CATATAN KECIL TENTANG ALM. DRS. SAMSUDIN
Saturday, 3 October 2009 (07:05) | 62 views | 1 komentar
Oleh Zulmasri
Innalillahi wainna ilaihi rajiun. P Samsudin (Wasekum Agupena Jteng), saudara dan sahabat kita itu telah berpulang menghadap Sang Khalik karena kecelakaan pk 7.
Demikianlah sms yang saya terima pukul 10.29, tanggal 21 Agustus 2009, namun baru sempat saya buka pukul 17.00. Sms yang dikirim oleh Pak Deni Kurniawan, Ketua Umum Agupena Provinsi Jawa Tengah itu membuat saya tercenung dan seakan tak percaya. Saya baca ulang sms itu, dan isinya tetap saja, mengabarkan duka dan menyentakkan rasa yang ada dalam sanubari saya.
Ternyata sms Pak Deni tidak hanya satu, masih ada yang lainnya. Mengabarkan bahwa almarhum akan dikubur pukul 15.00. Pak Deni juga menyertakan alamat almarhum lewat sms tersebut.
Nggak tahu saya harus berbuat apa. Mestinya saya tidak terlambat membuka sms tersebut. Mestinya saya bisa ke Pemalang dan mengikuti prosesi pemakaman. Toh, jarak dari tempat saya ke Pemalang hanya 20 km saja. Tapi apa daya, sms itu baru saya buka sorenya (pukul 17.00).
Pak Deni kemudian saya sms. Mengabarkan kalau sms yang dikirimkan baru saja saya buka. Agaknya, sungguh terlambat bila saya ke Pemalang. Tentulah saya sudah tidak akan bertemu lagi dengan almarhum.
Bagi saya, Pak Samsudin sungguh tidak akan lupa sosoknya. Sosok yang sebenarnya baru saya kenal saat pembentukan Agupena Provinsi Jateng, 4 Februari 2009 lalu. Sosok yang kritis dan banyak melontarkan ide-ide bernas. Terakhir saya sempat satu bus pulang dari Semarang. Beliau didampingi istri sehabis raker Agupena Provinsi. Itu pula, perjumpaan terakhir saya dengan Pak Sam, yang kemudian saya ketahui ternyata juga menjadi Kepala Sekolah di SMP 3 Pulosari Pemalang.
Beberapa hari kemudian saya kembali menerima sms dari Pak Deni yang meminta kesediaan saya untuk mewakili pengurus Agupena Provinsi Jawa Tengah takziah ke rumah almarhum. Tentu saja saya mengiyakan, mengingat sebagai sesama pengurus, saya termasuk yang paling dekat dengan alamat rumah almarhum. Pak Deni kemudian juga meminta saya untuk memberikan sumbangan untuk keluarga almarhum Rp500.000,00 yang ditransfer via Bendahara Umum Agupena, Pak Johan Wahyudi.
Rencananya saya mau mengajak Pak Sardono Syarief (Ketua Agupena Kabupaten Pekalongan) untuk ikut serta. Akan tetapi karena kesulitan informasi dan jarak yang lumayan jauh (lebih jauh dibandingkan dari tempat saya ke rumah almarhum Pak Samsudin), akhirnya saya putuskan berangkat sendiri. Beruntung saya punya teman guru yang berasal dari Pemalang dan mengajar di Pekalongan. Dengan bantuan teman tersebut berangkatlah saya ke alamat yang diberikan Pak Deni: Jalan Taman Asri B II/15 Desa Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang pada Jumat, 28 Agustus 2009 pagi.
Setelah bertanya ke sana-sini, akhirnya sampai juga saya ke alamat yang dituju. Namun saya tidak bertemu dengan keluarga almarhum. Para tetangga yang menghampiri saya mengatakan bahwa Bu Kustanti (istri almarhum) berada di Petarukan (sekitar 5 kilometer dari Kota Pemalang).
Saya kemudian memutar kendaraan dan kembali menyusuri jalan ke alamat yang dimaksud. Setelah sampai di Pasar Petarukan saya pun mengarahkan kendaraan ke arah Utara sekitar 300 meter. Alhamdulillah, saya pun bisa bertemu dengan Bu Kustanti (istri almarhum), dan Giska anak tertua almarhum.
Sekitar 1 jam saya berada di rumah almarhum, rumah yang baru selesai dibangun dan sekaligus juga baru ditempati. Kepada saya Bu Kustanti yang kesehariannya juga guru dan mengajar di SMA 2 Pemalang itu menuturkan tentang almarhum dan hari-hari terakhir bersama sang suami (Silakan baca, Bu Kustanti: “Bapak Sosok Terbaik yang Pernah Kami Miliki”)
Zulmasri, S.S.
Guru SMP N Talun Pekalongan, Pengurus Agupena Jawa Tengah
Berita lain
1. Agupena Berduka
2. Wasekum Agupena Jateng Tewas Kecelakaan




Bung Eko | Friday, 29 January 2010 @ 11:28 pm
Bu Kustanti adalah ibu guru istri saya di SMA 2 Pemalang. Tapi istri saya baru tahu kabarnya setelah saya beritahu, sudah terlalu lama karena saya jarang pulang ke Pemalang.
Turut berduka cita untukk keluarga almarhum.
Bung Eko´s last blog ..Dunia Tak Seburuk yang Kau Bayangkan…
Reply