Sunday, 7 February 2010 (01:06) | 17 views | 2 komentar
Oleh Nikmah Nurbaity, M.Pd (Ketua Umum Agupena Purworejo)
Ketika seorang guru mengatakan dia HANYA seorang guru, saya ragu, dia sedang merendahkan diri, rendah hati atau benar benar rendah diri dengan profesinya sebagai guru atau memang kata yang tulus dan tepat menggambarkan bahwa dia memang hanya guru, tidak lebih…hanya guru yang memang hanya guru tidak memiliki sesuatu yang lain.
Memang banyak guru yang benar benar hanya guru. menjadi guru dimaknai sebagai pekerjaan atau tanggung jawab untuk menyampaikan materi saja, bahkan barangkali tanpa persiapan. dan evaluasi sesudah penyampaian materi dengan atau tanpa tindak lanjut kemudian.
Untuk materi bahkan banyak dari kita para guru yang tidak selalu meng up grade diri. kita mendapatkan materi saat kita di IKIP puluhan tahun lalu, kita mengajar saat ini, untuk mempersiapkan anak didik kita menghadapi dan hidup di masa depan.. there is a big GAP.. ada kesenjangan yang besar.. antara yang kita dapatkan, yang kita berikan untuk mempersiapkan masa depan anank anak didik kita.
Untung kita guru kata teman, kita sudah memberikan sesuatu yang expired ..kadaluwarsa kalau kita tidak meng up grade pengetahuan kita. ilmu pengetahuan berkembang bertambah tiap 2 tahun.
Itu dari segi materi, dari kehadiran sebagai PNS, berapa banyak dari kita yang kalau tidak ada jam di kelas kita merasa bebas? merasa tidak wajib hadir di sekolah? merasa tidak berkewajiban bekerja 36,5 jam dalam seminggu?
Dari education, mendidiknya seberapa banyak harapan, expectation, mimpi , semangat dan value yang kita berikan pada siswa hingga mereka mempunyai nilai yang menjadi pribadi pribadi yang unggul dan mempesona?
Kalau memang kita tidak pernah berikan itu semua, kalau memang kita tidak mengup grade diri senantiasa,kalau kita memang hadir hanya di saat di kelas pun tanpa hati dan tanpa jiwa… kita memang hanya guru.
artinya guru itupun hanya pekerjaan yang surface sekali..
Saatnya kita menjadi ” saya bukan hanya seorang guru…..
Menurut anda guru yang benar benar guru yang bagaimana?
Apakah kita memang hanya seorang guru atau benar benar guru yang benar?




Supandi | Monday, 8 February 2010 @ 4:55 am
Dengan semangat mengabdi, semangat berbagi, dan semangat melakukan change semoga kita bisa benar-benar menjadi guru yang benar. Salam sukses buat Bu Nikmah dan buat rekan2 guru.
Supandi
081391274742
Reply
tulus kurniawati | Wednesday, 10 February 2010 @ 11:32 am
sejak kecil, saya sdh kpngen jd guru. entah kenapa…lalu masuk STM jurusan pertanian. bgt lulus…bukannya jd petani…malah jadi guru beneran. guru SD pula.kelas 1 lg. kl ditanya mengapa jd guru…jwbnya hanya satu. CINTA (huh…klise amat yach).stlah itu, ada tes CPNS. Herannya lg, sy nggak kepengen. Cita-cita sy hanya satu (Klise lg..)ingin jadi the real “GURU”. Sosok yg bs membangkitkan bangsa ini, bukan sekedar profesi yang dikerjakan dengan ikatan gaji bulanan.
Reply