2010, PT Cetak Soal UN SMA/MA

Tuesday, 24 November 2009 (17:43) | 366 views | 0 komentar

Meminimalkan Kecurangan
1240231219f-20-UN_SMAN_1_Lhokseumawe-idris bendungSEMARANG – Tahun 2010, keterlibatan perguruan tinggi (PT)
dalam penyelenggaraan ujian nasional (UN) diintensifkan.

Jika selama ini perguruan tinggi sebatas melakukan pemindaian lembar jawab, kelak akan dilibatkan dalam pengadaan naskah soal.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, kelak perguruan tinggi hanya mengadakan soal untuk UN SMA/MA.

Adapun soal UN SMP/MTs, SMPLB, SMK, SMALB, dan ujian akhir sekolah berstandar nasional (UASBN) bagi SD tetap ditangani Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dengan sistem lelang.

”Perguruan tinggi terlibat dalam pengadaan soal UN, termasuk proses pencetakan dan pendistribusian lembar jawab serta naskah soal yang selama ini tanggung jawab pemerintah provinsi.

Kami juga telah menggandeng beberapa pihak, termasuk Majelis Rektor Indonesia (MRI), untuk mengoordinasikan langkah itu di kalangan perguruan tinggi,” kata dia.

Keterlibatan perguruan tinggi dalam pencetakan soal untuk meminimalisiasi kecurangan atau kebocoran soal serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan ujian nasional. Itu terutama berkait dengan kualitas naskah soal.

Sebab, berdasar pengalaman penyelenggaraan tahun lalu, ada upaya pembocoran soal oleh pihak tertentu, seperti terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

”Masih banyak perguruan tinggi meragukan hasil UN. Dengan sistem itu, perguruan tinggi bisa menggunakan hasil UN untuk seleksi SNMPTN. Jadi kelak bisa saja perguruan tinggi menyeleksi mahasiswa baru melalui tes minat, bakat, dan kepribadian. Sebab, soal pelajaran sudah diujikan dalam UN,” katanya.
Tanpa Lelang Kelak, ujar dia, pencetakan soal juga tak dilakukan dengan sistem lelang. Namun melalui sistem penunjukan.

Sebab, dikhawatirkan akan memengaruhi kualitas naskah soal, mengingat pertimbangan yang diambil tentu unsur ekonomis. Berdasar pengalaman UN tahun lalu, banyak naskah soal tidak layak dan bermasalah karena mungkin percetakan hanya mencari bahan yang murah.

”Setidaknya ada 15 perguruan tinggi seperti UNS, UGM, Unnes, yang siap mencetak soal. Keterlibatan mereka akan disertai dengan pembagian berdasar wilayah untuk mengatur perguruan tinggi mana yang memiliki usaha percetakan guna menangani wilayah yang ditetapkan,” katanya.(J8-53)

Suara Merdeka

Tulisan lain yang berkaitan:

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP