IDUL ADHA KEDELAPAN

Tuesday, 16 November 2010 (02:21) | 61 views | 0 komentar | Print this Article

IDUL ADHA KEDELAPAN

Oleh: Dzakiron (Guru PAI SDN Tanggeran Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan) Dengan tergesa-gesa, aku bergegas masuk setelah Bi Asnah, pembantuku, membukakan pintu. Ketika baru menaiki anak tangga, terlihat Ibu di ruang tengah. “Kata Ayahmu, kamu hari ini sampai sore di toko.” ujar Ibu. “Baru jam 11 kok sudah pulang. Kamu sakit?” tanya Ibu. “Pusing, Bu. Santi mau istirahat.” jawabku singkat dan kembali aku meniti... 

KEMBANG KERTAS DI AWAL MUSIM PANEN

Wednesday, 10 November 2010 (20:47) | 173 views | 1 komentar | Print this Article

KEMBANG KERTAS DI  AWAL MUSIM PANEN

Penulis : Ir. Bambang Sukmadji Guru MA Futuhiyyah 1, Mranggen, Demak. JATENG Prayogo kembali duduk termenung di kursi lapuk beranda rumahnya, sementara senja kini menaungi seluruh langit di atas gubug tuanya. Padinya kini menguning di sawah transmigrasi hasil olahan tangannya sendiri yang masih kokoh. Sementara itu anak-anaknya berada di dalam rumah, asyik beramai-ramai makan dengan lauk saadanya. Angannya membelit kuat tubuhnya... 

HANYA ANAK SINGKONG

Sunday, 31 October 2010 (01:42) | 97 views | 0 komentar | Print this Article

HANYA ANAK SINGKONG

Penulis : Ir. Bambang Sukmadji-Guru MA Futuhiyyah 1. Mranggen, Demak) Lalu lalang kunang malam, bagaikan lampu perahu nelayan di tengah laut buta, sesekali menyambangi halaman rumahnya, yang senyap diterkam malam binal. Seorang laki laki paro baya merebahkan punggungnya di kursi bambu di bawah pohon jambu, yang kurus kering tumbuh di halaman rumahnya. Wajahnya dihadapkan pada jalan tanah kampung yang mengering dan membisu, setelah... 

Lelaki di Hari Ulang Tahun

Wednesday, 27 October 2010 (07:30) | 180 views | 0 komentar | Print this Article

Lelaki di Hari Ulang Tahun

Marsus Banjarbarat* Tepat di bawah jendela rumahnya. Lelaki itu duduk merenung. Menghitung telunjuk jari-jarinya. Diam sejenak. Ada yang ganjil dalam benaknya. Setelah sesaat, dia hampiri kalender yang sedang menggantung rapuh di dinding kamarnya. Sorot pandangnya tertuju tajam pada angka dua puluh. Ya, tangal dua puluh September: hari ulang tahun lelaki itu. Oh, ternyata dia baru ingat, kalau hari itu adalah hari ulang tahunnya. Selama... 

SAKSI BISU BERANDA CASABLANGKA

Saturday, 23 October 2010 (22:29) | 207 views | 1 komentar | Print this Article

SAKSI BISU BERANDA CASABLANGKA

Oleh : Ir. Bambang Sukmadji. Guru MA Futuhiyyah 1, Mranggen Demak Sejak pemerintahan Belanda terusir dari Bumi Nusantara dan hengkang dengan wajah lesu, lantaran kalah perang dengan Tentara Dai Nipon, Hotel Casablangka di pinggiran Kota Semarang sudah tidak lagi berdandan eksotis lagi, tapi lebih menyodorkan ornament-ornamen gaya Eropa yang ditelikung kepedihan. Gelas gelas piala Baverage Cock Tail Party kini merenungi nasibnya,... 

Rumah Bambu

Friday, 24 September 2010 (21:31) | 159 views | 1 komentar | Print this Article

Rumah Bambu

Penulis:Ir. Bambang Sukmadji Guru MA Futuhiyyah 1. Mranggen Demak, JATENG. Beberapa batang rokok telah habis dihisapnya, entah mengapa batang rokok yang dihisapnya sekarang masih saja kuat melekat di jarinya. Tubuhnya masih saja rebah di kursi kayu jati yang renta membujur di ruang tamu yang kumuh. Meski sinar mentari telah menghiasi wajah pagi yang kuning menyala, lantaran tersapu kemarau yang menerjang kotanya. Namun dia masih... 

Nelat

Saturday, 19 June 2010 (03:04) | 71 views | 3 komentar | Print this Article

Nelat

Oleh Dra. Saptari Darma Wijayanti (Guru SMP N 1 Karanglewas, Anggota AGUPENA) Udara panas sekali, badan terasa gerah, lungkrah serta loyo. Hari ini 8 Jam aku mengajar secara penuh di 3 kelas Akuntansi, dan 3 jam terakhir aku mengajar di kelas III akuntansi 1. Capai tapi hati senang, anak-anak mudah mengerti dan sangat kooperatif dalam pembelajaran, jadi terasa ringan. Hanya ada 2 anak yang agak kesulitan membedakan pencatatan... 

P r e n j a k

Friday, 14 May 2010 (00:10) | 229 views | 4 komentar | Print this Article

P r e n j a k

Cerpen: Narwan Sastra Kelana MATAHARI telah memancarkan cahayanya di atas Gunung Merapi. Dwijo masih asyik dengan tiga burung prenjaknya. Prenjak-prenjak itu baru didapatnya dari seorang petani kemarin siang di pasar desa dengan harga yang dianggapnya murah. Dia berharap akan mendapat keuntungan besar bila prenjak-prenjak itu dijual lagi ke Sasana Kukila, pasar burung di lembah Tidar. Dwijo kini memang menekuni pekerjaan sambilan... 

SAWITRI

Friday, 14 May 2010 (00:04) | 122 views | 1 komentar | Print this Article

SAWITRI

Cerpen Narwan Sastra Kelana SAWITRI duduk di teras rumah bambunya sambil mengelus-elus perutnya yang telah besar. Sesekali bibirnya menyunggingkan senyum. Pagi itu ia tampak membayangkan sesuatu. Rumah sawitri menghadap arah utara. Menghadap deretan pegunungan Menoreh yang panjang membiru. Dipandangnya puncak-puncak Menoreh sambil berharap suaminya yang hingga kini belum juga pulang mengikuti pentas keliling ketoprak tobongnya.... 

Kotak Wasiat

Wednesday, 28 April 2010 (20:45) | 112 views | 3 komentar | Print this Article

Kotak Wasiat

Cerpen Narwan Sastra Kelana AKU sungguh tak mengerti apa yang menjadi kemauan Kang Ratno. Aku baru saja kembali kerja setelah mengambil cuti sebulan yang lalu. Padahal jarak tempuh Surabaya ke kotaku, bagiku cukup melelahkan. Naik kereta atau bus malam, bagiku sama-sama membuat capek. Sebulan yang lalu aku pulang karena ayahku meninggal. Aku pun mengambil cuti lima hari,terus kembali lagi ke Surabaya. Aku anak keempat dari lima... 

Gerimis yang Menenggelamkan Hati

Sunday, 25 April 2010 (22:23) | 260 views | 6 komentar | Print this Article

Gerimis yang Menenggelamkan Hati

Penulis: Narwan Sastra Kelana GERIMIS masih mengguyur bumi. Jalan aspal di depan rumah kuyup oleh genangan air. Sesekali kendaraan lewat menciptakan suara air pecah terbelah roda-roda. Di beranda rumah perempuan pemulung itu masih duduk menanti gerimis reda. Dia kira-kira seumurku, tapi raut mukanya terlihat lebih tua dari umurnya. Mungkin akibat berat beban hidup yang harus dipikulnya. Sejak pertama datang, dari tutur kata... 

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK (LMCP) 2010

Sunday, 25 April 2010 (00:21) | 1,144 views | 19 komentar | Print this Article

LOMBA MENULIS CERITA PENDEK (LMCP) 2010

Program Reguler MOTTO Menyelami Sastra, meningkatkan tradisi membaca-menulis dan memperluas cakrawala bangsa. TEMA CERPEN Cinta Kemanusiaan, Kebangsaan, Lingkungan, Perdamaian, Bencana Alam, dan Kearifan Lokal. PERSYARATAN PESERTA Peserta adalah guru SMA/SMK/MA Belum pernah menjadi pemenang LMCP sebelumnya PERSYARATAN CERPEN Cerpen adalah karya asli dan belum pernah dipublikasikan di media apapun Panjang cerpen 5 – 20 halaman... 

« Previous PageNext Page »