Menggagas Materi Sastra dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia

Wednesday, 16 September 2009 (02:28) | 1,640 views | 12 komentar

Oleh Riyadi
riyadiBersatulah wahai guru Bahasa Indonesia SMP SMA di seluruh Indonesia. Mari kita bangun karakter bangsa melalui karya sastra kita … Indonesia … Betapa … biarlah dianggap Jadul … daripada tak satupun yang bicara.

Sudah lama anak-anak merindukan dongeng kita. Bukan dongeng menjelang tidur … tetapi dongeng yang membawa karakter generasi mendatang kita. Generasi yang mempunyai jati diri dan tidak mudah diejek oleh bangsa lain.

Berikut beberapa pandangan Pak Achjar Chalil yang sengaja saya kutip dari FB untuk memotivasi :
Hingga hari ini, sastra klasik Angkatan Balai Pustaka, karya sastrawan Indonesia jadi bacaan wajib siswa SMA di Malaysia. Dengan ini mereka memelihara “karakter positip Melayu” nya. Ketika Malaysia berulah, bangsa ini pun hanya bisa mencak-…mencak, dan “teriak sana teriak sini”. Wahai para pemimpin..jangan keasikan memburu uang dan kekuasaan…tolong perbaiki karakter bangsa ini….Salam… (Achjar Chalil)

Otomotive? belajar dari asing=perlu!, Elektronik? belajar dari asing=perlu!, Teknologi Informasi? belajar dari asing=perlu. Pokoknya untuk sains dan teknologi silahkan arahkan “kiblat” anda ke luar Indonesia…. Untuk pembangunan karakter b…angsa….? Nah ini dia. Sebagai bangsa yang pernah dijajah barat (belanda) bangsa ini (termasuk para pemimpinnya) tetap juga melihat ke barat.. (Achjar Chalil)

Para pakar pendidikan kita pergi ke barat, pulang bawa gelar DR, PHd, pendidikan di kita pun dirancang ikuti pola Jerman, Inggris, Amerika, atau Australia. Konsep pendidikan yang dirancang oleh Ki Hajar Dewantara dan Engku M. Syafe’i (100% pribu…mi) diletakkan “di bawah meja” (untuk konsep Ki Hajar cukup sekedar kata Tut Wuri Handayani pada logo Depdiknas
(Achjar Chalil)

Maka inilah saatnya:
Ketika sekolah mendapat peluang untuk menerjemahkan standar isi ke dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Maka sebagai guru Bahasa Indonesia kita berpeluang untuk memasukkan materi sastra yang bernuansa membentuk karakter bangsa. Bukan semata-mata materi sastra yang hanya dipersiapkan menyongsong SKL Ujian Nasional saja.

Bagaimana?

Riyadi, S.Pd
Guru SMP N 15 Purworejo, Sekretaris Agupena Cabang Purworejo.

Tulisan lain yang berkaitan:

12 Responses to “Menggagas Materi Sastra dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia”

  1. Sardono Syarief on Sunday, 20 September 2009 (pukul 2:37 am)

    Saya amat setuju dengan tulisan Mas Riyadi. Memang karekater bangsa perlu dibentuk sejak kanak-kanak, misal lewat pembelajaran sastra. :roll: :roll:
    .-= Sardono Syarief´s last blog ..GIGI OMPONG KAKEK ODONG =-.

    Reply

    Riyadi Reply:

    @Sardono Syarief, Wah Terima kasih Bung Sardono Syarief… saya juga salut dengan sastrabocah Anda. Semoga “Menggagas kata hati, merangkai cerita dan puisi” terangkai makna pula dalam pembentukan karakter bangsa. Maaf… replynya lambat… yo-i. Salam Sastra.
    .-= Riyadi´s last blog ..Ketika Diri Takmampu Memilih =-.

    Reply

  2. Sardono Syarief on Sunday, 20 September 2009 (pukul 2:40 am)

    Saya amat setuju dengan tulisan Mas Riyadi. Memang karekater bangsa perlu dibentuk sejak kanak-kanak, misal lewat pembelajaran sastra.
    .-= Sardono Syarief´s last blog ..GIGI OMPONG KAKEK ODONG =-.

    Reply

    Riyadi Reply:

    @Sardono Syarief, Sebuah harapan yang indah pada pembelajaran sastra. Teriring salam buat “Kakek Odong” tokoh imajiner…. Bung Sardono… salam sastra memperluas cakrawala.
    .-= Riyadi´s last blog ..Ketika Diri Takmampu Memilih =-.

    Reply

  3. FENOMENA HASIL PENGAJARAN SASTRA « Riyadi's Blog on Sunday, 17 January 2010 (pukul 1:54 am)

    [...] pula nich Bang Sholeh. Padahal baru bagian I. Perkenankan saya komit dulu pada tulisan saya di http://agupenajateng.net/2009/09/16/mengagas-materi-sastra-dalam-pembelajaran-bahasa-indonesia/ Pada tulisan tersebut saya mengutip pandangan Pak Achyar Chalil : “Otomotive? belajar dari [...]

  4. nana riskhi suanti on Wednesday, 20 January 2010 (pukul 7:00 am)

    saya senang dan bangga menemukan jejaring blog Agupena ini. saya angkat topi kepada semua guru bahasa Indonesia yang sangat bersemangat untuk berkarya dalam tulisan-tulisan yang ada di blog ini.
    perkenalkan, nama saya nana. saya adalah penyair. salah satu buku saya adalah 60 Puisi Indonesia Terbaik 2009, Anugerah Sastra Pena Kencana. Saya beberapa kali mendapatkan penghargaan bidang seni baca puisi dan monolog. Tetapi, saya calon guru bahasa Indonesia. saya sedang menyelesaikan studi saya di pendidikan bahasa dan sastra Indonesia universitas negeri semarang. saya ingin mengajak pk/ibu/sdra guru-guru bahasa Indonesia untuk menjadi peserta Sekolah Cinta Bahasa. saya siapkan pelatihan menulis kreati untuk guru lewat website dan group Sekolah Cinta Bahasa di facebook. silakan kunjungi sekolahcintabahasa.wordpress.com; dan bergabunglah dengan group Sekolah Cinta Bahasa di facebook.

    jika ingin berdiskusi lebih lanjut dengan saya, kontak saja ke nanaeres@yahoo.co.id

    -salam cinta bahasa-

    Reply

    Riyadi Reply:

    @nana riskhi suanti, Congratulation to “Anugerah Sastra Pena Kencana” semoga memotivasi untuk lebih berkarya yang lebih lagi. Untuk link ke sekolahcintabahasa baik wordpress maupun fb jika URL nya dicantumkan pasti lebih mudah penelusurannya Mbak. Terima kasi. Salam Sastra, Salam Cinta Bahasa.
    .-= Riyadi´s last blog ..Ketika Diri Takmampu Memilih =-.

    Reply

  5. thut on Saturday, 20 March 2010 (pukul 1:02 am)

    Tulisan yang bersemangat. Bicara tentang karakter bangsa, memang dimulai dari etika dan citarasa sastra dan kebahasaan yang mulai luruh. Karakter bangsa…karakter diri. ;-)

    Reply

    Riyadi Reply:

    @thut, Terima kasih atas atensinya pula. Salam Agupena.
    .-= Riyadi´s last blog ..Ketika Diri Takmampu Memilih =-.

    Reply

  6. Riyadi on Friday, 7 May 2010 (pukul 10:02 am)

    Selamat jalan Bapak Achyar Chalil. Tapakmu tetap membekas dalam tulisan ini, juga pada link di Agupena Purworejo. Takkan kami biarkan lepas. Teriring do’a semoga diampuni segala dosa-dosa, dan diterima ssegala amal ibadah semasa hidup Bapak. Dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin. amin ya Robbal alamin.
    http://riyadi.purworejo.asia/2010/04/memperbaiki-karakter-bangsa-lewat-karya.html
    .-= Riyadi´s last blog ..Dinding Waktu =-.

    Reply

  7. Riyadi on Saturday, 22 May 2010 (pukul 8:47 pm)

    masih di antara mendung gagasan.
    .-= Riyadi´s last blog ..anggrek ungu =-.

    Reply

  8. Classical Electric Guitar on Thursday, 3 June 2010 (pukul 3:31 am)

    We’re a group of volunteers and starting a brand new initiative in a community. Your blog supplied us important information to work on. You have done a marvellous job!

    Reply

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP