Friday, 6 November 2009 (22:30) | Esai | 205 views | 12 komentar

Oleh : Supandi Ketika saya membaca buku-buku tentang ESQ, NLP, Berpikir besar, kekuatan God Spot, optimisme, keyakinan dan sejenisnya, muncul pengakuan dalam diri saya tentang sesuatu yang telah dilakukan oleh ibu saya. Kalau dalam metode pengajaran dapat saya katakan seperti praktek pemberlakuan metode induksi oleh guru di kelas. Sebuah rentetan perjuangan panjang dari seorang perempuan single parent yang harus membesarkan ke-5 anaknya hingga dewasa. Setelah sekian tahun merenungi apa yang telah... (more...)
Perpustakaan Berbasis Intelektual
Sunday, 1 November 2009 (02:09) | Esai, Ilmiah Pop, Refleksi | 130 views | 1 komentar

Oleh Syaiful Mustaqim PERPUSTAKAAN sekolah, sampai saat ini, fungsinya masih sebagai tempat peminjaman dan pengembalian buku saja atau sirkulasi buku. Selebihnya tidak. Jika demikian, ruang yang sering digembor-gemborkan sebagai jantung ilmu pengetahuan itu menjadi sia-sia. Semestinya, tempat itu menjadi ruangan berbasis intelektual. Perpustakaan berbasis intelektual merupakan sebuah terobosan dalam rangka meningkatkan daya intelektual peserta didik. Sebab, daya intelektual yang biasanya dicurahkan... (more...)
HIDUP NYAMAN DI LUAR ZONA NYAMAN
Thursday, 29 October 2009 (17:58) | Esai, Ilmiah Pop | 137 views | 2 komentar

Oleh : Supandi “ Pak, Anda termasuk guru senior di sekolah kita. Kata Bapak Kepala Sekolah Anda akan diusulkan untuk mewakili sekolah kita mengikuti lomba guru teladan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten” Kata pak X kepada pak Y. “Ah, yang lain saja, saya tidak pantas untuk menjadi guru teladan. Menjadi guru teladan itu sangat berat, harus memiliki kelebihan dari yang lain. Lagipula sekarang saya lagi banyak kerjaan di rumah. ” Kata pak Y. “ Kalau Anda... (more...)
Monday, 27 April 2009 (09:58) | Esai | 498 views | 2 komentar

(Pengantar Kumpulan Cerpen “Perempuan Bergaun Putih”) Oleh: Maman S. Mahayana Perjalanan cerpen Indonesia mutakhir, terutama selepas pemberlakuan otonomi daerah, tampak makin menunjukkan peta kultur keindonesiaan yang lebih beragam. Keberagaman itu seperti mencelat begitu saja ketika persoalan etnisitas diangkat dan menjadi tema cerita. Kehidupan perkotaan dengan kecenderungan tokoh-tokohnya yang teralienasi atau tak punya identitas kultural yang kerap ditawarkan para penulis yang lahir... (more...)
Problem Pengajaran Sastra di SMK *)
Friday, 20 February 2009 (06:04) | Esai | 3,727 views | 1 komentar

Oleh Teguh Trianton **) Hubungan bahasa dengan Sastra Indonesia pada dasarnya serupa dua sisi mata sekeping uang logam. Keduanya saling ketergantungan, tidak dapat dipisahkan atau berdiri sendiri. Sastra merupakan sistem tanda yang mempunyai makna dengan bahasa sebagai mediumnya Prodopo (1995). Bahasa sendiri tidaklah netral, sebab sebelum jadi anasir dari bangunan karya sastra, bahasa telah memiliki arti tersendiri (meaning) berdasarkan konvensi bahasa tinggkat pertama melalui pembacaan heuristik. Sumbangan... (more...)
Catatan terhadap Cerpen-cerpen Sawali Tuhusetya *)
Wednesday, 18 February 2009 (06:32) | Esai, Fiksi | 608 views | 2 komentar

Oleh: Kurnia Effendi Membaca cerpen-cerpen Sawali, saya teringat syarat yang pernah saya terapkan untuk diri sendiri, agar saya “yang lain”, sebagai “pembaca” sebelum pembaca lain, lebih dulu menikmati cerpen itu. Lalu teringat juga pendapat seorang cerpenis jauh sebelum saya, bahwa cerita pendek adalah kisah yang habis dibaca dalam sekali duduk. Namun sebaliknya saya juga mendapatkan pengalaman luar biasa dengan membaca cerpen-cerpen panjang (yang seolah melawan kaidah istilahnya sendiri)... (more...)
Thursday, 12 February 2009 (13:23) | Esai, Fiksi, Opini | 173 views | 1 komentar

Oleh: Sawali Tuhusetya Untuk ke sekian kalinya, Aula Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Kabupaten Kendal, menjadi saksi sebuah perhelatan sastra. Minggu, 24 Agustus 2008 (pukul 09.00-13.30), penyair Dharmadi (Purwokerto) hadir menemui publik sastra Kendal. Tak kurang, sekitar 100 peminat dan pencinta sastra dari kalangan guru, mahasiswa, siswa SMP/SMA/MAN, dan masyarakat umum mengapresiasi sekaligus membedah teks-teks puisi karya penyair kelahiran Semarang, 30 September 1948, itu. Secara... (more...)

