IBUKU LUAR BIASA

Friday, 6 November 2009 (22:30) | 82 views | 8 komentar

Oleh : Supandi
sup1Ketika saya membaca buku-buku tentang ESQ, NLP, Berpikir besar, kekuatan God Spot, optimisme, keyakinan dan sejenisnya, muncul pengakuan dalam diri saya tentang sesuatu yang telah dilakukan oleh ibu saya. Kalau dalam metode pengajaran dapat saya katakan seperti praktek pemberlakuan metode induksi oleh guru di kelas. Sebuah rentetan perjuangan panjang dari seorang perempuan single parent yang harus membesarkan ke-5 anaknya hingga dewasa. Setelah sekian tahun merenungi apa yang telah beliau lakukan baru saat ini saya bisa menyimpulkan teori-teori tentang berpikir besar dan kekuatan tanpa batas berupa God Spot (suara Tuhan) yang didengungkan oleh para pakar memang benar adanya. Dan ibuku telah membuktikannya.

Back to record. Masa kecil adalah masa indah yang senantiasa terkenang sepanjang masa. Masa bermain dan masa tanpa beban. Bermain layang-layang adalah salah satu jenis hiburan yang cukup menyenangkan bagi anak. Bermain layang-layang di pinggir sungai merupakan kebiasaan saya di waktu kecil. Di tanggul berumput itu saya bisa menerbangkan layang-layang dengan mudah karena penuh dengan hembusan angin.

Perasaan riang lebih mendominasi hati saya saat itu. Di ujung tanggul adalah jalan raya yang merupakan jalan utama Cilacap – Yogya / Semarang. Di bawah panas matahari yang sangat menyengat berjalan seorang wanita setengah baya menggendong dagangannya berupa berbagai jenis pakaian mutu rendah. Beliau bermaksud hendak menjajakan dagangannya ke desa-desa sekitar.

Perasaan riang yang tadinya mendominasi hati saya berbalik seratus delapan puluh derajat. Seketika perasaan itu berubah menjadi perasaan haru, tidak tega, dan berontak terhadap pemandangan yang saya lihat dengan mata kepala sendiri. Dengan sedikit tercengang saya perhatikan dia ternyata benar-benar ibuku. Berjalan di bawah terik mentari dengan menggendong dagangannya.

Kupanggil beliau sekuat tenaga tetapi jerak terlalu jauh dan hembusan angin lebih kuat dibanding suara saya. Akhirnya dengan ketidakberdayaan yang ada, saya biarkan beliau melakukan jihad demi sebuah kesinambungan hidup.
Sebuah pesan moral yang syarat dengan nilai spiritual quotion, thinking big, maupun keyakinan yang begitu kuat saya tangkap dari sepenggal kalimat yang beliau lontarkan dari mulut seorang ibu yang notebene tidak lulus Sekolah Dasar namun ternyata beliau yakin benar tentang kekuatan-kekuatan tanpa batas yang saat ini banyak dilontarkan oleh para pakar SQ, thinking big, NLP dan sejenisnya. Kalimat yang dia lontarkan keluar saat saya menyampaikan unek-unek / isi hati saya tentang ketidaktegaan saya melihat pemandangan sebagaimana yang saya sampaikan diatas. “Bu, saya mulai besok tidak sekolah saja ya?!. Saya tidak rela dan tidak tega kalau ibu harus berjalan kepanasan demi mencari nafkah untuk keluarga.” Demikian komplain yang saya sampaikan kepada beliau.

Bagaimanakah sepenggal kalimat yang beliau katakan kepada saya? Bunyinya demikian : “ Pokoke kowe kabeh kudu pada sekolah terus. Gusti Allah kuwe Maha Sugih. Aku yakin bisa. Aku ora kepengin uripmu ngemben pada sengsara. (Pokoknya kamu semua harus sekolah dan terus sekolah. Tuhan itu Maha Kaya. Kalian pasti bisa sekolah. Saya tidak ingin hidupmu sengsara kelak.)”.

Allahu Akbar, thinking big (berpikir besar) yang beliau yakini kebenarannya saat ini benar-benar menjadi kenyataan. Beliau benar-benar telah membuktikan akan dahsyatnya sebuah keyakinan. Dengan keperkasaan dan kemuliaan beliau sebagai seorang single parent kami bisa merasakannya sekarang yaitu hidup relatif layak.
Allahu Akbar, sayapun bisa mengatakan bahwa saat ini beliau benar-benar menjadi manusia yang sangat mulia karena saat saya tulis artikel ini beliau tengah dinanti dan akan diambut kehadirannya oleh ribuan malaikat di tanah suci Mekah sebagai tamu Allah SWT. Allahu Akbar.

Mohon maaf kepada Anda yang kebetulan membaca tulisan saya ini. Semoga Tuhan memaafkan saya manakala apresiasi saya kepada ibu saya ini dihinggapi salah satu penyakit hati yaitu riya. Semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita. Amin. (Kroya, 6 Nopember ’09).

SUPANDI, S.Pd, MM

Guru SMP Negeri 2 Binangun Cilacap, Sejak 2006 s.d. 2009 menjadi guru pemandu MGMP Mapel Bahasa Inggris Kabupaten Cilacap. Ketua MGMP Bahasa Inggris periode 2009 – 2011 dan Anggota Agupena Jawa Tengah.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks

8 komentar terhadap “IBUKU LUAR BIASA”

  1. Paidi | Monday, 16 November 2009 @ 9:22 pm

    Wahai saudaraku, janganlah merasa susah karena masalah rizki. jgn samai masalah rizkimu menjadi sebab untuk tidak taat kepada Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Hud ayat 6 (buka & baca dg seksama).
    Sesungguhnya Allah SWT telah memberi rizki kepada semua umatnya dg seadil-adilnya & sesuai porsi masing-masing. Namun keserakahanlah yg membuat mereka selalu kurang.
    Bergembiralah orang yang susah karena :
    1.Kesusahanya menanggung beban keluarga karena itu akan menjadi penghalang dari jilatan api neraka.
    2.kesusahan untuk taat kepada Allah SWT karena itu akan menjadi pengaman dari adzab.
    3.kesusahan melawan godaan syetan karena itu adalah jihad
    4.kesusahan menghadapi malaikat maut karena itu akan menjadi pelebur/penghapus dosa-dosa.
    WALLOHU A’LAM…..

    Reply

  2. Supandi | Tuesday, 17 November 2009 @ 6:16 am

    Luar biasa Mas Paidi..
    Terima kasih Anda telah menyampaikan ayat Allah yang sangat bermanfaat bagi pedoman hidup ini.
    Salam
    Supandi Kroya Cilacap
    081391274742

    Reply

  3. liliyani | Thursday, 17 December 2009 @ 7:36 am

    Aduh lili gag tau haruz komentar apa…
    Lili sampaii berkaca2,,hikz…jadi inget
    critax Bapakx Lili tentang mbahh
    Semoga Allah membalas
    seluruh jasa2 semua ibu Aminnn ;-)
    dan menempatkan di surgaNYA aminn

    Reply

  4. liliyani | Thursday, 17 December 2009 @ 7:40 am

    Semoga Mbahx Hanin jadi haji yang mabrur amiennn ;-)

    Reply

  5. Supandi | Thursday, 17 December 2009 @ 10:23 am

    Trima kasih Mba Lili
    Amin…Semoga kamu menjadi anak yang sholikhah, sukses.

    Reply

  6. dwiyono | Friday, 18 December 2009 @ 4:42 am

    maca tulisane rika jan aku bener2 terharu, alhamdulillah nek mboke lagi haji, mestine siki rika bahagia banget. oh ya kang, mbasa aku maca tulisane rika, aku dadi nginget2 ternyata ibuku ya luar biasa, ora tau sekolah tapi bisa memanage keuangan dengan pas, artine pas anake butuh, pas ana. dadi jan wong mbiyen pancen hebat2. mulane aku bisa dadi guru kaya rika ya berkate ibuku. nulis terus kang, jan mulai apik kang, kena di cerna karo nggo renungan. bravo kang!

    Reply

  7. nurul khoeriyah | Wednesday, 30 December 2009 @ 3:44 am

    aku mungkin ra seingat itu, krn aku tsh cilik. tp aku bs mbyangna, perjuangane mboke ky apa. aku nlangsa bngt, melas temen yach.

    Reply

  8. Supandi | Wednesday, 30 December 2009 @ 7:36 pm

    @ Pak Dwi : Betul pak, Itulah pentingnya kita harus belajar banyak dari mereka. Sukes buat njenengan.
    @Nurul : Mari kita tingkatkan bhakti kita kpd beliau.

    Reply

Komentar Anda?

CommentLuv Enabled

«
»
Subscribe IP