Thursday, 22 October 2009 (22:34) | 124 views | 5 komentar
Jakarta, Kompas – Hasil ujian nasional tingkat SLTA dan yang sederajat seharusnya bisa digunakan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri sehingga peserta didik tidak perlu lagi menjalani ujian masuk. Meski akan menghadapi banyak kendala, cara ini diyakini bisa mewujudkan pendidikan terintegrasi.
Demikian dikemukakan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh seusai acara serah terima jabatan dengan Bambang Sudibyo, Kamis (22/10) di kantor Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta. ”Asal ada kemauan, pasti bisa dilakukan. Tak ada yang tidak bisa, tetapi perlu kerja sama dengan semuanya termasuk partisipasi masyarakat,” katanya.
Jika ingin berhasil, sistem pendidikan harus dibangun utuh dan terintegrasi, mulai dari pendidikan tingkat dasar sampai tingkat tinggi. ”Ini yang sampai sekarang belum nyambung,” ujarnya.
Masalah pendidikan kompleks dan tak akan pernah selesai sehingga upaya memperbaiki dan meningkatkan sistem pendidikan tidak boleh berhenti. ”Kalau kita berhenti, masa depan juga akan berhenti. Apabila masa depan juga berhenti, itu berarti khatam (tamat) sudah,” kata Nuh.
Dalam pidato sertijabnya, Nuh berharap dunia pendidikan tidak menghasilkan lulusan yang cacat sosial, seperti selalu memikirkan diri sendiri, tidak mandiri, dan tidak memiliki kepekaan sosial.
Menurut Nuh, sistem pendidikan harus bisa membangun karakter budaya yang tidak semata-mata mengajarkan kesantunan, tetapi juga termasuk membangun keingintahuan intelektual (intellectual curiousity). Berbekal keingintahuan intelektual itu diharapkan muncul kreativitas dan dari kreativitas diharapkan akan muncul inovasi.
Rencana program
Selama 100 hari ke depan Nuh mengaku akan mencari program tahun 2010 yang menjadi motor penggerak dan bisa menjadi prioritas program lima tahun mendatang. Nuh juga bertekad menyelesaikan berbagai macam persoalan terkait keberadaan sekolah termasuk kelayakan sekolah.
”Kami berharap, tahun 2010 semua urusan keberadaan sekolah, termasuk soal kelayakan sekolah, tuntas lunas. Kita tak ingin lagi nanti ada cerita tentang sekolah yang roboh, rusak, atau bocor,” kata Nuh. (LUK)
Tulisan lain yang berkaitan:


Akhmad Abidin, S.Pd. | Friday, 23 October 2009 @ 11:44 pm
Semoga saja apa yang akan dikerjakan oleh Mendiknas kita yang baru dapat berhasil menuntaskan masalah penidikan, khususnya mengenai kualitas pelaksanaan UN.
Reply
Akhmad Abidin, S.Pd. | Friday, 23 October 2009 @ 11:45 pm
Semoga saja apa yang akan dikerjakan oleh Mendiknas kita yang baru dapat berhasil menuntaskan masalah penidikan, khususnya mengenai kualitas pelaksanaan UN.
Reply
indah kartika | Wednesday, 28 October 2009 @ 7:28 am
dear,alumni D3 Perhotelan di Indonesia
Ada informasi lowongan formasi CPNS 4 kursi untuk alumni D3 Perhotelan di Sragen. Info lebih lengkap bisa dilihat di http://www.sragenkab.go.id.
Syarat-syarat yang dianggap sulit hanyalah formalitas, teman-teman bisa mencari sertifikat TOEFL dikursusan bhs Inggris dan komputer di kursusan komputer.
Tidak diutamakan putera daerah.
wassalam,
Indah Kartika
alumni D3 Perhotelan Sahid
Reply
Sukaryadi | Thursday, 5 November 2009 @ 5:37 pm
Tolong, minimalisirkan kecurangan-kecurangan yang sdh menjadi rahasia umum (khususnya di daerah)jika perlu jangan beri peluang terjadinya kecurangan-kecurangan dalam ujian nasional yang sdh menjadi rahasia umum (khususnya di daerah). Baru ini dapat dilaksanakan. Jika tidak, kasihan perguruan tinggi yang dapat calon mahasiswa dengan nilai tinggi tapi tak tahu apa-apa.
Sekarang yang telah menjadi korban sistem penerimaan siswa dengan nilai ujian nasional adalah SMA. Anak-anak yang sebenarnya memiliki potensi justru tidak diterima di SMA Negeri (idaman) karena ketika mengerjakan ujian dia sangat jujur. Tetapi anak-anak yang curang dapat diterima di SMA idaman dengan melenggang.
Satu hal lagi. Kita pengawas ujian nasional di lapangan, kiranya juga perlu adanya jaminan kemanan. Karena jika mereka melaksanakan tugasnya sesuai fungsinya untuk menjamin kemurnian hasil ujian malah terancam keselamatnnya.
Reply
Sukaryadi | Thursday, 5 November 2009 @ 5:38 pm
Tolong, minimalisirkan kecurangan-kecurangan yang sdh menjadi rahasia umum (khususnya di daerah)jika perlu jangan beri peluang terjadinya kecurangan-kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional yang sdh menjadi rahasia umum (khususnya di daerah). Baru ini dapat dilaksanakan.
.-= Sukaryadi´s last blog ..Lomba Bahan Ajar Mandiri LPMP Jateng =-.
Reply