Thursday, 11 June 2009 (08:00) | 127 views | 1 komentar
H I D U P
percayalah!
setelah hidup ini masih ada hidup lagi
bahkan amat hakiki lagi abadi
percayalah!
kalau pada kehidupan ini
perjalanan kita cuma bagai sekedar mimpi
cari makan-minum, beranak-istri
kemudian mati
percayalah!
pada kehidupan abadi nanti
kita tak akan lagi pernah mati
hidup kita, hidup selamanya
abadi kita, abadi selamanya
lantas, bahagiakah kita di sana?
(semua tergantung perbekalan yang kita bawa)
apa…?
selain iman dan taqwa selalu kepadaNya
tak ada!
pekalongan, 91/09
DI ATAS GUNDUKAN TANAH MERAH
di atas gundukan tanah merah
diri tertegun
siapakah di dalamnya jasad yang ditimbun?
di atas gundukan tanah merah
diri senantiasa berpikir
pernahkah selama hidup si jasad mengalunkan dhikir?
di atas gundukan tanah merah
diri tak habis bertanya
sedang mengapakahsi jasad di sana?
ditanyaikah?
dihukumkah?
bahagiakah?
menderitakah?
ah, sungguh diri tak mengerti
karna jarak pandang kita
terbatas sudah
antara hidup dan mati
di atas gundukan tanah merah
di dalamnya kita bakal menyerah
pekalongan, 91/09
JALAN TERAKHIR
jangan gusar
pada saatnya nanti kitapun bakal tiba
di terminal akbar
tempat ramai orang bagaikan pasar
setelah sekian lama kita tempuh
perjalanan dengan tubuh bercucur peluh
jangan khawatir
pada saatnya nanti kitapun harus parkir
di ujung jalan terakhir
tempat kita berhenti abadi
dan tak mungkin dapat lagi kembali
ke dunia ini untuk kedua kali
ke manakah lantas bis-bis kita kan pergi?
menempuh jalan yang amat jauh
menempuh jalan yang amat panjang
menuju jalan terakhir
yang tiada akan pernah berakhir
pekalongan,91/09
HAUSKU
hausku, duh!
keringkan tenggorokan
tak bisa nyaring lagi
alunkan firman-firmanMu setiap waktu
hausku, duh!
kian tak karuan
serak kapan berkesudahan,
Tuhan?
hausku, duh!
harapkan tetes embun sejukMu
agar kering tenggorokan tersingkir
serak berakhir
dan kembali mampu
lengking merdukan ayat-ayatMu
ke segala penjuru,
Kekasihku
pekalongan,91/09
SUARAMU
suaraMu menggema
ke mana-mana
ke seluruh
membuat ketaktaqwaanku luruh
sungguh!
pekalongan,90/09
Tulisan lain yang berkaitan:


syfa | Thursday, 11 June 2009 @ 10:34 pm
Dari lima judul puisi, yang sudah Puisi hanya yang terahir. Puisi ‘Suaramu’ sudah layak disebut puisi… yang lain biasa saja…
Reply