Pers Sekolah

Friday, 18 December 2009 (18:21) | 60 views | 0 komentar

Penulis : Hery Nugroho
heryyISTILAH pers sekolah di SMP/SMA masih kurang familiar. Namun bagi sekolah favorit, istilah itu tak begitu asing. Banyak sekolah favorit di Kota Semarang mempunyai pers sekolah. Misalnya, Cemeti (SMA Negeri 3), Dwi Adisma (SMA Negeri 2), Citralima (SMA Negeri 5), Pitoe (SMP Negeri 7), dan Master (SMP Negeri 3).

Namun sebagian sekolah masih mengangap pers sekolah hanya pelengkap. Padahal, manfaat pers sekolah sangat besar. Seperti pohon kelapa, dari akar sampai batang bermanfaat, begitu pula pers sekolah. Tak ada yang tak bermanfaat, mulai dari bidang redaksi, sirkulasi, tata usaha, desain grafis, sampai periklanan..

Di bidang redaksi, siswa dapat belajar menjadikan tulisan layak dimuat sehingga pembaca tertarik membaca. Lalu, membuat rubrik-rubrik yang menarik atau cara menyajikan laporan yang tak membosankan. Di redaksi ada unsur reporter atau wartawan. Anak didik dilatih berani mewawancarai siapa pun. Khusus reporter, dapat bertemu tokoh penting yang belum tentu dapati ditemui orang lain. Contohnya, belum lama ini, wartawan Pitoe yang terdiri atas pelajar SMP Negeri 7 Semarang dapat mewawancarai artis sinetron Asty Ananta di kantor redaksi Tabloid Cempaka.

Di bidang sirkulasi, pelajar bisa mengetahui bagaimana memasarkan media sampai ke pembaca dengan tepat waktu. Karena, tanpa sirkulasi, sebaik apa pun media itu, pesan yang disampaikan tidak bisa dibaca orang lain. Dalam departemen tata usaha, anak didik dapat mengetahui dan praktik langsung membuat surat keluar dan surat masuk yang baik. Jadi, kelak setelah lulus, merekaa
terbiasa membuat surat..

Bukan hanya itu. Dalam pers sekolah siswa juga mempraktikkan mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Karena, penggarapan media itu menggunakan komputer. Jadi, pelaku pers sekolah dapat secara langsung mendesain sebuah media. Termasuk, memahami proses pracetak sampai cetak sehingga menjadi majalah..

Sementara itu, di bagian periklanan, anak didik dapat mengetahui serta praktik mencari dan mendapatkan iklan dari berbagai sponsor. Pelajar dapat belajar bernegosiasi dengan sponsor. Dengan kata lain, anak didik secara langsung belajar entrepreneurship (kewiraswastaan). Jadi jelas bahwa pers sekolah sangat bermanfaat bagi para siswa. Dalam lingkup lebih luas, pers sekolah dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia yang terus meningkat. (53)

- Hery Nugroho, pembimbing Majalah Pitoe, guru SMP Negeri 7 Semarang dan Pengurus Agupena Jateng

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

0 komentar terhadap “Pers Sekolah”

Komentar Anda?

CommentLuv Enabled

«
»
Subscribe IP