<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perlukah Menggapai Pangkat IV/b Dengan ”Selingkuh?”</title>
	<atom:link href="http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/</link>
	<description>Membangun Semangat Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 12:50:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: heni purwono</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-657</link>
		<dc:creator>heni purwono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 07:16:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-657</guid>
		<description>adalah picik sekali mengungkap bahwa tulisan yang tidak sesuai fak adalah &quot;selingkuh&quot;. kemampuan menulis dan memahami permasalahan umum adalah hak asasi manusia, dan pengungkapan menyatakan pendapat begitu juga. jika dalam hal ini dibedakan penilaiannya, tentu sangat tidak adil. oke lah, solusi tengah-tengah dapat diambil, dengan memberikan penilaian, hanya tidak setinggi tulisan yang sesuai fak penulis. namun jika secara hitam putih menyatakan bahwa tulisan &quot;selingkuh&quot; itu hanya untuk urusan koin, maka sejatinya ketidakadilan dan perendahan terhadap kemampuan menyatakan gagasan lewat tulisan. lihat saja Soekarno, ia adalah seorang insinyur, tapi siapa yang meragukan kemampuannya dalam menyuarakan hal-hal politik, sosial, agama, dan lainnya. jika penilaian seperti ini terus dilanjutkan, maka tidak akan muncul soekarno-soekarno baru, karena terhambat oleh aturan yang membelenggu dan tak menghargai buah perasan otak menjadi sebuah tulisan. apakah para penilai hanya akan menanti silent intelectual yang mereka ahli tapi tak mampu menulis untuk dapat meraih solusi atau paling tidak wacana melalui tulisan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adalah picik sekali mengungkap bahwa tulisan yang tidak sesuai fak adalah &#8220;selingkuh&#8221;. kemampuan menulis dan memahami permasalahan umum adalah hak asasi manusia, dan pengungkapan menyatakan pendapat begitu juga. jika dalam hal ini dibedakan penilaiannya, tentu sangat tidak adil. oke lah, solusi tengah-tengah dapat diambil, dengan memberikan penilaian, hanya tidak setinggi tulisan yang sesuai fak penulis. namun jika secara hitam putih menyatakan bahwa tulisan &#8220;selingkuh&#8221; itu hanya untuk urusan koin, maka sejatinya ketidakadilan dan perendahan terhadap kemampuan menyatakan gagasan lewat tulisan. lihat saja Soekarno, ia adalah seorang insinyur, tapi siapa yang meragukan kemampuannya dalam menyuarakan hal-hal politik, sosial, agama, dan lainnya. jika penilaian seperti ini terus dilanjutkan, maka tidak akan muncul soekarno-soekarno baru, karena terhambat oleh aturan yang membelenggu dan tak menghargai buah perasan otak menjadi sebuah tulisan. apakah para penilai hanya akan menanti silent intelectual yang mereka ahli tapi tak mampu menulis untuk dapat meraih solusi atau paling tidak wacana melalui tulisan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: juremi</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-601</link>
		<dc:creator>juremi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 21:52:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-601</guid>
		<description>Aku setuju banget terhadap usulan Pak Roto. Hanya menurutku nilainya saja yang tidak dapay maksimal (lebih rendah). Jadi tidak divonis secara hitam putih saja, gitu ya Pak Roto .... dan moga-moga pihak pengambil kebijakan mau mendengar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku setuju banget terhadap usulan Pak Roto. Hanya menurutku nilainya saja yang tidak dapay maksimal (lebih rendah). Jadi tidak divonis secara hitam putih saja, gitu ya Pak Roto &#8230;. dan moga-moga pihak pengambil kebijakan mau mendengar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
