Siapakah Aku?

Wednesday, 26 August 2009 (03:00) | 939 views | 3 komentar

Oleh NOK MUJIATI
nokSebuah pertanyaan muncul dalam benak kita ketika ada dorongan rasa ingin tahu. Dorongan rasa ingin tahu yang ada dalam diri kita akan terpenuhi manakala pertanyaan itu terjawab. Hal yang belum kita ketahui itu membutuhkan jawaban dari orang lain maupun dari diri sendiri. Dengan kata lain, sebuah pertanyaan akan muncul karena ada dorongan ingin mengetahui hal yang belum kita ketahui. Jawaban dari pertanyaan tersebut akan terpenuhi dari orang lain maupun bisa dari diri sendiri.

‘ Siapakah aku?’ adalah sebuah pertanyaan. Pertanyaan itu tentu membutuhkan jawaban. Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, marilah kita menengok ke masa lalu, masa ketika kita dilahirkanke dunia ini.

Sebuah makhluk diciptakan oleh Tuhan melalui perantara. Awal keberadaan tumbuhan di dunia ini melalui perantara. Perantara adanya tumbuhan terjadi karena pertemuan benangsari dengan putik. Bisa juga karena tunas yang tumbuh dari tumbuhan, atau bisa pula terjadi karena stek, umbi yang tumbuh, dan lain-lain. Hewan dan manusia diciptakan Tuhan melalui perantara pertemuan antara sperma dan sel telur.

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk yang paling sempurna di antara makhluk yang lainnya. Kesempurnaan manusia dapat dilihat dari bentuk fisik yang lebih bagus dari makhluk yang lainnya. Di sampig itu, manusia juga diciptakan oleh Tuhan dengan pikiran dan rasa. Tiada makhluk lain, selain manusia yang mempunyai pikiran dan rasa. Malaikat mempunyai pikiran, tetapi tidak mempunyai rasa. Hewan mempunyai bentuk fisik tetapi tidak mempunai pikiran dan rasa. Hanya manusialah, makhluk ciptaan Tuhan, yang memiliki bentuk fisik yang bagus, pikiran, dan perasaan. Itulah sebabnya manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Siapakah aku? Konon, orang Jawa yang sudah bijaksana, menjawab pertanyaan itu dengan pernyataan berikut. “ Aku adalah orang yang piniji, pinilih, dan pinunjul. Untuk memperjelas pernyataan tersebut, marilah kita ikuti uraian berikut.

1.Aku adalah orang yang piniji
Kata piniji berasal dari bahasa Jawa, yang berarti yang dipercaya, ditugasi, atau diandalkan.Dalam bahasa Indonesia, siji berarti satu. Ketika seorang manusia akan menjelma menjadi makhluk, yang konon katanya paling sempurna di antara makhluk yang lainnya, berjuta-juta sperma berpacu untuk menemui sebuah sel telur dalam indung telur. Dari berjuta-juta sperma yang berpacu itu, hanya ada satu yang dapat menemui sel telur itu. Itulah satu-satunya sel sperma, yang dipercaya dan diandalkan, yang nantinya akan menjelma menjadi manusia. Berarti sperma itulah satu-satunya, dari berjuta-juta sperma yang berlomba untuk menemui sel telur, yang berhasil memenangkan lomba. Satu-satunya sperma yang dipercaya dan diandalkan untuk menjelma menjadi ‘aku’, seorang manusia.

2.Aku adalah orang yang pinilih
‘ Pinilih’ berasal dari bahasa Jawa yang bermakna terpilih. Ketika kita akan menjelma dalam wujud manusia, berjuta-juta sperma berlomba untuk berpacu menemui sang sel telur. Dari berjuta-juta sperma yang berlomba itu hanya ada satu yang terpilih untuk dapat bertemu dengan sel telur. Itu berarti bahwa perlombaan dari berjuta-juta sperma itu hanya terpilih satu hingga terwujud aku, sang manusia itu.

3.Aku adalah orang yang pinunjul
‘ Pinunjul’, dalam bahasa Jawa, mempunyai arti lebih dari yang lain. Perlombaan berjuta-juta sperma untuk menemui sang sel telur membutuhkan perjuangan. Kekuatan, kecerdasan, kepandaian, keuletan, dan kecepatan sangat diperlukan dalam sebuah perlombaan. Satu benih sperma yang lebih kuat dari yang lain, lebih cerdas, pandai, ulet, dan lebih cepat daripada yang lain itulah yang dapat menemui sel telur. Itu berarti, sperma yang mempunyai kelebihan dari sperma yang lain itulah yang dapat bertemu dengan sel telur. Dan sperma yang mempunyai kelebihan itulah yang kini menjelma menjadi ‘ aku’ , manusia itu.

Apa Makna dari Semua itu?
Secara alami, sejak awal manusia diciptakan oleh Tuhan dengan perantara bertemunya spera dengan sel telur, sudah diawali dengan perlombaan. Sperma yang mempunyai kekuatan, kecerdasan, kepandaian, keuleta, dan kecepatan lebih yang dapat menemui sel telur. Dengan kata lain, yang piniji pinilih, dan pinunjul yang akan muncul da memenangkan sebuah perlombaan.

Begitu pula dengan terjelmanya manusia sebagai aku. Sejak awal manusia diciptakan dengan sebuah perlombaan. Ini berarti sejak awal pula manusia hidup sudah diamanatkan oleh Yang Maha Pencipta untuk berlomba. Dalam kehidupan berikutnya, manusia berlomba supaya menjadi manusia pinilih, piniji, dan pinunjul.
Bagaimana dengan Aku Sebagai Manusia?

Pertanyaan tersebut akan muncul ketika ‘aku’ sebagai manusia menyadari keberadaannya di dunia ini. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Pencipta segala sesuatunya, manusia hidup di dunia ini secara alami mengemban amanah dari Tuhan sebagai utusan. ‘Aku’ sebagai manusia utusan Tuhan untuk menjaga dan meneruskan kehidupan dunia. Untuk menjaga dan meneruskan kehidupan dunia, manusia perlu menggunakan rasa, raga, logika, norma, dan lain-lain. Semua itu dibutuhkan ketika kita akan membuktikan kepada dunia bahwa kita bisa menjadi orang yang piniji, pinilih, dan pinunjul.

Pertanyaan tersebut jika dijawab oleh setiap aku sebagai manusia akan berbeda-beda. Perbedaan jawaban dari pertanyaan tersebut disebabkan persepsi, tanggapan, keberadaan, dan aktualitas ‘aku’ sebagai manusia. Bahkan, jika akan menjawab pertanyaan tersebut, dimungkinkan akan muncul lagi banyak pertanyaan. Pertanyaan itu antara lain sebagai berikut.
1.Sudahkah aku menjadi orang yang sudah bisa diandalkan? Sudahkah aku bisa menjadi pengemban amanah yang bisa dipercaya? Sudahkah aku menjadi manusia yang berarti, bahkan dibutuhkan oleh orang lain di sekitarku? Sudahkah aku sebagai manusia sudah berarti bagi keluargaku? Sudahkah aku sebagai manusia bisa bermanfaat bagi lingkunganku? Sudahkah aku bermanfaat bagi diriku sendiri?
2.Sudahkah aku menjadi manusia yang terpilih? Sudah menyenangkankah aku jika berhubungan dengan orang lain? Benarkah kehadiranku menyenangkan orang-orang di sekitarku? Benarkah aku sebagai orang yang dipilih oleh manusia di sekitarku untuk ditunggu keberadaanku? Benarkah aku dibutuhkan oleh orang-orang di sekitarku?
3.Sudahkah aku mempunyai kelebihan dari orang lain? Sudahkah aku mengetahui kelebihanku? Apakah aku telah berusaha mengembangkan kelebihanku? Apakah aku membutuhkan pengakuan dari orang lain tentang kelebihanku? Apakah aku juga membutuhkan dorongan, pesan, saran, dan sekedar pujian dari orang lain?

Marilah kita pahami diri kita sendiri dengan menjawab berbagai pertanyaan di atas. Mungkin masih akan muncul lebih banyak pertanyaan lagi. Pertanyaan-pertanyaan itu tergantung dari perenungan setiap aku sebagai manusia. Aku, sebagai manusia yang ingin maju, pastilah membutuhkan introspeksi yang nantinya akan berarti bagi kemajuan diri sendiri. Akhirnya, aku itu akan bermanfaat bagi orang lain.

Siapapun aku, sebagai manusia, tentu mengharapkan menjadi orang yang piniji, pinilih, dan pinunjul. Hidup adalah perjuangan, perlombaan, dan pengabdian. Siapa pun aku, yang menyadari keadaan dirinya , dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, pastilah ia akan berusaha untuk mewujudkannya.

Tulisan sederhana ini hanyalah sebuah perenungan penulis yang masih buta akan pengetahuan tentang keberadaan manusia di dunia ini. Merenungkan keberadaan siapa aku sebagai manusia di dunia akan menjadi bermakna jika manusia menyadari akan segala kekurangan dan mungkin beberapa kelebihan yang dimilikinya. Jika manusia sudah menyadari makna siapakah aku, insya Allah, aku yang piniji, pinilih, dan pinunjul akan bisa terwujud.
***

Tulisan sederhana ini jauh dari sempurna. Kekurangsempurnaan itu bisa dilihat dari isi tulisan, bentuk tulisan, bahasa yang digunakan, maupun cara penyampaian tulisan. Tanggapan, kritik, dan saran yang membangun penulis harapkaan demi kemajuan dan kebaikan pada hari-hari berikutnya. Terima kasih.

By: Nok Mujiati
Magelang, Jawa Tengah

Penulis merupakan Kepala SMP N 11 Magelang dan Pengurus Agupena Jawa Tengah

Tulisan lain yang berkaitan:

3 Responses to “Siapakah Aku?”

  1. minan on Saturday, 14 November 2009 (pukul 4:12 am)

    ;-) bu gimana bisa mengetahui siapakah aku?logikanya gimana?

    Reply

  2. pruwi on Friday, 22 October 2010 (pukul 7:15 am)

    Siapapun aku, sebagai manusia, tentu mengharapkan menjadi orang yang piniji, pinilih, dan pinunjul. Hidup adalah perjuangan, perlombaan, dan pengabdian. Siapa pun aku, yang menyadari keadaan dirinya , dan berusaha untuk menjadi yang terbaik, pastilah ia akan berusaha untuk mewujudkannya.
    Luar biasa renungannya,semoga kita lebih menyadari untuk melanjutkan kehidupan ini lebih ke tujuan menyelamatkan orang – orang di sekitar kita.
    Sumber: Siapakah Aku? » Agupena Jawa Tengah http://agupenajateng.net/2009/08/26/siapakah-aku/#ixzz135oSnDeo
    Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

    Reply

  3. tono on Wednesday, 9 March 2011 (pukul 10:12 am)

    aku hanyalah seorang manusia biasa yang ingin menjadi orang yang bisa berguna bagi diriku sendiri,keluarga dan lingkungan masyarakat,dgn belajar yang giat,kelak bisa menyalurkan sedikit ilmu pengetahuanQ…….

    Reply

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP