<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agupena Jawa Tengah &#187; Buku</title>
	<atom:link href="http://agupenajateng.net/category/buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agupenajateng.net</link>
	<description>Membangun Semangat Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 10:51:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Telah Terbit Antologi Puisi-Cerpen: Phantasy Poetica-Imazonation</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2010/08/28/telah-terbit-antologi-puisi-cerpen-phantasy-poetica-imazonation/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2010/08/28/telah-terbit-antologi-puisi-cerpen-phantasy-poetica-imazonation/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 04:26:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=2275</guid>
		<description><![CDATA[Dengan gembira kami kabarkan, komunitas penulismuda Indonesia (www.penulismuda.com) telah berhasil membukukan kembali karya bersama, berupa buku antologi puisi dan cerpen, dengan judul: PHANTASY POETICA &#8211; IMAZONATION. Buku antologi ini dikemas secara unik, karena tidak ada cover belakang. Dua antologi disatukan dalam satu buku, dengan model bolak-balik. Jadi satu buku dua isi sekaligus. Antologi ini berisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="" src="https://mail.google.com/mail/?ui=2&#038;ik=0deb44d368&#038;view=att&#038;th=12ab2a3f4edfc09e&#038;attid=0.1&#038;disp=inline&#038;realattid=f_gdcrvi370&#038;zw" class="alignnone" width="280" height="160" />Dengan gembira kami kabarkan, komunitas penulismuda Indonesia (www.penulismuda.com) telah berhasil membukukan kembali karya bersama, berupa buku antologi puisi dan cerpen, dengan judul: PHANTASY POETICA &#8211; IMAZONATION.</p>
<p>Buku antologi ini dikemas secara unik, karena tidak ada cover belakang. Dua antologi disatukan dalam satu buku, dengan model bolak-balik. Jadi satu buku dua isi sekaligus.</p>
<p>Antologi ini berisi karya 16 penyair dan 9 cerpenis. Dua orang kerabat AGUPENA JATENG ikut sebagai kontributor, yaitu anggota AGUPENA dari Purworejo, RIYADI, dan pembina AGUPENA, yaitu WARDJITO SOEHARSO</p>
<p>Kata Pengantar ditulis oleh Prof. Dr. Nurdien H. Kistanto, MA, penyair, guru besar, dan Dekan Fak. Ilmu Budaya UNDIP.<br />
Buku setebal 320 halaman. Setiap penyair menyumbangkan 5 puisi, sedang setia cerpenis menyumbangkan 2 cerpen. Puisi-puisi dan cerpen-cerpen yang ada dalam buku ini cukup menarik, dilihat dari tematiknya, karena para penulisnya juga berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda.</p>
<p>Buku antologi ini akan sangat bermanfaat untuk bahan pengayaan dalam pembelajaran Sastra Indonesia di sekolah-sekolah.</p>
<p>Harga buku: Rp 85.000,- Yang berminat silakan hubungi email; weesenha@gmail.com<br />
Buku belum diedarkan ke toko buku, karena masih dicetak dalam edisi sangat terbatas.</p>
<p>Atas perhatian teman-teman Agupena, kami sampaikan terima kasih.</p>
<p>Salam,<br />
komunitas penulismuda Indonesia<br />
www.penulismuda.com</p>
<p>Redaksi agupenajateng.net mengucapkan selamat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2010/08/28/telah-terbit-antologi-puisi-cerpen-phantasy-poetica-imazonation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2010 Berhadiah Rp1 Milyar</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/11/23/sayembara-penulisan-naskah-buku-pengayaan-2010-berhadiah-rp1-milyar/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/11/23/sayembara-penulisan-naskah-buku-pengayaan-2010-berhadiah-rp1-milyar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 09:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[depdiknas]]></category>
		<category><![CDATA[lomba penulisan buku]]></category>
		<category><![CDATA[pusbuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta, Sabtu (21 November 2009) &#8212; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menggelar sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2010. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan motivasi menulis di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Sayembara yang terbuka bagi para pendidik dan tenaga kependidikan baik formal maupun nonformal ini berhadiah total Rp1.080.000. 000,00. Tema penulisan adalah Membangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, Sabtu (21 November 2009) &#8212; Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menggelar sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2010. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan motivasi menulis di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Sayembara yang terbuka bagi para pendidik dan tenaga kependidikan baik formal maupun nonformal ini berhadiah total Rp1.080.000. 000,00.</p>
<p>Tema penulisan adalah Membangun Manusia Indonesia yang Religius, Cerdas, Bermartabat, Mandiri, dan Kompetitif di Era Global. Naskah yang disayembarakan adalah buku pengayaan yang memuat materi yang dapat memperkaya dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keterampilan, serta membentuk kepribadian peserta didik. Peruntukan pembaca adalah untuk jenjang pendidikan SD/MI (kelas 4,5, dan 6), SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK.</p>
<p>Kepala Bidang Pengembangan Naskah dan Pengendalian Mutu Buku Pusbuk Depdiknas, Wahyu Trihartati, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pusbuk Depdiknas untuk membantu meningkatkan baik mutu maupun jumlah penulis dan naskah buku pengayaan. &#8220;Sayembara ini khusus untuk pendidik karena Pusbuk berkeyakinan kalau guru &#8211; guru yang menulis karena dia yang mengetahui kebutuhan siswa, dia yang bergaul dengan siswa sehari-hari, dia yang bisa menulis,&#8221; katanya pada kegiatan Sosialisasi Standar/Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran di Hotel Mega Anggrek, Jakarta, Sabtu (21/11/2009).</p>
<p>Wahyu mengatakan, hasil naskah para pemenang akan ditawarkan kepada para penerbit. &#8220;Hak cipta ada di penulis, Pusbuk hanya membantu memfasilitasi dengan menawarkan kepada para penerbit yang berminat. Kita minta untuk menetapkan royalti dan terus kita pantau penerbitannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Jenis naskah yang disayembarakan masing &#8211; masing enam naskah untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk SD/MI (kelas 4,5, dan 6) meliputi, pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), cerita anak, kumpulan pantun, dan kumpulan puisi; untuk SMP/MTs meliputi pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), novel, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi; dan untuk SMA/MA/SMK/MAK meliputi pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), novel, drama, dan biografi.</p>
<p>Persyaratan sayembara antara lain meliputi naskah yang diajukan adalah karya asli, tidak berseri, belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara manapun, tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, dan belum pernah diterbitkan. Naskah diketik komputer diatas kertas A4 minimal 60 halaman, 2 spasi, ukuran font 12. Jika menggunakan gambar, ukurannya harus proporsional dan mendukung materi.</p>
<p>Naskah dikirimkan paling lambat pada 1 Maret 2010 (stempel pos) kepada Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010 Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Gunung Sahari Raya No.4 Jakarta 10002. Hadiah per jenis naskah untuk 54 naskah bagi pemenang I Rp 21.000.000,00, pemenang II Rp 20.000.000, dan pemenang III Rp 19.000.000,00. Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Perbukuan Depdiknas telepon (021) 3804248, pes 275, fax (021) 3458151, 3806229, email pusbuk@sibi.or.id atau bangnas_pusbuk@yahoo.com, atau melalui laman www.sibi.or. id.***</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.depdiknas.go.id/" title="depdiknas">Pers Depdiknas</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/11/23/sayembara-penulisan-naskah-buku-pengayaan-2010-berhadiah-rp1-milyar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>116</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Baru : Yuk Nulis Artikel</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/08/26/buku-baru-yuk-nulis-artikel/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/08/26/buku-baru-yuk-nulis-artikel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2009 09:24:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, kembali telah terbit, satu buku karya Pembina Agupena Jateng : Wardjito Soeharso, M.Sc. dengan judul YUK, NULIS ARTIKEL. Buku ini dikemas sebagai panduan praktis untuk siapa saja -terutama guru- yang ingin belajar menulis artikel ilmiah populer di media massa, seperti surat kabar dan majalah. Buku ini dengan detail membedah teori dan praktik bagaimana menulis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-901" title="buku pak wardjito" src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/08/buku-pak-wardjito.bmp" alt="buku pak wardjito" width="201" height="314" />Alhamdulillah, kembali telah terbit, satu buku karya Pembina Agupena Jateng : Wardjito Soeharso, M.Sc.  dengan judul <strong>YUK, NULIS ARTIKEL</strong>. Buku ini dikemas sebagai panduan praktis untuk siapa saja -terutama guru-  yang ingin belajar menulis artikel ilmiah populer di media massa, seperti surat kabar dan majalah.</p>
<p>Buku ini dengan detail membedah teori dan praktik bagaimana menulis artikel, dari sejak tahapan pra penulisan, saat penulisan, sampai pasca penulisan, semua dijelaskan panjang lebar dengan bahasa sederhana sehingga mudah diikuti dan dipahami.</p>
<p>Untuk menjadi penulis, hal terpenting yang harus disadari oleh mereka yang belajar adalah terus berlatih untuk mengasah keterampilan agar menjadi lebih tajam. Keterampilan hanya dapat diperoleh dengan pembiasaan, dan pembiasaan itu suatu proses yang harus dijalani terus menerus secara berulang-ulang.</p>
<p>Pengurus Agupena Jateng mengucapkan selamat kepada Bpk. Wardjito atas penerbitan buku ini. Insya Allah, akan membantu para guru  yang ingin mengembangkan kemampuan menulis.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/08/26/buku-baru-yuk-nulis-artikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggenggam Dunia Dengan Buku</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/05/26/menggenggam-dunia-dengan-buku/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/05/26/menggenggam-dunia-dengan-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:46:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Umu Sulaimah S.Pd.I Tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan terhadap kemajuan sebuah negera. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah negara. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi setiap generasi agar bisa menjawab tantangan-tantangan di masa mendatang. Peningkatan kualitas SDM di suatu negara dapat dicapai dengan meningkatan mutu kualitas pendidikannya. Peningkatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Umu Sulaimah S.Pd.I<br />
<img class="size-full wp-image-423 alignleft" title="s1327218714_30176443_1431775" src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/05/s1327218714_30176443_1431775.jpg" alt="s1327218714_30176443_1431775" width="130" height="97" />Tak dapat dipungkiri bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat signifikan terhadap kemajuan sebuah negera. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah negara. Pendidikan menjadi kebutuhan pokok bagi setiap generasi agar bisa menjawab tantangan-tantangan di masa mendatang. Peningkatan kualitas SDM di suatu negara dapat dicapai dengan meningkatan mutu kualitas pendidikannya. Peningkatan kualitas pendidikan menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat mulai dari pemerintah, pemerhati pendidikan dan masyarakat pada umumnya. Dengan hal ini akan tercipta korelasi yang positiv antara pemerintah dan masyarakat.</p>
<p>Upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan bagi masyarakat salah satunya adalah dengan menghadirkan perpustakaan. Perpustakaan hadir sebagai salah satu penunjang keberhasilan proses belajar mengajar, baik formal maupun non formal. Perpustakaan hadir sebagai ruang belajar dan penyedia informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Perpustakaan merupakan fasilitas atau tempat yang menyediakan sarana bahan bacaan. Secara garis besar fungsi perpustakaan adalah sebagai tempat penyimpanan, sebagai pusat informasi, sebagai tempat rekreasi dan tentunya menjadi media edukasi. Namun dalam perjalanannya perpustakaan yang kita harapkan menjadi tempat penyedia informasi dan beberapa fungsi diatas, sering mengalami disfungsi. Yang terlihat adalah, perpustakaan hanyalah berisi deretan buku berdebu yang tak tertata. Banyak perpustakaan yang hanya menempati ruang sisa dipojok-pojok sekolah, jangankan memperhatikan masalah kenyamanan, masalah kesehatan dan kebersihannya pun terkadang tidak diperhatikan. Sehingga jangankan untuk singgah dan berlama-lama disana, mampir dan melirik saja enggan. Akhirnya perpustakaan dipandang sebagai tempat yang kurang bermanfaat. Keterbatasan bahan pustaka serta minimnya pengetahuan para pustakawan terhadap pengelolaan serta manajemen perpustakaan, juga merupakan salah satu faktor yang menjadikan perpustakaan terutama di sekolah mengalami disfungsi.</p>
<p>Buku yang ditulis oleh Suherman M.Si mencoba memberikan gambaran ideal tentang sebuah perpustakaan. Berdasarkan pengalaman dan beberapa literatur yang dibaca oleh penulis menjadikan buku ini memiliki cita rasa yang khas. Penulis yang memperolah gelar magister dalam ilmu Komunikasi ini juga merupakan aktifis Masyarakat Literasi Indonesia, seorang peneliti, pustakawan ahli di LIPI dan pembina Forum Sekolah Gratis kabupaten Bandung. Memulai penulisan buku dengan menghadirkan bab pertama yang berisi tentang minat baca. Perpustakaan memiliki peranan yang signifikan untuk mendukung gemar membaca dan meningkatkan literasi informasi, juga mengembangkan siswa supaya dapat belajar secara independen. Menurut kajian dari penulis, bahwa salah satu jalan yang sangat efektif untuk melakukan proses perubahan sosial adalah dengan menemukan cara untuk mengajak siswa membaca.</p>
<p>Membaca buku ini, mengajak kita untuk kembali merenungkan bahwa, negara kita menempati posisi bontot ( rendah ) dalam hal kultur baca tulis bagi para pelajar. Sehingga memberikan evaluasi bahwa minat baca masyarakat perlu untuk terus digalakkan. Pendidikan yang dilakukan jangan sampai hanya terbatas pada pelajaran teoritis saja. Perlu adanya komitmen dan perhatian yang khusus guna meningkatkan minat baca, baik secara struktural maupun kultural. Sejatinya untuk mengatasi masalah minat baca dan lebih lanjut ke masalah literasi informasi dapat digunakan tiga macam strategi yaitu startegi kekuasaan, startegi persuasif dan strategi normatif-reedukatif.<br />
Salah satu media edukasi yang perlu diperhatikan adalah perpustakaan karena perpustakaan merupakan pusat pendidikan dan peningkatan mutu kualitas diri. Dan juga sebagai penggerak untuk pembelajaran yang lebih efektif dan dinamis. Dalam dunia pendidikan perpustakaan menjadi &#8221; jantung &#8221; bagi sekolah. Yang memiliki peran signifikan.</p>
<p>Tidak kalah menariknya, Buku ini diulas dengan gaya bahasa yang praktis dan mudah difahami serta dilengkapi juga dengan informasi tentang gambaran-gambaran organisasi perpustakaan sekolah dan bagaimana cara mengelolanya. Sehingga memberikan informasi yang jelas, mengenai bentuk perpustakaan yang ideal dan contoh-contoh kegiatan yang dapat diselenggarakan oleh pengelola perpustakaan, guna meningkatkan fungsi dan peranan perpustakaan sebagai lumbung ilmu, pembuka peradaban, menjadi modal untuk menguasai dunia dengan informasi-informasi yang berguna. Sehingga kita menyadari citra perpustakaan sebagai gudang buku dengan penataan asal-asalan harus segera diubah menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Untuk memperbaiki infrastruktur tidak mesti mahal, dengan kreativitas dari pengelola dan kerja sama yang baik antar pihak yang terkait. Sangat memungkinkan menjadikan perpustakaan sebagai penyedia jendela dunia. Yang menjadikan kita semua sanggup memandangi wajah dunia yang penuh pesona.<br />
Pekalongan, 6 Mei 2009</p>
<p>Resensi Buku<br />
Judul : &#8221; Perpustakaan Sebagai Jantung Sekolah<br />
Referensi Pengelolaan Perpustakaan Sekolah &#8221;<br />
Penulis : Suherman, M.Si.<br />
Editor : Inayati Ashriyah<br />
Penerbit : MQS Publishing<br />
Cetakan : I, Februari 2009<br />
Tebal : xiv + 222 hlm.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/05/26/menggenggam-dunia-dengan-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian III)</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-iii/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 14:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Mbak I-Je yang cantik, katanya kan nyari ide buat ditulis tuh susah, tapi aku tuh sebenarnya gampang dapat ide. Masalahnya, aku susah banget ngembangin ide tersebut menjadi tulisan yang menarik. Gimana ya? Minta saran Mbak dong! (Sri Astuti, Bogor) Astuti yang banyak ide. Wah, luar biasa jika kamu adalah seorang yang banyak ide, karena itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mbak I-Je yang cantik, katanya kan nyari ide buat ditulis tuh susah, tapi aku tuh sebenarnya gampang dapat ide. Masalahnya, aku susah banget ngembangin ide tersebut menjadi tulisan yang menarik. Gimana ya? Minta saran Mbak dong! (Sri Astuti, Bogor)</strong> </p>
<p><img src="http://sawal64.googlepages.com/savitri.png" alt="savitri" />Astuti yang banyak ide.<br />
Wah, luar biasa jika kamu adalah seorang yang banyak ide, karena itu menandakan kamu seorang yang kreatif. Tetapi, berhenti pada ide saja tanpa berusaha mengembangkannya menjadi ide yang menarik, akan mubazir jadinya..<br />
Nah, jika permasalahannya adalah bagaimana mengembangkannya, mari kita bahas bersama-sama ya.<br />
Astuti, sesungguhnya modal awal dari seorang penulis adalah menuliskan apa yang Ia ketahui. Dengan MENGETAHUI apa yang akan ia tulis, tentu ia tidak akan kesulitan untuk mengembangkan ide. Sehingga sebelum kita membahas bagaimana cara mengatasi kemacetan dalam mengembangkan ide, pastikan dulu bahwa kamu telah MEMILIKI PENGETAHUAN yang cukup terhadap apa yang akan kamu tulis. Bagaimana caranya? Membaca, wawancara, riset untuk MENGETAHUI segala sesuatu yang akan kamu tulis.</p>
<p>Baiklah, mari kita bahas bagaimana mengatasi ide yang macet atau mengembangkan ide. Secara teori ketika menulis kita bisa dibantu mengembangkan cerita dengan cara menulis kerangkanya terlebih dahulu. Kerangka cerita ini secara normatif terdiri dari pembuka, konflik, puncak ketegangan, penyelesaian dan penutup. Meskipun alurnya bisa saja alur maju atau alur kilas balik, tetapi secara normatif demikianlah kerangka cerita. Kerangka cerita menjelaskan seperti apa cerita itu akan kamu tuliskan. Ada juga penulis yang tanpa menuliskan kerangkanya terlebih dahulu, ia telah mengetahui seperti apa cerita yang akan ia tuliskan, sehingga ia memulai tulisannya dengan MENULIS, MENULIS, MENULIS. Seperti dalam film Finding Forrester, sang tokoh yang novelis tidak pernah menulis kerangka cerita, melainkan langsung menuliskannya begitu saja. William Forester sang tokoh dalam Finding Forester memberi tips yang hebat dalam masalah ini ”Menulislah –pada saat awal- dengan hati. Setelah itu perbaiki tulisan dengan pikiran. Kunci pertama menulisi bukan berpikir melainkan mengungkapkan apa saja yang dirasakan”<br />
Tetapi bagi penulis pemula menulis kerangka cerita akan memudahkan kita untuk mengembangkan cerita, meskipun, kita tidak boleh terlalu kaku dalam mentaati kerangka tersebut. Bisa saja, ketika kamu sudah mulai menuliskan ceritanya, kamu sekaligus mengubah atau mengembangkan kerangkanya.</p>
<p>Nah, setelah kerangka cerita kamu tulis. Kamu bisa mulai mengisinya dengan memulainya satu persatu, misalnya pikirkan tokoh-tokohnya terlebih dahulu, karakter tokoh-tokohnya seperti apa, manakah tokoh yang akan kamu tempatkan sebagai tokoh protagonis, dan mana yang akan menjadi tokoh antagonis. Tuliskan nama tokoh-tokoh tersebut berikut karakternya dan peran yang akan diperankannya dalam cerita, tempelkan di sekitar tempatmu menulis.<br />
Misalnya tokoh utama: Rosana, seorang wanita setengah baya yang menduduki posisi puncak di sebuah perusahaan, ia berambut ikal, wajahnya tirus, matanya lebar, setiap kali berpikir keras ia selalu menggerakkan bola matanya kearah sudut kanan kelopak matanya<br />
Lalu setelah itu, kamu pikirkan latar dari cerita, jika kamu belum menguasai latar ceritanya, misalnya kamu memilih latar cerita di luar negeri yang kamu belum pernah tinggal di sana, kamu bisa mengumpulkan referensi dan mulai membacanya dengan detil.  </p>
<p>Nah, setelah kamu mengimajinasikan tokoh-tokohnya dan juga mengumpulkan bahan tentang setting atau latar dari ceritamu, kamu bisa memulai untuk menuliskannya. Gunakan imajinasimu sebaik-baiknya, gunakan diksi atau pilihan kata yang tepat agar tulisanmu mampu menyebabkan pembaca benar-benar melihat merahnya darah yang tertumpah, mencium masin air laut, dan merasakan kerasnya guncangan kendaraan yang dikendarai sang tokoh!</p>
<p>Demikian Astuti,<br />
Hal yang sebenarnya paling mudah untuk mencegah macetnya ide adalah segala sesuatu yang kamu tulis adalah berasal dari dirimu sendiri. Menulis yang paling mudah adalah, menulis pengalamanmu sendiri, kenanganmu sendiri, mimpimu sendiri, dan imajinasi-imajinasimu sendiri. Tokoh-tokoh yang kamu tulis bisa jadi kamu pinjam dari tokoh-tokoh nyata yang dekat dengan dirimu sendiri. Boleh jadi, mengapa Laskar Pelangi begitu indah dituliskan oleh Andrea, disebabkan Ikal adalah Andrea, dan segala sesuatu yang dituliskannya adalah pengalaman hidupnya. Seperti kata Marcel Proust ”Semua bahan untuk karya sastra tidak lain adalah kehidupan masa lalu saya”<br />
Jadi seperti itu ya.. semoga tips sederhana ini bisa membantumu mengembangkan ide.<br />
Salam</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanya-Jawab Seputar Dunia Penulisan Bersama Setiawati Intan Savitri (Bagian II)</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-ii/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 14:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[Jawaban BM Oktober 08 Mbak I-Je, mana yang lebih dibutuhkan penulis untuk membuat cerita yang menarik: tema yang kuat atau gaya bahasa yang khas? Mengapa? (Sari-Jakarta) Sari yang baik, Tentang tema yang kuat dan bahasa yang khas, kedua-duanya adalah hal yang penting bagi sebuah tulisan. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita lihat dulu apa itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jawaban BM Oktober 08</strong></p>
<p><strong>Mbak I-Je, mana yang lebih dibutuhkan penulis untuk membuat cerita yang menarik: tema yang kuat atau gaya bahasa yang khas? Mengapa? (Sari-Jakarta)</strong></p>
<p><img src="http://sawal64.googlepages.com/savitri.png" alt="savitri" />Sari yang baik,<br />
Tentang tema yang kuat dan bahasa yang khas, kedua-duanya adalah hal yang penting bagi sebuah tulisan. Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita lihat dulu apa itu tema ya, tema menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pokok pikiran; dasar cerita (yang dipercakapkan dipakai sebagai dasar mengarang dan menggubah sajak), sedangkan gaya bahasa mengandung arti  1) pemanfaatan atas kekayaah bahasa oleh seseorang dalam bertutur dan menulis, 2) pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek-efek tertentu, 3)keseluruhan cirri-ciri bahasa sekelompok penulis sastra, 4)cara khas dalam menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulis atau lisan.<br />
Nah, jika merujuk pada definisi itu, maka tema dan gaya bahasa sangat diperlukan dalam sebuah tulisan. Tentu jika ditanyakan mana yang lebih dibutuhkan, kedua-duanya dibutuhkan. Tetapi, jika pertanyaannya bisakah seorang penulis memilih mana yang akan ditonjolkan dan menjadi kekuatan sebuah tulisan, maka tentunya, bisa dipilih satu diantara keduanya. Begitu, ya.</p>
<p>Agar lebih mudah, saya akan mengulas sebuah contoh cerita ya. Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, ada dua pengarang yang bisa dibandingkan dalam masalah penonjolan tema atau gaya bahasa, diantaranya adalah Idrus dan Nur Sutan Iskandar. Jika Idrus menekankan pada tema yang kuat, sedangkan Nur Sutan Iskandar, lebih terkenal karena penonjolan lokalitas budaya dan gaya bahasanya yang indah.<br />
Yuk, kita bahas satu persatu ya. </p>
<p>Menurut H.B.Jassin gaya penulisan Idrus disebutnya sebagai kesederhanaan baru (nieuw zakelijheid)- Ajip Rosidi menyebut gaya penulisan Idrus sebagai gaya-menyoal-baru (nieuw zakelijheid stijl) yang serba-sederhana. Nah, salah satu cerpen Idrus yang paling baik adalah roman pendeknya yang berjudul Aki (Balai Pustaka,1949), itu kata Teeuw (1980: 221). T,ema yang diambil Idrus pada roman pendeknya yang berjudul Aki itu adalah tentang kematian, tetapi Idrus mengemasnya dalam gaya  satire atau lelucon, ia seperti menertawakan kematian. Ceritanya, sang tokoh yang bernama Aki mengidap penyakit TBC yang akut, sehingga menampakkan ia menjadi seorang laki-laki yang jauh lebih tua dari usianya. Usia Aki yang baru 29 tahun nampak seperti 42 tahun. Bentuk tubuh Aki yang bongkok bisa menjadi bahan tertawaan yang mengasyikkan, tetapi hal itu tidak dilakukan teman-teman kantornya, mereka bahkan sangat menghormati Aki. Pada suatu masa, penyakit TBC Aki mencapai titik kritis, puncaknya adalah ketidakbernapasan Aki untuk beberapa saat, Sulasmi istrinya terkejut, ia panik. Dan, ketika suaminya siuman, dengan tersenyum Aki mengatakan pada istrinya bahwa ia akan mati pada tanggal 16 Agustus tahun depan. Dengan sungguh-sungguh ia mengatakan pada Sulasmi, agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi hari kematiannya itu. </p>
<p>Rekan-rekan Aki di kantor menganggapnya sudah gila, demikian pula kepala kantornya. Sang kepala kantor, sedianya telah menyiapkan kenaikan pangkat dan gaji bagi Aki, pegawai kesayangannya itu. Ia kemudian menyelidiki tingkah-laku Aki, ternyata tak satupun menunjukkan tanda-tanda bahwa ia gila.<br />
Ketika hari kematian Aki tiba, Semua orang bersiap-siap. Anak-anak Aki meminta izin untuk tidak masuk sekolah, Pegawai kantor menghiasi mobil kantor dengan bunga-bungaan. Kepala Kantor berlatih melafadzkan pidato yang kelak akan dibacakan di kubur Aki. Sedangkan Aki sendiri telah mengenakan pakaian terbaiknya untuk menyambut malakul maut, pukul tiga sore nanti.</p>
<p>Pukul tiga lewat, Sulasmi memberanikan diri menengok kamar suaminya, nah, apa yang terjadi? Dilihatnya mata suaminya tertutup rapat. Ia kemudian memanggil-manggil nama suaminya dengan menangis, dan tidak mendapatkan jawaban lalu ia pun lari keluar kamar. Tahulah semua orang bahwa Aki telah meninggal. Saling berebut orang-orang masuk ke kamar Aki, apa yang mereka lihat? Mereka melihat Aki sedang merokok, dengan tenang.<br />
Sejak saat itu, Aki terlihat semakin sehat dan tampak lebih muda. Justru, kepala kantornyalah yang meninggal pada saat itu, dan kemudian Aki menggantikan kepala kantornya itu.<br />
Cerita dengan tema yang sangat menarik bukan? Nah, tentang gaya bahasa yang bagus, kita akan membicarakannya bulan depan, ya. Saran mbak I-je untuk Sari, banyak-banyaklah membaca karya sastra, sehingga jika Sari akan menulis kelak, Sari akan mudah menemukan tema yang unik dan menyusun gaya bahasa khas-mu sendiri.<br />
<strong>Salam</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/26/tanya-jawab-seputar-dunia-penulisan-bersama-setiawati-intan-savitri-bagian-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melalui Agupena Saya Ingin Berjuang dengan Buku untuk Meningkatkan Daya Nalar Anak Didik</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/24/280/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/24/280/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 07:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmiah Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Oleh TRI BUDIYONO, S.Pd. Penulis telah bekerja selama 14 tahun menjadi guru. Sebenarnya belajar secara khusus tentang bagaimana membaca dan menulis serta “mengemas” buku secara khusus sehingga buku itu dapat membangkitkan selera seseorang untuk membaca dan memahaminya juga belum pernah, tetapi penulis selalu berjuang agar tulisan diterima oleh media masa terus saya lakukan. Bermula dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh TRI BUDIYONO, S.Pd.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://agupenajateng.net/wp-content/uploads/2009/04/bd3aaa13351f487902c8c3f8f06e0f43.jpeg" alt="tri1" width="141" height="141" />Penulis telah bekerja selama 14 tahun menjadi guru. Sebenarnya belajar secara khusus tentang bagaimana membaca dan menulis serta “mengemas” buku secara khusus sehingga buku itu dapat membangkitkan selera seseorang untuk membaca dan memahaminya juga belum pernah, tetapi penulis selalu berjuang agar tulisan diterima oleh media masa terus saya lakukan. Bermula dari aksi corat coret karena ada kendala dari siswa disekolah yang mengalami kesulitan dan kurang mampu memahamkan anak dengan gambling dan jelas. Hasil coretan itu ternyata mampu membantu anak mengatasi masalah yang dihadapi dengan baik. Dan dari coretan itu juga, penulis mendapat berkah karena coretan itu mampu menembus media massa meskipun media massa local. Tetapi publikasi tersebut mampu memotivasi penulis agar berkarya yang lebih baik dan lebih baik lagi. Dari motivasi itulah karya-karya penulis telah menembus media yang lebih besar. Dan mampu diterima oleh penerbit berskala Nasional.</p>
<p>Penulis ingin menggunakan talenta sebagai penulis otodidak yang dilakukan sehingga mampu menyusun buku dapat digunakan dan disenangi para pembaca. Tetapi ternyata itu tidak cukup dan gampang. Menyajikan dan mengemas materi buku yang mudah dipahami dan mampu membangkitkan daya nalar anak ternyata tidak cukup dengan otodidak. Penulis harus mau berdiskusi, belajar bersama dengan penulis-penulis lain agar didalamnya terdapat bangunan yang timbulnya dari kelebihan-kelebihan penulis yang lain.</p>
<p>Melalui Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) penulis punya harapan yang besar cita-cita dapat tercapai, karena penulis yakin di wadah itu penulis akan bertemu dengan penulis sekaligus guru yang berpengalaman. Sehingga penulis akan menemukan jati diri sebagai penulis. Corak yang cocok sebagai penulis.</p>
<p>Pengalaman penulis selama menjadi guru telah bertemu dengan materi buku pelajaran yang diajarkan di sekolah-sekolah—seperti matematika, sejarah, kimia, fisika, bahasa, dan lain-lain. Sebagian besar materinya, dari dahulu hingga sekarang, tidaklah banyak berubah. Jika toh berubah, perubahan itu tidak sangat signifikan meskipun kurikulum di sekolah juga berubah. Oleh sebab itu, dalam pembahasan saya ini, saya ingin lebih menitikberatkan pada , yaitu bagaimana isi buku itu disajikan dan dikemas sehingga menarik para pengguna buku. Lebih jauh, saya ingin sekali buku-buku pelajaran itu tidak hamya sekadar menjadi pedoman guru dan murid dalam mempelajari sesuatu. Tetapi Saya ingin buku-buku yang disusun nanti dan yang telah disusun dapat menyenangkan para pembaca sehingga para pembaca (siswa, Guru, masyarakat pembaca) bisa terbangun nalarnya, menjadi pintar, cerdas sekaligus gemar membaca.</p>
<p>Untuk meraih keinginan tersebut, Penulis akan menyajikan materi dalam dua bagian yaitu tentang perkembangan baru tentang riset otak dan bagian kedua adalah bagaimana menyusun buku agar otak itu menjadi senang dan mudah memahami.<br />
<strong><br />
Bagian pertama</strong><br />
Tentang materi perkembangan-perkembangan baru tentang riset otak. Kita semua sudah pasti mafhum bahwa belajar—lebih khusus lagi membaca buku—sangat terkait dengan otak (brain). Apabila kita memahami bagaimana cara kerja otak dan menyesuaikan penyajian dan pengemasan buku sesuai dengan cara kerja otak, saya yakin bahwa kegiatan belajar—khususnya lagi, membaca buku—dapat diselenggarakan secara sangat efektif dan menyenangkan. Di bagian pertama ini, saya akan membahas serba sedikit tentang temuan Roger Sperry dan Howard Gardner berkaitan dengan organ penting bernama otak.</p>
<p>Di bagian kedua, dengan berpijak pasa riset Sperry dan Gardner, saya akan membahas bagaimana menyajikan dan mengemas buku pelajaran yang dapat membuat otak senang. S. Buku-buku penulis bukanlah buku fiksi dan bukan buku yang membahas tema-tema yang ringan. Beberapa buku saya—antara lain kreasiku dalam mengajar IPA, Mahir berhitung dengan Jari tangan, Pembelajaran MIPA di masa dating, Konversi nilai dalam Evaluasi Pengajaran.<br />
Penulis percaya bahwa salah satu penyebab beberapa buku penulis diminati oleh pasar karena penulis “mengemas” buku-buku tersebut dengan cara-cara yang tidak konvensional, dan didukung oleh managemen pemasaran yang baik.<br />
Di bagian kedua penulis akan mengisahkan cara-cara saya “mengemas” buku saya. Saya berharap, apa yang saya sampaikan di bagian kedua ini dapat bermanfaat bagi para pengemas (khususnya penerbit) buku pelajaran.<br />
<strong><br />
Otak dan Kegiatan Membaca Buku Pelajaran</strong><br />
Riset-riset otak mutakhir menunjukkan betapa membaca itu terkait dengan kebugaran otak. Namun, bukan soal manfaat ini yang akan saya bahas di sini. Penulis hanya ingin menunjukkan betapa peran buku pelajaran tidak hanya membantu para siswa untuk belajar secara sistematis tentang materi pelajaran yang ingin dipelajarinya. Buku pelajaran—yang jumlahnya puluhan dan senantiasa berada di dekat mereka ketika mereka belajar—dapat membuat para siswa fungsi otaknya bekerja dengan baik. Tentu, sebuah buku akan membantu menyalakan otak seorang siswa apabila buku tersebut benar-benar dapat membuatnya senang dan nyaman sekaligus harganya terjangkau oleh kantong mereka.</p>
<p>Memang, belum ada riset khusus tentang apakah buku pelajaran itu menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi para siswa. Namun, penulis yakin—dengan ditemukannya banyak sisi menakjubkan dari otak kita—buku-buku pelajaran di masa sekarang dapat disajikan sesuai dengan cara bekerjanya otak manusia.<br />
Apabila sebuah buku pelajaran dapat disajikan dan dikemas sedemikian rupa sehingga sesuai cara kerja otak, ada kemungkinan para pembaca buku pelajaran dapat lebih senang ketika menjalankan kegiatan membaca.</p>
<p>Temuan Roger Sperry, tampaknya, telah memberikan inspirasi bagi dua buku bestseller, Quantum Learning (Kaifa, 1999) dan The Learning Revolution (diterjemahkan dan diterbtikan oleh Penerbit Kaifa dengan judul Revolusi Cara Belajar). Baik Quantum Learning dan The Learning Revolution secara ekstrem mengubah penampilan sebuah buku yang biasanya sisi halaman kiri dan kanannya sama. Kedua buku tersebut membedakan tampilan halaman kiri dan kanan hampir di seluruh halaman. Satu sisi halaman diisi oleh deretan teks sebagaimana buku biasa, sementara sisi halaman lainnya diisi dengan ilustrasi/gambar atau kata-kata yang membangkitkan semangat. Dari ide itulah dalam buku Metode Handtrymatika juga dimasukan kata-kata filosof yang mampu menggugah semangat disela-sela bacaan.</p>
<p>Sperry menunjukkan kepada kita bahwa belahan otak kiri sifatnya logis dan belahan otak kanan intuitif. Apabila secara sadar kita menggunakan otak kiri untuk belajar, kita akan merasakan bahwa otak kiri ini akan bekerja sebagai berikut: menyukai hal-hal yang berurutan; belajar secara maksimal dari hal-hal yang bersifat detail lebih dahulu; menyukai sistem membaca yang berdasarkan pada fonetik; menyukai kata-kata, simbol, dan huruf; menyukai sesuatu yang terstruktur dan dapat diprediksi; mengalami lebih banyak fokus internal; dan ingin mengumpulkan informasi yang faktual. Sebaliknya dari itu, otak kanan akan bekerja sebagai berikut: lebih suka dengan hal-hal yang bersifat acak; belajar secara maksimal dengan pemahaman global lebih dahulu, baru kemudian ke hal-hal detail; lebih menyukai sistem membaca yang bersifat menyeluruh; menyukai gambar dan grafik; lebih suka melihat dahulu atau mengalami sesuatu; ingin mengumpulkan informasi mengenai hubungan antarpelbagai hal; lebih menyukai lingkungan yang bersifat spontan dan alamiah; mengalami lebih banyak fokus eksternal; dan ingin pendekatan yang bersifat terbuka, baru, dan memberikan kejutan-kejutan yang menantang.</p>
<p>Bayangkan apabila sebuah buku pelajaran dapat disajikan dan dikemas sedemikian rupa sehingga mampu diakses oleh otak kanan dan otak kiri secara sinergis? Dalam buku Langkah Mudah Membuat Buku yang Menggugah (MLC, 2004), saya terinspirasi oleh gagasan Gardner tentang adanya banyak tipe kecerdasan yang dimiliki seseorang. Menurut Gardner, kecerdasan merupakan kumpulan kepingan kemampuan yang ada di beragam otak. Semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bekerja sendiri-sendiri. Dan yang terpenting, kata Gardner lebih jauh, mereka tidak statis atau ditentukan saat lahir. Seperti otot, kecerdasan dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan.</p>
<p>Penulis membayangkan bahwa sebuah buku pelajaran dapat dikemas sedemikian rupa sehingga dapat merangsang seluruh tipe kecerdasan yang saat ini telah ditemukan oleh Gardner. Ada sembilan tipe kecerdasan yang ditemukan oleh Gardner, yaitu kecerdasan (1) spasial atau gambar, (2) bahasa, (3) interpersonal, (4) intrapersonal, (5) musik, (6) natural (alam), (7) tubuh (kinestetik), (8) matematika (logis), dan eksistensial (mencari makna). Setiap tipe kecerdasan ini dapat bekerja secara sendiri-sendiri dan dapat saling membantu atau mempengaruhi. Apabila seorang anak lemah dalam kecerdasan matematika, misalnya, namun kecerdasan musiknya menonjol, maka kecerdasan musik dapat membantu anak itu untuk membangkitkan kecerdasam matematikanya.</p>
<p>Menurut teori kecerdasan majemuk, sebuah pembelajaran akan mengasyikkan bagi setiap anak apabila dalam pembelajaran tersebut digunakan pelbagai cara yang mampu merangsang seluruh tipe kecerdasan yang ada. Masing-masing tipe kecerdasan—terutama kecerdasan yang sangat menonjol—seolah-olah merupakan sebuah “jalan” yang digunakan oleh seorang anak untuk belajar sesuai karakter dirinya. Prinsip-prinsip kecerdasan majemuk inilah yang kemudian diambil dan diolah untuk menjadi sebuah buku pelajaran dapat menyenangkan seorang anak. Ia dapat menyenangkan karena di dalam buku pelajaran tersebut ada banyak cara yang bisa digunakan si pengguna buku pelajaran untuk mengakses materi yang dikandungnya. Tujuan lain penulis dengan memanfaatkan teori kecerdasan majemuk dalam mengemas buku pelajaran adalah untuk merangsang seluruh area atau kepingan otak yang di dalamnya tersimpan pelbagai tipe kecerdasan.<br />
<strong><br />
Bagaimana Mengeksplorasi “Context” Buku Pelajaran</strong><br />
Salah satu medium-penting yang digunakan untuk menyerap ilmu dari sebuah buku adalah bahasa. Oleh sebab itu, baik-buruk dan menyenangkan-tidak menyenangkannya sebuah buku sangat bergantung pada bahasa-tulis yang digunakan oleh buku tersebut. Apabila bahasanya ruwet, berantakan, dan kaku, ada kemungkinan sebuah buku tidak akan mampu memberdayakan pembacanya. Bahasa-tulis yang indah, menggugah, dan mencerahkan penalaranlah yang akan mampu—meminjam kata-kata Prof. Dr. Fuad Hassan—“memperkaya dan mempercanggih gagasan dan wawasan” seseorang.</p>
<p>Apabila kita ingin berbicara dan mengeksplorasi context buku pelajaran, mau tidak mau kita harus memperhatikan penggunaan bahasa-tulis. Context yang berkaitan dengan bahasa-tulis ini dapat sangat banyak dan beragam. Misalnya, bahasa-tulis yang digunakan untuk menyampaikan isi, apakah telah menggunakan bahasa emosi, bahasa yang mengalir dan enak dibaca sekaligus menyentuh? Bagaimana pula dengan penciptaan judul-judul buku (yang diletakkan di sampul depan), lantas judul-judul bab dan sub-subjudul, apakah juga sudah dipoles sedemikian rupa sehingga tidak rigid dan terkesan mekanis?</p>
<p>Dalam buku Kreasiku Dalam Mengajar IPA, penulis menekankan betul pentingnya bahasa-tulis yang bercerita (mengalir) dan menggugah. Apabila seorang penulis buku pelajaran ingin memiliki kemampuan untuk menyusun bahasa-tulis yang mengalir dan menggugah, dia harus membaca banyak buku yang sangat kaya dan beragam. Mustahil kemampuan menulis secara mengalir dan menggugah ini dapat dimiliki oleh seorang penulis apabila dia tidak membaca buku yang sangat kaya dan beragam. Bagi saya, membaca adalah menyerap kata-kata untuk disimpan di dalam diri, dan menulis adalah mengeluarkan hal-hal yang di batin lewat bantuan kata-kata yang telah tersimpan di dalam diri.</p>
<p>Setelah bahasa kata, context yang perlu digarap secara total adalah bahasa rupa atau bahasa visual. Bahasa visual adalah bahasa untuk otak kanan. Bahasa visual bukan sekadar menempel atau menambah gambar di dalam sederetan teks. Dalam kata-kata Milly R. Sonneman—penulis buku Mahir Berbahasa Visual—bahasa visual ini disebut sebagai “fasilitasi grafis”. Kemampuan seorang desainer dalam memfasilitasi grafis ini akan menjadikan sebuah buku dapat meningkat kekuatan komunikasinya. Sederetan teks yang disertai gambar yang lucu dan menyentuh bisa jadi akan lebih mudah dicerna dan dipahami. Ringkasnya, bahasa visual akan memungkinkan sebuah buku dapat didekati dari “pintu” yang lain.</p>
<p>Hal terakhir yang ingin penulis usulkan dalam mengeksplorasi context buku pelajaran adalah bagaimana membuat buku pelajaran tersebut tampil interaktif. Dalam buku-buku karya penulis, kesan interaktif itu saya munculkan dalam “boks” yang saya sebut sebagai wadah untuk “mengikat makna”. Dalam buku-buku pelajaran, meskipun saya tahu ada beberapa buku pelajaran yang sudah menyediakan wadah untuk “mengikat makna” dalam bentuk yang lain, bisa secara khusus disediakan wadah “mengikat makna” dan diberi penjelasan tentang pentingnya mengonstruksi materi yang sudah dipahami dari kegiatan membaca. ***</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong><br />
Bell Gredler, Margaret E (1991). Belajar dan Membelajarkan Seri Pustaka Teknologi Pendidikan No.11. Cv. Rajawali. Jakarta<br />
Brotosiswoyo, BS (2002). Hakikat Pembelajaran MIPA dan Kiat Pembelajaran Fisika di Perguruan Tinggi. Pengembangan Universitas Terbuka. Depdiknas. Jakarta.<br />
Budiyono, Tri. Metode Handtrymatika, Yogyakarta: Cv. Asta Aji Pustaka, 2008<br />
Budiyono, Tri. Kreasiku Dalam Mengajar IPA, Jakarta : Sinar Cemerlang Abadi, 2007<br />
Darajat, zakiah. (1982). Kepribadian Guru. Bulan Bintang. Jakarta<br />
Hierlock, Elizabeth B, (1981). Child Development. Mc. Graw Hill International Book Company. Singapura<br />
J.P Gulford. (1969). Personality. Mc. Graw Hill Book Company. New York.<br />
Lester D, Crow &amp; Crow (1973). Educational Psycology. American Book Co, New York.<br />
NAESP (1977). Principal’s Survival Kit: Practical Information on Critical Issues for Elementary and Middle School Leaders. Alexandria. NAESP<br />
NRC. (2001) Inquiry and the National Science Education Standards : Washington DC: National Academy Press. Tersedia: http//books.nap.edu/html/inquiryaddendum/notice.html<br />
Rustawan, Nuryani Y. (2007). Kemampuan Dasar Bekerja Ilmiah dalam Pendidikan Sains dan Assesmensnya. Makalah UPI Bandung.<br />
Samani, Muchlas (2002). Panduan Menejemen Sekolah. Depdiknas Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta<br />
Skinner, Charles E. (1977). Educational Psycology. Prenticl Hall Of India Private Limited. New Delhi</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/24/280/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Kelas Rendah Tahun 2009</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/18/sayembara-penulisan-naskah-bacaan-sd-kelas-rendah-tahun-2009/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/18/sayembara-penulisan-naskah-bacaan-sd-kelas-rendah-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 11:30:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Dalam  rangka melakukan pembinaan  minat,  bakat,  dan kreativitas  peserta  didik, Direktorat  Pembinaan  TK  dan  SD menyelenggarakan  penulisan  naskah  bacaan  siswa  SD yang berkualitas. Penulisan  naskah  buku  bacaan  siswa  SD  kelas  rendah dilaksanakan  melalui  kegiatan  sayembara,  bertujuan untuk meningkatkan  koleksi  buku  bacaan  untuk  siswa SD  yang  berkualitas  dan  sesuai  dengan  taraf perkembangan  anak. Dengan  tersedianya buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam  rangka melakukan pembinaan  minat,  bakat,  dan kreativitas  peserta  didik, Direktorat  Pembinaan  TK  dan  SD menyelenggarakan  penulisan  naskah  bacaan  siswa  SD yang berkualitas. Penulisan  naskah  buku  bacaan  siswa  SD  kelas  rendah dilaksanakan  melalui  kegiatan  sayembara,  bertujuan untuk meningkatkan  koleksi  buku  bacaan  untuk  siswa SD  yang  berkualitas  dan  sesuai  dengan  taraf perkembangan  anak. Dengan  tersedianya buku bacaan yang  menarik  dan  berkualitas  diharapkan  dapat meningkatkan  minat  dan  budaya  baca  khususnya  di kalangan peserta didik.</p>
<p>Kegiatan  sayembara penulisan naskah buku bacaan  SD kelas  rendah  juga  merupakan  wahana  bagi  semua orang  pihak,  baik  pendidik,  tenaga  kependidikan, penulis,  maupun  masyarakat  yang  peduli  pendidikan untuk  berkarya,  berkreasi,  berimajinasi,  dan berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.</p>
<p>Penulisan  naskah  bacaan  SD  kelas  rendah yang dilaksanakan melalui sayembara bertujuan untuk:</p>
<p>1.      Memperkaya bacaan peserta didik  SD kelas  rendah yang menarik dan bermutu, sehingga meningkatkan minat baca peserta didik.</p>
<p>2.     Sebagai  wahana  untuk  berkreasi,  berinovasi, berprestasi,  dan  berkompetisi  bagi  siapa  saja  yang peduli  terhadap  pendidikan  melalui  penulisan naskah bacaan untuk peserta didik SD.</p>
<p><strong>Tema  Sayembara</strong></p>
<p>&#8220;Melalui  sayembara  penulisan  naskah  bacaan  kita tingkatkan  budaya  gemar  membaca  dan  menulis peserta didik SD kelas rendah.&#8221;</p>
<p><strong>Waktu </strong></p>
<p>1.      Sosialisasi melalui  leaflet, media  cetak,   dan media elektronik  (TV  dan  internet), Februari-Maret 2009.</p>
<p>2.     Penerimaan naskah, April &#8211; Juli 2009.</p>
<p>3.     Pra seleksi, Agustus &#8211; Oktober 2009</p>
<p>4.     Penilaian dan pengumuman, Oktober 2009.</p>
<p><strong>Peserta </strong></p>
<p>Peserta sayembara dibuka untuk semua pihak termasuk guru,  dosen,  siswa/mahasiswa,  tenaga  kependidikan,serta masyarakat luas.</p>
<p><strong>Tema Naskah</strong></p>
<p>Tema  naskah  buku  bacaan  SD  kelas  rendah dalam sayembara  ini  dikaitkan  dengan  mata  pelajaran  di sekolah dasar, sebagai berikut:</p>
<p>1.      Keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia yang berlandaskan ilmu pengetahuan.</p>
<p>2.     Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.</p>
<p>3.     Seni budaya daerah dan nasional.</p>
<p>4.     Penanaman nilai-nilai Pancasila.</p>
<p><strong>Materi Naskah </strong></p>
<p>Materi naskah bacaan dapat berupa fiksi atau nonfiksi, mengacu  pada  muatan  lokal  atau  mata  pelajaran  di sekolah dasar yaitu:</p>
<p>1.      Pendidikan Agama</p>
<p>2.     Pendidikan Kewarganegaraan</p>
<p>3.     Bahasa Indonesia</p>
<p>4.     Matematika</p>
<p>5.     Ilmu Pengetahuan Alam</p>
<p>6.     Ilmu Pengetahuan Sosial</p>
<p>7.     Seni Budaya dan Keterampilan</p>
<p>8.     Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan</p>
<p>Naskah bacaan nonfiksi  dapat disajikan dalam bentuk eksposisi  (pemaparan  ilmiah  populer)  atau  narasi (penulisan biografi dan  sejarah),  serta  tokoh, kegiatan, waktu,  dan  tempat  yang  dipaparkan  sepenuhnya bersifat faktual.</p>
<p><strong>Persyaratan Naskah</strong></p>
<p>1.      Isi  naskah  sesuai  dengan  tingkat  dan  taraf perkembangan  peserta  didik  kelas  rendah  (kelas  I, II, dan III SD);</p>
<p>2.     Isi  naskah  tidak  bertentangan  dengan  nilai-nilai dasar  Pancasila,  UUD  1945,  ketentuan  dan peraturan  perundangan  yang  berlaku,  serta  tidak menimbulkan masalah SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan);</p>
<p>3.     Bersifat  edukatif  dan  memberikan  manfaat  untuk menambah  pengetahuan,  menumbuhkan  budaya dan minat membaca dan menulis, mengembangkan keterampilan, membentuk watak dan  kepribadian, serta memperluas wawasan;</p>
<p>4.     Naskah bacaan harus disertai  ilustrasi atau gambar, dan  merupakan  bagian  yang  tak  terpisahkan  dari naskah.  Ilustrasi/gambar  boleh  dibantu  orang  lain untuk membuatnya.</p>
<p>5.     Naskah  khusus  untuk  kelas  I  dan  II  berupa  cerita bergambar;</p>
<p>6.     Naskah  merupakan  karya  asli  dan  dapat dipertanggungjawabkan  (baik  isi  naskah  maupun gambar),  bukan  saduran,  tidak  bersambung,  dan tidak dalam bentuk berseri;</p>
<p>7.     Naskah  belum  pernah  diikutsertakan  pada sayembara  yang  sama  atau  menjadi  pemenang dalam  sayembara  mana  pun,  dan  belum  pernah diterbitkan  yang  ditunjukkan  dengan  surat pernyataan penulis.</p>
<p>8.     Naskah  yang  berbentuk  biografi  harus  memenuhi persyaratan sebagai berikut:</p>
<p>a.     tokoh  yang  ditulis  adalah  warga  negara Indonesia  yang  berprestasi  atau  berjasa  dalam perjuangan dan pembangunan bangsa;</p>
<p>b.     didukung  dengan  metode  pengumpulan  data yang tepat;</p>
<p>c.      data yang ditulis akurat dan benar;</p>
<p>d.     melampirkan  ijin  dari  tokoh  yang  ditulis  atau dari ahli warisnya.</p>
<p>9. Naskah diketik  komputer 2  spasi di  atas kertas A4  (70 atau 80 gram), dengan ketentuan:</p>
<p>a.       jumlah halaman  10  &#8211; 15 untuk  kelas  I,  15 &#8211; 20 untuk  kelas  II,  dan  20 &#8211; 25  untuk  kelas  III termasuk gambar;</p>
<p>b.      Jumlah  halaman  di  atas,  tidak  termasuk halaman  kata  pengantar,  pendahuluan,  daftar</p>
<p>c.      isi,  daftar  pustaka,  biodata  lengkap,  dan  surat pernyataan keaslian karya.</p>
<p>d.      Jenis  huruf  arial  ukuran  14  -  16  point,  untuk naskah  yang  diharapkan  dibaca  peserta  didik kelas  I  SD,  sedangkan  ukuran  huruf  14  point untuk  naskah  yang  diharapkan  dibaca  peserta didik kelas II atau III SD.</p>
<p>e.      Gambar  pada  naskah  fiksi  membantu  pada pemahaman  anak,  sehingga  teks  mudah dimengerti. Gambar pada naskah  kelas  I dan  II harus  dominan.  Pada  naskah  nonfiksi,  gambar sebagai ilustrasi dari penulis harus jelas.</p>
<p>10. Menggunakan  bahasa  Indonesia  yang  baik  dan benar.</p>
<p>11.   Sumber atau rujukan ditulis dalam daftar pustaka.</p>
<p>12. Naskah yang dikirimkan dibuat dalam bentuk siap cetak (dummy).</p>
<p>13.  Identitas naskah/cover/kulit meliputi:</p>
<p>a.   judul naskah</p>
<p>b.  kelompok naskah  : (fiksi atau nonfiksi)</p>
<p>c.   menunjang mata pelajaran: &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;. kelas: &#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>d.  nama penulis</p>
<p>e.   Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Kelas Rendah Tahun 2009</p>
<p>14. Naskah dilampiri:</p>
<p>a.   fotocopy identitas diri (KTP/SIM/identitas lainnya).</p>
<p>b.  biodata penulis lengkap, termasuk alamat rumah dan kantor, telepon/HP secara jelas.</p>
<p>c.   Surat pernyataan keaslian hasil karya</p>
<p><strong>Pengiriman Naskah</strong></p>
<p>1.      Naskah  disampaikan  langsung  atau  dikirim melalui pos  tercatat  paling  lambat  tanggal  31  Juli  2009 (stempel pos) dengan alamat:</p>
<p><strong>Panitia  Sayembara  Penulisan  Naskah  Bacaan  SD</strong></p>
<p><strong>Kelas Rendah Tahun 2009</strong></p>
<p><strong>Subdit Pembelajaran</strong></p>
<p><strong>Direktorat Pembinaan TK dan SD</strong></p>
<p><strong>Ditjen Mandikdasmen Depdiknas</strong></p>
<p><strong>Gedung E Lantai 18, Jl. Jend. Sudirman, Senayan</strong></p>
<p><strong>Jakarta 10270</strong></p>
<p>2.  Penulis naskah yang lolos praseleksi, akan dipanggil untuk mengikuti seleksi berikutnya pada Oktober 2009.</p>
<p><strong>Penghargaan</strong></p>
<p>Pemenang sayembara penulisan naskah bacaan SD kelas rendah akan menerima penghargaan/hadiah sebagai berikut.</p>
<p>a.   Hadiah Pemenang I (10 naskah), masing-masing penulis naskah akan memperoleh hadiah sebesar Rp20.000.000,00</p>
<p>b.  Hadiah Pemenang II (10 naskah); masing-masing penulis naskah akan memperoleh hadiah sebesar Rp15.000.000,00</p>
<p>c.   Hadiah Pemenang III (10 naskah); masing-masing penulis naskah akan memperoleh hadiah sebesar Rp10.000.000,00</p>
<p><strong>Ketentuan Lain</strong></p>
<p>a.   Apabila  dikemudian  hari  diketahui  bahwa  suatu naskah yang telah ditetapkan sebagai juara ternyata bukan  merupakan  karya  asli  peserta,  Direktorat Pembinaan  TK  dan  SD  berhak  membatalkan  hasil penilaian.</p>
<p>b.  Hasil  keputusan  dewan  juri  bersifat  mutlak  dan tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p>c.   Naskah  pemenang  sayembara  menjadi  milik Departemen Pendidikan Nasional.</p>
<p>d.  Naskah  yang  tidak  menjadi  pemenang,  menjadi dokumen  Direktorat  Pembinaan  TK  dan  SD  dan tidak dikembalikan kepada penulisnya.</p>
<p>e.   Informasi selengkapnya dapat menghubungi:</p>
<p><strong>Penanggung Jawab Kegiatan</strong></p>
<p><strong>Pengembangan Sistem dan Standar Pengelolaan  SD</strong></p>
<p><strong>Subdit Pembelajaran</strong></p>
<p><strong>Direktorat Pembinaan TK dan SD</strong></p>
<p><strong>Gedung E Lantai 18, Depdiknas, Jl. Jenderal</strong></p>
<p><strong>Sudirman, Senayan, Jakarta</strong></p>
<p><strong>Telepon/Fax (021) 5725641, 5725989 atau melalui</strong></p>
<p><strong>internet: www.mbs-sd.org</strong></p>
<p>Naskah sayembara selengkapnya, silakan unduh <a title="sayembara" href="http://docs.google.com/fileview?id=F.f116b136-5bc2-4555-bab5-d229245895fc&amp;hl=en">di sini </a>atau d<a title="mbssd" href="http://www.mbs-sd.org/">i sini!</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
update:<br />
Info terbaru: sayembara penulisan naskah buku pengayaan tahun 2009 yaitu,<br />
1. Hadiah juara pertama Rp.20.000.000,-<br />
Hadiah juara kedua Rp.19.000.000,-<br />
Hadiah juara ketiga Rp.18.000.000,-</p>
<p>2. Masa penerimaan naskah diperpanjang menjadi 15 Juni 2009.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/18/sayembara-penulisan-naskah-bacaan-sd-kelas-rendah-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zaenal Abidin: Tak Hanya Puas sebagai Guru</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/14/zaenal-abidin-tak-hanya-puas-sebagai-guru/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/14/zaenal-abidin-tak-hanya-puas-sebagai-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Apr 2009 09:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[guru kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[ZAENAL Abidin, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak kelahiran Demak 25 Oktober 1966 ini tak hanya puas dengan pekerjaannya sebagai guru di kelas semata. Kemampuannya sebagai guru terus diasah. Salah satu caranya, menulis dan membuat buku, baik untuk pegangan koleganya sesama guru maupun untuk muridnya yang kesulitan menyerap mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris. Kreativitasnya kini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://sawal64.googlepages.com/PakZaenaldanIsterinya.jpg" alt="ZAENAL Abidin" />ZAENAL Abidin, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak kelahiran Demak 25 Oktober 1966 ini tak hanya puas dengan pekerjaannya sebagai guru di kelas semata. Kemampuannya sebagai guru terus diasah. Salah satu caranya, menulis dan membuat buku, baik untuk pegangan koleganya sesama guru maupun untuk muridnya yang kesulitan menyerap mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris.</p>
<p>Kreativitasnya kini jadi pekerjaan sambilan yang justru bisa menunjang pekerjaanya sebagai guru. Suami Masfiah, 36, ini menuturkan, perjalanannya sebagai guru cukup berliku. Beberapa tahun sejak kuliah di IKIP Negeri Semarang sekitar 1989, dia sudah melang melintang menjadi guru. Mulanya Zaenal berwiyata bhak¬¬ti mengajar di sejumlah sekolah. Di antaranya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tanwirul Dzolam, Desa Kalikondang, Demak Kota. Dia mengampu pelajaran Bahasa Inggris. Lalu, pada 1993-1994 ia mengajar di SMPN 2 Sayung selama 2 tahun, kemudian di MTsN Karangtengah mulai 1993 hingga 2001 serta di SMPN 2 Bonang selama tiga tahun (1994 hingga 1996). Baru pada 2000, yang bersangkutan mencoba ikut tes CPNS di Pemalang. Hasilnya, dia diterima sebagai pegawai negeri dan ditugaskan mengajar di MAN Pemalang antara 2001-2006.</p>
<p>Setelah mengajukan mutasi, Pak Zaen-akrab dipanggil-kemudian pilih mengajar di MAN Demak hingga sekarang. Menurutnya, kali pertama menjadi guru wiyata gajinya hanya Rp 12 ribu per bulan. Meski saat itu masih jejaka, namun besaran gaji tak cukup mencukupi kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Ditemui di rumahnya Perum Wijaya Kusuma II, Jalan Cempaka VI, RT 04 RW 03 Nomor 29, Desa Katonsari, Demak Kota, Zaen mengaku baru merasa ada perubahan dari segi nilai besaran gaji saat mengajar di MTsN Karangtengah pada 1995. Gaji yang ia terima sebesar Rp 250 ribu per bulan. Gajinya makin bertambah menjadi sekitar Rp 1 juta saat mengajar di MAN Pemalang dengan golongan IIIa. Dan, kini saat mengajar di MAN Demak gajinya terus naik berlipat menjadi sekitar Rp 2 juta lebih. Ia kini PNS golongannya IIIc.</p>
<p>Sebagai guru yang suka menulis, kesejahteraan yang diperolehnya kian bertambah. Toh Zaen berprinsip menulis buku sebagai profesi sambilan di luar jam mengajar, tak semata untuk mencari penghasilan. Sebaliknya untuk meningkatkan kualitas diri serta menyalurkan idealisme yang terpendam.</p>
<p>Dia menulis buku bermula ketika para kolega sesama guru banyak yang curhat kepada dirinya. Mereka merasa belum memiliki pegangan buku yang sesuai kurikulum saat mengajar Bahasa Inggris. Karena itulah, keinginan menulis buku mulai dilakukan secara bertahap. Buku pertama yang ditulis berjudul Mengenal Genre dalam Bahasa Inggris.<br />
Untuk lebih memperkaya buku pertama dan menunjang materi pelajaran, Zaenal pun kemudian menerbitkan buku kedua yang diberi judul Jembatan Sukses UN 2008.</p>
<p>Penulisan buku diawali ketika saat ada ujian listening tingkat SLTA. Saat itu temannya sesama guru yang biasanya memberi les Bahasa Inggris untuk siswa mengalami kesulitan. Sebab, kaset berisi materi listening untuk praktik sudah nglokor. Karena itu dia berinisiatif untuk mengoplos kaset-kaset yang tidak lengkap materinya tersebut. “Untuk mengoplos ini tidak mudah. Sebab, harus pakai program edit pro di komputer. Dari proses pengoplosan itulah, dapat menciptakan 8 paket listening.”</p>
<p>Kaset berbentuk CD itu pun lantas dibagi bagikan ke para guru  yang pegang pelajaran Bahasa Inggris. “Proses edit pro cukup sulit. Karena edit sendiri dan cetak sendiri.” Zaenal juga memimpin penulisan membuat lembar kerja soal (LKS) untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3. Pekerjaan sambilan membuat buku LKS itu dilakukan untuk menyiasati agar tidak perlu membeli dari luar. (wahib pribadi/is)</p>
<p>Sumber: (Radar Semarang.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/14/zaenal-abidin-tak-hanya-puas-sebagai-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Telah Terbit buku: Yuk! Nulis Puisi</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/04/13/telah-terbit-buku-yuk-nulis-puisi/</link>
		<comments>http://agupenajateng.net/2009/04/13/telah-terbit-buku-yuk-nulis-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 20:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja kami menerima kabar gembira yang dikirimkan via email. Buku Bapak Wardjito Soeharso, salah seorang pembina Agupena Jawa Tengah, telah terbit. Menurut Beliau, buku bertajuk YUK! NULIS PUISI tersebut didesain sebagai &#8220;guide book&#8221;, buku panduan, seperti modul, berisi tentang bagaimana menulis puisi dengan benar. Kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku tersebut, semoga mampu mengilhami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://sawali64.googlepages.com/Coveryuknulis2.jpg" alt="yuk nulis puisi" />Baru saja kami menerima kabar gembira yang dikirimkan via email. Buku Bapak Wardjito Soeharso, salah seorang pembina Agupena Jawa Tengah, telah terbit. Menurut Beliau, buku bertajuk YUK! NULIS PUISI tersebut didesain sebagai  &#8220;guide book&#8221;, buku panduan, seperti modul, berisi tentang bagaimana menulis puisi dengan benar. Kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku tersebut, semoga mampu mengilhami rekan-rekan sejawat untuk mengikuti jejak Bapak agar terus terpacu “adrenalin”-nya dalam menekuni dunia kepenulisan sekaligus menghasilkan karya. Dan yang pasti, buku tersebut akan sangat bermanfaat bagi kepentingan dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran sastra.</p>
<p>Berikut kutipan email selengkapnya!</p>
<blockquote><p>Saya informasikan bahwa buku saya berjudul: YUK! NULIS PUISI telah terbit.<br />
Buku ini saya desain sebagai &#8220;guide book&#8221;, buku panduan, seperti modul, berisi tentang bagaimana menulis puisi dengan benar.</p>
<p>Bagi rekan-rekan guru SMP-SMA yang mengajar Bahasa Indonesia, buku ini sangat membantu dalam pengajaran sastra, yang menurut kabar kabur, cukup sulit dilakukan oleh rekan-rekan guru BI. Buku ini tentu sangat bermanfaat bukan saja untuk guru, tetapi juga untuk murid-murid yang punya talenta menulis puisi, tetapi belum memiliki pengetahuan memadai tentang penulisan puisi.</p>
<p>Bagi anda yang berminat, silakan hubungi saya, bisa via email: weesenha@gmail.com, bisa via HP: 081 1271938, atau kunjungi web saya: www.penulismuda.com.</p>
<p>Mari kita kembangkan dunia tulis-baca!</p>
<p>Salam Agupena!</p>
<p>Wardjito Soeharso</p></blockquote>
<p>Sekali lagi, kami mengucapkan selamat atas terbitnya buku karya Pak Wardjito, semoga bisa memberikan banyak pencerahan bagi dunia pembelajaran sastra di sekolah yang selama ini dinilai masih belum berlangsung seperti yang diharapkan!</p>
<p>Salam Agupena!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agupenajateng.net/2009/04/13/telah-terbit-buku-yuk-nulis-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
