Siswandi, Bukan Guru Biasa

Thursday, 21 May 2009 (10:07) | 371 views | 47 komentar

Oleh: Deni Kurniawan As’ari

Siswandi, seorang guru sekaligus kepala sekolah ini, merupakan salah satu Pembina Agupena Jawa Tengah. Beliau lahir di sebuah desa yang sepi, pada tanggal 4 Juni 1959, tepatnya di desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Ayahnya bernama Hadi Aswan (Mantan Guru) dan ibunya Suprihatin. Menurut ibunya, Siswandi saat lahir memiliki tubuh yang amat kecil dan kurus sehingga sering dijuluki seekor kucing kecil. Anak kedua dari delapan bersaudara (empat orang meninggal dunia) ini memiliki semangat kepenulisan yang luar biasa dan perlu ditiru oleh segenap keluarga besar Agupena.

Berlatih Menulis
photo_5photo_4photo_3photo_2photo_1Siswandi mulai belajar menulis artikel saat beliau sudah masuk semester dua di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) Muhammadiyah Purwokerto. Awal konsep ditulis tangan, setelah itu diketik di balai desa Kaliori atau meminjam mesin ketik milik SD Kaliori 1. Biasanya beliau mengetik pada hari Sabtu sore sampai Minggu siang. Konon, mengetik naskah selembar saja harus menghabiskan waktu hampir dua jam. Setelah naskahnya selesai, kemudian beliau kirimkan ke Redaksi SKM Jakarta dengan perangko biasa sebesar Rp 50,00 kala itu.

Menurut penuturannya, “ Entah berapa puluh naskah yang dikirimkan ke Redaksi Suara Karya Minggu (SKM), namun tak pernah terpampang tulisannya , di setiap edisi terbaru.”   Beliau juga rajin menulis puisi, artikel remaja dan gambar vignette, tetapi berbulan-bulan tetap tak ada satu pun tulisannya yang dimuat.

Dengan kenyataan tersebut, teman dekat sekolahnya, Bambang sempat berujar” Buat apa kirim tulisan terus kalau tidak dimuat. Sudah payah, pusing, uang untuk beli perangko melayang sia-sia. Untuk beli bakso jelas ada gunanya.”  Mendengar kata-kata temannya itu, Siswandi sungguh merasa sedih dan sakit. Beliau katakan, “ Seperti ditusuk ribuan jarum.”

Namun, bukan Siswandi namanya kalau harus patah semangat. Dia terus menulis dan menulis sampai akhir kelas 3 SPG. Namun rupanya dewi portuna masih belum mau menghampirinya, sehingga sampai kelas 3 SPG itu tidak ada satu pun naskah yang dimuat. Sekali lagi beliau tidak putus asa dan sempat terhibur ketika mendapat informasi melalui kontak pembaca SKM bahwa setiap minggunya ada sebelas ribu naskah yang masuk ke redaksi SKM dan berarti  banyak teman lainnya yang ditolak dan  memiliki nasib yang sama.

Akhirnya Siswandi banting setir, karena gagal terus di SKM, memilih untuk berlatih mengarang menggunakan bahasa Jawa. Beliau menulis dongeng untuk koran berbahasa Jawa, namanya Parikesit yang diterbitkan di Solo. Rupanya dari sini debut kepenulisan Siswandi dimulai, ketika naskah dongengnya dimuat dalam satu halaman penuh. Betapa bahagianya Siswandi kala itu dan mendapat honor sebesar Rp 500,00 (lima ratus rupiah) yang setara dengan harga bakso lima mangkuk. Dia pun mendapat uacapan selamat dari keluarga dan teman-temannya.

Kesuksesan pertama ternyata menjadi pendorong Siswandi untuk terus menulis. Selanjutnya beliau menulis lagi beberapa dongeng yang dikirim ke Majalah Jawa Penyebar, hasilnya naskahnya kembali dimuat dan selanjutnya setiap naskah yang dikirim ke Parikesit pun hampir setiap minggu dimuat.

Debut Kepenulisan
Bakat dan kemampuan kepenulisan Siswandi terus diasah, termasuk ketika pertama kali mendapat tugas sebagai guru SD di tempat terpencil, tepatnya SD Negeri Cikakak 4 (6 KM jalan kaki dari ibukota kecamatan). Di rumah dinas guru, Siswandi menghabiskan masa mudanya untuk mengajar siswa sekaligus mengembangkan kepenulisanya di tempat yang sepi dan sunyi. Mengingat di sekolahnya belum ada mesin ketik, maka Siswandi membuat konsep tulisan tangan untuk kemudian diketik di rumah. Beliau merencanakan kalau sudah mendapat gaji pertama akan membeli mesin ketik.

Bulan pertama, Siswandi berhasil menyelesaikan cerita bersambung bahasa Jawa dengan judul Ati Kang Keri (Hati yang Tertinggal). Cerita itu dimuat secara bersambung di koran Mingguan Jawa Parikesit. Koran itu oplahnya besar karena hampir semua SD di Jawa Tengah dijatah untuk berlangganan.

Naskah Siswandi akhirnya sering muncul dan membuat honornya semakin banyak. Sebelum rapel gaji beliau terima, sudah berhasil membeli mesin ketik merk fish yang harganya Rp 27.000,00 pada awal tahun 1980. Honor penulisannya datang silih berganti dari berbagai penerbitan. Konon beliau tidak pusing lagi masalah keuangan karena belum gajian pun duitnya masih banyak.

Tempat mengajarnya yang sunyi dan terpencil itu seolah membawa hoki tersendiri, karena dari sana lahir berbagai karya Siswandi. Inspirasinya terus mengalir dan mengalir bagaikan air sungai. Aktifitasya mengajar dan mengetik naskah. Sampai tiba saatnya, SKM yang dulu selalu menolak tulisan beliau, akhirnya luluh tak berdaya dan mau menerbitkan karyanya.

Sejak itulah Siswandi mulai dikenal dan menjadi pembicaraan orang banyak terutama di wilayah Wangon. Hampir setiap minggu rekan sejawatnya membaca tulisan beliau. Sebagian honor tulisannya digunakan untuk mentraktir makan bakso teman-temannya dan jalan-jalan ke Purwokerto.

Siswandi, dari Lomba ke Lomba
Setelah sukses menulis di media, Siswandi yang telah lama menjadi guru mencoba peruntungannya untuk mengikuti lomba. Beliau mulai mengikuti lomba atas desakan Kepala Dinas Pendidikan Wangon saat itu tahun 1992. Waktu itu ada pengumuman lomba mengarang cerita anak berbahasa Jawa yang diadakan oleh Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah. Akhirnya dewi fortuna itu mau mendekatinya, dengan judul naskah Langite Hiru Resik (Langit Biru Bersih) berhasil menjadi pemenang pertama setelah menunggu pengumuman selama 3 bulan. Hadiahnya berupa Tabanas sebesar gaji selama satu bulan ditambah trophy.

Tahun berikutnya, Siswandi megikuti lomba yang sama dan berhasil menjadi juara dua. Menurut beliau, “ Saya senang membaca majalah Jawa sejak SMP”. Sehingga menjadi modal tersendiri dalam memenangkan perlombaan.

Tahun 1993 Siswandi kembali mengikuti lomba dan kali ini lomba mengarang guru tingkat nasional. Awalnya dia tidak mau iku karena merasa kurang percaya diri ketika dari Bayumas belum ada satu pun guru yang berhasil menjadi pemenang.

Bukan Siswandi namanya kalau tidak mencoba, Akhirnya, Siswandi menulis karangan yang berjudul Pelangi di Atas Taman Hati. Dan sungguh menggembirakan, karyanya masuk final 6 besar dan harus ikut bertanding di final yang diadakan di Jakarta dan akan dibuka langsung oleh Mendikbud kala itu, Prof Dr Ing Wardiman Djojonegoro.

Rupanya Siswandi memang bukan guru biasa, dia kembali menunjukkan kemampuannya dengan menggondol juara ketiga Lomba Mengarang Guru Tingkat Nasional dengan membawa pulang throphy dan Tabanas senilai Rp 600,000 padahal gajinya waktu itu hanya Rp 275.000 ditambah uang transport dan jalan-jalan ke tempat rekreasi secara gratis.

Kerinduan untuk meraih juara selalu membuat Siswandi makin bersemangat mengikuti lomba mengarang. Pada bulan Maret 1994, beliau mendapat brosur tentang Sayembara Penulian Naskah Buku bacaan dari kantor Depdikbud Kecamatan Wangon. Semangat menulis Siswandi memang tiada duanya, saat itu beliau langsung menulis naskah buku dan membutuhkan waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Naskah kali ini diberi judul Lambaian Seribu Bunga dan lagi-lagi Siswandi beruntung karena berhasil menjadi juara ketiga dengan hadiah sebesar Rp 750.000.

Setahun meraih Tiga Gelar Juara
Tak puas dengan prestasi yang telah dicapai, Siswandi terus mengikuti lomba. Tahun 1995 beliau mengikuti lagi sayembara penulisan naskah buku bacaan dengan pilihan buku bacaan fiksi SD. Dengan menulis cerita mengambil setting perkampungan nelayan dengan tokoh utamanya Gunawan dan diberi kudul Senandung Ombak. Untuk karya kali ini berhasil mendapat juara harapan kedua dengan hadiah Rp 1.000.000,00

Boleh jadi, tahun 1995 itu menjadi tahun keberuntungan bagi Siswandi karena berhasil menggaet juara sampai tiga kali berturut-turut. Selain juara harapan nasional, juga masuk nominasi Provinsi Jawa Tengah dan mendapat hadiah Rp 1.250.000.00 ditambah juara kedua mengarang cerita anak berbahasa jawa tingkat provinsi Jawa Tengah.

Keberuntungan Siswandi berikutnya, buku Seandung ombak tak lama kemudian terbit dan Siswandi mendapat royalty Rp 5.400.000,00 Menurut penuturannya, “ Dengan satu buku itu saya bisa membangun dapur keramik, kamar mandi dan ruangan tingkat 2 ukuran 3 X 6 meter”.

Masih banyak prestasi kepenulisan beliau yang lain yang berhasil diraih. Saking banyaknya, maka penulis akhiri sampai di sini.

Ibroh yang dapat dipetik adalah menulis merupakan keterampilan yang perlu diasah dan dikembangkan terus menerus. Sosok Siswandi ini barangkali bisa menjadi spirit bagi kita untuk terus belajar menulis.

Selamat untuk Pak Siswandi atas capaian prestasinya. Dan terima kasih atas kesediaanya untuk berbagi dan menjadi pembina Agupena Jawa Tengah. ***

Tulisan lain yang berkaitan:

47 Responses to “Siswandi, Bukan Guru Biasa”

  1. shafiq on Friday, 22 May 2009 (pukul 10:45 pm)

    good morning pak,,,,,,,
    pak,mo tanya donk,,,btw ada cerita lain ga yang bapak buat,,,,,?

    Reply

    Deni Kurniawan As'ari Reply:

    @shafiq,
    Ada, terus aja berkunjung ke Blog ini…

    Baca juga tulisan Deni Kurniawan As’ari berjudul Siswandi, Bukan Guru Biasa

    Reply

    Trisna budi Reply:

    :roll: gimana yach :grin:

    kayaknya ga puas satu menang yach :lol:

    jadi ngiri

    beli bukunya dimana yach :???:

    asal murah aku mau beli dech :mrgreen:

    kalo mahal sihc :shock: ga dech

    Reply

    Trisna budi Reply:

    kok kayaknya aku kake yach :oops:
    kantong kering :cry:

    Siswandi Reply:

    @shafiq, :twisted: enak aja ya murah, bapak gue ngarang siang malem bukune dijual murah… gue anaknya ga terima!!!http://agupenajateng.net/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif

    Reply

  2. muji mustofa on Friday, 22 May 2009 (pukul 10:49 pm)

    pagi pak,,,
    ada bukunya ga pak yang tentang “SISWANDI,BUKAN GURU BIASA”
    kalo ada,adanya di mana :?:

    Reply

    Deni Kurniawan As'ari Reply:

    @muji mustofa, Kalau ada mau beli ndak?
    He..he..
    Makasih atas kunjungannya…

    Baca juga tulisan Deni Kurniawan As’ari berjudul Siswandi, Bukan Guru Biasa

    Reply

  3. Rahmat Ardiyan on Monday, 25 May 2009 (pukul 7:58 pm)

    fantastic….

    soale apa yang dilakukan oleh pak suwandi dilakukan dengan usaha yang luar biasa…

    perlu dicntoh untuk kaum muda supaya tidak gampang menyerah….

    Reply

  4. ADITYA GUSTI CANDRA on Tuesday, 26 May 2009 (pukul 6:38 pm)

    Tokoh Siswandi dalam cerita tersebut memang sangat bagus,banyak mengandung nilai-nilai yang positive.Di lihat dari perjalanan hidupnya yang di mulai dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa.Sehingga beliau memang patut untuk di teladani.Untuk ceritanya sendiri,masih ada kekurangan dalam penulisan,misalkan ada kata-kata yang di ulang”bukan siswandi namanya kalau tidak mencoba”.selain itu juga dalam penulisan buku yang di buat sebaiknya di beri tanda petik.garis bawah ataupun cetak tebal. Cuma itu yang bisa saya komentari.terima kasih.

    Reply

  5. nanda saputra on Tuesday, 26 May 2009 (pukul 7:10 pm)

    hasil karya bapak bagus,saya nilai 8.dalam penulisan buku,masih banyak yg tidak rapi.di lihat dr isinya bisa dijadikan contoh kawula muda jaman sekarang. pak besok2 kalau buat cerita tentang anak muda,yg ceritanya mengenai hal2 pergaulan anak muda yg sesuai dengan syariat islam dan bisnis.karena cerita anak muda,lebih meminati banyak orang,terutama kita2………… ………….

    Reply

  6. ANDI RIYANTO on Tuesday, 26 May 2009 (pukul 7:12 pm)

    Dalam cerita “Siswandi bukan guru biasa” sungguh sangat mengharukan hati saya yang paling dalam,because perjuangannya tidak main-main dan beliau orang yang pantang menyerah.Perjuangan beliau memeng patut kita contoh ,karena semangat juangnya yang membara bagai kebakaran di jakarta.Memang,orang sukses itu berawal dari angka nol sampai angka yang paling tinggi.Dilihat dari tulisannya lumayan baik,tetapi masih ada tulisan yang masih membingungkan bagi saya.untuk lebih kedepannya lagi tolong pak lebih di sempurnakan kembali tulisannya.sebelumnya saya minta maaf kalau kritikan ini mungkin menyinggung bapak. LANJUTKAN ya pak,semoga sukses selalu buat bapak, and terima kasih.

    Reply

  7. nanda saputra on Tuesday, 26 May 2009 (pukul 7:14 pm)

    hasil karya bapak bagus,saya nilai 8.dalam penulisan buku,masih banyak yg tidak rapi.di lihat dr isinya bisa dijadikan contoh kawula muda jaman sekarang. pak besok2 kalau buat cerita tentang anak muda,yg ceritanya mengenai hal2 pergaulan anak muda yg sesuai dengan syariat islam dan bisnis.karena cerita anak muda,lebih meminati banyak orang,terutama kita2………… ………….
    untuk pak deni k,terus berkarya,jangan putus asa. pokoknya no komen ,bagus dech……………..

    Reply

  8. AHMAD BAIHAQI on Tuesday, 26 May 2009 (pukul 7:37 pm)

    Saya sangat terkesan dan terharu dengan cerita tersebut.Walaupun banyak sekali cobaan dan rintangan yang menimpa, namun bapak Siswandi tetap tabah dan sabar untuk menghadapinya agar keinginanya tercapai.
    Dan daripada itu meskipun siswandi bertempat tinggal di desa terpencil dan jauh dari perkotaan ,namun tekad bapak suswandi tidak kalah dengan orang lain yanga mungkin keberadaanya sudah di perkotaan dan keberhasilanya dalam menekuni kegiatan menulis akhirnya bisa menjadi nilai ekonomi serta sukses mencukupi kebutuhan ekonominya.Bapak siswandi dalam cerita tersebut patut kita tiru karena sifatnya yang tidak mudah putus asa terus bekerja keras dan sabar.Saya jadi lebih termotifasi untuk lebih bersemangat dalam belajar setelah membaca cerita tersebut.Terima kasih………!

    Reply

  9. ALI NURFAUZAN on Tuesday, 26 May 2009 (pukul 7:59 pm)

    Setelah membaca cerita tersebut kita bisa mengambil banyak manfaat tentang nilai-nilai kehidupan.Bahwa kita harus mempunyai mimpi untuk masa depan jadi kita termotifasi untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut.Untuk ceritanya sendiri cukup bagus dan kita sebagai generasi penerus harus bisa meneruskan perjuangan Bapak Siswandi.Walaupun dalam hidup ini banyak sekali rintangan yang menghadang tapi kita harus bisa mencontoh sifat seperti yang dimiliki Bapak Siswandi.Matuuur…nuwun….

    Reply

  10. Afri widianto on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 12:04 am)

    Afri widianto

    Cerita ini sangat bagus dan dapat memotivasi saya untuk menjadi orang yang sabar dan tidak mudah putus asa. Tokoh Siswandi dalam cerita ini bisa menjadi tauladan yang baik untuk kita. Dimana beliau harus berjuang from zero to hero, itu hal yang sangat luar biasa. Beliau tidak hanya mempunyai mimpi tetapi beliau juga mampu mewujudkan mimpi tersebut dengan sempurna. Tidak hanya itu, perjuangan beliau untuk menggapai mimpinya tidak dapat di nilai dengan apapun. Dimana dia harus berkali-kali mengirim karyanya demi cita-cita beliau yang mulia.
    Untuk penulisanya sudah baik, namun ada beberapa kalimat yang kurang efektif dan kurang jelas untuk saya.
    Hanya itu yang dapat saya komentari. Terakhir saya ucapkan terima kasih dan semoga sukses

    Reply

  11. Rahmat Ardiyan on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 12:43 am)

    saya sangat terpengaruh dengan cerita nyata tersebut…

    karena tokoh Siswandi disitu diceritakan begitu menarik…
    karena dilalui dengan pengorabanan yang sangat dalam untuk meraih kesuksesan yang tiada duanya….

    yang paling dapat dicntoh dalam cerita tersebut adalah kalau kita mempunyai cita – cita dan impian maka kejarlah impian tersebut….

    Reply

  12. Galih Estuadi on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 12:54 am)

    bagus banget yakin pak…

    soale bisa membuat para anak muda untuk mencontoh sosok siswandi..

    itu dapat memotivasi kita agar mau berkorban apapun untuk mencapai impian kita…..

    buat pak deni semoga sukses selalu….

    Reply

  13. Winda Alfia Nurnazah on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 2:15 pm)

    Ih waw…….

    bAg0es pak,, sikap Bpk. Siswandi mencerminkan sikap PANTANG MENYERAH dan TIDAK MUDAH PUTUS ASA,, sikap seperti itu perlu di contoh bagi kita sebagai pemuda yang masih mempunyai harapan cerah…

    Walaupun pada awalnya tulisan-tulisan beliau tidak di muat di SKM sehingga teman sekolahnya yang tidak secara langsung meremehkan usahanya dengan berkata “Buat apa kirim tulisan terus kalau tidak dimuat. Sudah payah, pusing, uang untuk beli perangko melayang sia-sia.” tapi mungkin itu bahkan menjadikan beliau tambah termotivasi untuk mewujudkan keinginannya..

    Atur Nuhun………… :smile:

    Reply

  14. yuliyati on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 3:11 pm)

    wuih :!: pak…
    bener² deh..
    segala sesuatu itu butuh pengorbanan!!
    yah kayak pak siswandi,beliau pantang menyerah
    saya jadi pingin seperti beliau
    tp
    gMn caranya yach pak???
    biar keMauan menulis saya bisa di kembangkan
    yach kayak pak siswandi itu lho…
    kadeang inspirasi saya kurang untuk di kembangkan mnjd sebuah tulisan,,,
    bantu saya yach pak
    thanks
    :grin:

    Baca juga tulisan yuliyati berjudul i’m cOnfuse witH mysElf

    Reply

  15. titi susanti on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 3:41 pm)

    my coment………….

    uuchhhhhhhhhhh

    siswandi is the best……………

    menurut saya siswandi bukan hanya sekedar guru yang biasa di juluki pahlawan tanpa tanda jasa. beliau merupakan motivator yang handal yang patut di contoh oleh generasi muda. sikapnya yang pantang menyerah membuat semua orang membicarakannya dari hari ke hari sampai sekarang……………

    I Like Siswandi………………

    Baca juga tulisan titi susanti berjudul i’m cOnfuse witH mysElf

    Reply

  16. Siti Syamsiyah on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 3:43 pm)

    adugh………………..
    saya sangat kagum dengan pak siswandi,beliau tidak mengenal rasa lelah.
    beliau selalu berusaha dan berusaha.beliau patut di jadikan contoh buat anak-anak muda jaman sekarang.
    buat pak siswandi maju terus yach………………
    saya yakn bapak bisa semakin maju.
    SALUT DEGH POKOKE………………
    SEMANGAT TERUS YA PAK…………………

    Reply

    Siswandi Reply:

    @Siti Syamsiyah, Gue anaknya juga salut hehehe…. Pah, q numpang komentar yo!!!!http://agupenajateng.net/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif

    Reply

  17. siti nurjanah on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 3:50 pm)

    Komentar Saya…………………

    Hidup siswandi………………

    seratus jempol untuk siswandi………….

    Pantang menyerah, Pekerja keras dan sabar membuat dirinya dikenal banyak orang dan mencapai kesuksesan yang luar biasa………….ok bgt lahhhhhhhhh :razz:

    Baca juga tulisan siti nurjanah berjudul i’m cOnfuse witH mysElf

    Reply

  18. siti syamsiyah on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 4:10 pm)

    Adugh……………………
    Saya sangat kagum sama pak siswandi……
    Beliau tidak pernah mengenal rasa lelah dan menyerah.
    Beliau selalu berusaha dan berusaha untuk maju.
    pak siswandi merupakan sosk yang sangat penyabar,dan tidak mudah putus asa,beliau patut di jadikan contoh buat anak muda jaman cekarang..
    POKOKNYA SAYA KAGUM BANGED LAGH…………..
    TERUS BERUSAHA YA PAK………………
    Saya yakin anda akan menjadi rang yang SUKSES.
    Amien…………………

    Baca juga tulisan siti syamsiyah berjudul i’m cOnfuse witH mysElf

    Reply

  19. yulianti on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 4:16 pm)

    :lol: saya sering membaca cerita seperti ini sebelumnya, namun dari cerita-cerita yang pernah saya baca.. saya kagum dengan guru yang bernama Siswandi tersebut. Beliau telah mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah dalam mewujudkan keinginan yang benar2 kita ingin capai…
    meskipun orang lain menganggap remeh atas usaha yang telah kita jalani….

    so, don’t give up!
    itu yang dapat saya tangkap dari cerita di atas..

    thank’s :!:

    Reply

  20. yodha djenica kristi on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 4:23 pm)

    kagum banget sama pak siswandi…

    patut di tiru dan di telandani.

    selalu pantang menyerah dan sabar selalu itu lah pak siswandi…

    jarang yang ada orang seperti pak siswandi….aku sangat kagum,salut dan takjup dengan beliau., beliau yang gigih untuk hidupnya..
    :razz: selalu menerima apa adanya…entah itu ejekan maupun hinaan dari smua orang…

    dan akirnya beliau mendapatkan apa yang telah beliau inginkan…

    sukses buat pak siswandi…

    Baca juga tulisan yodha djenica kristi berjudul i’m cOnfuse witH mysElf

    Reply

  21. yulianti on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 4:29 pm)

    da yang kurang… ID Blog kan juga punya… :lol:

    Reply

  22. ROYANAH on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 5:00 pm)

    :razz:

    komment saya

    bapak siswandi bukan saja sebagai guru biasa

    tapi beliau juga seorang yang pantang menyerah walaupun banyak

    rintangan yang di hadapinya.

    succes for u…………..

    Reply

  23. RATNA ARYANITHA on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 5:02 pm)

    waduhhh

    hebat bgt…!!!!

    pokoknya hebbatt degh…!!! :razz:

    Reply

  24. sindu lindawati on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 6:11 pm)

    hMMMMmmm……….. :???: kpn NecHHH pak BukuNA kLuar……?????????????? diTUnggu Lho paK….. :oops:

    oWkAY bGD dECH paK tULISANNYA…..

    Reply

  25. sisno wiadi on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 8:12 pm)

    TOP BGT………. :lol:

    Reply

  26. ROKHIM ST on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 8:17 pm)

    wz………………keren pak :oops: :lol: :mad: gj :sad: gg :evil: :evil: :evil: :evil: :evil:

    Reply

  27. rosita on Wednesday, 27 May 2009 (pukul 8:34 pm)

    SEEEEpppppp……………. LaH pakkk….. :razz:

    Reply

  28. Atik on Thursday, 28 May 2009 (pukul 5:15 am)

    Semangat juang dan kerja keras yang harus ditiru… Semoga dapat memotivasi guru-guru masa kini. Amiin.

    Baca juga tulisan Atik berjudul Maafkanlah … Aku Hanya Seorang Guru Biasa.

    Reply

  29. isna ayu utami on Thursday, 28 May 2009 (pukul 2:54 pm)

    :grin:

    artikelnya bagusssssss bgt bs jd motifasi buat anak zaman sekarang

    Baca juga tulisan isna ayu utami berjudul AKHIR PERSAHABATAN

    Reply

  30. LUTFI LAILI MUFIDAH on Thursday, 28 May 2009 (pukul 2:58 pm)

    T…..O…P…B…G…D….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    SALUTTTTTTTTTTT bgd dechhhhhh sama bpk siswandi…

    perjuangan yang tanpa mengenal lelah…sehingga hasil yang di dapat anat sangat memuaskan buat beliau…..
    semoga bisa jadi inspirasi buat generasi penerus bangsa saat ini
    GOOD JOB…!!!!!!!!!!!!he…he…he…he… :grin:

    Reply

  31. ANDI WIJAYA on Thursday, 28 May 2009 (pukul 3:14 pm)

    Marilah saudra-saudra ku semua bersama-sama MENGENANGNYA
    untuk tetap jangan kita alihkan dari perjuangan bapak kita SISWANDI, sedikit bicara tentang perjuangannya bagi saya kehidupan bukan lah mudah untuk ditiru dikehidupan yang indah ,
    itulah perjungan perjangan bapak SISWANDI yang slalu setia untuk keinginanya.
    untuk mendengarnya saya jadi lebih HIDUP ……………….semoga tetap abadi jiwa-jiwa yang tetap meniru beliau TETAP BERJAYA JAYA DAN JAYA …………..karena namaku Andi wijaya.thanks

    Reply

  32. Novan Prianto on Thursday, 28 May 2009 (pukul 4:06 pm)

    baik sekali

    Reply

  33. khayatul Amri on Thursday, 28 May 2009 (pukul 9:23 pm)

    Assalamu’alaikum…
    pak Ceritanya bagus bangetss….
    ceritanya banyak mengandung nilai-nilai Positif yang dapat Memotivasi Seseorang Supaya Tidak Mudah Putus Asa dan Terus Semangat.
    Seperti apa yang telah dilakukan bpk. Siswandi Ini perlu Ditiru dan patut dicontoh.
    pokoknya crtnya “TOP BANGET”
    Wassalamu’alaikum…

    Reply

  34. Sri andini on Friday, 29 May 2009 (pukul 2:59 pm)

    ass…………
    pak ceritanya top banget,saya salut sama pak siswandi.
    andaikan saya bisa seperti beliau.aminnnnn
    wassalammmm………………

    Reply

  35. Renggah Fabiay Priyonki on Friday, 29 May 2009 (pukul 3:00 pm)

    Aku jadi sangat kagum banget :lol: sama orang yang namanya siswandi.untuk generasi penerus bangsa harus bisa menjadi seperti siswandi dll. :evil: :evil: :evil:

    Reply

  36. mugiati poningsih on Friday, 29 May 2009 (pukul 3:03 pm)

    asssss…………….
    waahhhhhhhhhhh………..baguuuuuuuuuus bangeeeeeeet ceritanya.
    saya jadi semangaaat ’45 neh……..
    bener juga yah kita tuh ga boleh putus asa
    wasalam………

    Reply

  37. Abdul mufid on Saturday, 30 May 2009 (pukul 9:32 pm)

    salam merdeka…………..
    menurut saya tokoh siswandi OK BGT tuh N dijaman skarang tuhhh jarang ada orang yg spt pak Siswandi. dan perlu di kembangkan :grin:

    Reply

  38. Rosyid on Monday, 1 June 2009 (pukul 7:27 pm)

    Wah…hebat Mas Deni. Meniti karir yang bagus tuh. Selamat!!!

    Reply

  39. aef saprul m on Friday, 5 June 2009 (pukul 12:53 am)

    saya sangat terkesan setelah membacanya……
    apa lagi sifat yang pantang menyerahnya itu sungguh menyentuh hati saya,cos itu perlu kesabaran yang kuat dan saya senang dengan orang yang sabar, dan mungkin itu juga bisa menjadi contoh bagi pemuda2 zaman sekarang yang sifatnya tidak sabaran……..

    good luck pak….
    saya tunggu karya berikutnya..

    Reply

  40. arum on Sunday, 14 June 2009 (pukul 6:58 am)

    ndherek bingah pak…
    nyuwun pirsa, cara mecut kawula mudah supados remen lan purun ngginakaken Basa Jawa pripun nggih…
    Maturnuwun.

    Reply

  41. Ali Muthohar on Tuesday, 23 June 2009 (pukul 4:47 am)

    Semoga ksian pak Suwandi menjadi inspirasi yang mampu membangkitkan perjuangan dan kreatifitas guru dan anak muda di jawa tengah.
    sukses pak

    Reply

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP