalangan pendidik di wilayah Purworejo karena segudang prestasinya. Belakangan ini dia mendapat hadiah dari Departemen Pendidikan Nasional berupa kunjungan studi pendidikan dan budaya selama dua minggu di Jepang.</p>
<p>’’Kesempatan tersebut merupakan hadiah bagi saya sebagai guru berprestasi tingkat nasional tahun 2005 yang lalu,’’ kata Nikmah yang kini kepala SMA Negeri 11 Purworejo itu, kemarin.</p>
<p>Lebih jauh Nikmah menyampaikan bahwa dia berangkat ke Jepang bersama 14 guru prestasi nasional dari seluruh Indonesia, hampir seluruhnya guru IPS. Tujuan Pemerintah Jepang lewat Japan Foundation mengundang guru-guru tersebut adalah sebagai bentuk penghargaan kepada guru prestasi Indonesia. Dan diharapkan guru-guru IPS yang ke Jepang bisa memberikan gambaran yang jelas tentang Jepang kepada generasi muda di Tanah Air.<br />
Dalam kunjungan itu Nikmah selain sebagai peserta memang mempunyai tugas lain. Yakni membantu menerjemahkan semua informasi dari tuan rumah.</p>
<p>Karena pembimbing dari Japan Foundation menyampaikan materi dan penjelasan dalam bahasa Inggris. Dosen pemateri dari beberapa universitas juga menyampaikan materi dalam bahasa Jepang, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris, baru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Dikatakan, kunjungan pendidikan dan budaya itu ke lima kota di Jepang. Yakni Tokyo, Kyoto, Hiroshima, Osaka dan kota Nara. Ketika ditanya hal apa yang paling menarik di Jepang, Nikmah menyatakan tertarik pada budaya kerja dan nilai-nilai tata kehidupan sehari hari.(Suara Merdeka -Eko Priyono-64)</p>
<p>Dipublikasikan oleh: DENI Kurniawan As&#8217;ari</p>
<p><strong>Nikmah Nurbaity Ajak Muridnya Dialog Imajiner </strong></p>
<p>GURU bahasa Inggris SMA Negeri 7 Purworejo, Nikmah Nurbaity SPd, memperkenalkan metode baru dalam pengajaran. Berkat kreativitas guru yang pernah mewakili Indoneswia dalam konferensi guru internasional di Finlandia September 2002 itu meraih juara pertama lomba keberhasilan guru SMA dalam pembelajaran (LKG). Atas prestasinya itu dia mendapat hadiah dari Mendiknas Bambang Sudibyo berupa uang tunai Rp 12,5 juta, belum lama ini. Selain itu model pembelajarannya dibuat VCD pembelajaran yang akan diedarkan secara nasional.<br />
Saat ditemui kemarin dia menuturkan, metode baru yang dia perkenalkan itu berupa percakapan bermain peran. Yakni murid diajak menciptakan situasi, ruang dan kondisi dalam pembelajaran untuk melaksanakan percakapan fantasi atau imajiner. Tentu saja hal itu menuntut kreativitas daya imajinasi para siswa untuk membuat percakapan imajiner.</p>
<p>Alasan menciptakan metode seperti itu, kata Nikmah, untuk mempercepat kompetensi lisan dan tulis bahasa Inggris. Sebab, menurut pengamatan dia, selama ini murid kalau diminta berkomunikasi dengan bahasa Inggris sulit apa yang akan dibicarakan. Maka, menurut dia, perlu diberi rangsangan kondisi yang diciptakan dengan sengaja untuk membuat anak didik dalam suatu situasi lain yang dibayangkan.</p>
<p>Saat melakukan presentasi di hadapan dewan juri di Jakarta belum lama ini, Nikmah melontarkan delapan contoh model pembelajaran yang tergolong baru itu. Antara lain, seakan murid sedang mengikuti konferensi pers. Untuk keperluan itu ada murid yang dijadikan model sebagai siswa teladan, penyanyi dangdut Inul Daratista atau Presiden Amerika Serikat. Kemudian siswa yang lain berperan sebagai wartawan. Murid yang berperan sebagai wartawan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada beberapa tokoh imajiner tersebut. Dengan cara demikian, kata Nikmah, pelajaran percakapan dapat berlangusng dengan lancar selama dua jam dalam situasi yang mereka ciptakan sendiri.<br />
Contoh lain, percakapan imajiner berdasarkan karya sastra, seperti bermain drama. Ada siswa yang berperan sebagai Cinderela, pangeran, ibu tiri, maupun saudara tiri Cinderela. Maka percakapannya akan berkisar kehidupan Cinderela dan kisah Cinderela.</p>
<p>Nikmah juga memberikan contoh generation gap. Dalam percakapan itu sebagian siswa berperan sebagai guru atau orang tua dan sebagian siswa lain berperan sebagai anak remaja. Dalam contoh itu muncul perbedaan pendapat antara generasi muda dan tua dalam cara berfikir.</p>
<p>&#8221;Siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris tetapi juga belajar arti kehidupan dan perbedaan pendapat antargenerasi yang diharapkan bisa menambah wawasan siswa dalam bertindak di kehidupan secara nyata,&#8221; kata Nikmah, Kamis (2/2) kemarin.</p>
<p>Dia juga memberikan contoh percakapan imajiner menggunakan internet. Dalam model ini digunakan komunikasi melalui internet berupa chatting. Siswa dalam chatting internet tidak mengaku sebagai dirinya sendiri, bisa memosisikan diri sebagai bintang film, seorang sekretaris, atau olahragawan. &#8221;Mereka bisa mengembangkan percakapan imajiner seperti yang mereka kehendaki,&#8221; ujar guru yang lahir di Purworejo 15 Januari 1968 itu.</p>
<p>Cara pengajaran seperti itu, menurut Nikmah, bisa terlaksana dengan baik di tempat kerjanya. Sebab SMA 7 sudah memiliki laboratorium komputer dengan 12 unit komputer. Seluruhnya bisa dipergunakan untuk membuka internet.<br />
Adapun tujuan pembelajaran secara imajiner itu, menurut Nikmah, adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa agar menggunakan bahwa Inggris secara langsung dalam situasi yang seolah-olah nyata yang diciptakan dengan sengaja sesuai dengan minat dan kesukaan siswa. Hal itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi kurangnya eksposure (situasi langsung dalam masyarakat) yang menggunakan bahasa Inggris. Sebab selama ini pembelajaran bahasa Inggris kendalanya ruang belajar hanya terbatas dalam kelas.</p>
<p>Begitu murid keluar kelas tidak ada lingkungan situasi yang mendukung siswa untuk menggunakan bahasa Inggris yang sudah mereka kuasai di dalam kelas. Menurut Nikmah, beda dengan di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa kedua dalam berkomunikasi sehari-hari. Sedang di negara kita bahasa Inggris hanya di dalam kelas, kecuali di beberapa pondok pesantren besar yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Setahu dia selama ini belum ada metode pembelajaran seperti yang dia perkenalkan itu. Diakui metode seperti itu sudah ada tetapi dihafalkan seperti bermain drama. Murid diminta menghafal naskah dan belum menggali kreativitas berfikir.</p>
<p>Ide Nikmah itu ternyata secara nasional dianggap sebagai juara satu tingkat nasional dan diakui Departemen Pendidikan. Manfaat metode itu, lanjut guru yang pernah menjadi finalis cyber class room di konferensi guru internasional ke-4 di Jerman ini, untuk menggali kreativitas siswa dalam berbahasa Inggris. Juga untuk mengembangkan secara maksimal kemampuan otak kanan untuk berimajinasi, berekspresi dengan rasa seni dan mengembangkan empati untuk memahami cara orang lain merasakan dan berfikir.(Eko Priyono-42)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/22/nikmah-nurbaity-spd-dapat-hadiah-dua-minggu-ke-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ucapan Selamat dan Sukses</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/18/ucapan-selamat-dan-sukses/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/18/ucapan-selamat-dan-sukses/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 19:38:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Keluarga Besar Agupena Jawa Tengah mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Bapak Sadimin, S.Pd., S.Ip., S.Ipem., M.Eng (Ketua Divisi Advokasi) yang telah diwisuda pada Program Magister Sistem Teknik di Universitas Gajah Mada (UGM) pada tanggal 25 Maret 2009. Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat bagi umat dalam mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik. Kami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://sawal64.googlepages.com/PASADIMINEDIT.JPG" alt="sadimin" width="300" />
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Keluarga Besar Agupena Jawa Tengah mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Bapak Sadimin, S.Pd., S.Ip., S.Ipem., M.Eng (Ketua Divisi Advokasi) yang telah diwisuda pada Program Magister Sistem Teknik di Universitas Gajah Mada (UGM) pada tanggal 25 Maret 2009.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong><br />
</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Semoga ilmu yang telah diperoleh dapat bermanfaat bagi umat dalam mewujudkan kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.</strong></span></p>
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;">
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Kami yang berbahagia,<br />
Keluarga Besar Agupena Jawa Tengah</strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: large;"><strong>Deni Kurniawan As&#8217;ari<br />
Ketua Umum</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/18/ucapan-selamat-dan-sukses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

