Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)

Friday, 8 May 2009 (10:28) | 10,116 views | 19 komentar

riyadi

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENDENGARKAN DALAM PELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MDR BAGI SISWA KELAS VIII-C SMP NEGERI 15 PURWOREJO TAHUN PELAJARAN 2005/2006

Oleh : Riyadi
Guru SMP Negeri 15 Purworejo, Sekretaris Agupena Kabupaten Purworejo

LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Landasan Teori

1. Hakikat Menyimak

Menyimak ialah suatu proses yang mencakup kegiatan mendengarkan bunyi bahasa, mengidentifikasi, menginterpretasikan, dan mereaksi atas makna yang terkandung di dalamnya (Sabarti Akhadiah, 1992). Dalam keterampilan menyimak, kemampuan menangkap dan memahami makna pesan baik yang tersurat maupun yang tersirat yang terkandung dalam bunyi, unsur kemampuan mengingat pesan, juga merupakan persyaratan yang harus dipenuhi. Dengan demikian menyimak dapat dibatasi sebagai suatu proses mendengarkan, serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan (Anderson dalam H.G. Tarigan, 1987).

Menurut Tarigan (1993:19) menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman, apresiasi, serta interpretasi, untuk memperoleh informasi menangkap isi, serta memahami makna komunikasi yang tidak disampaikan oleh si pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan. Sebagai aspek keterampilan berbahasa, mendengarkan merupakan suatu kegiatan yang diperlukan dalam berkomunikasi antaranggota masyarakat. Suatu komunikasi dikatakan berhasil apabila pesan yang disampaikan pembicara dapat dipahami dengan baik oleh pendengar sesuai dengan maksud pembicara tersebut. Dengan demikian mendengarkan merupakan suatu keterampilan berbahasa yang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia sehari-hari baik di lingkungan formal maupun informal.

2. Pembelajaran Menyimak di SMP

Salah satu standar kompetensi mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP mengarahkan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam bahasa dan sastra Indonesia, baik secara lisan maupun tertulis, serta menumbuhkan penghargaan terhadap hasil cipta manusia Indonesia. Standar kompetensi ini dimaksudkan agar siswa siap mengakses situasi multiglobal dan local yang berorientasi pada keterbukaan dan kemasadepanan (Depdiknas, 2003:2).
Adapun standar kompetensi dalam mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMP adalah :
(1) mampu mendengarkan dan memahami beragam wacana lisan;
(2) mampu mengungkapkan pikiran, pendapat, gagasan, dan perasaan secara lisan;
(3) mampu membaca dan memahami suatu teks bacaan sastra dan nonsastra dengan kecepatan yang memadai;
(4) mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan dalam berbagai ragam tulisan; dan
(5) mampu mengapresiasi berbagai ragam sastra
Dilihat dari aspek standar kompetensi, mendengarkan/menyimak merupakan aspek kemampuan pertama yang harus dimiliki siswa SMP (Depdiknas, 2003:4).

3. Keterampilan Menyimak / Mendengarkan
Kompetensi dasar pada standar kompetensi kelas aspek menyimak / mendengarkan yang diharapkan dimiliki siswa SMP meliputi hal-hal :
(1) Kelas VII
- Kemampuan Berbahasa : Mampu mendengarkan dan memahami ragam wacana lisan melalui menanggapi isi berita dan menyampaikan isi wawancara.
- Kemampuan Bersastra : Mampu mendengarkan dan memahami serta menanggapi berbagai ragam wacana lisan nonsastra : mendengarkan dan merefleksi pembacaan puisi dan memahami dongeng yang diperdengarkan.
(2) Kelas VIII
- Kemampuan Berbahasa : Mampu mendengarkan dan memahami ragam wacana lisan : mengungkapkan kembali isi berita dari radio/televisi, dan menangggapi pembacaan laporan perjalanan.
- Kemampuan Bersastra : Mampu mendengarkan dan memahami serta menanggapi berbagai ragam wacana lisan sastra melalui mendengarkan pembacaan kutipan novel terjemahan.
(3) Kelas IX
- Kemampuan Berbahasa : Mampu mendengarkan dan memahami ragam wacana lisan melalui mendengarkan pidato/khotbah/ceramah dan mendengarkan dialog beberapa nara sumber dalam dialog interaktif di televisi/radio.
- Kemampuan Bersastra : Mampu mendengarkan dan memahami serta menanggapi berbagai ragam wacana lisan sastra: mendengarkan pembacaan kutipan novel tahun 20 – 30 – an.

Berdasarkan uraian kompetensi dasar pembelajaran keterampilan menyimak di SMP tersebut di atas dapat diasumsikan bahwa siswa SMP kelas VIII dapat ditingkatkan keterampilan menyimaknya melalui proses pembelajaran.

4. Model Pembelajaran Menyimak

Proses komunikasi berlangsung melalui tiga media, yaitu:
a. nonverbal (visual);
b. lisan (oral); dan
c. tulis (written).

Komunikasi lisan dan tulis sangat erat hubungannya, karena isi dan kegunaannya yang saling berkaitan. Dalam bahasa terdapat sejumlah satuan yang sekaligus membutuhkan kedua-duanya, dan situasi-situasi lainnya yang embutuhkan dua bahkan tiga media yang telah diutarakan di muka. (Woolcatt dan Unuru dalam Tarigan, 1993: 19).

Menyimak sebagai salah satu kegiatan berbahasa merupakan keterampilan yang cukup mendasar dalam aktivitas berkomunikasi. Dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP sudah sering diajarkan menyimak cerita, menyimak berita, menyimak pengumuman, menyimak laporan, dan sebagainya, tetapi tidak semua siswa mampu menyimak dengan baik.
Djago Tarigan (1980:50:51) mengemukakan beberapa alasan yang menyebabkan pengajaran menyimak dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia belum terlaksana dengan sempurna antara lain:
a. pelajaran menyimak relatif baru dinyatakan dalam kurikulum sekolah;
b. teori, prinsip dan generalisasi mengenai menyimak belum banyak diungkapkan;
c. pemahaman terhadap apa dan bagaimana menyimak itu masih minim;
d. buku teks, buku pegangan guru dalam pengajaran menyimak sangat langka;
e. guru-guru Bahasa dan Sastra Indonesia kurang berpengalaman dalam melaksanakan pengajaran menyimak;
f. bahan pengajaran menyimak sangat kurang;
g. guru-guru Bahasa dan sastra Indonesia belum terampil menyusun bahan pengajaran menyimak; dan
h. jumlah murid per kelas terlalu besar.

Menurut Djago Tarigan (1980:50:51) model pembelajaran menyimak yang dapat diterapkan untuk siswa SMP antara lain sebagai berikut.
(1) Menyimak Dengar – Ucap (MDU)
(2) Menyimak Dengar – Tanya (MDTa)
(3) Menyimak Dengar – Cerita (MDC)
(4) Menyimak Dengar – Suruh (MDS)
(5) Menyimak Dengar – Teriak (MDTe)
(6) Menyimak Dengar – Bisik Berantai (MDBB)
(7) Menyimak Dengar – Rangkum (MDR)
(8) Menyimak Dengar – Lakukan (MDL)
(9) Menyimak Dengar – Simpati (MDSi)
(10) Menyimak Dengar – Kata Simon (MDKS)

4. Model Pembelajaran MDR (Menyimak Dengar – Rangkum)
Yang dimaksud dengan model pembelajaran MDR adalah siswa menyimpulkan isi bahan simakan secara singkat. Siswa mencari intisari dari bahan yang dilisankan yang berupa paragraf-paragraf, cerita-cerita pendek, dan wacana-wacana singkat. Dalam model pembelajaran ini siswa dituntut untuk menyimak secara kritis, yaitu jenis menyimak intensif dengan maksud dan tujuan untuk mencapai tingkatan fakta-fakta yang diperlukan untuk membuat suatu kesimpulan (Anderson dalam H.G. Tarigan, 1984:22).

Menurut Anderson dalam H.G. Tarigan yang termasuk dalam menyimak kritis antara lain sebagai berikut:
1. memperhatikan kebiasaan-kebiasaan ujaran yang tepat, kata, pemakaian kata, dan unsur-unsur kalimat yang lainnya;
2. menyimak untuk menentukan alasan “mengapa”;
3. menyimak untuk membedakan antara fakta dan fantasi;
4. menyimak untuk menarik kesimpulan-kesimpulan;
5. menyimak untuk membuat keputusan-keputusan;
6. menyimak secara objektif dan penuh penilaian untuk menentukan keaslian, kebenaran, atau hadirnya prasangka dan ketidakadilan-ketidakadilan.

B. Kerangka Berpikir

Kerangka teoritik di atas mengasumsikan bahwa model pembelajaran MDR merupakan alternatif yang dapat diterapkan untuk mencari solusi kegagalan pembelajaran aspek mendengarkan dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, serta menumbuhkan iklim belajar pada siswa, karena pada tingkatan simak dengar – rangkum siswa tidak akan loyo dan malas. Dalam penelitian ini Model Pembelajaran MDR (Teori Anderson) diduga dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 15 Purworejo. Dugaan peneliti proses pembelajaran di kelas VIII-C SMP Negeri 15 Purworejo akan menjadi menarik karena terdapat variasi penyampaian pembelajaran oleh guru, yaitu dengan model pembelajaran MDR.

Peneliti menduga sebagai berikut.
1. Keterampilan mendengarkan siswa kelas VIII-C SMP Negeri 15 Purworejo tahun pelajaran 2005/2006 diduga dapat meningkat sekurang-kurangnya mencapai batas tuntas nilai 65%.
2. Peningkatan keterampilan mendengarkan tersebut, diduga dapat tercapai dengan diterapkannya model pembelajaran MDR.
3. Penerapan model pembelajaran MDR diduga dapat dilakukan secara berjenjang dalam putaran-putaran (siklus).

Penerapan model pembelajaran MDR dalam siklus penelitian sebagai berikut.
siklus

Keterangan:
1. Jika rata-rata nilai hasil rangkuman pada siklus I kurang dari 60 peneliti merencanakan tindakan pada siklus II.
2. Jika rata-rata nilai hasil rangkuman pada siklus II kurang dari 62,5 peneliti merencanakan tindakan pada siklus III.
3. Pada siklus III diharapkan 75% siswa kelas VIII-C nilai hasil rangkumannya 65,0 atau lebih.

D. Hipotesis Tindakan

Berdasarkan kerangka teoretik dan kerangka berpikir di atas hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Melalui Model Pembelajaran MDR dapat meningkatkan keterampilan mendengarkan dalam pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia bagi siswa kelas VIII-C SMP Negeri 15 Purworejo tahun pelajaran 2005/2006.

Tulisan lain yang berkaitan:

19 Responses to “Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)”

  1. gania on Sunday, 25 October 2009 (pukul 11:37 pm)

    referensinya donkz

    Reply

    Riyadi Reply:

    @gania, Referensi silakan baca pada bab IV (bagian IV)

    Reply

  2. Riyadi on Monday, 9 November 2009 (pukul 5:54 pm)
  3. resi on Wednesday, 18 November 2009 (pukul 10:37 am)

    mana kelanjutannya.. aku mau buat pengembangan teori

    Reply

  4. Zaenul Slam Kabupaten Majalengka on Friday, 1 January 2010 (pukul 6:43 am)

    Penelitian Tindakan Kelas yang bapak kembangkan melalui E learning ini dapat memberikan kontribusi terhadap kita semua akan pentingnya para guru kita memiliki kemampuan kajian kritis dan journal learning agar pendidikan lebih baik( better education }.Selain itu mutu proses dan hasil pembelajaran dapat meningkat seperti di USA teman-teman guru di sana mengembangkan PTK (Clasroom action research) sejak tahun 1981. Di Jepang mutu proses dan hasil pembelajaran lebih baik dengan mengembangkan lesson study. PTK atau lesson study bagi kita para guru adalah sebuah kebutuhan dalam rangka peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran dan akhirnya pendidikan yang berkualitas. Sebab pilar utama penjamin mutu pendidikan di kelas adalah kompetensi pedagogik guru yakni kemampuan merencanakan pembelajaran, kemampuan melaksanakan pembelajaran dan kemampuan mengevaluasi. Selain itu kompetensi profesional,kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial tidak kalah pentingya dimiliki para guru kita agar guru dapat digugu dan ditiru

    Reply

    Riyadi Reply:

    @Zaenul Slam Kabupaten Majalengka, Pak Zaenul Slam … Salam Kenal. Bapak berpengalaman di bidang CAR dan LS. terima kasih atas supportnya buat E_Learning. Meski di sekolah kami baru dalam taraf intranet. Kami berusaha membangun intranet untuk E_Learning karena belum menemukan E_Learning yang berakses cepat lewat speedy LAN maupun NComputing. Bila ada info yang lebih bagus tolong kami lebih diajari lagi. Terima kasih telah berbagi.
    .-= Riyadi´s last blog ..fragmen alegori =-.

    Reply

  5. Catatan Sawali Tuhusetya on Wednesday, 17 February 2010 (pukul 2:28 pm)

    [...] Riyadi, salah satu pengurus Agupena Cabang Kab. Purworejo, setelah tulisannya yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)” terbaca sekitar 2.543 pembaca. Selamat atas penghargaan yang telah dicapai, semoga Pak Riyadi makin [...]

  6. Diskusi dan Pelantikan Pengurus Cabang | Agupena Jawa Tengah on Wednesday, 17 February 2010 (pukul 2:33 pm)

    [...] Riyadi, salah satu pengurus Agupena Cabang Kab. Purworejo, setelah tulisannya yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)” terbaca sekitar 2.543 pembaca. Selamat atas penghargaan yang telah dicapai, semoga Pak Riyadi makin [...]

  7. Dwi Setyaningsih Ilyas on Wednesday, 17 February 2010 (pukul 5:50 pm)

    Selamat pak, ;-)
    atas prestasi yang diraih, semoga makin intens berkarya..

    Reply

    Riyadi Reply:

    @Dwi Setyaningsih Ilyas, Terima kasih Ibu. Ucapan seorang ibu tentu sebuah doa yang suci. Semoga kata bijakmu menyabda dunia. Amin.
    .-= Riyadi´s last blog ..Menatapmu aku jadi malu =-.

    Reply

  8. Diskusi dan Pelantikan Pengurus Cabang « Agupena Kota Semarang on Thursday, 18 February 2010 (pukul 9:35 am)

    [...] Riyadi, salah satu pengurus Agupena Cabang Kab. Purworejo, setelah tulisannya yang berjudul “Peningkatan Keterampilan Mendengarkan (Bagian II)” terbaca sekitar 2.543 pembaca. Selamat atas penghargaan yang telah dicapai, semoga Pak Riyadi makin [...]

  9. Riyadi on Saturday, 20 February 2010 (pukul 10:31 pm)

    Selayang pandang pula. Terima kasih atas penghargaan itu. Perkenankan saya memberi catatan bagian ini. Bagian II intinya pada Landasan Teori. Inilah bagian yang paling banyak dicari. Lengkapnya tentu referensi. Hal ini menunjukkan bahwa rekan-rekan guru memang sangat kurang dalam hal buku teori. Penyebabnya kira-kira karena buku tidak terbeli. Untuk melakukan kegiatan penelitian ilmiah dibutuhkan referensi yang memadai sebagai landasan teori. Ketika temu ilmiah diakan pun menjadi suatu hal yang biasa seseorang (guru) belum mampu melakukan PTK karena tidak memiliki landasan teorinya. Setidaknya itu yang menjadi hambatan diri saya untuk melakukan PTK berikutnya. Kapan ya ada buku bermutu teoretik yang gratis.
    .-= Riyadi´s last blog ..Selayang Pandang =-.

    Reply

  10. Riyadi on Friday, 30 April 2010 (pukul 9:31 pm)

    Menunggu kiprah berikutnya, paska diskusi kepenulisan … Salam Agupena
    .-= Riyadi´s last blog ..Balada Cemara =-.

    Reply

  11. nurul on Saturday, 25 September 2010 (pukul 6:08 am)

    kurang lengkap c….. ;-) ;-)

    Reply

    Riyadi Reply:

    @nurul, Mohon maaf, memang sebatas ringkasan. Tidak mungkin menyertakan seluruh lampiran data. Untuk diketahui bahwa postingan ini terdiri dari 4 bagian. Terima kasih. :!:

    Reply

  12. Aris swastono on Saturday, 30 October 2010 (pukul 5:24 am)

    Mantep…Kutunggu karya yang lain!

    Reply

    Riyadi Reply:

    @Aris swastono, Terima kasih Pak Aris. Begitu pula untuk semua atensi rekan-rekan di Paskasarjana Unwidha Klaten. Teriring salam hormat saya.

    Reply

  13. Naidu on Tuesday, 25 January 2011 (pukul 9:03 pm)

    :lol: Membaca tulisan bapak jadi ingin menulis tema yang sama…thanks ya pak sukses to Bapak

    Reply

    Riyadi Reply:

    @Naidu, menulis tema yang sama di tempat berbeda … inspiratif. ok. salam kreatif.

    Reply

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP