Teh Tawar Hangat
Saturday, 12 November 2011 (23:05) | 22 views | 0 komentar | Print this Article

Ir. Bambang Sukmadji Guru MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak Semenjak beberapa bulan silam Sasmito ditinggal istrinya menghadap Illahi, lelaki muda itu terus saja mengunci mulutnya. Tiap hari, pagi pagi benar dia sudah menyapu halaman rumahnya yang cukup luas dari sampah plastik, daun mangga kering dan bungkus makanan anak anak yang dibuang begitu saja oleh anak anak tetangganya. Dia tetap mengunci mulut, sorot mata dan senyumnya. Namun...
SURAT TERAKHIR UNTUK BU GURU DARSIH
Saturday, 19 March 2011 (03:53) | 186 views | 1 komentar | Print this Article
Oleh : Bambang Sukmadji —Guru MA Futuhiyyah-1 Mranggen Demak JATENG— KADARWASIH berkali kali mengusap tas hitamnya yang ditebari debu-debu yang hinggap di kulit hitam tasnya, hingga kelihatan kumal. Lantaran debu debu itu masih saja terus beterbangan terbawa angin kemarau yang ditiupkan dari Gunung Slamet, setelah debu debu nakal itu menjelajahi hutan hutan pinus yang mulai tandus. Apalagi di tengah hari, saat matahari...
REMBULAN DI HARI KEMENANGAN
Thursday, 9 September 2010 (04:37) | 51 views | 0 komentar | Print this Article

Penulis : Ir. Bambang Sukmadji, Guru MA Futuhiyyah 1. Mranggen Demak, Jateng Ada keraguan di kalbu yang menyelip jauh di kalbu Sebastian, untuk menyambangi Carolin yang hampir 5 tahun tenggelam dalam peraduan egonya. Antara dia dan gadis lesung pipit ini memang selalu dibatasi “langit bersusun tujuh”,karena masing terpagut dengan hasrat yang bertanam di halaman hati masing-masing. Sebastian bagaikan karang terjal, selalu menjinjing...
KEPILUT DEWI SRENGGI
Friday, 18 June 2010 (09:48) | 196 views | 1 komentar | Print this Article

Dening: Narwan Sastra Kelana AKU ora maido yen Parto kang nduweni titel Sarjana Pendidikan iku lantip pikire. Aku oleh pengalaman lan wawasan maneka warna saka dhewekke. Maklum wae aku mung lulusan SMP. Aku ora bisa nerusake ing SMA amarga wong tuwaku sakloron ora nyarujuki, awit dadi wong nggunung kang kasile ora tetep ora saguh nggragati aku nerusake. Aku nrima, kepiye maneh wong wektu semana aku isih cilik, mung manut ngendikane...
P r e n j a k
Friday, 14 May 2010 (00:10) | 223 views | 4 komentar | Print this Article

Cerpen: Narwan Sastra Kelana MATAHARI telah memancarkan cahayanya di atas Gunung Merapi. Dwijo masih asyik dengan tiga burung prenjaknya. Prenjak-prenjak itu baru didapatnya dari seorang petani kemarin siang di pasar desa dengan harga yang dianggapnya murah. Dia berharap akan mendapat keuntungan besar bila prenjak-prenjak itu dijual lagi ke Sasana Kukila, pasar burung di lembah Tidar. Dwijo kini memang menekuni pekerjaan sambilan...
SAWITRI
Friday, 14 May 2010 (00:04) | 116 views | 1 komentar | Print this Article

Cerpen Narwan Sastra Kelana SAWITRI duduk di teras rumah bambunya sambil mengelus-elus perutnya yang telah besar. Sesekali bibirnya menyunggingkan senyum. Pagi itu ia tampak membayangkan sesuatu. Rumah sawitri menghadap arah utara. Menghadap deretan pegunungan Menoreh yang panjang membiru. Dipandangnya puncak-puncak Menoreh sambil berharap suaminya yang hingga kini belum juga pulang mengikuti pentas keliling ketoprak tobongnya....
Dialog Ular dan Ubi
Thursday, 22 April 2010 (16:00) | 59 views | 0 komentar | Print this Article

(Drama Renungan Satu Babak ditulis oleh : Riyadi) Dua makhluk terjebak di ladang harapan. Berdebat antara pikiran dan perasaan. Memporakporandakan semak belukar dan perdu-perdu yang tengah merindu laju. Ular : (berhenti di depan Ubi sambil tetap berlenggang lenggok sejak lehar hingga kepala, walu tubuh diam ekor tetap berkeliaran) “Kwak… kwak … kwak … akulah raja penari sepanjang jalan” Ubi : (sembunyi di dalam semak...
SEBUAH SENJA DI LAHAN SAWIT
Sunday, 18 April 2010 (03:12) | 113 views | 0 komentar | Print this Article

Cerpen Bambang Sukmadji Barangkali saja manusia memang harus mengenal dirinya sendiri, semata untuk menghilangkan sifat ego yang biasa didera oleh insan di dunia ini. Lantaran ini pula Pak Guru Sofyan harus mengerti akan kesendiriannya, tanpa ada lagi Sugiarti yang dia tambatkan pada tepi hatinya, ketika mereka berdua menjadi guru SD Warga Baru di Bumi Transmigrasi Kalsel. Setelah lima tahun mereka menjadi anak bangsa yang merelakan...
STASIUN SUNYI
Wednesday, 14 April 2010 (06:07) | 96 views | 1 komentar | Print this Article

Cerpen Marsus Ala Utsman* Akhirnya aku sampai di stasiun Lempuyangan. Dengan raut wajah malu-malu seperti pengantin yang baru keluar dari kamarnya. Dari gerbong bibir pintu kereta perlahan aku turun. Saat cahaya yang melesat sudah semakin keruh. Dan angin sedikit berdesau membawa air dingin meraba tubuhku. Dinginpun tak mampu kutepis yang senantiasa membelit belit mengajakku ke sebuah warung untuk sekedar mencicipi kopi hangat...
PUISI MARSUS ALA UTSMAN
Saturday, 27 March 2010 (04:53) | 157 views | 0 komentar | Print this Article

MALAM /1/ malam kutiduri air mengalir dari peluh sesakku mencipta cerita sedih mengenang puing-puing runtuh seperti kantuk katup mata yang tak lelap bercerita dengan nyanyian menguntit sebilah dinding-dinding suara makhluk malam mengusik membaringkan lelap terdengar indah mendesis dengan wajah kapan mengulum senyum, jauh mengurung jalan hidup kerap seperti air kian mengalir tak susut di pipi mengiris pecahan logam dan bibir tersendat...
Catatan Momen Bagi Sahabatku
Tuesday, 23 March 2010 (06:10) | 73 views | 4 komentar | Print this Article

Oleh Trisiana Rahma Dewi Waktu kan terus melaju, tiada apapun yang mampu membujuknya tuk menunggu. Detik demi detik, hari demi hari, Bulan pun berjalan dan berganti. Dan pedang itu, kan sangat berguna bagi yang trampil dan bijak menggunakannya, namun akan menebar luka bagi yang ceroboh dan melalaikannya. Manusia, makhluk mulia, namun bisa jadi hina bagai hewan melata. Pilihannyalah yang...
SENDIRI
Monday, 15 March 2010 (20:15) | 62 views | 0 komentar | Print this Article

Oleh Achmad Nastain (Siswa MA Ma’arif 7 Sunan Drajat Paciran Lamongan) Ku arungi smudra jiwaku Tertimpa batu dari hatiku berenang melampui batas pikiranku menuju keramaian itu kala aku menghampirinya malah kau menolak dia dan di kala aku membutuhkan tak ada satu pun yang menoleh wajah kepadaku berjalan…berlari… mencari jati diri orang-orang disekelilingku ini tak ada yang sendiri kecuali aku ini… [Read more...]


