Guru Kesulitan Membuat Karya Tulis

Thursday, 2 April 2009 (10:52) | 184 views | 2 komentar

(Sumber: Suara Merdeka). PURWOKERTO-Ketua Asosiasi Guru Penulis Seluruh Indonesia (Agupena) Jawa Tengah, Deni Kurniawan As’ari menyatakan, banyak guru yang kesulitan membuat karya tulis. Bagi guru PNS, hal itu mengakibatkan terkendalanya mendapatkan poin dalam sertifikasi.

workshopUntuk mengatasi hal tersebut, menurut Deni, Agupena menyelenggarakan workshop penulisan di daerah-daerah, seperti di Purwokerto, Kamis lalu. Melalui kegiatan itu, diharapkan para guru dapat sedikit demi sedikit menulis artikel di media massa untuk mendapatkan poin.

Meski baru pertama kali diselenggarakan, workshop tersebut diikuti lebih dari 250 peserta dari kalangan guru, dosen, kepala sekolah, pengawas, widyaiswara, pemerhati pendidikan dan tenaga kependidikan. Adapun materi teknik penulisan artikel, disampaikan wartawan Suara Merdeka Biro Banyumas, Didi Wahyu.

Minta Penghargaan
Semangat para guru untuk bisa menulis juga cukup besar, terbukti banyak pertanyaan yang dilontarkan pada pemateri. Salah satu peserta dari Banjarnegara, Joko Sulistiono, yang mempertanyakan dari sekian banyak artikel yang dimuat di SM, berapa persen kuota yang disediakan untuk pendidikan.

Selain itu dia juga mengusulkan bagi guru yang tulisannya dimuat selain mendapat honor juga diberi piagam. “Piagam tersebut bermanfaat untuk melengkapi berkas kenaikan pangkat ke IV B,” ujarnya berharap.

Bahkan, ada guru yang mengusulkan, meski tulisannya tidak dimuat, diberi tanda bukti pernah mengirim artikel. Dalam menyampaikan materinya, Didi Wahyu mengemukakan sejumlah kriteria agar tulisan yang dikirim bisa dimuat di media massa. Kriteria itu di antaranya, memiliki analisis yang tajam, penulis menguasai topik yang dibahas serta merupakan tulisan yang orisinil atau buah pikiran asli penulis.

Selain itu, setiap artikel hendaknya mengandung hal baru yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik informasinya, pandangan, pencerahan, saran, maupun solusinya. Peserta juga ada yang berharap SM biro Banyumas bersedia memberikan bimbingan atau konsultasi bagi penulis terutama para guru.

Acara workshop yang dibuka Kepala Dinas Pendidikan, Purwadi Santoso diisi pula dengan bedah buku. Khusus untuk acara penulisan artikel, sebagian peserta menilai waktunya sangat kurang. (P 16-75)

Tulisan lain yang berkaitan:

img Pengumuman 5 (Lima) Karya Tulis Terbaik Agupena Jateng 2010 (24 November 2010, 446 views, 13 respon)
img Kemuliaan Seorang Penulis (14 April 2010, 196 views, 3 respon)
img Silaturahmi dan Koordinasi dengan Agupena Purbalingga (29 November 2009, 119 views, 3 respon)
img Hasil Audiensi Agupena, Sekretaris Ditjen PMPTK, dan SEAMOLEC (9 July 2009, 310 views, 4 respon)
img Pelantikan Pengurus AGUPENA Banyumas dan Purbalingga (28 March 2009, 357 views, 0 respon)
img Organisasi Guru Penulis dan Budaya Menulis di Kalangan Guru (6 March 2009, 598 views, 26 respon)
img PENGARANG DI PADANG GERSANG (6 March 2009, 361 views, 6 respon)

2 Responses to “Guru Kesulitan Membuat Karya Tulis”

  1. pras on Thursday, 2 April 2009 (pukul 9:18 pm)

    :mrgreen: tukeran link..ayuk

    Baca juga tulisan pras berjudul Moto Gp

    Reply

  2. Deni on Friday, 3 April 2009 (pukul 12:11 am)

    Ayo, siapa takut? :cry:

    Reply

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





«
»
IP