Pengembangan Keilmuan Guru Rendah

Sunday, 12 July 2009 (07:18) | 158 views | 0 komentar

unnesSEMARANG-Kualitas dan kemampuan dalam praktik belajar mengajar (PBM) dan evalusi berada pada posisi cukup. Kendati begitu belum tentu kualitas yang dimiliki guru lantas bisa disebut sepenuhnya baik. Menurut Dr Kasmadi Imam Supardi, penguasaan dan pengembangan keilmuan guru masih kurang.
”Terutama kemampuan dalam mengomunikasikan masalah akademik. Kondisinya masih sangat kurang,” ungkapnya dalam promosi gelar doktornya di bidang Pendidikan Program Studi Manajemen Pendidikan di Gedung G kampus Pascasarjana Unnes, Kamis (9/7) lalu.

Ringkasan disertasinya sendiri berjudul ”Keefektifan Sekolah Menengah Pertama Standar Nasional di Kota Semarang dalam Masa Otonomi Daerah”.
Keadaan itu, kata dia, terjadi karena para guru masih sangat kurang dalam mengikuti pendidikan lanjutan. Keikutsertaan mereka dalam pelatihan, seminar, dan penulisan artikel juga perlu ditingkatkan. ”Para guru juga harus rajin melakukan kajian terhadap buku atau jurnal dan menyusun laporan kegiatan profesional,” kata dia.

Kasmadi menyebut salah satu dari tujuh kompetensi guru menurut Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang harus dimiliki guru adalah profesional. Oleh karena itu kompetensi profesional tersebut harus ditingkatkan secara bertahap. Mereka yang dulunya kurang harus menjadi cukup kemudian meningkat baik dan sangat baik.

Guru harus terus meng-upgrade pengetahuannya sesuai dengan perkembangan yang ada. Bagaimanapun juga keefektifan sekolah dipengaruhi SDM guru yang ada,” terangnya.

Masyarakat sendiri, tambahnya, sangat menaruh harapan besar terhadap berdirinya sekolah unggulan. Sekolah unggulan memiliki potensi besar untuk menjadi efektif.

Hanya saja perlu dipahami, tandas dia, keefektifan sebuah sekolah tidak ditentukan oleh sebutan yang diberikan pemerintah atau masyarakat. Akan tetapi ditentukan dari kinerja sekolah. Tentu saja dengan melihat seberapa besar tujuan sekolah yang telah direncanakan bisa dicapai.

”Bukan sekadar melihat banyaknya lulusan yang dihasilkan. Selain itu keefektifan sekolah unggulan hendaknya bisa dijadikan contoh bagi sekolah reguler yang lain,” ungkap Kasmadi. (H31-45)

Tulisan lain yang berkaitan:

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP