Zaenal Abidin: Tak Hanya Puas sebagai Guru
Tuesday, 14 April 2009 (03:07) | 317 views | 12 komentar
ZAENAL Abidin, guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Demak kelahiran Demak 25 Oktober 1966 ini tak hanya puas dengan pekerjaannya sebagai guru di kelas semata. Kemampuannya sebagai guru terus diasah. Salah satu caranya, menulis dan membuat buku, baik untuk pegangan koleganya sesama guru maupun untuk muridnya yang kesulitan menyerap mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris.
Kreativitasnya kini jadi pekerjaan sambilan yang justru bisa menunjang pekerjaanya sebagai guru. Suami Masfiah, 36, ini menuturkan, perjalanannya sebagai guru cukup berliku. Beberapa tahun sejak kuliah di IKIP Negeri Semarang sekitar 1989, dia sudah melang melintang menjadi guru. Mulanya Zaenal berwiyata bhak¬¬ti mengajar di sejumlah sekolah. Di antaranya Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tanwirul Dzolam, Desa Kalikondang, Demak Kota. Dia mengampu pelajaran Bahasa Inggris. Lalu, pada 1993-1994 ia mengajar di SMPN 2 Sayung selama 2 tahun, kemudian di MTsN Karangtengah mulai 1993 hingga 2001 serta di SMPN 2 Bonang selama tiga tahun (1994 hingga 1996). Baru pada 2000, yang bersangkutan mencoba ikut tes CPNS di Pemalang. Hasilnya, dia diterima sebagai pegawai negeri dan ditugaskan mengajar di MAN Pemalang antara 2001-2006.
Setelah mengajukan mutasi, Pak Zaen-akrab dipanggil-kemudian pilih mengajar di MAN Demak hingga sekarang. Menurutnya, kali pertama menjadi guru wiyata gajinya hanya Rp 12 ribu per bulan. Meski saat itu masih jejaka, namun besaran gaji tak cukup mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Ditemui di rumahnya Perum Wijaya Kusuma II, Jalan Cempaka VI, RT 04 RW 03 Nomor 29, Desa Katonsari, Demak Kota, Zaen mengaku baru merasa ada perubahan dari segi nilai besaran gaji saat mengajar di MTsN Karangtengah pada 1995. Gaji yang ia terima sebesar Rp 250 ribu per bulan. Gajinya makin bertambah menjadi sekitar Rp 1 juta saat mengajar di MAN Pemalang dengan golongan IIIa. Dan, kini saat mengajar di MAN Demak gajinya terus naik berlipat menjadi sekitar Rp 2 juta lebih. Ia kini PNS golongannya IIIc.
Sebagai guru yang suka menulis, kesejahteraan yang diperolehnya kian bertambah. Toh Zaen berprinsip menulis buku sebagai profesi sambilan di luar jam mengajar, tak semata untuk mencari penghasilan. Sebaliknya untuk meningkatkan kualitas diri serta menyalurkan idealisme yang terpendam.
Dia menulis buku bermula ketika para kolega sesama guru banyak yang curhat kepada dirinya. Mereka merasa belum memiliki pegangan buku yang sesuai kurikulum saat mengajar Bahasa Inggris. Karena itulah, keinginan menulis buku mulai dilakukan secara bertahap. Buku pertama yang ditulis berjudul Mengenal Genre dalam Bahasa Inggris.
Untuk lebih memperkaya buku pertama dan menunjang materi pelajaran, Zaenal pun kemudian menerbitkan buku kedua yang diberi judul Jembatan Sukses UN 2008.
Penulisan buku diawali ketika saat ada ujian listening tingkat SLTA. Saat itu temannya sesama guru yang biasanya memberi les Bahasa Inggris untuk siswa mengalami kesulitan. Sebab, kaset berisi materi listening untuk praktik sudah nglokor. Karena itu dia berinisiatif untuk mengoplos kaset-kaset yang tidak lengkap materinya tersebut. “Untuk mengoplos ini tidak mudah. Sebab, harus pakai program edit pro di komputer. Dari proses pengoplosan itulah, dapat menciptakan 8 paket listening.”
Kaset berbentuk CD itu pun lantas dibagi bagikan ke para guru yang pegang pelajaran Bahasa Inggris. “Proses edit pro cukup sulit. Karena edit sendiri dan cetak sendiri.” Zaenal juga memimpin penulisan membuat lembar kerja soal (LKS) untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3. Pekerjaan sambilan membuat buku LKS itu dilakukan untuk menyiasati agar tidak perlu membeli dari luar. (wahib pribadi/is)
Sumber: (Radar Semarang.com)
Tulisan lain yang berkaitan:



Wach hebat dech Pak Zain….
Saya malah banting Stir jadi Salesman he he…
Reply
Deni Kurniawan As'ari Reply:
May 5th, 2009 at 9:34 pm
Pak Zaenal sosok pekerja keras, tanggung jawab dan mudah dalam komunikasi.
Baca juga tulisan Deni Kurniawan As’ari berjudul SEMINAR NASIONAL PENULISAN LOMBA PENULISAN ARTIKEL
Reply
iluk Reply:
July 9th, 2010 at 11:19 am
@Deni Kurniawan As’ari,
Reply
oalah kang kang njenengan yo seneng nulis to
Reply
iluk Reply:
July 9th, 2010 at 11:21 am
pa zen senengan kabeh…….
@Setyo Nugroho, S.Pd,
Reply
maju terus kang Zaenal. Ayo…tunjukkan lagi karya besarmu.
Reply
pak zaenal.
assalamualaikum waohmatullahi wabarokatuh
terimakasih pak atas jasamu
semangat terus buat bapak,
calok guru teladan.
oya pak saya teringat kata bapak waktu ngajar english,
saya sering tertawa kalau mengikuti gerakan mulut.
afwan jidan kalau salah kata.
sukron jazakillah
best to U.
thanks
.-= anin naim´s last blog ..MADRASAH ALIYAH NEGERI DEMAK ( MAN DEMAK) =-.
Reply
naim Reply:
August 7th, 2009 at 9:11 pm
@anin naim,
wah saya baru lihat kalau bakat bapak sudah terposting di internet.
hehe…
sukon jazakallah
.-= naim´s last blog ..Kuatkan Kerjasama =-.
Reply
iluk Reply:
July 9th, 2010 at 11:29 am
oya some some kalo nga salah juga…..@anin naim,
Reply
.-= anin naim´s last blog ..MADRASAH ALIYAH NEGERI DEMAK ( MAN DEMAK) =-.
Reply
Abidin MAN pmlng angkatan 2003
Reply
Reply