Hardiknas 2009 : Momentum Kebangkitan Budaya Menulis Melalui Agupena
Saturday, 2 May 2009 (01:09) | 204 views | 1 komentar
Oleh: Deni Kurniawan As’ari
Hari ini masyarakat pendidikan Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 2 Mei. Ada nuansa yang berbeda, diiringi optimisme tinggi pada peringatan tahun ini ketika Agupena Jawa Tengah telah terbentuk pada Februari silam dan mulai mengepakkan sayapnya melalui kegiatan dan program kerjanya. Apa korelasi terbentuknya Agupena Jawa Tengah dengan munculnya rasa optimisme itu ? Jawabannya tiada lain dan tiada bukan bahwa melalui wadah Agupena diharapkan semakin -mempercepat- terwujudnya budaya menulis di kalangan guru Jawa Tengah.
Adapun yang mendasari munculnya perasaan optimisme itu ketika respon para guru terhadap kelahiran Agupena sangat positip. Sebagian tanggapan dan dukungan itu dapat dilihat sebagai berikut :
Sumber : Blog Agupena Jawa Tengah (http://www. agupenajateng.net)
Wardjito Soeharso, “ Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena). Sungguh! Ini sebuah komunitas yang sangat menarik. Apalagi anggotanya adalah guru-guru yang suka menulis. Di tengah-tengah budaya baca dan tulis yang masing sangat rendah, konumitas ini bisa menjadi stimuli bagi guru dan pendidik lain untuk ikut serta mengembangkan budaya baca dan tulis..” .
Salam hangat, Wardjito Soeharso, Widyaiswara Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah
Pengelola web: http://www.penulismuda.com
Sismanan, “ Assalamu’alaikum ustadz Deni… Selamat jadi ketua agupena Jateng. siip! Ajari aq jadi penulis ya…aku juga biasa buat tulisan tuk khutbah jumat dan ngisi pengajian tapi buat dibaca sendiri; aku mau belajar agar catatanku pantas dibaca orang. “
Wiwi Parluki, “ Ass wr wb Pak Deni, thanks ya telah mengajak saya bergabung, jujur saya pingin banget banyak menulis tapi kok belum PD ( baca percaya diri) padahal saya punya bahan, tolong donk nanti berbagi ilmu yaa.smoga maju terus `agupena`menuju guru yang profesional bermartabat.amin. “
Muslim, S.Pd, “ Saya sampaikan apresiasi yang tinggi terhadap panitia yg bergerak membangkitkan semangat guru untuk menulis karyanya. semoga mampu meningkatkan kesadaran guru untuk berkarya.salamat dan sukses selalu. “
Atik, “ Hidup AGUPENA jateng… semoga dapat memotivasi guru-guru di Jateng untuk rajin nulis… “
Drs Lugtyastyono Bn Mpd, “ Saya sangat salut terhadap seminar nasional penulisan buku dan karya ilmiah yang dimotori leh agupena jawa tengah ini, semoga pesertanya banyak !!! , karena dengan membudayakan guru menulis akan menimbulkan kreatifitas guru dan inovasi dikalangan guru terutama di Jawa Tengah pada akhirnya akan meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Jawa Tengah dan mutu pendidikan khususnya di indonesia pada umumnya.”
Muid, “ Selamat kepada AGUPENA. Di Kendal, siapa yang bisa dihubungi dan dimana? Terima kasih.”
Sumber : Blog Catatan Sawali Tuhusetya (http://sawali.info
Suryaden, ” Selamat atas diwujudkannya wadah bagi para guru penulis, semoga karya-karyanya menjadi sumbangan nyata bagi pendidikan di Indonesia, dan pengalaman empiris yang ditulis menjadi cermin serta cambuk bagi kemajuan yang kita semua harapkan demi pendidikan yang lebih berkualitas tanpa harus terserabut dari akar-akar dan nilai-nilai luhur yang disepakati secara universal. “
Budiono, “ Wah Pak Sawali menjadi wakil ketua formatur. Semoga bisa menjalankan amanah dengan baik, Pak. ” Forum semacam ini memang penting untuk mewadahi dan menjembatani kreatifitas para guru dalam menuangkan idenya ke dalam sebuah karya tulis. Benar bahwa guru penulis tidak pernah kering ide di dalam otaknya. Semoga hal ini mendapatkan sambutan baik dari banyak guru, motivasi menulis jangan hanya ingin naik golongan, tetapi juga karena ingin menyebarkan pengetahuan. Semoga sukses!”
Marsudiyanto, “ Pertama Jelas Mengucapkan Selamat. Kedua Jelas Tanya. Knapa Agupena Knapa Bukan Agupe atau Agupen? Atau sengaja didemikiankan biar orang penasaran atau termemori? Terakhir, minta maaf. Saya ndak suudzon, cuman penasaran campur waspada Kata yang ndak ahli, suudzon & waspada itu tipis bedanya. Saya sendiri di bawah ndak ahli (durung ono istilahe… Terakhir: Selamat lagi… Mengucapkan selamat berkali2 sangat tidak melanggar Undang2. Makanya sayapun akan mengucapkan selamat lagi. Knapa saya ngucapkan selamat berkali2?”
Samsideris, “ Selamat dan Sukses, atas terpilihnya pak Sawali sebagai wakil ketua AGUPENA Jawa Tengah. Semoga dapat menjadi inspirator, motivator dan instruktor kegiatan menulis bagi guru-guru di Jawa Tengah khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Harapan ini mewakili harapan semua guru yang belum dapat dan belum mampu menulis. Siapa tahu sekali-kali pak Sawali dapat kami undang ke Kalsel untuk memberikan pelatihan menulis bagi guru-guru di Kalsel.”
Sumber : Blog MGMP Bahasa Indonesia Kendal (http://mgmpbismp.co.cc
Achmad Bashori, S.Pd, “ Selamat Semoga mampi menggugah para guru untuk lebih semangat menulis!!! “
Anies Joko P, “ Salut dan bangga ada perkumpulan macam ini. saya pengin jadi anggotanya nich. Ya nich gimana bisa naik ke IV B,info sangat minim, gimana caranya?”
Riyadi, S.Pd, “ Selamat kepada Bapak Deni Kurniawan As’ari Atas Pelantikannya sebagai Ketua. Semoga membawa nuansa kesuksesan tersendiri. Selanjutnya kita tunggu ide-ide kreatif dari AGUPENA … Tentu sangat diharapkan tulisan yang terkait dengan profesionalisme seorang guru. Selamat dan Sukses … Bagaimana agar dapat menjadi anggota aktif??? “
Bambang TP, “ Saya samapaikan apresiasi yang positif buat Agupena Jawa Tengah. Berangkat dari “ketidakpercayaan” saya dengan minimnya guru SMA yang ber-golongan IV/b (tercatat hanya 1,6% dari jumlah total guru SMA se-Jateng), maka saya sangat berharap kiprah dari Agupena untuk minimal 1 tahun ke depan bisa menjembatani kemampuan guru dalam melakukan pengembangan profesi dalam menulis KTI, shg guru SMA yang bergolongan IV/b semakin bertambah banyak. Usul, kalo bisa guru-guru di Jateng yang sudah ber-golongan IV/b bisa di up load di web-nya Agupena Jateng. Tks.”
Sumber Blog Zulmasri (http://zulmasri.wordpress.com)
Putirenobaiak, “ Salut buat guru penulis, semua kegiatan positif ikut senang. Aku baru saja menghadiri acara guru juga, guru hijau alias Green teacher Sumut yg baru terbentuk. “
Suhadinet, “ Wadah yang bagus! semoga bisa mengakomodasi kebutuhan peserta/anggota.”
Inok, “ Bagaimana bisa masuk dalam agupena, Pak? Saya juga guru yang senang nulis loh! Sempat menang di beberapa event sih…! Bisa ikutan gabung tidak?”
Dari beberapa komentar di atas, dapat disimpulkan bahwa kelahiran Agupena disambut antusias oleh kalangan guru, karena akan membantu dan memfasilitasi mereka untuk meningkatkan kemampuan menulisnya, ujung-ujungnya bermuara juga pada peningkatan mutu dan kualitas pendidikan.
Momentum Hardiknas tahun ini patut direfleksikan oleh segenap pengurus Agupena Jawa Tengah untuk memegang teguh komitmennya sekaligus mampu mengemban amanah dengan baik untuk menjalankan roda organisasi secara profesional. Bagi para pengurus Agupena yang telah dilantik, momentum ini juga dapat dimaknai sebagai pengingat akan misi bersama yang telah disepakati dengan selalu -membangun semangat berbagi- yang didasari prinsip tolong-menolong, kolektivitas dan kolegial itu.
Bisakah? Kita lihat perkembangan selanjutnya ke depan…
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Bangkitlan Pendidikan Indonesiaku!
Tulisan lain yang berkaitan:



Great post! I’m just starting out in community management/marketing media and trying to learn how to do it well – resources like this article are incredibly useful. As our company is based in the US, it?s all a little bit new to us. The example above is something that I be concerned about as well, how to show your own genuine enthusiasm and write about the truth that your product is useful in that case.
Reply