Wednesday, 26 August 2009 (03:24) | 252 views | 7 komentar
Alhamdulillah, kembali telah terbit, satu buku karya Pembina Agupena Jateng : Wardjito Soeharso, M.Sc. dengan judul YUK, NULIS ARTIKEL. Buku ini dikemas sebagai panduan praktis untuk siapa saja -terutama guru- yang ingin belajar menulis artikel ilmiah populer di media massa, seperti surat kabar dan majalah.
Buku ini dengan detail membedah teori dan praktik bagaimana menulis artikel, dari sejak tahapan pra penulisan, saat penulisan, sampai pasca penulisan, semua dijelaskan panjang lebar dengan bahasa sederhana sehingga mudah diikuti dan dipahami.
Untuk menjadi penulis, hal terpenting yang harus disadari oleh mereka yang belajar adalah terus berlatih untuk mengasah keterampilan agar menjadi lebih tajam. Keterampilan hanya dapat diperoleh dengan pembiasaan, dan pembiasaan itu suatu proses yang harus dijalani terus menerus secara berulang-ulang.
Pengurus Agupena Jateng mengucapkan selamat kepada Bpk. Wardjito atas penerbitan buku ini. Insya Allah, akan membantu para guru yang ingin mengembangkan kemampuan menulis.
Tulisan lain yang berkaitan:




Heri Priyatmoko | Wednesday, 26 August 2009 @ 11:42 pm
Saudara/i para guru, untuk bisa menulis dengan baik dan menembus media massa atau media cetak ada beberapa tip. seperti pengalaman komunitas kami KABUT INSTITUT.
1. Teman kami, BANDUNG MAWARDI menjadi esais paling produktif di Jawa Tengah/Indonesia dibidang sastra dan budaya, artikelnya menembus SUARA MERDEKA, KOMPAS, LAMPUNG POST, BATAM POS, JAWA POS, SOLO POS, SEPUTAR INDONESIA, karena banyak MEMBACA. BACAANNYA SANGAT KUAT. BANDUNG MAWARDI aktif melakukan kliping esai-esai budaya masa lalu dan melakukan proses kreatif dengan gaya bahasanya sendiri.
BANDUNG MAWARDI secara kualitas memang mulai memiliki kemampuan menulis paska menang lomba kritik sastra DKJ tahun 2007. Setelah itu aktif dalam menjalin hubungan emosional dengan mengundang beberapa redaktur media (budaya) SUARA MERDEKA dan SOLO POS. Kemampuan BANDUNG MAWARDI yang tulisannya hampir setiap minggu nongol di SUARA MERDEKA, SOLO POS didukung oleh perkenalan dan persahabatan dengan REDAKTUR.Hal ini yang disebut perjumpaan antara KUALITAS DAN KONEKSITAS!
2. Teman kami yang lain di KABUT INSTITUT juga memiliki spesialisasi menulis artikel dibidangnya. saya, Heri priyatmoko mencoba mengambil tema spesial dibidang sejarah dan artikel budaya tempo doeloe.
Tip saya agar para guru bisa menulis dan menembus MEDIA MASSA adalah antara lain:
bangun koneksitas dengan redaktur media massa. Seperti mas TT dari Suara Merdeka misalnya. banyak membaca sesuatu yang bermanfaat. Ambil spesialisasi sesuai dispilin ilmu. Yang terakhir jangan lelah dalam menulis meski puluhan bahkan ratusan artikel belum dimuat.
banyak PENULIS GURU yang bagus, yang saya lihat: TEGUH TRIANTON, ROTO, SUTRISNO, DSB.
Reply
Admin Reply:
August 27th, 2009 at 12:59 am
@Heri Priyatmoko, Makasih atas support sudara. Pak teguh itu pengurus Agupena Jateng. Dan banyak kawan-kawan agupena lain yang nulis di media massa seperti Suara Merdeka.
Diantaranya Sawali, Hery Nugroho, Sadimin, Haryati dll.
Semoga kita dapat terus bersilaturahmi ya…
.-= Admin´s last blog ..Buku Baru : Yuk Nulis Artikel =-.
Reply
Munawir Azis | Thursday, 27 August 2009 @ 11:21 pm
sungguh sebuah hal yang positif, jika rekan-rekan AGUPENA aktif dalam mendorong kegiatan menulis bagi para guru, yang kini gajinya lumayan tinggi. Tertarik juga saya menanggapi gagasan Heri dari KABUT INSTITUT, memang untuk menulis dimedia cetak faktor yang penting adalah Kualitas, militansi, koneksitas, serta popularitas. Tulisan yang berkualitas dari seorang penulis boleh jadi dikalahkan oleh tulisan penulis lain dalam satu bahasan tema yang sama, karena sang penulis lain memiliki koneksitas dengan redaktur. Tulisan yang tidak berkualitas dari penulis boleh jadi dikalahkan oleh tulisan dari penulis yang memiliki popularitas.
Dalam hal ini agaknya perlu perpaduan atau sinerji antara kualitas, koneksitas,bagi para guru yang ingin menulis dimedia massa. Bandung Mawardi bisa juga diajak menjadi Mentor atau instruktur AGUPENA dalam training menulis, selain produktif juga memiliki trik membangun koneksitas dengan redaktur media. Jadi bisa saling belajar bersama!
Reply
Daroji | Thursday, 27 August 2009 @ 11:23 pm
yuk ayo menulis. Menulis bisa untuk membentuk jiwa kreatif….salut 200 % untuk semuanya
Reply
Hendra Sugiantoro | Wednesday, 11 November 2009 @ 11:08 pm
Keep spirit. Ayo angkat pena!
.-= Hendra Sugiantoro´s last blog ..Kemaslahatan Rakyat, Kewajiban Anda! =-.
Reply
Agus Budi Wahyudi | Thursday, 27 May 2010 @ 12:35 pm
Menulis adalah aktivitas. Jalankan dengan baik, hasil tulisan pasti baik. Menulis disertai dengan roh menulis. Menulis sangat menyehatkan pikiran. Para guru, saya setuju silahkan menulis dan menulis.
Reply
didik m. riyadi | Sunday, 6 June 2010 @ 9:33 am
kebetulan aku menjadi redpel sebuah majalah pendidikan di Semarang. apabii ada bapak / ibu guru yang ingin mencoba belajar menulis kreatif silahkan aja ngirim ke email : majalahmerahputih@yahoo.com
Kami tunggu njih bapak / ibu sekalian.
Eh, di media kami ada juga liputan tengang agenda sekolah, silahkan belajar menjadi wartawan dengan menulis berdasar kaidah 5W + 1H lengkapi dengan foto njih.
Dospundi bapak / ibu, berani menjawab tantangan kami ?
Reply