<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Perlukah Menggapai Pangkat IV/b Dengan ”Selingkuh?”</title>
	<atom:link href="http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/</link>
	<description>Membangun Semangat Berbagi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 21:39:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: roto</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-1344</link>
		<dc:creator>roto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 02:41:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-1344</guid>
		<description>terimakasih atas respon dan dukungan dari para pembaca, kita masih tetap berharap semoga artikel para guru yang terbit di media massa mendapat poin kredit, semoga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terimakasih atas respon dan dukungan dari para pembaca, kita masih tetap berharap semoga <a title="artikel" href="http://agupenajateng.net/tag/artikel/">artikel</a> para <a title="guru" href="http://agupenajateng.net/tag/guru/">guru</a> yang terbit di media massa mendapat poin kredit, semoga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muslih</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-1221</link>
		<dc:creator>Muslih</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 03:34:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-1221</guid>
		<description>Saya tidak setuju dengan istilah selingkuh... guru kan tidak mutlak menguasai satu bidang saja. Justru itu menandakan dia seorang yang mampu di luar bidangnya. Oleh karenanya biarkan saja berkembang... kalau dia produktif pasti akan ketemu spesial momennya untuk menguliti kemampuan mapel yang digelutinya lewat tulisan. Jadi tetap HARUS dihargai!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak setuju dengan istilah selingkuh&#8230; <a title="guru" href="http://agupenajateng.net/tag/guru/">guru</a> kan tidak mutlak menguasai satu bidang saja. Justru itu menandakan dia seorang yang mampu di luar bidangnya. Oleh karenanya biarkan saja berkembang&#8230; kalau dia produktif pasti akan ketemu spesial momennya untuk menguliti kemampuan mapel yang digelutinya lewat tulisan. Jadi tetap HARUS dihargai!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yanti</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-1219</link>
		<dc:creator>Yanti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 04:35:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-1219</guid>
		<description>&lt;a href=&quot;#comment-657&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;@heni purwono&lt;/a&gt;, 
Kalau tokoh kita tidak menghargai tulisan guru perlu dipertanyakan,terutama memfonis selingkuh itu bukan kata bijak apalagi diucapkan seorang Doktor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="nofollow" target="_blank" href="#comment-657" rel="nofollow">@heni purwono</a>,<br />
Kalau tokoh kita tidak menghargai tulisan <a title="guru" href="http://agupenajateng.net/tag/guru/">guru</a> perlu dipertanyakan,terutama memfonis selingkuh itu bukan kata bijak apalagi diucapkan seorang Doktor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Yanti</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-1218</link>
		<dc:creator>Yanti</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Apr 2010 04:31:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-1218</guid>
		<description>Banyak Karya ilmiah yang gagal karena sistemnya masih diinkasi dengan penilaian yang tidak Fair.Oleh sebab itu mestinya PTK dan Karya Ilmiah yang lain harus diuji di depan penilai.Itu baru mekanisme yang bagus dan bersih.Kalau sistemnya masih seperti yang dulu makan banyak muncul PTK palsu.
Sekali lagi sistem yang perlu dibenahi.Karena sekarang banyak ilmuwan ( Widyaswara yang menjual Ilmu dengan tarif tertentu).asumsi saya kalau PTK diuji di depan penguji seperti Thesis atau skripsi semua model beli PTK dapat dikikis habis.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak <a title="Karya ilmiah" href="http://agupenajateng.net/tag/karya-ilmiah/">Karya ilmiah</a> yang gagal karena sistemnya masih diinkasi dengan penilaian yang tidak Fair.Oleh sebab itu mestinya PTK dan <a title="Karya Ilmiah" href="http://agupenajateng.net/tag/karya-ilmiah/">Karya Ilmiah</a> yang lain harus diuji di depan penilai.Itu baru mekanisme yang bagus dan bersih.Kalau sistemnya masih seperti yang dulu makan banyak muncul PTK palsu.<br />
Sekali lagi sistem yang perlu dibenahi.Karena sekarang banyak ilmuwan ( Widyaswara yang menjual Ilmu dengan tarif tertentu).asumsi saya kalau PTK diuji di depan penguji seperti Thesis atau skripsi semua model beli PTK dapat dikikis habis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: heni purwono</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-657</link>
		<dc:creator>heni purwono</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 07:16:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-657</guid>
		<description>adalah picik sekali mengungkap bahwa tulisan yang tidak sesuai fak adalah &quot;selingkuh&quot;. kemampuan menulis dan memahami permasalahan umum adalah hak asasi manusia, dan pengungkapan menyatakan pendapat begitu juga. jika dalam hal ini dibedakan penilaiannya, tentu sangat tidak adil. oke lah, solusi tengah-tengah dapat diambil, dengan memberikan penilaian, hanya tidak setinggi tulisan yang sesuai fak penulis. namun jika secara hitam putih menyatakan bahwa tulisan &quot;selingkuh&quot; itu hanya untuk urusan koin, maka sejatinya ketidakadilan dan perendahan terhadap kemampuan menyatakan gagasan lewat tulisan. lihat saja Soekarno, ia adalah seorang insinyur, tapi siapa yang meragukan kemampuannya dalam menyuarakan hal-hal politik, sosial, agama, dan lainnya. jika penilaian seperti ini terus dilanjutkan, maka tidak akan muncul soekarno-soekarno baru, karena terhambat oleh aturan yang membelenggu dan tak menghargai buah perasan otak menjadi sebuah tulisan. apakah para penilai hanya akan menanti silent intelectual yang mereka ahli tapi tak mampu menulis untuk dapat meraih solusi atau paling tidak wacana melalui tulisan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adalah picik sekali mengungkap bahwa tulisan yang tidak sesuai fak adalah &#8220;selingkuh&#8221;. kemampuan <a title="menulis" href="http://agupenajateng.net/tag/menulis/">menulis</a> dan memahami permasalahan umum adalah hak asasi manusia, dan pengungkapan menyatakan pendapat begitu juga. jika dalam hal ini dibedakan penilaiannya, tentu sangat tidak adil. oke lah, solusi tengah-tengah dapat diambil, dengan memberikan penilaian, hanya tidak setinggi tulisan yang sesuai fak penulis. namun jika secara hitam putih menyatakan bahwa tulisan &#8220;selingkuh&#8221; itu hanya untuk urusan koin, maka sejatinya ketidakadilan dan perendahan terhadap kemampuan menyatakan gagasan lewat tulisan. lihat saja Soekarno, ia adalah seorang insinyur, tapi siapa yang meragukan kemampuannya dalam menyuarakan hal-hal <a title="politik" href="http://agupenajateng.net/tag/politik/">politik</a>, <a title="sosial" href="http://agupenajateng.net/tag/sosial/">sosial</a>, agama, dan lainnya. jika penilaian seperti ini terus dilanjutkan, maka tidak akan muncul soekarno-soekarno baru, karena terhambat oleh aturan yang membelenggu dan tak menghargai buah perasan otak menjadi sebuah tulisan. apakah para penilai hanya akan menanti silent intelectual yang mereka ahli tapi tak mampu <a title="menulis" href="http://agupenajateng.net/tag/menulis/">menulis</a> untuk dapat meraih solusi atau paling tidak wacana melalui tulisan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: juremi</title>
		<link>http://agupenajateng.net/2009/06/30/perlukah-menggapai-pangkat-ivb-dengan-%e2%80%9dselingkuh%e2%80%9d/comment-page-1/#comment-601</link>
		<dc:creator>juremi</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 21:52:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://agupenajateng.net/?p=575#comment-601</guid>
		<description>Aku setuju banget terhadap usulan Pak Roto. Hanya menurutku nilainya saja yang tidak dapay maksimal (lebih rendah). Jadi tidak divonis secara hitam putih saja, gitu ya Pak Roto .... dan moga-moga pihak pengambil kebijakan mau mendengar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku setuju banget terhadap usulan Pak <a title="Roto" href="http://agupenajateng.net/tag/roto/">Roto</a>. Hanya menurutku nilainya saja yang tidak dapay maksimal (lebih rendah). Jadi tidak divonis secara hitam putih saja, gitu ya Pak <a title="Roto" href="http://agupenajateng.net/tag/roto/">Roto</a> &#8230;. dan moga-moga pihak pengambil kebijakan mau mendengar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

