Delapan Program Kerja Mendiknas Baru
Friday, 6 November 2009 (22:53) | 299 views | 4 komentar
Oleh Deni Kurniawan As’ari
Setelah resmi di lantik menjadi Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh menjabarkan 8 ( delapan ) program kerja 100 hari pertamanya di Departemen Pendidikan Nasional, yang diharapkan bisa berkontribusi semaksimal mungkin terhadap kualitas pendidikan nasional.
Kedelapan program kerja tersebut antara lain :
1. Penyediaan internet secara massal di sekolah
2. Penguatan kemampuan Kepala dan Pengawas sekolah
3. Pemberian beasiswa untuk perguruan tinggi negeri (PTN) dan siswa SMA/SMK/MA berprestasi dan kurang mampu
4. Penyusunan kebijakan khusus bagi para guru yang bertugas di daerah terdepan dan terpencil
5. Penyusunan dan penyempurnaan Rencana Strategis (Renstra) Depdiknas 2010-2014
6. Pengembangan budaya dan karakter bangsa
7. Pengembangan metodologi belajar mengajar, serta
8. Membuat roadmap sinergitas lembaga pendidikan (Depdiknas-Depag) dengan para pengguna lulusan untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan.
Bagaimana pendapat kawan-kawan pengurus dan anggota Agupena Jateng?




cilok | Monday, 16 November 2009 @ 6:08 am
yang penting UN harus dilaksanakan di sekolahan sendiri. jangan neko neko
Reply
Ulfa | Sunday, 20 December 2009 @ 9:09 pm
Ass. Salam hormat, Komentar saya : Sangat bagus! Kami mendukung n mensupport sll. dan mudah2an di MAS Binaan Pante Raya Kec. Wih Pesam Kab. Bener Meriah Prov. Aceh juga bisa merasakan bagaimana bisa main internet di sekolah, sehingga kami tidak ketinggalan informasi atau hal lain yang positif. terima kasih. Salam
Reply
Drs Zaenul Slam, M.Pd | Thursday, 31 December 2009 @ 7:18 pm
Menyambut baik program penguatan kepala sekolah dan pengawas sekolah untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran di era otonomi daerah pengawas sekolah, Kepala sekolah dan guru merupakan penjaminan mutu di sekolah. Penguatan itu antara lain pemberian beasiswa bagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah yang akan melanjutkan ke S2 dan ke S3. Selama ini Beasiswa untuk ke S3 dari guru, kepala sekolah atau pengawas belum terprogram,disamping itu program bermutu perlu dilanjutkan untuk better education
Reply
Drs Zaenul Slam, M.Pd | Thursday, 31 December 2009 @ 7:40 pm
Pengembangan budaya dan karakter bangsa memang amat esensial, saat ini arah pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak jelas. Zaman ORBA lebih baik walaupun ada kelemahan penguasa, yakni dijadikan mesin politik untuk melanggengkan kekuasaan pemimpinnya saat itu.Rekomendasi perlu ada lembaga pengembangan budaya dan karakter bangsa dari pusat hingga daerah.Perlunya pembinaan guru PKn di pusat dalam pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk mengembangkan program depdiknas ini dipersekolahan. Saat ini pemahaman tentang wawasan kebangsaan para guru PKn ini tidak merata, hal ini disebabkan terbatasnya diklat bagi guru-guru PKn di pusat dan pengaruh intrik-intrik politik daerah sehingga para guru PKn ini beragam kemampuannya dalam mengembangkan ideologi kebangsaan. Perlunya para pemuda kita mendapat pendidikan tentang pengembangan budaya dan karakter bangsa.
Reply