Masih Ada Harapan yang Tersisa dari Ajang OSN 2010
Sunday, 8 August 2010 (01:00) | 151 views | 8 komentar
Oleh : Diyono Adhi Budiyono
Olimpiade Sains Nasional ( OSN ) 2010 ke-9 di selenggarakan di Medan. Ajang adu kemampuan sains siswa SMA se Indonesia ini berlangsung satu minggu, dari tanggal, 1 hingga 7 Agustus 2010. Ada harapan yang masih tersisa di hati masyarakat, bangsa negeri ini: Akankah masa depan Indonesia ada di tangan mereka?
Sudah berapa banyak siswa yang dilahirkan dari ajang OSN ini yang menjadi juara setelah sembilan kali diselenggarakan. Sudah berapa banyak peserta yang mengikutinya. Karena, walaupun para peserta yang tidak meraih juara, mereka pun sebenarnya anak-anak pilihan di tingkat daerahnya. Peserta OSN 2010 yang di gelar di Medan ini saja mencapai 872 Siswa SMA yang telah melalui seleksi yang ketat di tingkat kota/kabupaten dan propinsinya masing-masing.
Kemana perginya mereka, para peraih medali dan penghargaan nasional bahkan internasional di ajang olimpiade sains setelah mereka merampungkan studinya ?
Kita telah banyak melahirkan dan mencatat pelajar dan mahasiswa kita yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
Di tahun 2010 ini saja kita banyak mencatat pelajar Indonesia yang berhasil bersaing di tingkat internasional. Diantaranya adalah ; Tim Indonesia yang terdiri dari siswa sekolah dasar (SD) berhasil meraih medali emas kategori beregu dan medali perak individu pada ajang ’13th Po Leung Kuk Primary Mathematics Wold Contest (PMWC)’ di Hongkong.
Di ajang 17th International Mathematics Competition (IMC) yang digelar American University in Bulgaria di Kota Blagoevgrad, Bulgaria, 24-30 Juli 2010, Indonesia mengirimkan tujuh mahasiswa. Selain meraih emas, ketujuh mahasiswa tersebut mendapatkan penghargaan. Padahal kompetisi matematika terbesar ini diikuti oleh 392 mahasiswa dari 40 negara, dan Indonesia mampu meraih prestasi tertinggi.
Di ajang 4th International Environmental Project Olympiad-EUROASIA (INEPO-EUROASIA) 2010 di Baku, Azerbaijan, Ketiga pelajar Indonesia yang dikirim juga menjadi yang terbaik dari 36 pelajar negara lainnya.
Olimpiade Fisika yang diselenggarakan di Zagreb, Kroasia, 17-25 Juli 2010 lalu, tim Olimpiade Indonesia mengirimkan lima orang siswa yang seluruhnya berhasil meraih medali. Padahal, olimpiade tahun ini diikuti oleh lebih banyak Negara, yaitu ada 82 negara dengan jumlah peserta sekitar 376 siswa. Dan masih banyak lagi catatan prestasi pelajar dan mahasiswa kita hingga saat ini di kancah dunia.
Jika, seandainya para perserta OSN dan mereka yang telah menjadi duta Indonesia di olompiade sains dan bidang ilmu pengetahuan lainnya tingkat Internasional, diberikan tempat di pemerintahan dan atau nonperintahan, yang didukung oleh moralitas dan rasa patriotisme yang tinggi, niscaya negara kita ini akan menjadi negara yang lebih maju, lebih adil, dan lebih sejahtera, serta menjadi negara super power. Mengingat Negara kita yang kaya raya akan sumber daya alam ini, sangat membutuhkan anak-anak bangsa yang berprestasi dan bermartabat.
Jika mereka yang telah berprestasi mampu memberikan kontribusi nyata bagi negeri ini, dan mampu memberi inspirasi bagi komponan bangsa lainnya dalam memajukan bangsa ini, niscaya bangsa ini menjadi bangsa yang makmur dan sejahtera yang adil dan beradab.
Jika, seandainya masa depan Indonesia ada di tangan mereka, yang telah berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, niscaya Indonesia akan lebih hebat dari negera-negara yang paling hebat saat ini.
Jika Amerika Serikat telah mampu menjadikan Baraq Obama menjadi orang nomor satu di negera paman sam, mengapa Indonesia belum bisa menjadikan anak-anak bangsa yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, yang sudah kita miliki, untuk mengelola negara ini menjadi negara maju. Padahal Obama yang pernah mengenyam pendidikan dasar di Indonesia, yang prestasinya tidak lebih baik dari anak-anak yang juara nasional maupun internasional yang kita miliki saja, mampu menjadi orang berprestasi di negaranya ( USA ).
Mengapa bangsa kita yang banyak memiliki sumber daya manusia yang hebat dan sumber daya alam yang melimpah dan potensial ini, masih saja carut marut ? Dimana anak-anak bangsa yang telah berprestasi berada ? Apakah diantara mereka ada yang sudah menjadi bagian dari pemerintah atau nonpemerintah yang juga menjadi bagian dari para koruptor ? Ataukah mereka tidak mendapat tempat dan tidak berguna sama sekali setelah lulus studinya? Mengapa cendekiawan seperti BJ. Habibi lebih memilih bekerja dan tinggal di Jerman setelah tidak menjadi pejabat pemerintah? Sederet pertanyaan itu dan pertanyaan lain yang senada, menjadi pekerjaan rumah bagi kita, untuk segera mendapatkan jawabnya demi kemajuan bangsa dan negara yang kita cintai ini.
***
Cawas, 2 Agustus 2010
Penulis, guru SMA Muhammadiyah 3 Watukelir Kab. Sukoharjo, tinggal di Klaten.
Tulisan lain yang berkaitan:



salam Buat Pak dityono…… maju terus….perbanyak lagi karya2 nya pak….
Reply
Salut Pak Diyono.Aku ingin bangsa dan negara ini terhormat dimata dunia,tapi sayang belum berpihak pada keunggulan prestasi dan budi pekerti.Yang berprestasi tidak diapresiasi malah budaya korupsi diuri-uri.
Reply
Kadang-kadang kita kurang serius mengerjakan PR. Atau inikah nuansa cendekia di Republik kita. Salah seorang kawanku (Penyair Purworejo) berkata : Siapa kata musuh berlari selepas revolusi, sedang ia justeru dalam diri. Indonesia. Betapa!
Selamat dan Sukses untuk Pak Diyono Adhi Budiyono. Semoga sisa harapan itu tidaklah terempas lagi. Amin.
Reply
Kadang-kadang kita kurang serius mengerjakan PR. Atau inikah nuansa cendekia di Republik kita. Salah seorang kawanku (Penyair Purworejo) berkata : Siapa kata musuh berlari selepas revolusi, sedang ia justeru dalam diri. Indonesia. Betapa! Selamat dan Sukses untuk Pak Diyono Adhi Budiyono. Semoga sisa harapan itu tidaklah terempas lagi. Amin.
Reply
Sbg mantan murid ’97,saya sangat bangga dgn pa yg telah Bpk lakukan,maju teruss pak…………
Reply
Semangat para generasi muda kutunggu karya-karya nyatamu untuk masa depan Indonesia yang lebih baik!
Reply
Assalamualaikum.
Sekedar menginformasikan kepada Bapak/ Ibu bahwa kami dari Himpunan Mahasiswa Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang akan mengadakan kegiatan FORUM ILMIAH MATEMATIKA Se-JAWA 2010 yang akan di laksanakan pada tanggal 3-10 Oktober 2010.
Reply
adapun bentuk kegiatannya adalah:
1. Olimpiade Matematika Tingkat SD
2. Olimpiade Matematika Tingkat SMP
3. Olimpiade Matematika Tingkat SMA
4. Lomba Kreativitas Guru Matematika
5. Seminar Nasional
informasi lebih lengkap dapat di akses di website kami fim2010.vacau.com dan himatika.unnes.ac.id
Besar harapan kami Bapak/ Ibu bersedia berpartisipasi.
Terima kasih.
Reply