Catatan Pasca-Seminar Nasional dan Lomba Penulisan Artikel
Saturday, 27 June 2009 (23:07) | 136 views | 3 komentar







Sebuah perhelatan bertajuk Seminar Nasional Penulisan Buku dan Karya Ilmiah dan Lomba Penulisan Artikel bagi Guru se-Jawa Tengah dengan tema “Membudayakan Menulis di Kalangan Guru” telah digelar di LPMP Jawa Tengah pada hari Kamis, 25 Juni 2009. Sebagai agenda Agupena Jawa Tengah yang baru pertama kali digelar di tingkat provinsi, acara tersebut bisa dibilang berhasil, baik dari sisi penyelenggaraan maupun hasilnya.
Dari sisi penyelenggaraan, panitia telah berkerja optimal, bahkan harus bekerja maraton sejak H-5. Yang menggembirakan, rekan-rekan sejawat yang ketiban sampur menjadi panitia telah membuktikan motto “Membangun Semangat Berbagi” berbasiskan etos kerja kolegial dan kolektivitas. Segenap keluarga Agupena Jawa Tengah telah menunjukkan kiprahnya dalam upaya mewujudkan kinerja Agupena Jawa Tengah sebagai sebuah asosiasi guru penulis yang non-partisan, independen, dan nirlaba. Rekan-rekan sejawat yang menjadi peserta, baik seminar maupun lomba, juga menunjukkan semangat yang sama. Ada sekitar 500-an rekan sejawat yang berkenan menghadiri acara seminar nasional yang menampilkan Ahmad Tohari dan Dr. Mulyadi, M.Pd. sebagai narasumber itu dan ada sekitar 107 naskah lomba yang dikompetisikan. Sungguh, tak ada ungkapan lain yang tepat, kecuali ucapan terima kasih tak terhingga atas kerja sama rekan-rekan sejawat. Semoga kerja sama semacam ini bisa terus berlanjut hingga masa-masa mendatang.
Meski demikian, kami juga memiliki beberapa catatan yang perlu kami jadikan sebagai bahan refleksi dan evaluasi agar kekurangan-kekurangan yang ada bisa diperbaiki untuk agenda yang sama pada masa-masa mendatang.
Pertama, tentang seminar. Sebagaimana telah kami kemukakan di sini bahwa seminar nasional ini kami gelar sebagai upaya mencari solusi sekaligus menjadi kontributor untuk meningkatkan kesadaran guru akan pentingnya budaya menulis dengan tujuan untuk menambah informasi dan wawasan dalam hal penulisan buku dan karya ilmiah serta memberikan semangat dan motivasi baru bagi guru untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang tulis-menulis. Dari sisi ini, seminar bisa dibilang sukses. Hal itu terbukti dengan greget rekan-rekan sejawat yang sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir, sampai-sampai banyak rekan sejawat yang terpaksa harus menulis beberapa pertanyaan kepada narasumber akibat terbatasnya waktu. Meski belum tampak benar produk yang dihasilkan lewat seminar itu, setidaknya telah mampu menciptakan ruang kesadaran baru tentang pentingnya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Kedua, tentang lomba penulisan artikel. Ada banyak hal yang perlu kami sampaikan, sejak pendistribusian brosur hingga penjurian. Kami sadar bahwa agenda yang melibatkan banyak pihak dalam lingkup wilayah selevel provinsi bukan pekerjaan yang mudah. Untuk itu, kami mohon maaf apabila dalam proses pendataan peserta masih terdapat banyak kekurangan.

Khusus tentang lomba penulisan artikel, kami ingin memberikan beberapa catatan sebagai berikut. Pertama, pengiriman naskah dalam bentuk soft-copy lewat email. Seiring dengan kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi, kami bermaksud untuk memberikan kemudahan peserta dalam pengiriman naskah. Lewat email, kami berharap semua naskah bisa kami terima secara cepat dan praktis. Ternyata, di luar perkiraan. Banyak naskah yang justru mengalami kerusakan, sehingga tak dapat kami baca dan kami print-out. Panitia juga harus kerja lembur untuk melakukan print-out sekitar 100 lebih naskah yang masuk. Yang lebih repot, format tulisan dan ukuran font jadi tidak memenuhi syarat teknis lomba yang minimal terdiri atas 5 halaman kertas ukuran A4 dengan font Times New Roman 10 pt berjarak 1,5 spasi. Meski demikian, persyaratan teknis ini sudah bisa kami kompromikan dengan dewan juri. Untuk masa yang akan datang, mungkin akan lebih bagus jika naskah peserta dikirimkan dalam bentuk hard-copy (naskah print-out) beserta file soft-copy-nya dalam CD.
Kedua, banyak naskah yang bagus, tetapi tidak memenuhi syarat lomba. Dari sekian naskah yang masuk, banyak naskah yang dilombakan bukan dalam bentuk artikel, melainkan makalah. Selain itu, juga ada beberapa naskah yang menyimpang dari tema “Membudayakan Menulis di Kalangan Guru”. Atas kesepakatan dewan juri, naskah seperti ini tidak bisa dinilai, meskipun dari sisi substansi isi, bahasa, dan kreativitas tergolong lumayan bagus. Dalam menilai sebuah naskah, dewan juri menggunakan tiga kriteria penilaian, yakni substansi isi, bahasa, dan kreativitas. Unsur-unsur naskah yang termasuk ke dalam substansi isi, di antaranya kesesuaian antara isi dan tema lomba, orisinalitas karya, atau penggunaan rujukan. Yang termasuk dalam kriteria bahasa, di antaranya ejaan dan tanda baca, diksi (pilihan kata), koherensi antarparagraf dan antarkalimat, dan kaidah-kaidah penulisan yang lain (termasuk penulisan daftar pustaka). Sedangkan, yang termasuk dalam kriteria kreativitas, di antaranya pemikiran-pemikiran inovatif dan kreatif yang bisa memberikan solusi, argumentasi, dan persuasi menarik berkaitan dengan upaya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Dalam soal kreativitas, banyak peserta lomba yang terjebak pada mind-set sertifikasi, angka kredit pengembangan profesi, penelitian tindakan kelas, atau karya tulis ilmiah. Padahal, sesuai dengan tema lomba, naskah lomba diharapkan mampu memberikan terobosan inovatif dan kreatif yang tak hanya mengakrabkan guru pada tulisan untuk mengejar angka kredit pengembangan profesi guru guna memuluskan jenjang karier, melainkan juga menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah “kebutuhan”; sebagai media untuk melakukan “katharsis” dan mendedahkan pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif yang berkaitan dengan dunia kepenulisan. Itulah sebabnya, dewan juri –yang terdiri atas tiga orang: satu orang dari Suara Merdeka dan dua juri dari Agupena– terlibat perdebatan sengit hingga larut malam untuk menentukan naskah terbaik. Dewan juri telah berusaha untuk bersikap fair, adil, dan se-objektif mungkin, sehingga naskah lomba yang terpilih benar-benar memenuhi kriteria penilaian, baik dari sisi substansi isi, bahasa, maupun kreativitas.
Meskipun demikian, kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada rekan-rekan sejawat yang telah berkenan untuk ikut-serta memeriahkan lomba ini sehingga rekan-rekan sejawat, paling tidak, mulai tergugah untuk mengakrabi dunia kepenulisan yang selama ini dinilai belum berlangsung optimal. Berkaitan dengan hal tersebut, Agupena Jawa Tengah secara berkala akan memublikasikan 45 naskah lomba di web agupenajateng.net yang berdasarkan kesepakatan dewan yuri dinilai telah memberikan sumbangsih pemikiran yang cukup berarti dalam upaya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru.
Daftar selengkapnya tentang 45 naskah lomba yang akan dipublikasikan akan kami informasikan pada postingan berikutnya.
Terima kasih dan salam Agupena,
Admin




Deni Kurniawan As'ari | Sunday, 28 June 2009 @ 11:31 pm
Atas nama keluarga besar Agupena jateng mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada pelbagai pihak yang telah mendukung, membantu dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan Seminar Nasional dan Lomba Penulisan Artikel Agupena Jateng 2009.
Permohonan maaf kami sampaikan, manakala masih ada kekurangan dan pelayanan kami yang belum optimal.
Kepada para pemenang Lomba Penulisan Artikel kami ucapkan selamat dan sukses. Mohon perkenan pengalaman dan kemampuan yang saudara miliki dapat ditularkan kepada rekan sejawat lainnya dan selalu MEMBANGUN SEMANGAT BERBAGI.
Terima kasih.
Deni Kurniawan As’ari´s last blog ..PUISI ZULMASRI
Reply
Zulmasri | Tuesday, 30 June 2009 @ 8:35 pm
Selamat dan sukses. Terus barakan api semangat untuk berbagi
Zulmasri´s last blog ..Jazaul Khoeroh (Bagian ke-2)
Reply
harti | Sunday, 23 August 2009 @ 9:51 pm
salam kenal
Ikut bangga….
ingin ikut seminar, moment blm pas
kapan ada lg, insyaallah ikut
Reply