Nikmah Nurbaity S.Pd: Dapat Hadiah Dua Minggu ke Jepang

Wednesday, 22 April 2009 (09:47) | 586 views | 8 komentar

nikmah1nikmah1NAMA Nikmah Nurbaity SPd (40) sudah tidak asing bagi kalangan pendidik di wilayah Purworejo karena segudang prestasinya. Belakangan ini dia mendapat hadiah dari Departemen Pendidikan Nasional berupa kunjungan studi pendidikan dan budaya selama dua minggu di Jepang.

’’Kesempatan tersebut merupakan hadiah bagi saya sebagai guru berprestasi tingkat nasional tahun 2005 yang lalu,’’ kata Nikmah yang kini kepala SMA Negeri 11 Purworejo itu, kemarin.

Lebih jauh Nikmah menyampaikan bahwa dia berangkat ke Jepang bersama 14 guru prestasi nasional dari seluruh Indonesia, hampir seluruhnya guru IPS. Tujuan Pemerintah Jepang lewat Japan Foundation mengundang guru-guru tersebut adalah sebagai bentuk penghargaan kepada guru prestasi Indonesia. Dan diharapkan guru-guru IPS yang ke Jepang bisa memberikan gambaran yang jelas tentang Jepang kepada generasi muda di Tanah Air.
Dalam kunjungan itu Nikmah selain sebagai peserta memang mempunyai tugas lain. Yakni membantu menerjemahkan semua informasi dari tuan rumah.

Karena pembimbing dari Japan Foundation menyampaikan materi dan penjelasan dalam bahasa Inggris. Dosen pemateri dari beberapa universitas juga menyampaikan materi dalam bahasa Jepang, kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris, baru diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Dikatakan, kunjungan pendidikan dan budaya itu ke lima kota di Jepang. Yakni Tokyo, Kyoto, Hiroshima, Osaka dan kota Nara. Ketika ditanya hal apa yang paling menarik di Jepang, Nikmah menyatakan tertarik pada budaya kerja dan nilai-nilai tata kehidupan sehari hari.(Suara Merdeka -Eko Priyono-64)

Dipublikasikan oleh: DENI Kurniawan As’ari

Nikmah Nurbaity Ajak Muridnya Dialog Imajiner

GURU bahasa Inggris SMA Negeri 7 Purworejo, Nikmah Nurbaity SPd, memperkenalkan metode baru dalam pengajaran. Berkat kreativitas guru yang pernah mewakili Indoneswia dalam konferensi guru internasional di Finlandia September 2002 itu meraih juara pertama lomba keberhasilan guru SMA dalam pembelajaran (LKG). Atas prestasinya itu dia mendapat hadiah dari Mendiknas Bambang Sudibyo berupa uang tunai Rp 12,5 juta, belum lama ini. Selain itu model pembelajarannya dibuat VCD pembelajaran yang akan diedarkan secara nasional.
Saat ditemui kemarin dia menuturkan, metode baru yang dia perkenalkan itu berupa percakapan bermain peran. Yakni murid diajak menciptakan situasi, ruang dan kondisi dalam pembelajaran untuk melaksanakan percakapan fantasi atau imajiner. Tentu saja hal itu menuntut kreativitas daya imajinasi para siswa untuk membuat percakapan imajiner.

Alasan menciptakan metode seperti itu, kata Nikmah, untuk mempercepat kompetensi lisan dan tulis bahasa Inggris. Sebab, menurut pengamatan dia, selama ini murid kalau diminta berkomunikasi dengan bahasa Inggris sulit apa yang akan dibicarakan. Maka, menurut dia, perlu diberi rangsangan kondisi yang diciptakan dengan sengaja untuk membuat anak didik dalam suatu situasi lain yang dibayangkan.

Saat melakukan presentasi di hadapan dewan juri di Jakarta belum lama ini, Nikmah melontarkan delapan contoh model pembelajaran yang tergolong baru itu. Antara lain, seakan murid sedang mengikuti konferensi pers. Untuk keperluan itu ada murid yang dijadikan model sebagai siswa teladan, penyanyi dangdut Inul Daratista atau Presiden Amerika Serikat. Kemudian siswa yang lain berperan sebagai wartawan. Murid yang berperan sebagai wartawan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada beberapa tokoh imajiner tersebut. Dengan cara demikian, kata Nikmah, pelajaran percakapan dapat berlangusng dengan lancar selama dua jam dalam situasi yang mereka ciptakan sendiri.
Contoh lain, percakapan imajiner berdasarkan karya sastra, seperti bermain drama. Ada siswa yang berperan sebagai Cinderela, pangeran, ibu tiri, maupun saudara tiri Cinderela. Maka percakapannya akan berkisar kehidupan Cinderela dan kisah Cinderela.

Nikmah juga memberikan contoh generation gap. Dalam percakapan itu sebagian siswa berperan sebagai guru atau orang tua dan sebagian siswa lain berperan sebagai anak remaja. Dalam contoh itu muncul perbedaan pendapat antara generasi muda dan tua dalam cara berfikir.

”Siswa tidak hanya belajar bahasa Inggris tetapi juga belajar arti kehidupan dan perbedaan pendapat antargenerasi yang diharapkan bisa menambah wawasan siswa dalam bertindak di kehidupan secara nyata,” kata Nikmah, Kamis (2/2) kemarin.

Dia juga memberikan contoh percakapan imajiner menggunakan internet. Dalam model ini digunakan komunikasi melalui internet berupa chatting. Siswa dalam chatting internet tidak mengaku sebagai dirinya sendiri, bisa memosisikan diri sebagai bintang film, seorang sekretaris, atau olahragawan. ”Mereka bisa mengembangkan percakapan imajiner seperti yang mereka kehendaki,” ujar guru yang lahir di Purworejo 15 Januari 1968 itu.

Cara pengajaran seperti itu, menurut Nikmah, bisa terlaksana dengan baik di tempat kerjanya. Sebab SMA 7 sudah memiliki laboratorium komputer dengan 12 unit komputer. Seluruhnya bisa dipergunakan untuk membuka internet.
Adapun tujuan pembelajaran secara imajiner itu, menurut Nikmah, adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa agar menggunakan bahwa Inggris secara langsung dalam situasi yang seolah-olah nyata yang diciptakan dengan sengaja sesuai dengan minat dan kesukaan siswa. Hal itu, lanjutnya, untuk mengantisipasi kurangnya eksposure (situasi langsung dalam masyarakat) yang menggunakan bahasa Inggris. Sebab selama ini pembelajaran bahasa Inggris kendalanya ruang belajar hanya terbatas dalam kelas.

Begitu murid keluar kelas tidak ada lingkungan situasi yang mendukung siswa untuk menggunakan bahasa Inggris yang sudah mereka kuasai di dalam kelas. Menurut Nikmah, beda dengan di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia, di mana bahasa Inggris menjadi bahasa kedua dalam berkomunikasi sehari-hari. Sedang di negara kita bahasa Inggris hanya di dalam kelas, kecuali di beberapa pondok pesantren besar yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa sehari-hari. Setahu dia selama ini belum ada metode pembelajaran seperti yang dia perkenalkan itu. Diakui metode seperti itu sudah ada tetapi dihafalkan seperti bermain drama. Murid diminta menghafal naskah dan belum menggali kreativitas berfikir.

Ide Nikmah itu ternyata secara nasional dianggap sebagai juara satu tingkat nasional dan diakui Departemen Pendidikan. Manfaat metode itu, lanjut guru yang pernah menjadi finalis cyber class room di konferensi guru internasional ke-4 di Jerman ini, untuk menggali kreativitas siswa dalam berbahasa Inggris. Juga untuk mengembangkan secara maksimal kemampuan otak kanan untuk berimajinasi, berekspresi dengan rasa seni dan mengembangkan empati untuk memahami cara orang lain merasakan dan berfikir.(Eko Priyono-42)

Tulisan lain yang berkaitan:

8 Responses to “Nikmah Nurbaity S.Pd: Dapat Hadiah Dua Minggu ke Jepang”

  1. Atik on Tuesday, 28 April 2009 (pukul 11:29 am)

    Sukses terus buat mbak Nikmah… Semoga kesuksesan dan dedikasinya dapat menular kepada guru-guru di Jawa Tengah…

    Baca juga tulisan Atik berjudul Mengapa Terus Digugat….?

    Reply

  2. nikmah on Saturday, 16 May 2009 (pukul 6:56 am)

    thank you bu ati
    ketemu lagi di sini :)
    sukses for you too

    Baca juga tulisan nikmah berjudul HENTI

    Reply

  3. mudah-mudahan banyak guru lain ketularan on Sunday, 1 November 2009 (pukul 7:04 pm)

    buguru mudah-mudahan kreativitas ibu bisa dicontoh yang lain salut

    Reply

  4. kristin on Monday, 9 November 2009 (pukul 3:06 am)

    bu nikmah hebat

    Reply

  5. Riyadi on Monday, 9 November 2009 (pukul 6:00 pm)

    Congratulation … segera tularkan virus hebatnya ke rakan-rekan guru khususnya di Purworejo. Siip

    Reply

  6. siti khoiriyah on Thursday, 19 November 2009 (pukul 12:13 pm)

    maju terus bu nikmah….

    Reply

  7. PUTRI on Friday, 1 October 2010 (pukul 8:36 pm)

    BU SEMOGA MAKIN SUKSES DLM METODE PEMBELAJARAN YG IBU KEMBANGKAN KEPADA PERSETA DIDIK :roll: :roll:

    Reply

  8. imam on Tuesday, 16 November 2010 (pukul 10:39 am)

    ibu selamat ya..bangga lo wali kelasku dl saiki ..malah jadi kepsek…selamat ya bu..

    Reply

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP