Tuesday, 25 May 2010 (00:10) | 695 views | 21 komentar
(Guru SMP Negeri 1 Ngluwar Kab. Magelang)
Ziarah Di Makam Ibu
Kubidik dan kupanah rembulan, Ibu
Bagi penerang kuburmu
Karena tak dapat aku semalaman menemanimu
Kutulis namaku yang kau berikan padaku dulu
Bersanding dengan namamu di pusara itu
Agar kau tak lagi merasa sepi dan sendiri
Kutinggalkan sebaris sajak “Aku menyintaimu”
Agar kau tak pernah ragu
Karena kutahu kau merindukanku
Kutitipkan rindu di daun kemuning
Agar dapat setiap waktu kau reguk wanginya
Dalam kedamaian tidur yang hening
Kupanjatkan doa dalam hening hati
Menadah tetes embun kasih Ilahi
Semoga bagimu surga abadi
***
Bulan Menyelinap Ke dalam Kamar
Lewat celah genting yang sedikit terbuka
Sepotong bulan menyelinap ke dalam kamar
Menyapa gelisahku yang tak pernah reda
Dan diam-diam mencuri tidurku
***
Sebelum Terlambat
Selagi dosa-dosa belum terlanjur berkarat
Karena jiwa lalai membaca setiap isyarat
Semoga dapat aku secepatnya bertobat
Agar pintu surga untukku tak terkunci rapat
Sebelum segala doa menjadi sia-sia
Dan airmata sesal tak lagi berguna
Semoga dapat segera jiwa yang sesat kubawa pulang
Ke rumah sendiri yang lama aku tinggalkan
: ruang hening berhias mantra-mantra purba
Selagi matahari belum benar-benar terbenam
Dan gelap malam menjadi mahkota ketakutan
Mau aku bergegas berkemas
Memunguti serpihan hikmah yang terbuang berserakan
Sebagai lentera penerang menuju jalan pulang
***
Elang Kecilku
: girindra sinastra
Kuajarkan elang kecilku mengepakkan sayap
Tapi ia minta secepatnya terbang setinggi langit
Karena ingin segera dipetiknya bintang-bintang
Kuajarkan elang kecilku terbang sebatas kepala
Tapi ia minta segera diberikan peta
Karena ingin secepatnya ditaklukkannya dunia
Ah, kenapa mesti kucemaskan
Sedang jiwamu tak pernah ragu
***
Tulisan lain yang berkaitan:



~ dari Ziarah di Makam Ibu : kulihat Sepotong bulan menyelinap ke dalam kamar Menyapa gelisahmu yang tak pernah reda Dan diam-diam mencuri tidurku … diksi dan imajinasi yang mantap.
~ dan sebelum Terlambat : bergegas berkemaslah Memunguti serpihan hikmah yang terbuang berserakan … kidung perjalanan yang indah.
~ serta Elang Kecilku : girindra sinastra : takperlu kaucemaskan… karena semua tema sajak Kaulampirkan nuansa Religius yang mantab.
~ Pak Daladi : Selamat & Sukses untuk senantiasa berkarya. Salam …
.-= Riyadi´s last blog ..anggrek ungu =-.
Reply
terimakasih mas riyadi atas komentar dan apresiasinya. terimakasih juga atas motivasinya. sajak-sajak barangkali terasa dangkal. maklum saya bukan guru bahasa indonesia, melainkan guru pkn.tapi isya allah saya akan terus belajar, meski usia sudah tak lagi muda.
Reply
redaksi yth,
mohon maaf, ada yang sedikit mengganggu pada sajak-sajak saya yang dimuat di agupena edisi rabu, 26 mei 2010.
“Bulan Menyelinan Kedalam Kamar” adalah judul sajak yang berbeda/tersendiri.
demikian, mohon maaf dan terimakasih.
salam saya
daladi
Reply
terimakasih mas atas pembetulannya, terimakasih juga atas dimuatnya sajak-sajak saya di agupena jateng. semoga berguna.
salam agupena.
daladi
Reply
Lewat celah genting yang sedikit terbuka
Sepotong bulan menyelinap ke dalam kamar
Menyapa gelisahku yang tak pernah reda
Dan diam-diam mencuri tidurku
.-= Riyadi´s last blog ..Sungai Urban =-.
Reply
Lewat celah genting yang sedikit terbuka
Sepotong bulan menyelinap ke dalam kamar
Menyapa gelisahku yang tak pernah reda
Dan diam-diam mencuri tidurku
.-= Riyadi´s last blog ..Sungai Urban =-.
Reply
The Amyloidosis Foundation estimates that approximately 3,000 people are diagnosed with amyloidosis each year in North America and that blood cancers overall have increased more than 40% in the last decade.
Reply
terharu membaca tulisan pak guru SMP. Terima kasih pak guru atas serpihan2 hikmahnya.
Reply
Pak, boleh tidak kalau dua sajak terbawah saya posting di FB?inspiratif.
Reply
Mbak Diyah,
Silakan kalau mbak mau posting dua sajak terbawah tersebut di BF. Maaf juga baru sempat baca dan balas komen Mbak Diyah.
matur nuwun.
Reply
Deni Reply:
June 23rd, 2010 at 12:51 am
@daladi, Mantap!
Reply
Wah mantap pak Dal, terus berkaya untuk bangsa. Nilai spiritualitasnya tinggi.
Reply
Sumardiyono Hega Reply:
July 4th, 2010 at 10:46 pm
@Sumardiyon Hega,
Reply
Sumardiyono Hega Reply:
July 4th, 2010 at 10:49 pm
@Sumardiyono Hega,
Reply
Bukan BF pak, tapi FB lho.
Reply
Terimakasih mas Deni dan Mas Dion atas apresiasi dan dukungannya. Terimakasih juga atas koreksinya.
Reply
sore pak daladi..
exist terus di dunia pena…
salut-salut..
moga saya bisa ngikuti jejak bapak…
(setujuuuuu….)
(berusaha,,,,,,!!!!)
Reply
selamat siang.
matur nuwun, dan setuju!!!
terus belajar dan belajar. dalam belajar tak mengenal stasiun perhentian!!! terus terus terus!
Reply
Sajak Sebelum Terlambat bagus untuk direnungkan di bulan suci.Sarana instropeksi sebelum terlambat.Ditunggu pak Daladi inspirasinya. Selamat Berpuasa dan sukses selalu.
Reply
Sajak Sebelum Terlambat bagus untuk direnungkan di bulan suci.Sarana instropeksi sebelum terlambat.Ditunggu pak Daladi inspirasinya. Selamat Berpuasa dan sukses selalu.
Reply
Kapan Mr Daladi nulis lagi, wah saya nunggu-nunggu. Inspiratif banget Mr Daladi.
Reply