Thursday, 12 February 2009 (07:45) | | 1,446 views | 108 komentar
Selamat datang di blog Agupena Jawa Tengah!
Blog ini didedikasikan buat para guru penulis dan rekan sejawat yang berkenan membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi. Mari, kita rapatkan barisan dan bergandengan tangan dengan mengedepankan sikap kolegial dan kolektif dalam upaya ikut berkiprah meningkatkan mutu pendidikan. Meminjam bahasa Rene Descartes, “kami ngeblog, karena itu kami ada!” Melalui blog, mari kita bangun jaringan untuk saling menularkan “virus” menulis di kalangan guru.
Kami akan sangat berterima kasih dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan sejawat yang berkenan membangun blog ini secara bersama-sama dengan mengirimkan tulisan yang berkaitan dengan masalah pendidikan dan dunia kepenulisan. Semua tulisan yang hendak dipublikasikan di blog bisa dikirimkan melalui email: agupena64@gmail.com.
Salam Agupena,
Admin
108 komentar terhadap “Buku Tamu”
Komentar Anda?

ahmad fandolli, S.Th.I | Monday, 7 November 2011 @ 8:57 pm
wah LPMP juga harus masuk ke sekolah swasta seperti MTs dan MA dong jangan melulu negeri terus atau yang di bawh diknas saja
Reply
natal kristiono,s.pd | Wednesday, 23 November 2011 @ 6:37 pm
salam kenal, saya guru di kab. pemalang, di pemalang saya kok belum melihat perwakilannya nich? kebetulan saya guru yang suka melakukan riset dan membuat karya ilmiah. kebetulan juga saya saat ini diberi amanah untuk memimpin mgmp pkn smk. bagaimana syarat mendirikan Agupena untuk kab. pemalang? trims.
natal kristiono,s.pd
smk pgri 1 taman pemalang
081390060004
Reply
Herlina, S.Pd., M.Pd. | Wednesday, 14 December 2011 @ 4:53 am
salam kenal, saya guru SMK negeri 2 Majene Sulawesi Barat, ingin bergabung dengan Agupena,
Reply
salju | Wednesday, 28 December 2011 @ 2:50 am
Hai guru – guru Indonesia seluruhnya dan seutuhnya bergabung dan bersatulah jangan lagi jadi pion dan boneka politik semata….?????????kekuatan PGRI mu jangan hanya Simbol belaka—tapi tunjukan betapa sejarah dan akar PGRI membuka mata Dunia politik bahwa GURU kekuatan INDONESIA kalo tidak bersatu dan menyatu hancurlah GURU indonesia tidak hanya SERTIFIKASI yang disunat alasan Jam tidak 24??? dan alasan apalagi yang ingin menggobloki GURU DENGAN DALIH 20 % yang dibagi DEPAG DIKNAS DLL sampai tunjangan GURU dikuasai PEMDA, DEWAN dan apalagi ya……………….????yang jelas DETIK ini BERSATULAH GURU dr TINGKAT mana pun jangan percaya RAYUAN DEWAN _ DEWAN BINGUNG?????
Reply
salju | Wednesday, 28 December 2011 @ 6:52 am
puisi…ku numpang mejeng ya………………………
JERITAN NURANI GURU
GELEGAR SERTIFIKASI BERKUMANDANG SETIAP WAKTU
MERAYU,MENGHIBUR,MENDERA PADA SEUTAS HARAP
TERHIBUR,TERLENA,TERTIPU,TERBIUS SENYAP RAGA
GEMURUH RAGU MENANTI,MENITI DETIK LENYAP BERLALU
MENGHITUNG JUMLAH YANG BELUM PASTI JADI REALITA
SAAT SIMPANG JALAN MENIMANG ARAH ZAMAN KEHIDUPAN
HIRUK PIKUK MAKMUR TERNGIANG DI SUDUT LEMBAR CETAKAN
YANG HADIR HANYA SEBUAH IMPIAN PADA TUMPUKAN MILYARAN
HARI INI PARA DERMAWAN YANG BUDIMAN DAN BERPARAS RAHWANA
SADARLAH???GURU TAK BUTUH JANJI DAN SLOGAN KEKOSONGAN
GURU BUKAN PION-PION PADA PAPAN CATUR YANG TAK BERTUHAN
UPAH SEGUMPAL BERMAKNA SEGUDANG,BAK SETETES LIUR SANG DEWA
JANGAN HANYA BERIKAN SANJUNGAN DENGAN ANEKA WARNA RUPAMU
SAAT BENDERAMU MULAI BERKIBAR-KIBAR PADA IKLAN FATAMORGANA
SIASAT BASI BAGAI SETUMPUK GUMPALAN LEMAK YANG LENYAP
TERKIKIS TANPA LAPISAN SAMPAI DI TANGAN TINGGAL BERAPA BLN
OooooooooooooooooH??????!!!!! Kasihan ya……….Guru
TAKLUKAN EGOMU
DEMI AMBISIMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI TEKAT MULIAMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI AKALMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI ASAMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI CURIGAMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI PICIKMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI NIATMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI TEKATMU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI IMANKU
TAKLUKAN EGOMU
DEMI HIDUP & MATIMU MAKA TAKLUKAN EGOMU
DEMI WUJUD & BENTUK JATI DIRIMU SBG MANUSIA
MAKA DETIK & SAAT INI JUGA TAKLUKAN EGOMU ???
NUSANTARA,7020211SENIN
RUPA P G R I NUSANTARA
(DIRGAHAYU PGRI PERTIWI-25 NOV 10)
65 TAHUN PGRI ADA DI BUMI PERSADA
GEMAMU KIAN MEMBAHANA TIADA TARA
HINGGA HITAM PUTIH MEMBURAT PARAS
TAPI SAMPAI DETIK INI HANYA BIAS SEMU
HINGGA BUMI PERTIWI MERATAP SENDU
MENGHIAS KATULISTIWA PENUH CANDA
AGAR SEMESTA RAYA LUPA BERMAKNA
PADA KODRATI SEBAGAI PION BANGSANYA
MEREDUP GALAU TUK CAPAI CITA MULIA
SAAT KEKAR RAGAMU TAK BERNYALI APA
DUKA LARA BAGAI RUPA YANG LUAR BIASA
MAKA HINA CACI LAKSANA KISAH SENADA
HARI INI TEKATMU SEUTAS BAJA MEMBARA
SLALU MEMBEKU PADA UCAPAN SEMATA
HINGGA TAK JELAS WARNAMU BERADA
ANTARA NYATA & PENUH FATAMURGANA…
NUSANTARA, 29 NOVEMBER 2010
HAI RAJA – RAJA KECIL YANG PERPARAS RUPAWAN, ARIF SERTA BUDIMAN
HARTAMU SUDAH SEKILAN JADI LIHATLAH SESAAT DENGAN MATA NALURIMU
UPAH SERTIFIKASI NUANSA WARNA HARAPAN,DINANTI SIANG DAN MALAM
JANGAN BERKEDOK PAJAK SOSIAL, HINGGA SEBUTIR KERINGAT TERPANGKAS
MAKA BERTUMPUK RAPEL TAK LENYAP WALAU SEIKAT BATIN TERTEKAN KUAT
PILU,SEDIH,PEDIH,MENGGURAT SEMANGAT MERONTA MURKA SESAK DI DADA
NAMUN DETIK INI KPK TAK TAHU JUGA,BRAPA RUPIAH HANYUT TERBAWA ARUS?
SETANKAH?BERHALAKAH?ATAU IBLISKAH TAK MENENTU MEMBAWA RUPIAH ITU?
NUSANTARA,8 DESEMBER 2010
Reply
C. Enung Martina | Monday, 6 February 2012 @ 6:52 am
Salam
Terima kasih atas berbagai pengetahuan tentang kebahasaan.
Semoga terus jaya dalam berkarya
Reply
Ferry Lee | Monday, 12 March 2012 @ 1:47 am
lagi buat tugas nyasar sampe kemari deh.
Keep posting
Salam
Reply
salju | Monday, 12 March 2012 @ 6:45 pm
terima kasih saya bisa bergabung tambah saudara dan bisa berbagi cerita serta pasti deh pengetahuan guru semakin luas dan usahakan ada pertemuan satu tahun sekali utk silaturami seluruh guru seindonesia dengan dana PGRI ok jgn pengurus doang ok
salam KOMPAK PERSAUDARAAN SENASIB di tanah sendiri INDONESIA OK………….
Reply
ulfah | Sunday, 1 April 2012 @ 1:50 am
Berkunjung
Napak tilas
Reply
Chaeriyah | Saturday, 14 April 2012 @ 8:56 am
Salam kenal….
Alhamdulillah……. dg tdk sengaja sy bisa mengujungi blog Agupena Jawa Tengah!
Mudah-mudahan sangat bermanfaat…..
Reply
Edy Santosa | Wednesday, 18 April 2012 @ 2:40 am
AGUPENA JAWA TIMUR dimana ya? Kok AGUPENA terkesan sombong. Mau gabung saja sepertinya dipersulit. Salam
Reply
Pak Mukhlis | Saturday, 5 May 2012 @ 11:09 pm
Lulus 1,00 % karena kejujuran adalah kemuliaan,sedang
Lulus 100 % karena kecurangan adalah kenistaan.
kalimat di atas yang membuat hati ini menangis,melahirkan generasi generasi yang amoral,calon koruptor.
Reply
budi susanto | Thursday, 14 June 2012 @ 5:47 am
wah … memang hebat, dari dulu bapak Daladi, th 1988 kalo gak salah pernah di “BP”
Main Gitarnya masih OK kan ?
TERUSLAH BERKARYA BAPAK GURU, DILUAR BANYAK YANG MENUNGGU
HASIL KARYAMU …
Reply
imanuel tri | Thursday, 7 March 2013 @ 11:44 pm
Juknis FLSN 2013 belum muncul? Aku kepengin membaca lo
Reply
Sugiyono,S.Pd.I | Sunday, 19 May 2013 @ 9:41 pm
Hal : PERMOHONAN WAKAF BUKU
Kepada Yang Terhormat
Bapak/Ibu Pengurus dan Anggota Agupena Jawa Tengah
Di-
Tempat
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Teriring salam dan do’a semoga Allah senantiasa melimpahkan Taufiq dan Hidayah-Nya kepada
kita semua dan senantiasa diberikan kesuksesan dalam menjalankan aktifitas keseharian. Amiin.
Dalam upaya meningkatkan minat membaca dan memfasilitasi pengembagan kualitas pendidikan masyarakat desa, Maka kami pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) “AL-MANAR” Kudus bermaksud untuk melaksanakan kegiatan pembangunan Taman Baca, pengadaan buku bacaan, sarana dan prasarana taman bacaan. Maka dengan itu kami memohon bantuan dana demi suksesnya kegiatan tersebut.
Demikian surat permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian dan bantuannya diucapkan terima kasih.
Billahittaufiq Wal Hidayah,
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kudus, 25 April 2013
Pengelola TBM Al-Manar
Sugiyono,S.Pd.I
Lampiran:
RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
PEMBANGUNAN TAMAN BACA, PENGADAAN BUKU BACAAN,
SARANA DAN PRASARANA
TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) AL-MANAR
NO URAIAN VOL UNIT HARGA (Rp) JUMLAH (Rp)
1 Pengadaan Buku Bacaan
Buku Bacaan Anak 1 paket 2,000,000 2,000,000
Buku Bacaan Keagamaan 1 paket 2,000,000 2,000,000
Buku Bacaan Umum 1 paket 2,000,000 2,000,000
Buku Bacaan Pendidikan 1 paket 2,000,000 2,000,000
Buku Bacaan Remaja 1 paket 2,000,000 2,000,000
2 Pengadaan Mebeler
Rak Buku 4 buah 800,000 3,200,000
Meja 10 buah 200,000 2,000,000
Kursi 20 buah 50,000 1,000,000
Lemari 2 buah 500,000 1,000,000
3 Kesekretariatan
Spanduk 4 meter 30,000 120,000
Buku Tamu 5 buah 15,000 75,000
Buku Tulis (ukr.folio) 5 buah 10,000 50,000
Komputer 1 unit 4,000,000 4,000,000
Printer 1 unit 500,000 500,000
Kertas HVS 2 rim 35,000 70,000
Papan Mading 2 buah 100,000 200,000
4 Pembangunan Taman Bacaan Masyarakat
Biaya Pembangunan 1 paket 50,000,000 50,000,000
Sewa Tanah 3 tahun 12,000,000 36,000,000
JUMLAH 108,215,000
Terbilang: Seratus Delapan Juta Dua Ratus Lima Belas Ribu Rupiah
Lampiran:
FOTO DOKUMENTASI
I. PENDAHULUAN
Hampir secara keseluruhan, bangsa yang sudah maju dan ingin maju, kegiatan
membaca merupakan suatu kebutuhan, sama seperti kebutuhan sandang, pangan, dan
papan (SPP). Membaca adalah satu aktivitas penting bagi terciptanya generasi-generasi
yang memiliki wawasan luas dalam segal hal, dan sudah barang tentu peka terhadap
kondisi lingkungannya. Ada pepatah yang mengatakan, dengan membaca kita bisa
membedah isi dunia. Sebenarnya, dengan membaca, seseorang telah melibatkan banyak
aspek; meliputi berpikir (to think), merasakan (to feel), dan bertindak melaksanakan hal-
hal yang baik dan bermanfaat sebagaimana yang dianjurkan oleh bahan bacaan (to act).
Akan tetapi di negeri Ibu pertiwi ini, budaya membaca belum sepenuhnya
menjadi laku keseharian, mengingat di satu sisi, pendidikan kita belum mampu
meletakkkan pondasi dasar bahwa membaca adalah kebutuhan paling vital sebelum jauh
menginjak tingkat pendidikan ke arah yang lebih tinggi. Di lain sisi, pendidikan sampai
saat ini pun belum menjamah seratus persen sampai ke setiap wilayah pelosok negeri,
terutama desa-desa terpencil yang tidak mendapat perhatian lebih, baik dari pemerintah
daerah maupun pusat.
Masalah gemar membaca sudah menjadi masalah bangsa, karena rendahnya
budaya membaca bagi bangsa kita sudah sangat memperihatinkan, belum lagi di era serba
tekhnologi ini, budaya membaca semakin mengalami kemunduran, pasalnya, serbuan
media elektornik, seperti televisi, internet, radio, dan lain sebagainya telah membuat
aktivitas membaca menjadi pekerjaan yang dinomorkan berikutkan. Tidak hanya generasi
yang instan yang bakal lahir, melainkan manusia-manusia yang tidak mengawali satu
pekerjaan dari nol dan bersungguh-sungguh, sehingga orisinalitas ide serta beragam
inovasi dari bermacam kreativitas menjadi hal yang sangat sulit direalisasikan, apalagi
dikembangkan.
Dengan demikian, fenomena sosial di atas adalah terjadinya lompatan budaya
dalam masyarakat. Kita telah diserbu budaya media massa, padahal budaya baca belum
tercipta dengan kuat dan menyeluruh menyentuh ke semua lapisan struktur masyarakat.
Patut diketahui, di masyarakat Barat, munculnya budaya menonton televisi setelah didahului dengan terciptanya budaya baca yang kuat. Artinya, walaupun masyarakat Barat juga banyak menonton televisi, mereka tetap mampu mempertahankan budaya bacanya secara militan.
1
Gambaran nyata dari lemahnya budaya baca dalam masyarakat kita, tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010. Penduduk berusia di atas 15 tahun yang membaca koran hanya berjumlah 55,11 %, sedangkan yang membaca tabloid atau majalah sebesar 29, 22 %. Penduduk yang membaca buku fiksi 44, 28 %, dan yang membaca buku pengetahuan 21, 07 %.
Keadaan tersebut semakin diperparah, sesuai laporan UNESCO, bahwa di atas 10 % warga Indonesia masih menderita buta huruf, jauh di atas negara-negara tetangga di Asia Tenggara, kecuali kawasan Indocina. Lebih dua kali lipat dari pria, perempuan Indonesia buta huruf.
Data BPS 2010 juga menunjukkan bahwa masyarakat yang mendapatkan informasi lewat cara membaca buku baru mencapai 23, 5 %. Kondisi itu lagi-lagi kontras dengan perolehan informasi dari televisi yang mencapai 85,9 %.
Tampak nyata bahwa televisi begitu digemari. Padahal menurut Dharma Singh
Khalsa, dalam Brain Longevity, televisi menjadikan otak pasif, melumpuhkan
kemampuan berpikir kritis, dan terutama sekali merusak kecerdasan spasial dan otak
sebelah kanan. Bahaya paling besar dari televisi ialah mengalihkan perhatian orang dari membaca buku.
Sepertinya, kita patut belajar dari seorang John Wood, eksekutif Microsoft yang memilih keluar dari pekerjaannya demi memelopori terciptanya budaya baca dan memberantas buta huruf. la mendirikan tak kurang dari 3.600 perpustakaan di Asia; menggagas room to read bagi anak-anak penyandang buta aksara, anak-anak miskin dan putus sekolah. Ia begitu tersentuh hatinya tatkala bertemu dengan anak-anak buta aksara di kaki Gunung Himalaya. Sebenarnya, kiprah John Wood telah menampar wajah sombong kita, para kaum terpelajar (weel educated) negeri ini yang masih malas untuk membaca. Dari kondisi semacam inilah, kami mencoba mensemestakan kembali budidaya membaca dari desa, karena sampai saat ini masyarakat desa semakin terpinggirkan oleh segala sistem yang berjalan di negeri atau dunia ini. Dengan kata lain, masyarakat desa masih dipaksa tidur lelap di atas kubangan kebodohannya.
Maka dari pada itu, kami berencana membuka layanan baca gratis atau taman bacaan bagi masyarakat untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Dari kegiatan tersebut, kami berharap akan lahir benih-benih generasi desa yang cerdas, matang dan maju untuk menjauhi segala ketertinggalannya.
II. NAMA KEGIATAN
“PEMBANGUNAN TAMAN BACA, PENGADAAN BUKU, SARANA DAN PRASARANA TAMAN BACAAN MASYARAKAT (TBM) AL-MANAR KUDUS”
III. DASAR PEMIKIRAN
1. Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 31 ayat 1: “Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan”.
2. Musyawarah Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Al-Manar.
IV. LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Adapun yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah:
1. Keberadaan Taman Bacaan Al-Manar sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai sarana penambah ilmu pengetahuan.
Kondisi Obyektif TBM Al-Manar:
1. Berada di Desa Tenggeles RT 01 RW 02 Mejobo Kudus Jawa Tengah Indonesia HP 081325006333
2. Lingkungan yang strategis.
3. Saat ini, belum mempunyai bangunan sendiri (masih menggunakan ruangan di rumah ketua TBM) dan masih kurangnya buku bacaan.
V. PERMASALAHAN YANG DIHADAPI
Adapun masalah yang dihadapi dalam melaksanakan kegiatan ini antara lain:
- Kurangnya biaya yang dibutuhkan.
- Kurangnya buku-buku bacaan.
- Belum mempunyai bangunan sendiri.
VI. MAKSUD DAN TUJUAN
A. Maksud Kegiatan:
Meningkatkan minat baca masyarakat, terutama ibu dan anak usia 4-9 tahun.
Memfasilitasi pengembangan kualitas pendidikan masyarakat, terutama ibu dan anak yang lingkungan belajarnya kekurangan sumber belajar.
Memfasilitasi belajar di luar sekolah.
Menanamkan nilai positif keanekaragaman lingkungan sosial dan budaya setempat.
Membantu program pemerintah dalam pengembangan kualitas hidup masyarakat
melalui pemberantasan buta huruf, lifeskills dan penguasaan information and
communication technology.
B. Tujuan Kegiatan:
• Jangka Pendek dan menengah :
Menciptakan masyarakat yang bebas dari buta huruf serta meningkatkan budaya gemar membaca dalam setiap lapisan struktur masyarakat.
• Jangka Panjang :
Membangun masyarakat yang berkeadaban, berilmu pengatahuan serta menciptakan masyarakat belajar (Learning Community).
VII. SASARAN DAN TARGET KEGIATAN
Meningkatnya minat baca masyarakat, terutama ibu dan anak usia 4-9 tahun.
Terfasilitasinya pengembangan kualitas pendidikan masyarakat, terutama ibu dan anak yang lingkungan belajarnya kekurangan sumber belajar.
Terfasilitasinya belajar di luar sekolah.
Tertanamnya nilai positif keanekaragaman lingkungan sosial dan budaya setempat.
Terbantunya program pemerintah dalam pengembangan kualitas hidup masyarakat melalui pemberantasan buta huruf, lifeskills dan penguasaan information and communication technology.
VIII. SUSUNAN PENGURUS
Ketua : Sugiyono,S.Pd.I
Sekretaris : Deny Santoso,SH
Bendahara : Rahmah Fithri,S.Pd.I
Seksi – Seksi
Tata Usaha : Sriyati
Kepustakaan : Hanafi
Alaqul Khoir
IX. LOKASI KEGIATAN
Taman Bacaan Masyarakat (TBM)“Al-Manar” ini bertempat di Desa Tenggeles RT: 001 RW:002 Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus.
X. JANGKA WAKTU KEGIATAN
Kegiatan ini insya’alloh akan dilaksanakan pada Bulan Juni 2013.
XI. TEKNIS PELAKSANAAN
Dalam rencana awal, pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua bentuk, yakni
kegiatan yang berkaitan dengan pengumpulan dana dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya
fisik.
1. Rencana Pengumpulan Dana
Dalam kegiatan pengumpulan dana ini dilakukan dalam beberapa bentuk, yang pertama yaitu menggali potensi dana yang ada dalam masyarakat, dengan jalan menggugah masyarakat untuk menyisihkan sebagian hartanya, tenaganya untuk diinfak sodaqohkan.
2. Pelaksanaan Kegiatan
Pembangunan TBM AL-MANAR, Pengadaan Buku Bacaan, sarana dan prasarana
taman bacaan masyarakat dilakukan beberapa kegiatan yang dimulai dengan
pembangunan taman bacaan, pembelian buku bacaan, rak buku, serta sarana dan
prasarana lain yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan keadaan dana yang
terkumpul.
XII. RENCANA SUMBER DANA
Sumber dana kegiatan ini antara lain:
- Bantuan Pemerintah
- Swadaya masyarakat
- Sumbangan yang halal dan tidak mengikat.
XIII. RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB)
Terlampir
XIV. PENUTUP
Demikian proposal ini kami buat sebagai acuan bagi semua pihak. Besar harapan kami, Bapak dapat merealisasikan usulan ini. Atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.
Kudus, 25 April 2013
Pengelola TBM Al-Manar
Sugiyono,S.Pd.I
(081325006333)
UNTUK WAKAF BUKU LANGSUNG BISA DIKIRIM KE ALAMAT SEBAGAI BERIKUT :
SUGIYONO
ALAMAT : DESA TENGGELES 001/002 MEJOBO KUDUS 59381
TELP 081325006333
Reply